Anda di halaman 1dari 12

REKAYASA IDE

NAMA : LASMA IVANA MARIA HUTASOIT

NIM : 418311048

KELAS : MATEMATIKA DIK B 2018

MATA KULIAH : KIMIA UMUM

KELOMPOK : 2

DOSEN PENGAMPU : 1. Dr. Zainuddin M. M.Si.

2. Dewi Syafriani, S.Pd., M.Pd.

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PNGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas hikmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Rekayasa Ide untuk memenuhi tugas mata kuliah
Kimia Umum.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen yang bersangkutan
yang telah memberikan bimbingan kepada penulis selama proses belajar dan mengajar pada
mata kuliah ini.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini memiliki banyak kekurangan. Oleh karena
itu, penulis meminta maaf jika ada salah dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan
saran dan kritik guna membangun kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terimakasih. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 29 November 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………….......…....…..ii

DAFTAR ISI………………………………………................................………………iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................................... ......1


1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................... ......1
1.3 Tujuan ........................................................................................................................... ......1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Korosi................................................................................................2


2.2 Faktor yang Memengaruhi Korosi........................................................................2
2.3 Cara Pencegahan Korosi Besi atau Baja……………………….................................3

BAB III IDE BARU................................................................................................6

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan... ................................................................................................................ ......8


4.2 Saran ............................................................................................................................. ......8

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Proses korosis pada logam merupakan salah satu masalah utama yang dialami
oleh kelompok-kelompok industri maju. Diperkirakan bahwa di Negara Amerika
Serikat saja biaya tahunan untuk korosi mencapai sepuluh milyar dollar.korosi atau
bisa disebut juga dengan pengkaratan merupakan suatu peristiwa kerusakan atau
penrunan mutu dari suatu bahan logam yang disebabkan karena terjadi reaksi antara
logam dan lingkungan. Proses korosi logam berlangsung secara elektrokimia yang
pada prosesnya terjadi secara simultan di anoda dan katoda yang membentuk
rangkaian arus listrik tertutup.
Dengan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, ditemukanlah cara-cara
yang dapat digunakan untuk mencegah korosi. Contohya adalah dengan pelapisan
permukaan logam dengan katodik, penambahan inhibitor korosi.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1 Apa yang dimaksud dengan korosi ?
2. Faktor penyebab terjadinya korosi ?
3. Bagaimana cara atau tips pencegahan korosi pada besi atau baja ?
4. Reaksi kimia apa saja yang terjadi pada logam yang mengalami perkaratan?

1.3 TUJUAN
1. Menghindarkan besi atau baja tersebut dari yang namanya korosi atau perkaratan.
2. Menjaga mutu atau kualitas pada besi atau baja tersebut.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KOROSI


Korosi adalah degradasi atau penurunan mutu material biasanya logam yang
sering kita kenal sebagai karat. Fenomena isini disebabkan baik oleh proses
elektrokimia yang terjadi secara spontan dari logam yang berinteraksi dengan
lingkugan maupun oleh sifat materialnya sendiri. Secara umum, korosi memecah
atom unsur dari logam menjadi ion-ion akibat bereaksi dengan zat lain sehingga dapat
menghilangkan massa. Pada besi proses korosi yang terjadi pada udara normal dapat
kita buat sebagai berikut:

Fe(s) + H2O(l) + 1/2 O2(g) → Fe(OH)2(s) ……(1)

Fero hidroksida [Fe(OH)2] yang terbentuk pada reaksi ini kemudian akan
bereaksi kembali menjadi ferri hidroksida [Fe(OH)3] karena terpapar air dan
udara dilingkugan. Reaksi dapat ditulis seperti berikut:

4 Fe(OH)2(s) + O2(g) + 2H2O(l) → 4Fe(OH)3(s) ……(2)


2Fe(OH)3 → Fe2O3 + 3H2O …….(3)

Feri hidroksida yang terbentuk dapat pula berubah menjadi Fe2O3 yang
berwarna merah kecoklatan yang biasa disebut karat.

2.2 FAKTOR YANG MEMENGARUHI TERJADINYA KOROSI PADA BESI


1. Konsentrasi H2O dan O2
Dalam kondisi kelembaban yang lebih tinggi, besi akan lebih cepat berkarat.
Selain itu, dalam air yang kadar oksigen terlarutnya lebih tinggi, perkaratan juga
akan lebih cepat. Hal ini sebagaimana air dan oksigen masing-masing berperan
sebagai medium terjadinya korosi dan agen pengoksidasi besi.

