Anda di halaman 1dari 3

CONTOH SOAL DAN PENCATATAN BIAYA TENAGA

KERJA

1. Gaji dan Upah


Gaji karyawan adalah biaya yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan tetap
perusahaan, misalnya pimpinan, karyawan administrasi yang gajinya dihitung bulanan. Untuk
menghitung gaji didasarkan pada kartu hadir.
Upah adalah biaya yang dibayarkan perusahaan kepada karyawan berdasarkan pada jumlah
jam kerja dan pembayarannya bisa dilakukan mingguan atau pembayarannya dapat didasarkan
pada unit yang dihasilkan. Untuk menghitung upah didasarkan pada kartu jam kerja karyawan,
dapat dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan jam kerja karyawan. Pembayaran secara
upah diberikan kepada tenaga kerja langsung di pabrik (yang langsung berhubungan dengan
pembuatan produk).

Berdasarkan kartu hadir maupun kartu jam kerja yang setiap bulannya dikumpulkan oleh
bagian personalia, yang akan menjadi data dalam perhitungan distribusi gaji dan upah tenaga
kerja langsung.
Pencatatan yang dilakukan pada saat dilakukannya rekapitulasi gaji dan upah adalah sebagai
berikut :
Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Rp xxx
Biaya Overhead Pabrik Rp xxx
Biaya Administrasi dan Umum Rp xxx
Biaya Pemasaran Rp xxx
Gaji dan Upah Rp xxx

Pencatatan pada saat bukti kas keluar adalah sebagai berikut :


Gaji dan Upah Rp xxx
Utang PPh karyawan Rp xxx
Utang Gaji dan Upah Rp xxx

Pencatatan pada saat karyawan telah menerima Gaji dan Upah adalah sebagai berikut :
Utang Gaji dan Upah Rp xxx
Kas Rp xxx

Pencatatan saat dilakukannya penyetorn PPh karyawan kepada negara adalah sebagai berikut:
Utang PPh Karyawan Rp xxx
Kas Rp xxx

Contoh Soal :
Perusahaan Jaya Wijaya memperkerjakan 1 orang karyawan. Berdasarkan kartu jam kerja di
bulan Oktober 2014, menurut jam kerjanya karyawan tersebut selama seminggu bekerja
sebanyak 48 jam dengan upah per jam Rp 1.500. Menurut kartu jam kerja disajikan sebagai
berikut :
Untuk pesanan produk 01 selama 15 jam
Untuk pesanan produk 02 selama 20 jam
Untuk menunggu persiapan pekerjaan selama 13 jam
Dengan demikian upah karyawan tersebut dihitung sebesar 48 jam x Rp 1.500 = Rp 72.000

Perhitungan biaya tenaga kerja dibebankan sebagai biaya tenaga kerja langsung adalah sebagai
berikut :
Pesanan produk 01 15 jam x Rp 1.500 = Rp 22.500
Pesanan produk 02 20 jam x Rp 1.500 = Rp 30.000
Dibebankan sebagai biaya overhead pabrik 13 jam x Rp 1.500 = Rp 19.500
Jumlah upah minggu pertama bulan Oktober 2014 = Rp 72.000
PPh yang dipotong oleh perusahaan 15% x Rp 72.000 = Rp 10.800
Jumlah upah bersih yang diterima karyawan Rp 72.000 - Rp 10.800 = Rp 61.200

Pencatatan yang dilakukan pada saat dilakukannya rekapitulasi gaji dan upah dari data tersebut
adalah sebagai berikut :
Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Rp 52.500
Biaya Overhead Pabrik Rp 19.500
Gaji dan Upah Rp 72.000

Pencatatan pada saat bukti kas keluar adalah sebagai berikut :


Gaji dan Upah Rp 72.000
Utang PPh karyawan Rp 10.800
Utang Gaji dan Upah Rp 61.200

Pencatatan pada saat karyawan telah menerima Gaji dan Upah adalah sebagai berikut :
Utang Gaji dan Upah Rp 61.200
Kas Rp 61.200

Pencatatan saat dilakukannya penyetorn PPh karyawan kepada negara adalah sebagai berikut:
Utang PPh Karyawan Rp 10.800
Kas Rp 10.800

2. Lembur
Premi lembur adalah sejumlah uang yang dibayarkan perusahaan kepada karyawannya
karena karyawan bekerja melebihi jam kerja yang telah ditentukan. Misalnya dalam 1 minggu
karyawan bekerja 40 jam secara normal, jika kelebihan dari 40 jam maka akan dihitung sebagai
uang lembur. Lembur biasanya terjadi karena ada tambahan pekerjaan atau ada tambahan order.

Contoh Soal :
Misal dalam satu minggu seorang karyawan bekerja selama 48 jam, apabila jam normalnya 40
jam dibayar dengan tarif Rp 1.000 per jam. Sedangkan tarif lembur dibayar perusahaan 1,5 kali
dari tarif normal.

Perhitungannya adalah sebagai berikut :


Jam biasa 40 jam x Rp 1.000 = Rp 40.000
Lembur 8 jam x Rp 1.000 = Rp 40.000
Premi lembur 8 jam x Rp 500 = Rp 4.000
Jumlah upah karyawan selama 1 minggu = Rp 84.000
Premi lembur dapat dibebankan pada akun barang dalam proses apabila jam lembur diperlukan
atas pekerjaan tertentu maka pencatatannya adalah sebagai berikut :
Barang Dalam Proses Rp 84.000
Gaji dan Upah Rp 84.000

Apabila barang pesanan yang biasanya dapat dikerjakan pada jam normal namun suatu waktu
memerlukan jam lembur untuk menyelesaikannya, premi lembur dapat dibebankan pada biaya
overhead pabrik. Maka pencatatannya adalah sebagai berikut :
Barang Dalam Proses Rp 80.000
Biaya Overhead Pabrik Rp 4.000
Gaji dan Upah Rp 84.000

3. Bonus
Bonus adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan atas
pencapaian karyawan. Pemberian bonus dapat disepakati terlebih dahulu antar perusahaan dan
karyawan.

Contoh Soal :
Seorang karyawan pabrik mendapatkan bonus Rp 50.000 apabila dalam satu bulan dapat
memproduksi pesanan sebelum deadline. Pencatatan yang dilakukan atas data tersebut adalah
sebagai berikut :
Biaya Overhead Pabrik Rp 50.000
Utang Bonus Rp 50.000

4. Honor Cuti
Honor cuti adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawannya
yang diberikan cuti, namun karyawan tersebut tetap masuk kerja walaupun dapat jatah cuti.
Honor cuti tersebut bukan merupakan biaya tenaga kerja langsung, sehingga tidak dibebankan
pada akun barang dalam proses, melainkan dibebankan pada biaya overhead pabrik.

Contoh Soal :
Seorang karyawan diberikan upah perminggu Rp 150.000. Karyawan tersebut memperoleh
pembayaran honor cuti Rp 20.000, maka pencatatan yang dibuat adalah sebagai berikut :
Barang Dalam Proses Rp 150.000
Biaya Overhead Pabrik Rp 20.000
Gaji dan Upah Rp 150.000
Utang Honor Cuti Rp 20.000

Anda mungkin juga menyukai