Anda di halaman 1dari 7

SOSIALISASI DAUR ULANG SAMPAH SEBAGAI UPAYA

PENGEMBANGAN EKO-BUDAYA
DI LINGKUNGAN DESA SAYANG JATINANGOR
KABUPATEN SUMEDANG

Dr. Sri Rijati, M.Hum, Susi Machdalena, Ph.D, Dr. Rosaria Mita Amalia, S.S., S.IP.,
M.Hum, Tania Intan, S.S, M. Pd. Mega Subekti, SS.M.Hum
product that has economic value. Sayang
ABSTRAK: village, Jatinangor in Sumedang district
Kegiatan ini bertujuan untuk menum- became one of priority area for the
buhkembangkan kesadaran dan kepedulian organization of this event. Its geographical
masyarakat atas pemanfaatan limbah rumah location which is relatively close to the area of
tangga. Salah satu cara yang dianggap efektif education is one reason for choosing this
adalah dengan melakukan proses daur ulang village. The activities in the form of Program
limbah agar menjadi produk baru yang Pengabdian kepada Masyarakat Dosen
memiliki nilai ekonomis. Desa Sayang, (PPMD) is carried out by means of lectures,
Jatinangor kabupaten Sumedang menjadi demonstrations and practices / trainings. The
daerah prioritas untuk penyelenggaraan high production of household waste and
kegiatan ini. Posisi geografisnya yang relatif negative behaviour regarding garbage is
dekat dengan kawasan pendidikan menjadi actually an issue that is closely related to
salah satu alasan pemilihan desa ini. cultural behaviour. Therefore, the solution is
Kegiatan yang berbentuk Program Pe- actually should be also related with the issue of
ngabdian Pada Masyarakat Dosen (PPMD) people’s mindset about the garbage. Recycling
ini dilakukan dengan cara penyuluhan, waste bins in order to produce a product that
demonstrasi dan praktek/pelatihan. Tinggi- has economic value to be an alternative way to
nya produksi limbah rumah tangga dan change people's mindsets about the garbage
perilaku negatif mengenai sampah sebe- that have tended to be negative. This activity is
narnya merupakan persoalan yang erat considered successful because of the
kaitannya dengan perilaku budaya. Oleh participation of the public, especially mothers
sebab itu solusinya pun sebenarnya harus of households is quite high and active in a
dikaitkan pula dengan persoalan pola pikir series of events.
masyarakat tentang sampah. Daur ulang
sampah agar menghasilkan produk yang Keywords: Waste (Household trash), Recycling,
punya nilai ekonomis menjadi salah satu Reuse, Product, Economic value
alternatif untuk mengubah pola pikir
masyarakat mengenai sampah yang selama PENDAHULUAN
ini cenderung negatif. Kegiatan ini dianggap
berhasil karena partisipasi masyarakat Musibah banjir yang terjadi hampir
terutama ibu-ibu rumah tangga yang cukup setiap tahun di berbagai daerah perkotaan
tinggi dan aktif dalam rangkaian acara. tidak sepenuhnya disebabkan oleh drainase
yang buruk. Produksi limbah kota berupa
Kata Kunci : Limbah Rumah Tangga, Daur sampah rumah tangga yang terlampau tinggi
Ulang, Pemanfaatan, Produk, Nilai ekonomi
dan diperparah dengan perilaku negatif
ABSTRACT : masyarakat yang membuang sampah
This activity aims to growth awareness and sembarangan ditenggarai masih menjadi
public concern over the use of household penyebab utama banjir. Telah cukup banyak
waste. One effective way is to make the process kiranya cerita mengenai banjir karena
of recycling of waste in order to be a new sampah rumah tangga menghiasi laman-
laman berita daring nasional atau regional, bahan baru dengan tujuan mencegah adanya
terlebih ketika musim hujan tiba. sampah yang sebenarnya dapat menjadi
Tingginya produksi limbah rumah sesuatu yang berguna, mengurangi
tangga dan perilaku negatif masyarakatnya penggunaan bahan baku yang baru, mengu-
tentang sampah telah sejak lama menjadi rangi penggunaan energi, mengurangi
perhatian pemerintah dan berbagai polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas ru-
komunitas yang peduli terhadap lingkungan. mah kaca jika dibandingkan dengan proses
Begitu banyak program pemerintah yang pembuatan barang baru. Daur ulang adalah
ditujukan untuk menanggulangi persoalan salah satu strategi pengelolaan sampah padat
itu. Mulai dari memasang slogan mengenai yang terdiri atas kegiatan pemilahan,
kepedulian terhadap sampah di kantong- pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian
kantong yang berpotensi menjadi “tempat dan pembuatan produk/material bekas pakai,
pembuangan sampah”, seperti di bantaran dan komponen utama.