5
2. pH
Pada suasana yang lebih asam, pH < 7, reaksi korosi besi akan lebih cepat,
sebagaimana reaksi reduksi oksigen dalam suasana asam lebih spontan yang
ditandai dengan potensial reduksinya lebih besar dibanding dalam suasana netral
ataupun basa.
3. Keberadaan elektrolit
Keberadaan elektrolit seperti garam NaCl pada medium korosi akan
mempercepat terjadinya korosi, sebagaimana ion-ion elektrolit membantu
menghantarkan elektron-elektron bebas yang terlepas dari reaksi oksidasi di daerah
anode kepada reaksi reduksi pada daerah katode.
4. Suhu
Semakin tinggi suhu, semakin cepat korosi terjadi. Hal ini sebagaimana laju
reaksi kimia meningkat seiring bertambahnya suhu.
5. Galvanic coupling
Bila besi terhubung atau menempel pada logam lain yang kurang reaktif (tidak
mudah teroksidasi, potensial reduksi lebih positif), maka akan timbul beda
potensial yang menyebabkan terjadinya aliran elektron dari besi (anode) ke logam
kurang reaktif (katode). Hal ini menyebabkan besi akan lebih cepat mengalami
korosi dibandingkan tanpa keberadaan logam kurang reaktif. Efek ini disebut juga
dengan efek galvanic coupling.

2.3 CARA PENCEGAHAN KOROSI BESI ATAU BAJA


Korosi menimbulkan banyak kerugian Karena menguraikan umur
berbagaibarang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya
korosi dapatdicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless
steel).akan tetapi,proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.Kita
ketahui bahwa korosi besi memerlukan oksigen dan air. Cara-cara pencegahan
korosi besi yang akan dibahas berikut ini didasarkan pada dua sifattersebut,
yaitu:
1. Mengecat
Jembatan, pagar dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak besi
denganudara dan air.
2. Melumuri dengan oli dan gemuk

6
Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk
mencegahkontak besi dengan air.
3. Dibalut dengan plastik
Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut
denganpelastik. Pelastik mencegah kontak besi dengan udara dan air.
4. Tin plating (pelapisan dengan timah)
Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah.
Pelapisandilakukan secara elektrolisis, yang disebut electroplating. timah tergolong
logam yang tahan karat. Besi yang dilapisi timah tidak mengalami korosi karena tidak
ada kontakdengan oksigen (udara) dan air. Akan tetapi, lapisan timah hanya
melindungi besiselama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang
rusak,misalnyatergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi.
Hal itu terjadikarena potensial reduksi besi lebih negativ dari pada timah (EFe = -
0,44 volt; E Sn = -0,14 volt). Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan
membentuk suatu selelektrokimia dengan besi sebagai anode. Denagan demikian,
timah mendorong korosibesi. Akan tetapi, hal itu justru yang diharapkan, sehingga
kaleng-kaleng bekas cepathancur.
 Cromium plating (pelapisan dengan kromium)
Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi
lapisanpelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Chromium
platingjugadilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat
member perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.
 Zink Plating
Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. Kedua
logam inidapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat (pasivasi)
sehingga besiterlindung dari korosi. Pasivasi adalah pembentukan lapisan film
permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi
sehingga dapat mencegahkorosi lebih lanjut.
Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir), tetapi seng
tidakmembentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah, melainkan berkorban
demibesi. Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi, seperti dapat dilihat dari
potensialsetengah reaksi oksidasinya:
Zn(s)→Zn2+(aq) + 2e-Eᵒ = -0,44

7
VFe(s)→Fe2+(g)+ 2e-Eᵒ = -0,76 V
Oleh karena itu, seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. Jika pelapis
senghabis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan normal (tanpa
seng).Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan korosi. Baja
stainless steelterdiri atas baja karbon yang mengandung sejumlah kecil krom dan
nikel. Kedua logamtersebut membentuk lapisan oksida yang mengubah potensial
reduksi baja menyerupaisifat logam mulia sehingga tidak terkorosi.
 Proteksi Katodik
Proteksi katodik adalah metode yang sering diterapkan untuk
mengendalikankorosi besi yang dipendam dalam tanah, seperti pipa ledeng, pipa
pertamina, dan tankipenyimpan BBM. Logam reaktif seperti magnesium dihubungkan
dengan pipa besi. Olehkarena logam Mg merupakan reduktor yang lebih reaktif dari
besi, Mg akan teroksidasiterlebih dahulu. Jika semua logam Mg sudah menjadi oksida
maka besi akan terkorosi.Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut.
Anode : 2Mg(s)→2Mg2+(aq) + 4e-
Katode : O2(g)+ 2H2O(l)+ 4e-→4OH-
Reaksi : 2Mg(s)+ O2(g) + 2H2O→2Mg(OH)2 (s)
Oleh sebab itu, logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru
danselalu diperiksa agar jangan sampai habis karena berubah menjadi hidroksidanya.

