Anda di halaman 1dari 18

Matematika Asuransi Jiwa

Kelompok 2

Andaru Sotya Wuri (1406548814)

Dennis Martin (1406633714)

Andina Kartika H (1406633733)

Administrasi Asuransi dan Aktuaria

Universitas Indonesia
Pendahuluan

Latar Belakang

Anuitas berasal dari kata bahasa Inggris annuity yang dapat


didefinisikan sebagai rangkaian pembayaran atau penerimaan tetap
dalam jumlah tertentu yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu
tertentu.
Kata annuity asalnya berarti pembayaran annual (tahunan), akan
tetapi seiring dengan berjalannya waktu kata anuitas juga mencakup
pembayaran yang dilakukan pada interval waktu yang lain juga, seperti
pembayaran bulanan, tiga bulanan, dan seterusnya.
Takashi Futami, mendefinisikan anuitas adalah suatu pembayaran
dalam jumlah tertentu, yang dilakukan setiap selang waktu dan lama
tertentu, secara berkelanjutan.

Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari anuitas dan anuitas akhir?


2. Apa saja fungsi dan kegunaan dari masing-masing anuitas?
3. Bagaimana cara menghitung nilai akumulasi anuitas?
Tujuan

Makalah ini bertujuan agar Mahasiswa dapat mengetahui tentang anuitas


dan cara menghitung nilai anuitas. Dalam makalah ini akan dijelaskan
bagaimana cara menyelesaikan suatu perhitungan nilai anuitas melalui
contoh-contoh soal yang diberikan.
Pembahasan

Anuitas Pasti

Anuitas pasti adalah anuitas yang pasti dilakukan selama dalam


jangka pembayaran.
Anuitas yang dibayarkan di awal jangka waktu pembayaran anuitas
disebut anuitas awal, sedangkan diakhir jangka waktu pembayaran
disebut anuitas akhir. Anuitas hidup adalah suatu deretan pembayaran
yang dilakukan setiap interval tertentu (misalkan bulanan, empat
bulanan,tahunan) selama yang bersangkutan masih hidup.
Deretan pembayaran ini dapat dilakukansecara berjangka, yaitu
terbatas pada jangka waktu yang diberikan, atau dibayarkan
seumur hidup (Bowers,dkk., 1997:133).
Anuitas yang pembayarannya pasti untuk periode jangka waktu
tertentu dinamakan anuitas pasti atau annuity-certain. Contoh untuk
anuitas pasti antara lain adalah pembayaran kredit motor, pembayaran
premi asuransi pendidikan akan tetapi jika pembayaran menyangkut
hidup mati seseorang disebut anuitas hidup atau dengan kata lain,
anuitas tidak pasti. Anuitas yang pembayarannya tidak pasti dinamakan
anuitas contingent.

Tipe yang umum dari anuitas contingent ini adalah suatu anuitas
dengan pembayaran dilakukan selama orang tersebut masih hidup.
Anuitas seperti itu dinamakan dengan anuitas hidup atau annuity life.
Sebagai contoh sering kita melihat orang tua atau kakek kita tiap
tanggal 4 awal bulan datang ke kantor pos atau bank untuk mengambil
uang pensiun mereka. Para pensiunan masih akan menerima pembayaran
dari pemerintah selama mereka (suami istri) masih hidup. Jika mereka
(suami istri) sudah meninggal, maka secara otomatis tidak menerima uang
pensiun lagi.

Anuitas akhir

Anuitas akhir sering disebut juga dengan anuitas biasa atau anuitas
ordinary. Sekarang kita akan misalkan suatu anuitas dengan pembayaran 1
Rupiah yang dibayarkan pada akhir periode selama n periode.

Anuitas yang pembayarannya pada akhir periode tersebut disebut


dengan anuitas akhir atau annuity-immediate.

Pada anuitas akhir :

Suku Bunga =i

Nilai Sekarang (Present Value) = 𝑎𝑛¬

Nilai ini adalah nilai yang akan dibayarkan pada awal periode untuk
mendapatkan pembayaran sebesar 1 Rupiah pada tiap akhir periode
selama n periode.