sungai atau selokan. Sampai pencanangan Ada banyak manfaat yang bisa
program mengurangi produksi limbah rumah didapatkan dari pengolahan sampah dengan
tangga di tingkat keluarga. Namun sebagian cara mendaur ulang, antara lain mengurangi
menganggap bahwa solusi yang ditawarkan jumlah limbah untuk mengurangi pence-
itu semua masih dirasa belum cukup efektif. maran, mengurangi penggunaan bahan baku
Tingginya produksi limbah rumah yang baru, mengurangi penggunaan energi
tangga dan perilaku negatif mengenai atau sumber daya alam, mengurangi polusi,
sampah sebenarnya merupakan persoalan mengurangi kerusakan lahan dan mengu-
yang erat kaitannya dengan perilaku dan rangi emisi gas rumah kaca jika diban-
budaya. Oleh sebab itu solusinya pun dingkan dengan proses pembuatan barang
sebenarnya harus dikaitkan pula dengan baru, serta mendapatkan penghasilan karena
persoalan pola pikir yang berhubungan dapat dijual kembali jika sudah menjadi
dengan budaya. produk baru yang bernilai jual. Oleh karena
Memang benar, pola perilaku itu, manfaat daur ulang sampah tidak
membuang sampah sembarangan tidak bisa terbatas pada pelestarian lingkungan saja,
diubah secara instant dengan penetapan tetapi juga dapat menjadi penggerak roda
peraturan yang mengaplikasikan punishment ekonomi warga yang menggelutinya.
dan reward. Namun demikian, melalui Kegiatan sosialisasi daur ulang
sosialisasi mengenai akibat yang ditim- sampah sebagai upaya pengembangan eko-
bulkan dari membuang sampah sembarang- budaya ini direncanakan akan disampaikan
an atau manfaat dari pengelolaan sampah pada ibu-ibu PKK di lingkungan desa
yang berkesinambungan diharapkan dapat sayang jatinangor. Pemilihan lokasi mitra
memunculkan niat dan kesadaran yang pengabdian ini didasari oleh kegiatan
berasal dari individu masing-masing. sebelumnya, yakni penerimaan mahasiswa
Salah satu cara pemanfaatan sampah baru tahun 2015 yang berlokasi di desa
yang sering dianjurkan adalah dengan Sayang Jatinangor sehingga telah terjalin
mendaur ulang sampah baik yang organik kerja sama yang baik sebelumnya dengan
maupun anorganik. Hal ini merupakan Kepala Desa maupun warga sekitar.
bagian ketiga dari proses hierarki Kegiatan yang akan dilakukan ini di-
penanggulangan sampah 4R (Reduce, Reuse, harapkan mampu memberikan solusi dan
Recycle, and Replace) (Booth, 2012 : 68). pemecahan permasalahan yang ada di
Daur ulang adalah proses untuk masyarakat sekitar Universitas Padjadjaran.
menjadikan suatu bahan bekas menjadi Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan
kontribusi institusi Perguruan Tinggi dalam yang mungkin akan dilakukan kemudian.
pembangunan bangsa. Setelah itu, hasil evaluasi akan disusun
sebagai laporan kegiatan Pengabdian Pada
METODE Masyarakat (PPM) Prioritas.
Metode yang digunakan dalam
kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi HASIL DAN PEMBAHASAN
tiga tahapan, yaitu persiapan, tahap Semua kegiatan diselenggarakan
pelaksanaan, serta tahap evaluasi. sesuai dengan langkah-langkah yang sudah
1. Tahap persiapan ditetapkan, yang meliputi persiapan,
Pada tahap ini akan dilakukan survey pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Jenis
ke lokasi kegiatan, yaitu Desa Sayang untuk kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan
mendapatkan gambaran yang obyektif dan berkenaan dengan Eko-Budaya mengenai
faktual dari publik sekaligus mitra kegiatan daur ulang sampah non organik, di desa
Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Sayang Jatinangor, kabupaten Sumedang.
