Anda di halaman 1dari 2

C.

Kualitas hubungan belajar mengajar pada klien

Interaksi antara seorang pendidik dan seorang merupakan hubungan khusus yang ditandai
dengan adanya saling berbagi pengalaman, serta memberi sokongan dan negoisasi.
Pembelajaran yang efektif terjadi ketika klien dan petugas kesehatan sama-sama
berpartisipasi dalam proses belajar mengajar, dalam arti menunda pengajaran sampai klien
mau berpartisipasi secara aktif. Kualitas positif yang memberikan karakteristik terhadap
hubungan pembelajaran meliputi:

1) Belajar Mengajar Berfokus Pada Klien

Pendidikan kesehatan adalah hubungan terapeutik yang berfokus pada klien yang
spesifik. Klien yang tinggal dengan isu-isu kesehatan apa pun membutuhkan pengobatan
atau dilibatkan dalam pemberian asuhan keperawatan/kesehatan. Klien mempunyai nilai,
keyakinan, kemampuan kognitif, dan gaya belajar yang unik, yang dapat berpengaruh
terhadap pembelajaran. Klien dianjurkan untuk mengekspresikan perasaan dan
pengalamannya kepada perawat, sehingga perawat lebih mengerti tentang keunikan klien
dalam memberikan pendidikan kesehatan dapat memenuhi kebutuhan klien secara
individual.

2) Belajar Mengajar Bersifat Menyeluruh (holistik)

Dalam memberikan pendidikan kesehatan harus dipertimbangkan Klien secara


keseluruhan, tidak hanya berfokus pada muatan spesifik saja. Petugas kesehatan dan klien
saling berbagi pengalaman, perasaan, keyakinan, dan filosofi personal. Cara itu akan
membantu petugas kesehatan memperoleh pemahaman yang besar terhadap kliennya,
sehingga dapat memberikan arti dalam konteks yang lebih luas. Contohnya ketika petugas
kesehatan mengajarkan cara menyuntik insulin kepada klien yang menderita diabetes
melitus, hendaknya petugas kesehatan itu menanyakan dulu tentang pengalaman klien
terhadap penyakitnya dan keterampilan menyuntik sebelumnya. Selain itu, petugas
kesehatan harus menjelaskan dampak pemberian insulin ini, sehingga klien tahu dan
dapat mengantisipasi apa yang akan terjadi.

3) Belajar Mengajar Negosiasi

Petugas kesehatan dan klien bersama-sama menentukan apa yang telah diketahui dan
apa yang penting untuk diketahui. Jika sudah ditentukan, kemudian dibuat perencanaan
yang dikembangkan berdasarkan masukan dari klien dan petugas kesehatan. Kadang-
kadang negosiasi ini merupakan proses yang formal dengan membuat kontrak tertulis
dalam pengalaman pembelajaran (inform consent), tetapi juga merupakan proses
informal yang dilanjutkan dengan pemeriksaan dan validasi untuk mengantarkan pada
proses pembelajaran.
4) Belajar Mengajar yang Interaktif

Pendidikan kesehatan adalah suatu proses yang dinamis dan interaktif yang melibatkan
partisipasi dari petugas kesehatan dan klien. Petugas kesehatan belajar dari klien dan klien
belajar dari petugas kesehatan, seperti muatan dikenalkan, butir spesifik dijelaskan dan
ditinjau kembali, dan kebutuhan baru ditentukan. Model ini berbeda dari model
sederhana yang menjelaskan tentang perjanjian muatan, pembelajaran, dan evaluasi
pembelajaran. Dalam memberikan pendidikan kesehatan klien, baik secara individual,
kelompok maupun masyarakat, hendaknya diperlihatkan hal-hal tersebut, yaitu: berfokus
pada klien, memandang klien secara keseluruhan (utuh), diadakannya negosiasi dan tidak
memutuskan sebelah pihak, dalam hal ini ada interaksi, sehingga pendidikan kesehatan
ini mempunyai kualitas yang positif.

Daftar pustaka
Budiningsih, A, C. (2004). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta:

Penerbit Rinika Cipta