Dibawah ini adalah diagram satuan anuitas dengan 4 macam


pembayaran.
Annuity Immediade

Payment 1 1 1 1

0 1 2 3 4

Time t

first payment

made at the end of

the first year (t=1)

Diagram yang ditunjukan disebut timeline. Yang akan menjadi alat


yang sangat berguna untuk menyelesaikan masalah-masalah kedepannya.

Geometric Series

Untuk menemukan nilai anuitas untuk nilai anuitas saat ini dan
masa yang akan datang kita dapat menggunakan rumus menjumlahkan
rangkaian geometric. Rangkaian geometric sangat berguna untuk ujian
FM.
1−𝑟 𝑛+1
(2.1) 1 + 𝑟 + 𝑟 2 +. . +𝑟 𝑛 = ,𝑟 ≠ 1
1−𝑟

Note that if |r| < 1, the infinite geometric series converges:


1
(2.2) 1 + 𝑟 + 𝑟 2 +. . =
1−𝑟

Sedangkan nilai akumulasi atau disebut juga dengan nilai masa


mendatang dari anuitas tersebut dilambangkan dengan 𝑆𝑛¬ .
Berikut akan dijabarkan suatu turunan rumus dalam menentukan
nilai sekarang pada anuitas akhir 𝑎𝑛¬ sebagai suatu present value dari
masing-masing pembayaran.

Untuk present value dari pembayaran 1 Rupiah di akhir periode


pada periode pembayaran pertama adalah 𝑣.

Sedangkan pada pembayaran 1 Rupiah di akhir periode kedua dapat


dilambangkan dengan 𝑣 2 .

Proses ini akan berlanjut hingga didapat present value dari


pembayaran 1 pada periode akhir n adalah 𝑣 𝑛 .

Nilai akumulasi total dari present value 𝑎𝑛¬ sama dengan jumlah dari
pada setiap pembayaran present value tiap pembayaran, yaitu

𝑎𝑛¬ = 𝑣 + 𝑣 2 + ⋯ + 𝑣 𝑛−1 + 𝑣 𝑛

Rumus Present value diatas masih dapat diturunkan lagi, apabila terdapat
nilai n yang besar pada rumus diatas sebenarnya menggunakan bentuk
dari deret geometri n-suku dengan nilai awalan 𝑣, dengan faktor 𝑣.
Selanjutnya jika disederhanakan dengan menggunakan metode deret
geometri didapat hasil :

𝑎𝑛¬ = 𝑣 + 𝑣 2 + ⋯ + 𝑣 𝑛−1 + 𝑣 𝑛
𝑛
1−𝑣
=𝑣
1−𝑣
1 − 𝑣𝑛
=𝑣
𝑖𝑣
1 − 𝑣𝑛
=
𝑖
Nilai Akumulasi dari anuitas akhir ini dapat diturunkan dengan cara
seperti menurunkan nilai present value suatu anuitas akhir.
Nilai akumulasi dari pembayaran 1 rupiah pada akhir periode
pertama adalah (1 + 𝑖)𝑛−1 .

Sedangkan untuk nilai akumulasi dari pembayaran 1 rupiah pada


akhir periode ke-2 adalah (1 + 𝑖)𝑛−2 .

Proses ini akan berlanjut sampai akumulasi pembayaran 1 rupiah


saat periode terakhir n, yang sama dengan 1. Nilai akumulasi total anuitas
terakhir 𝑠𝑛¬ sama dengan jumlahan dari nilai akumulasi pembayaran pada
tiap-tiap periode

𝑠𝑛¬ = 1 + (1 + 𝑖) + ⋯ + (1 + 𝑖)𝑛−2 + (1 + 𝑖)𝑛−1

Rumus diatas sangatlah tidak efisien apabila nila n tersebut besar,


maka dapat diturunkan lagi dengan menggunakan deret geometri yaitu:

𝑆𝑛¬ = 1 + (1 + 𝑖) + ⋯ + (1 + 𝑖)𝑛−2 + (1 + 𝑖)𝑛−1


(1 + 𝑖)𝑛 − 1
=1
(1 + 𝑖) − 1
(1 + 𝑖)𝑛 − 1
=
𝑖
(𝑣 𝑛 − 1)
=
𝑖
Dari penguraian atau penjabaran rumus tersebut dapat ditarik
sebuah kesimpulan bahwa terdapat hubugan yang cukup sederhana
antara 𝑎𝑛¬ dengan 𝑆𝑛¬ yaitu sebagai berikut:

1 − 𝑣𝑛
𝑎𝑛¬ (1 𝑛
+ 𝑖) = (1 + 𝑖)𝑛
𝑖
(1 + 𝑖)𝑛 − (1 + 𝑖)𝑛 − 𝑣 𝑛
=
𝑖
(1 + 𝑖)𝑛 − 1
=
𝑖
= 𝑆𝑛¬

Masih terdapat persamaan lain antara 𝑎𝑛¬ dengan 𝑆𝑛¬ adalah:

1 𝑖 𝑖 + 𝑖(1 + 𝑖)𝑛 − 𝑖
+𝑖 = +𝑖 =
𝑆𝑛¬ (1 + 𝑖)𝑛 − 1 (1 + 𝑖)𝑛 − 1
𝑖 𝑖
= 𝑛 =
(1 + 𝑖) − 1 1 − 𝑣𝑛
(1 + 𝑖) 𝑛

1
=
𝑎𝑛¬

Contoh Soal Anuitas pasti akhir:

Pada tanggal 1 januari 2000 anda membuka tabungan yang tetap


anda biarkan kosong sampai akhir tahun. Pada tanggal 31 desember 2000
anda memulai menabung sebesar 2juta. Selanjutnya setiap 31 Desember
anda menabung 2juta sampai tahun 2027. Tabungan tersebut anda
biarkan selama 4tahun dan tentu saja mendapat bunga jika diketahui :
i=5%. Berapakah total tabungan pada 31 Desember 2015?

Jawab:

Proses diatas adalah proses anuitas akhir yang dilanjutkan dengan


pembungaan majemuk. Nilai Akumulasi dari tabungan tersebut adalah :

¬
(1 + 0,05)12 − 1
2 𝑆12 (1,05)4 =2 (1,05)4
0,05
= 38.694.730
Anuitas Awal
Sering juga disebut dengan anuitas jatuh tempo atau anuitas-due.
Anuitas awal merupakan pembayaran anuitas yang dilakukan pada awal
tahun. Nilai sekarang pada anuitas awal dilambangkan dengan 𝑎̈ 𝑛¬ Nilai
tersebut adalah nilai yang akan dibayarkan untuk mendapat pembayaran
sebesar 1 Rupiah tiap awal periode selama n periode.

Annuity Due

Payment

1 1 1 1

0 1 2 3 4

Time t

first payment made at the beginning of the first year (t=0)

Sedangkan untuk nilai akumulasi atau nilai masa mendatang dari


anuitas tersebut dilambangkan dengan 𝑆𝑛̈ ¬ .

Dapat kita ketahui bahwa present value dari pembayaran 1Rupiah


di awal periode pada periode pertama adalah 1.

Sedangkan Present Value dari pembayaran 1 Rupiah yang dilakukan


pada awal periode kedua dilambangkan dengan 𝑣.

Proses ini akan berlanjut sampai present value dari pembayaran 1


pada periode terakhir n adalah 𝑣 𝑛−1 .
Untuk nilai akumulasi total dari present value 𝑎̈ 𝑛¬ sama dengan
jumlah dari present value tiap-tiap pembayaran, yaitu:

𝑎̈ 𝑛¬ = 1 + 𝑣 + 𝑣 2 + ⋯ + 𝑣 𝑛−2 + 𝑣 𝑛−1

Selanjutnya, Rumus tersebut dapat diturunkan lagi dengan


menggunakan metode deret geometri yaitu:

𝑎̈ 𝑛¬ = 1 + 𝑣 + 𝑣 2 + ⋯ + 𝑣 𝑛−1
1 − 𝑣𝑛 1 − 𝑣𝑛
=1 =
1−𝑣 𝑖𝑣
1 − 𝑣𝑛
=
𝑑
Sedangkan untuk menghitung nilai akumulasi dari anuitas tersebut
selama n periode.