Prioritas ini, untuk kemudian dibuat profil Waktu pelaksanaan kegiatan adalah
aktual dari wilayah desa Sayang sebagai pada tanggal 4, 11, dan 25 November 2016,
bahan untuk penyusunan laporan kegiatan. masing-masing selama 2,5 jam. Materi
Setelah itu akan dilakukan perencanaan diberikan oleh tim pelaksana Pengabdian
kegiatan, yang meliputi jenis dan jadwal Pada Masyarakat dengan metode ceramah,
kegiatan, pemilihan dan penentuan media simulasi/ demonstrasi,serta diskusi.
dan materi setiap kegiatan, dan penanggung Ada dua pokok bahasan yang
jawab dan pelaksana setiap kegiatan. disesuaikan dengan khalayak sasaran. Yang
Rencana kegiatan ini disusun dalam bentuk pertama, pada minggu pertama (tanggal 4
modul kegiatan. November 2016), pada 4 kelompok yang
2. Tahap pelaksanaan terdiri dari mahasiswa Universitas Padjadja-
Pada tahap pelaksanaan, kegiatan ran peserta OKK, disampaikan materi
dibedakan menjadi dua jenis kegiatan, yaitu: mengenai pengelolaan sampah rumah tang-
a. Kegiatan bersama ibu-ibu PKK desa ga, proses daur ulang sampah non organik
Sayang, yang meliputi kegiatan penyuluhan yang dapat bernilai estetis dan ekonomis,
dan kegiatan-kegiatan edukatif-kreatif serta demonstrasi dan simulasi dengan alat
lainnya. Semua kegiatan yang dilakukan lalu dan bahan yang telah disiapkan. Pada
disusun menjadi sebuah modul kegiatan. kesempatan ini, melalui pihak mahasiswa
b. Kegiatan penyusunan buku bertema Eko- dan dosen pembimbing OKK, tim pelaksana
Budaya khususnya daur ulang sampah. Pengabdian Pada Masyarakat juga mem-
Luaran kegiatan ini akan disusun dan bagikan kantong sampah besar (trash bag)
diterbitkan, sehingga nantinya bisa untuk setiap rumah di lingkungan desa
dimanfaatkan tidak hanya oleh mitra tersebut.
kegiatan, tetapi juga oleh publik yang lebih Yang kedua, pada dua minggu
luas. berikutnya, (tanggal 11 dan 25 November
3. Tahap evaluasi 2016) pada para ibu rumah tangga dari
Tahapan terakhir akan mengevaluasi wilayah desa Sayang, dengan dibantu oleh
kegiatan yang telah dilakukan untuk para mahasiswa yang telah mendapat
mengukur sejauh mana keberhasilan yang pembekalan, tim Pengabdian Pada
telah dicapai sekaligus kekurangan yang Masyarakat memberikan materi yang sama
masih terjadi untuk kemudian dijadikan namun dengan proporsi praktik yang lebih
saran bagi penyelenggaraan kegiatan sejenis besar. Bahan sampah yang akan didaur
ulang terdiri dari botol air mineral, karton, Kegiatan penyuluhan ini secara umum
kertas koran, kertas HVS, tali rafia, dan lain- dapat berlangsung dengan baik, karena
lain. Bahan-bahan ini dipilah dari sampah adanya faktor-faktor pendukung terhadap
yang dikumpulkan warga dalam kantong kegiatan tersebut, yaitu di antaranya :
sampah yang telah dibagikan seminggu - Keingintahuan, antusiasme, dan
sebelumnya. partisipasi aktif dari peserta
Jumlah peserta pada kegiatan pertama penyuluhan (para ibu rumah tangga)
sekitar 30 orang, kemudian 20 orang dan tim pelaksana dengan dibantu
kegiatan kedua dan ketiga. Para peserta oleh mahasiswa Universitas Padja-
sangat antusias dalam berkreasi djaran yang sedang mengikuti pro-
menggunakan bahan-bahan sampah non gram OKK.