8
BAB III
IDE BARU

Adapun ide baru yang kami gunakan untuk mencegah terjadinya korosi adalah dengan
penambahan inhibitor. Inhibitor adalah zat organik maupun anorganik yang ditambahkan
kedalam suatu lingkungan untuk mengendalikan proses korosi. Sifat-sifat sebuah elektrolit
dapat diubah untuk membatasi agresifitas terhadap permukaan logam. Ion-ion yang paling
agresif yang dapat menyerang permukaan logam adalah ion-ion sulfat, tiosulfat, tiosianat, dan
klorida. Untuk menghambat ion0ion agresif tersebut dapat ditambahkan inhibitor nitrit
sehingga dapat mengurangi laju korosi pada permukaan logam. Inhibitor adalah zat yang bila
ditambahkan kedalam suatu lingkingan dalam jumlah kecil, secara sinambung atau berkala,
dapat menurunkan laju korosi logam. Pemakaian inhibitor adalah salah satu untuk mencegah
korosi.
Penambahan Inhibitor
Adapun jenis inhibitor yang perlu ditambahakan untuk mecegah terjadinya korosi adalah
sebagai berikut:
 Inhibitor Anodik
Inhibitor anodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan
cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. Contoh inhibitor
anodik yang banyak digunakan adalah senyawa kromat dan senyawa
molibdat.
Inhibitor anorganik ini dapat dibedakan menjadi:
- Inhibitor oksidator, seperti kromat dan nitrit
- Inhibitor nin-oksidatot, seperti boraks, fosfat, dan silikat
 Inhibitor Katodik
Inhibitor katodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan
cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik, misalnya
penangkapan gas oksigen (oxygen scavenger) atau pengikatan ion-ion
hidrogen. Contoh inhibitor katodik adalah hidrazin, tannin, dan garam sulfit.
 Inhibitor Campuran
Inhibitor campuran mengendalikan korosi dengan cara menghambat proses
di katodik dan anodik secara bersamaan. Pada umumnya inhibitor

9
komersial berfungsi ganda, yaitu sebagai inhibitor katodik dan anodik. Contoh
inhibitor jenis ini adalah senyawa silikat, molibdat, dan fosfat.
 Inhibitor Terabsorpsi
Inhibitor teradsorpsi umumnya senyawa organik yang dapat mengisolasi
permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara membentuk film tipis
yang teradsorpsi pada permukaan logam. Contoh jenis inhibitor ini adalah
merkaptobenzotiazol dan 1,3,5,7–tetraaza–adamantane.
 Inhibitor Pasivator
menghambat korosi dengan cara menghambat reaksi anodic melalui
pembentukan lapisan pasif, sehingga merupakan inhibitor berbahaya bila
jumlah yang di tembahkan tidak mencukupi.

10
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara
suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-
senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan.
Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Faktor-faktor yang
memengaruhi terjadinya korosi yaitu konsentrasi H2O dan O2,pH,keberadaan
elektrolit,suhu dan galvanic coupling.
Untuk mencegah agar korosi atau perkaratan itu tidak terjadi, hal yang
perludilakukan yaitu dengan cara mengecat, melumuri dengan oli dan gemuk, dibalut
plastik,pelapisan dengan timah, pelapisan dengan kromium, zink plating, proteksi
katodik dandengan menambahkan inhibitor.

4.2 SARAN
Saran dari kami jika anda yang ingin komponen rumahnya yang terbuat dari
logam terutama terbuat dari besi ada baja, seperti halnya pada pagar rumah
anda,supaya tetap awet dan terjaga keindahannya ada baiknya anda melakukan hal-hal
yangtelah kami sampaikan sebelumnya. Hal yang sederhana untuk menghindarkan
besi darikorosi yaitu dengan mengecatnya dan menggunakan boraks juga sebagai
bahan yang mudah diperoleh.

11
DAFTAR PUSTAKA

Priandani, Manik, (2001), Studi pengaruh inhibitor Formaldehid terhadap Korosi Baja
Karbon ASTM A 283 oleh Bakteri Pereduksi Sulfat (SRB) di dalam air laut, Master Thesis,
Program Khusus Rekayasa Korosi, Program Studi Rekayasa Pertambangan, ITB.

Rozenfeld,I.L., (1981),Corrosion Inhibitors, McGraw-Hill Inc., New York.

12