𝑆𝑛̈ ¬ = (1 + 𝑖) + (1 + 𝑖)2 … + (1 + 𝑖)𝑛−1 + (1 + 𝑖)𝑛


(1 + 𝑖)𝑛 − 1
𝑆𝑛̈ ¬ = (1 + 𝑖)
(1 + 𝑖) − 1
(1 + 𝑖)𝑛 − 1
𝑆𝑛̈ ¬ =
𝑑

Contoh Soal:

Pada tanggal 1 Januari 2008,Hermi memutuskan untuk memulai


menabung untuk program pensiunnya sebesar X rupiah. Program tersebut
dilanjutkan tiap tanggal 1 Januari sampai tahun 2022. Pada tanggal 31
Desember 2022, tabungannya berjumlah 386.310.200. Jika Suku bunga
efektif i= 6,5% , berapakah besarnya uang yang disetorkan hermi setiap
awal tahun?
Jawab:

Program tersebut adalah anuitas awal, maka didapat :

X𝑆𝑛̈ ¬ = 386.310.200

(1,065)15 − 1
̈¬
𝑆15 = = 25,754
0,065⁄
1,065
386.310.200
𝑋= = 15 𝑗𝑢𝑡𝑎
25,754
Jadi uang yang ditabung hermi setiap awal tahun sebesar 15 juta
rupiah. Ada Hubungan sederhana antara 𝑎̈ 𝑛¬ dengan 𝑆𝑛̈ ¬ sebagai berikut :

1 − 𝑣𝑛
𝑎̈ 𝑛¬ (1 𝑛
+ 𝑖) = (1 + 𝑖)𝑛
𝑑
(1 + 𝑖)𝑛 − (1 + 𝑖)𝑛 𝑣 𝑛
=
𝑑
(1 + 𝑖)𝑛 − 1
=
𝑑
Anuitas menurun (Decreasing Annuity)

Adalah suatu rangkaian pembayaran yang jumlah pembayarannya


menurun setiap interval pembayaran . Anuitas menurun dimulai dengan n,
menurun 1 setiap tahun dan akhirnya akan berakhir dengan 1. Ini
dikatakan anuitas menurun secara teratur.

Anuitas Menurun Biasa (Decreasing Annuity Immadiate)

Grafik Anuitas Menurun Biasa :

Adalah sebuah Anuitas Biasa yang dibayarkan selama n tahun


dengan pembayaran pertama sama dengan P dan masing-masing
pembayaran berikutnya menurun dengan Q. Diagram nya seperti gambar
berikut.

n n-1 … 2 1

0 1 2 … n-1 n

Nilai sekarang (pada t=0) dari suatu anuitas anuitas menurun


langsung , di mana tingkat bunga efektif tahunan adalah i, maka di
lambangkan dengan (𝐷𝑎 )𝑛⌉𝑖 dan menghitungnya adalah sebagai berikut:

(𝑫𝒂)𝒏⌉𝒊 = [𝑷]𝒗 + [𝑷 + 𝑸]𝒗𝟐 + ⋯ + [𝑷 + (𝒏 − 𝟐)𝑸]𝒗𝒏−𝟏


+ [𝑷 + (𝒏 − 𝟏)𝑸]𝒗𝒏
= 𝑃[𝑣 + 𝑣 2 + ⋯ + 𝑣 𝑛−1 + 𝑣 𝑛 ]
+ 𝑄[𝑣 2 + 2𝑣 3 + ⋯ + (𝑛 − 2)𝑣 𝑛−1 + (𝑛 − 1)𝑣 𝑛 ]
= 𝑃[𝑣 + 𝑣 2 + ⋯ + 𝑣 𝑛−1 + 𝑣 𝑛 ]
+ 𝑄𝑣 2 [1 + 2𝑣 + ⋯ + (𝑛 − 2)𝑣 𝑛−3 + (𝑛 − 1)𝑣 𝑛−2 ]
= 𝑃[𝑣 + 𝑣 2 + ⋯ + 𝑣 𝑛−1 + 𝑣 𝑛 ]
𝑑
+ 𝑄𝑣 2 [1 + 𝑣 + 𝑣 2 + ⋯ + 𝑣 𝑛−2 + 𝑣 𝑛−1 ]
𝑑𝑣
𝑑
= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑄𝑣 2 [𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 ]
𝑑𝑣

𝑑 1−𝑣 𝑛
= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑄𝑣 2 [ ]
𝑑𝑣 1−𝑣

(1−𝑣).(−𝑛𝑣 𝑛−1 )−(1−𝑣 𝑛 ).(−1)


= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑄𝑣 2 [ ]
(1−𝑣)2

𝑄 −𝑛𝑣 𝑛 (𝑣 −1 −1)+(1−𝑣 𝑛 ) 1
= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + (1+𝑖)2 [ 2 ] ket v =
(𝑖⁄1+𝑖) 1+i
(1−𝑣 𝑛 )−𝑛𝑣 𝑛−1 −𝑛𝑣 𝑛
= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ]
𝑖2

(1−𝑣 𝑛 )−𝑛𝑣 𝑛 (𝑣 −1 −1)


= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ]
𝑖2

(1−𝑣 𝑛 )−𝑛𝑣 𝑛 (1+𝑖−1)


= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ]
𝑖2

(1−𝑣𝑛 ) 𝑛𝑣𝑛 (𝑖)


− 𝒅 = 𝒊𝒗
𝑖 𝑖
= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ] {
𝑖 𝒅= 𝟏−𝒗
𝑎𝑛⌉𝑖 −𝑛𝑣 𝑛
= 𝑃. 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ]
𝑑
Misalkan P=n dan Q= -1. Dalam kasus ini, pembayaran mulai dari n
dan menurun 1 setiap tahun, sampai pembayaran akhir 1 dibuat pada
waktu n.

𝑎𝑛⌉𝑖−𝑛𝑣 𝑛
(𝐷𝑎 )𝑛⌉𝑖 = (𝑛). 𝑎𝑛⌉𝑖 + (−1). [ ]
𝑑

1 − 𝑣 𝑛 𝑎𝑛⌉𝑖 − 𝑛𝑣 𝑛
= 𝑛. −
𝑖 𝑖

𝑛 − 𝑛𝑣 𝑛 − 𝑎𝑛⌉𝑖 + 𝑛𝑣 𝑛
=
𝑖
𝑛 − 𝑎𝑛⌉𝑖
=
𝑖

(𝑫𝑺 )𝒏⌉𝒊 = (𝑫𝒂)𝒏⌉𝒊 . (𝟏 + 𝒊)𝒏


𝒏 − 𝒂𝒏⌉𝒊
=( ) . (𝟏 + 𝒊)𝒏
𝒊
𝒏 . (𝟏 + 𝒊)𝒏 − 𝑺𝒏⌉𝒊
=( )
𝒊

Contoh Soal:

Hitunglah nilai anuitas menurun nyah dari suatu anuitas setiap awal
tahun selama 4kali, jika tingkat bunga yang relevan adalah 10%?
Jawab:

n-a4⌉i
(Da )n⌉i =
i

𝟒−𝟑,𝟏𝟖
=
𝟏𝟎%

Menurun Dimuka (Decreasing Annuity Due)


Grafik Anuitas Menurun Dimuka :

n n-1 n-2 …. 1

0 1 2 …. n-1 n

Nilai sekarang (pada t=0) dari penurunan anuitas Dimuka, di mana


tingkat bunga efektif tahunan adalah i, maka di lambangkan dengan
(𝐷𝑎̈ )𝑛⌉𝑖 dan menghitungnya adalah sebagai berikut:

(𝑫𝒂̈ )𝒏⌉𝒊 = [𝑷]𝒗 + [𝑷 + 𝑸]𝒗𝒏 + ⋯ + [𝑷 + (𝒏 − 𝟐)𝑸]𝒗𝒏−𝟐


+ [𝑷 + (𝒏 − 𝟏)𝑸]𝒗𝒏−𝟏

= 𝑷[𝟏 + 𝒗𝒏 + ⋯ + 𝒗𝒏−𝟐 + 𝒗𝒏−𝟏 ] + 𝑸[𝒗𝒏 + 𝟐𝒗𝟐 + ⋯ +


(𝒏 − 𝟐)𝒗𝒏−𝟐 + (𝒏 − 𝟏)𝒗𝒏−𝟏 ]

= 𝑃[1 + 𝑣 𝑛 + ⋯ + 𝑣 𝑛−2 + 𝑣 𝑛−1 ] + 𝑄𝑣 𝑛 [1 + 2𝑣 + ⋯ +


(𝑛 − 2)𝑣 𝑛−3 + (𝑛 − 1)𝑣 𝑛−2 ]
𝑑
= 𝑃[1 + 𝑣 𝑛 + ⋯ + 𝑣 𝑛−2 + 𝑣 𝑛−1 ] + 𝑄𝑣 𝑛 [1 + 𝑣 + 𝑣 2 +
𝑑𝑣

… + 𝑣 𝑛−2 + 𝑣 𝑛−1 ]

𝑑
= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄𝑣 [𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 ]
𝑑𝑣

𝑑 1−𝑣 𝑛
= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄𝑣 [ ]
𝑑𝑣 1−𝑣

(1 − 𝑣). (−𝑛𝑣 𝑛−1 ) − (1 − 𝑣 𝑛 ). (−1)


= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄𝑣 [ ]
(1 − 𝑣)2

𝑄 −𝑛𝑣 𝑛 (𝑣 −1 − 1) + (1 − 𝑣 𝑛 )
= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + [ 2 ]
(1 + 𝑖) 𝑖
( ⁄1 + 𝑖)

(1 − 𝑣 𝑛 )−𝑛𝑣 𝑛−1 − 𝑛𝑣 𝑛
= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ] . (1 + 𝑖)
𝑖2

(1 − 𝑣 𝑛 )−𝑛𝑣 𝑛 (𝑣 −1 − 1)
= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ] . (1 + 𝑖)
𝑖2

(1 − 𝑣 𝑛 )−𝑛𝑣 𝑛 (1 + 𝑖 − 1)
= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ] . (1 + 𝑖)
𝑖2
(1 − 𝑣 𝑛 ) 𝑛𝑣 𝑛 (𝑖)

= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ 𝑖 𝑖 ] . (1 + 𝑖)
𝑖
𝑎𝑛⌉𝑖 − 𝑛𝑣 𝑛
= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ] . (1 + 𝑖)
𝑖

𝑎𝑛⌉𝑖 − 𝑛𝑣 𝑛
= 𝑃. 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + 𝑄 [ ]
𝑑

Misalkan P=n dan Q= -1. Dalam kasus ini, pembayaran mulai dari n
dan menurun 1 setiap tahun, sampai pembayaran akhir 1 dibuat pada
waktu n.

𝑎𝑛⌉𝑖−𝑛𝑣 𝑛
(𝐷𝑎̈ )𝑛⌉𝑖 = (𝑛). 𝑎̈ 𝑛⌉𝑖 + (−1). [ ]
𝑑
1 − 𝑣 𝑛 𝑎𝑛⌉𝑖 − 𝑛𝑣 𝑛
= 𝑛. −
𝑑 𝑑
𝑛 − 𝑛𝑣 𝑛 − 𝑎𝑛⌉𝑖 − 𝑛𝑣 𝑛
=
𝑑
𝑛 − 𝑎𝑛⌉𝑖
=
𝑑