organik, dengan menggunakan alat-alat dan - Sarana dan prasarana yang cukup
materi tambahan yang disediakan oleh tim menunjang, yang difasilitasi oleh
pelaksana Pengabdian Pada Masyarakat, pihak aparat desa Sayang.
seperti misalnya : gunting, cutter, lem super, - Adanya dukungan dari perangkat
cat warna-warni, kuas, mute/ ornamen desa (RT, RW, dan ketua PKK).
tempelan, pita, spidol, dan lain-lain. Dengan Memang secara umum, dapat
pendampingan dan arahan dari tim PKM dikatakan bahwa kesadaran warga untuk
melalui kegiatan demonstrasi, para peserta menjaga kebersihan lingkungannya masih
kemudian mendapat kesempatan untuk belum optimal. Hal ini disebabkan karena
melakukan simulasi, sehingga dapat masih kurangnya pengetahuan mereka
dihasilkan beberapa karya yang menarik dan dalam mengelola sampah rumah tangga.
cukup bernilai artistik. Karya-karya ini Berdasarkan hasil evaluasi yang
kemudian dipajang, diapresiasi, dan dilakukan langsung melalui metode cera-
didokumentasikan. mah, demonstrasi, simulasi, dan diskusi,
Pada sesi berikutnya yaitu sesi diskusi, didapat kesimpulan bahwa materi yang
terlihat peningkatan pengetahuan dan disampaikan dapat dipahami dengan baik.
kesadaran publik terhadap peningkatan Peserta penyuluhan menyatakan telah
kualitas lingkungan dan juga pemanfaatan mendapatkan pengetahuan baru yang akan
sampah bagi perbaikan ekonomi rumah bermanfaat dalam kehidupan mereka. Secara
tangga mereka. Mereka dapat memahami umum dua kegiatan yang dilakukan oleh tim
pentingnya upaya pemilahan jenis sampah dapat diklasifikasikan dalam dua hal;
(organik-non organik), serta langkah-lang-
kah pemanfaatannya. Lebih jauh lagi, 1.Pemisahan Limbah Rumah Tangga
dengan kondisi lingkungan yang baik, Para ibu rumah tangga yang
bersih, dan sehat, para ibu rumah tangga ini menghadiri kegiatan yang terlibat dalam
menyadari bahwa mereka dapat lebih program pemisahan tampak begitu antusias
beraktualisasi dalam kehidupan bermasyara- dan responsif terhadap kegiatan yang
kat, yang dimulai dengan memelihara dilaksanakan. Hal tersebut dapat diamati
kesehatan di lingkungan keluarganya sendi- melalui cukup banyaknya sampah yang
ri. sudah dipilah dan kemudian dikumpulkan
Di sisi lain, penyelenggaraan kegiatan melalui trash bag yang telah disebarkan ke
ini mampu menghidupkan dan memotivasi tiap rumah.
gerakan kader PKK desa Sayang untuk lebih Banyaknya pertanyaan yang diajukan
aktif mendukung gerakan menjaga keber- pada penyuluh, pemahaman yang cukup saat
sihan lingkungan di wilayahnya. dilakukan diskusi, serta adanya sejumlah
permintaan agar kegiatan serupa sering Barang-barang tersebut dapat pula
diadakan di desa mereka juga menjadi salah dijual begitu saja, dengan harga yang sangat
satu indikator besarnya partisipasi murah. Untuk meningkatkan ekonomi dan
masyarakat dalam kegiatan. nilai jual serta menciptakan suatu produk
Masyarakat diberikan pemahaman yang bernilai seni, perlu pengolahan secara
bahwa sampah rumah tangga perlu dibuat cerdas barang bekas tersebut. Keterampilan
pemisahan. Sampah organik yang meru- tangan-tangan yang berbakat dapat
pakan sisa makanan dan tumbuhan kering menciptakan suatu produk yang ramah
dapat disatukan sebagai bahan dasar lingkungan dan menjadi penciri budaya
pembuat kompos. Sementara itu, beberapa suatu wilayah. Barang-barang tersebut dapat
jenis sampah anorganik perlu mendapat ditata dan dibentuk menjadi suatu barang
penanganan berbeda. Untuk mengurangi yang bermanfaat.
