Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN FAKTOR ERGONOMIK DENGAN RESIKO JATUH PADA

LANSIA DIABETES MELITUS

DISUSUN OLEH

CINDHY DWI SASTIKA KURNIAWAN.

616080716005

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MITRA BUNDA PERSADA BATAM

TAHUN 2019/2020
Tabel 3.1

Definisi Operasional Hubungan Resiko Jatuh dengan Faktor Ergonomik Pada Lansia di

Wilayah X Kota Batam Tahun 2019.

Variabel Definisi Definisi Indikator Alat ukur Skala ukur Hasil ukur
Konsep Operasional
Variabel Ergonomic Kejadian yang 1. Pencahayaan Lembar Ordinal 1. Ya
Bebas : merupakan tidak disengaja 2. Lantai Rumah Observasi, 2. Tidak
Faktor ilmu yang Licin
Ergonomik. mengenai mengakibatkan 3. Adanya
penyesuaian lansia di tangga atau
antara wilayah X kota permukaan
manusia Batam lantai yang
dengan mempunyai tidak rata
pekerjaanya resiko jatuh 4. Tempat tidur
(tugas- yang lansia terlalu
tugasnya, berhubungan tinggi atau
peralatan dengan factor tidak
yang ergonomik 5. Permukaan
digunakan, (lingkungan) lantai kamar
informasi seperti Sol mand licin
yang licin, cahaya 6. Tempat
digunakan yang kurang, duduk lansia
serta lantai licin, terlalu tinggi
lingkungan alas kaki atau tidak
fisik dan kurang pas, (Maryam, S.
sosialnya. dsb. R (2013).
Sugiono,Wis Dewi, R.S Pedoman
nu Wijayanto (2014) . Buku Pencegahan
P, Sylvie Ajar Jatuh bagi
Indah K. Keperawatan Lansia di
2018. Gerontik. Rumah,
Ergonomi Yogyakarta : Jakarta:
Untuk Penerbit Buku Poltekkes
Pemula Deepublish. Kemenkes )
(Prinsip
dasar &
Aplikasinya).
Malang :
Penerbit
Buku UB
Press
Variabel cedera (jatuh) Kejadian yang 1. Berdiri dari Lembar Skala 1. Resiko
Terikat: atau sering tidak disengaja posisi duduk Observasi Keseimbang rendah
Resiko disebut jatuh yang 2. Berdiri tanpa dan an Berg jatuh
Jatuh. adalah suatu mengakibatkan bantuan wawancara (41-56)
kejadian lansia di 3. Duduk tanpa 15-20 menit 2. Resiko
yang wilayah X kota bersandar jatuh
menyebabkan batam 4. Berpindah menen
subjek yang terbaring di tempat gah
sadar lantai atau 5. Berdiri tanpa (21-40)
menjadi berada pada bantuan 3. Resiko
berbeda di tingkat yang dengan mata tinggi
permukaan lebih rendah tertutup jatuh
tanah tanpa (Maryam, S. 6. Berdiri tanpa (0-20)
disengaja. R (2013). bantuan
Stanley, M Pedoman dengan kaki
(2006). Buku Pencegahan dirapatkan
Ajar Jatuh bagi 7. Berpindah
Keperawatan Lansia di tempat
Gerontik. Rumah, 8. Menjangkau
Jakarta. EGC Jakarta: kayu atau
Poltekkes sedotan
Kemenkes ) dengan
tangan lurus
kedepan pada
posisi berdiri
9. Mengambil
barang
dilantai
dengan posisi
berdiri
10. Menengok
kebelakang
melewati
bahu kiri dan
kanan ketika
berdiri
11. Berputar 360
derajat
12. Menempatka
n kaki
bergantian
pada anak
tangga
13. Berdiri
dengan satu
kaki didepan
kaki lain
14. Berdiri
dengan satu
kaki
(Skala
Keseimbanga
n Berg)
LEMBAR OBSERVASI

HUBUNGAN RESIKO JATUH DENGAN FAKTOR ERGONOMIK PADA LANSIA


DIABETES MELLITUS

A. IDENTITAS RESPONDEN :
1. Inisial Lansia :
2. Usia Lansia :
3. Alamat Lansia :
4. Pendidikan Terakhir L : Tidak tamat SD
SD
SMP
SMA/SMK
Perguruan Tinggi
5. Status Pekerjaan : Buruh
Ibu rumah tangga
Wiraswasta (petani, pedagang)
Pegawai negeri/TNI/POLRI
Tidak bekerja
INSTRUMEN

(SKALA KESEIMBANGAN BERG)

Variabel Resiko Jatuh

Nama Lansia :

Usia :

Alamat :

NO DESKRIPSI TES Skor 1-4


1. Berdiri dari posisi duduk

2. Berdiri tanpa bantuan

3. Duduk tanpa bersandar

4. Duduk dari posisi berdiri

5. Berpindah tempat

6. Berdiri tanpa bantuan dengan mata tertutup

7. Berdiri tanpa bantuan dengan kaki dirapatkan

8. Menjangkau kayu/sedotan dengan tangan lurus ke depan


pada posisi berdiri
9. Mengambil barang di lantai dari posisi berdiri

10. Menengok ke belakang melewati bahu kiri dan kanan


ketika berdiri
11. Berputar 360 derajat

12. Menempatkan kaki bergantian pada anak tangga/bangku


kecil ketika berdiri
13. Berdiri dengan satu kaki didepan kaki lain

14. Berdiri dengan satu kaki

Total
LEMBAR OBSERVASI

Home Safety Assessment

Nama :

Usia :

Jenis Kelamin :

NO ITEM YANG DI NILAI NILAI SKOR

Ya Tidak
1. Pencahayaan

2. Lantai Rumah Licin

3. Adanya tangga atau permukaan


lantai yang tidak rata

4. Tempat tidur lansia yang terlalu


tinggi

5. Permukaan lantai kamar mandi


yang licin

6. Tempat duduk lansia terlalu


tinggi atau tidak

7. Apakah wc dekat dengan lansia

8. Apakah penataan barang dalam


rumah rapi

9. Pemakaian alas kaki yang


kurang pas
10. Apakah sinar matahari dapat
masuk kerumah
DAFTAR PUSTAKA

Buku Ajar Geriatrik (2011). (Ilmu Kesehatan Lanjut Usia). Jakarta: Balai Penerbit

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Maryam, S. R (2013). Pedoman Pencegahan Jatuh bagi Lansia di Rumah, Jakarta:

Poltekkes Kemenkes

Dewi, R.S (2014) . Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : Penerbit Buku

Deepublish.

Stanley, M (2006). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta. EGC

Askandar Tjokroprawiro, Santoso, D. (2015). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Surabaya

: Airlangga University Press (AUP).

Sugiono, Wisnu Wijayanto P, Sylvie Indah K. 2018. Ergonomi Untuk Pemula (Prinsip

dasar & Aplikasinya). Malang : Penerbit Buku UB Press