dampak melimpahnya sampah anorganik, Botol plastik adalah salah satu benda
yaitu sampah-sampah yang tidak dapat anorganik yang sulit terurai jika sudah
terurai, keluarga perlu mendapat pencerahan menjadi sampah. Oleh karena itu peman-
dan informasi bagaimana menanganinya. faatan kembali atau recycle adalah hal yang
Sampah-sampah yang sulit terurai, di anta- sangat bijak untuk dilakukan. Botol-botol
ranya adalah plastik dari berbagai jenis, dimanfaatkan untuk menjadi lebih berguna
botol-botol, serpihan besi, logam dan kertas bagi kehidupan dan keperluan sehari-hari.
koran atau majalah. Pengelolaan sampah Hal yang dapat dilakukan adalah
anorganik dapat dilakukan dengan mendaur dengan membuat suvenir atau kotak bing-
ulang, yaitu memanfaatkan barang-barang kisan. Bagian bawah dari botol plastik bekas
tidak terpakai untuk dibuat produk yang dipotong dengan gunting untuk kemudian
berguna. dihias dengan berbagai warna cat acrylic.
Potongan tersebut berfungsi sebagai wadah
2.Sosialisasi dan Praktek Pemanfatan untuk menaruh barang-barang atau pernak-
Limbah pernik untuk bingkisan. Beberapa wadah
Setelah dilakukan pemisahan limbah disatukan dengan plastik transparan atau
pada minggu sebelumnya, para ibu rumah plastik mika dan dihias dengan pita-pita.
tangga kemudian diberikan penyuluhan Berikut contoh kreasinya:
mengenai bagaimana pemanfaatan limbah
yang telah terkumpul.
Karena botol plastik menjadi limbah
rumah tangga yang paling banyak
terkumpulkan, maka sampling yang
digunakan dalam penyuluhan ini adalah
pemanfaatan botol plastik. Banyak hal yang
dapat dikreasikan dari botol plastik bekas.
Barang bekas ini dapat dimanfaatkan untuk 1.Produk hasil daur ulang botol plastik
hal-hal yang tampak tidak penting, dan
bahkan sampai hal yang sangat bermanfaat
dan bernilai seni serta memiliki daya jual.
Tanpa daur ulang sampah botol plastik,
maka yang terjadi adalah penumpukan pada
Tempat Penampungan Sampah akhir.
dari sampah yang dikelola secara tidak
efektif.
Tujuan suatu sistem pemanfaatan
sampah ialah dengan mengkonversi sampah
tersebut menjadi bahan yang berguna secara
efisien dan ekonomis dengan dampak
lingkungan yang minimal. Untuk melakukan
pemilihan alur konversi sampah diperlukan
adanya informasi tentang karakter sampah,
implikasi lingkungan dan sistem,
persyaratan lingkungan, dan yang pasti: nilai
2. Proses pengolahan botol plastik ekonomis. Jika sampah dikelola sedikit demi
sedikit, pasti akan lebih mudah daripada
Selain itu, botol plastik juga dapat mengelola timbunan sampah yang banyak.
dibuat sebagai wadah pernak-pernik yang Dengan sistem pengelolaan sampah
menarik seperti: paku, gelang, karet. Dengan yang mengutamakan konsep 4R (Reduce/
memanfaatkan wadah bagian bawah botol, Mengurangi, Reuse/ Memakai kembali,
dapat diciptakan wadah cantik yang Recycle/ Mendaur ulang, Replace/
bermanfaat. Mengganti), akan mendapat keuntungan
Problematika kota-kota besar di ganda, yaitu pembukaan lapangan pekerjaan,
Indonesia khususnya mengenai masalah pertambahan nilai ekonomis dari daur ulang,
lingkungan memang terasa semakin dan pengurangan volume sampah yang
kompleks dan mendesak untuk segera dikirim ke TPA.
diselesaikan. Sampah memang selalu ada,
karena dihasilkan dari setiap kegiatan Keberlanjutan Program
manusia. Permasalahan sampah dapat Melalui kegiatan yang telah
diartikan sebagai masalah kultural karena dilaksanakan ini, dapat dikatakan bahwa
dampaknya menyentuh berbagai sisi kunci penanganan sampah berbasis
kehidupan. Dengan mengurangi 10% masyarakat ini sebenarnya terletak pada
sampah, kita dapat mengurangi sekitar 544 rantai proses di tingkat rumah tangga dan di
kg karbon dioksida, dan dengan mendaur tingkat kelurahan (yaitu di tempat
ulang setengah dari sampah rumah tangga, pembuangan sampah sementara atau TPS).
kita bisa mengurangi sekitar 1088 kg karbon Cara penanganan seperti ini sebenarnya
dioksida per tahun. bertujuan untuk :
Sampah sebagai barang yang memiliki  Membudayakan cara pembuangan
nilai, tidak seharusnya diperlakukan sebagai sampah yang baik mulai dari lingkungan
barang yang menjijikan, melainkan harus rumah hingga ke Tempat Pembuangan
dapat dimanfaatkan sebagai bahan mentah Sampah (TPS) dengan menggunakan
atau bahan yang berguna lainnya. kantong kresek berwarna (bioplastic) serta
Pengelolaan sampah berbasis masyarakat gerobak atau motor sampah terpisah antara
yang dikelola dari komunitas masyarakat sampah organik dan non organik.
kecil hingga yang besar, dari desa hingga  Menata tempat pembuangan sampah
perkotaan besar, tentunya menjadi sebuah (TPS) menjadi pusat pemanfaatan sampah
hal yang sangat mulia dan dapat organik dan non-organik secara maksimal
menguntungkan apabila dikelola secara sampah organik diolah menjadi kompos.
baik. Tindakan ini pun dapat mengurangi
beban pemerintah karena dampak negatif
 Menjadikan sampah non organik penting untuk ditumbuhkembangkan
menjadi bahan baku untuk diolah menjadi sehingga tujuan untuk melahirkan atu
bahan daur ulang (kertas, kaca, plastik dan membentuk masyarakat-masyarakat yang
sebagainya) sehingga mampu memberikan memiliki kesadaran dan kepedulian yang
manfaat secara ekonomis. tinggi terhadap lingkungan maupun sampah
Pengelolaan sampah dari skala rumah secara khusus akan tercapai.
tangga /kampung ini dapat diimplentasikan
di semua penjuru daerah di tanah air. DAFTAR PUSTAKA
Dengan sampah, dapat pula dibuka peluang
kerja dan ditumbuhkan jiwa entrepreneur Artomo, H. 2015. Halaman Hijau. Jakarta
dengan pengelolaan sampah yang baik dan Selatan: PT Agromedia Pustaka
terencana. Dapat disimpulkan bahwa pada
intinya, sampah bukan lagi dijadikan musuh Booth, Colin. A. 2012. Solutions for Climate
yang menakutkan tapi dijadikan sahabat Change Challenges in the Built
yang menguntungkan bagi kita semua. Environment. West Sussex: Blackwell

SIMPULAN
Ekayana. 1998. Peduli Sampah
Meskipun pelaksanaan Kegiatan Menghasilkan Kompos. Jakarta: Tiga
Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen ini Serangkai
belumlah tuntas sepenuhnya, melalui
kegiatan sosialiasi daur ulang sampah ini Hikmat Sujana, R.,2016. Disertasi ; Sistem
dapat dikatakan bahwa ada peningkatan Pengelolaan Sampah Mandiri di Perum
pemahaman masyarakat akan pentingnya Cisalak Kelurahan Sukamanah Kecamatan
mengubah pola pikir terkait penangan Cipedes Kota Tasikmalaya : Analisis
sampah. Meskipun hanya bersifat sosialisasi, Perspektif.: Universitas Padjadjaran
kegiatan ini secara nyata bermanfaat untuk
setidaknya membangkitkan motivasi Mulyono. 2014. Membuat MOL dan
masyarakat terkait dengan pemanfaatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga.
sampah yang memiliki nilai ekonomis. Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka
Dengan demikian, pemahaman masyarakat
mengenai sampah sebagai sesuatu yang
kotor dan tidak memiliki nilai jual pun akan
bergeser dengan sendirinya. Hal seperti ini,