Anda di halaman 1dari 7

Resume Ekonomi Pembangunan

Analisis Finansial dan Analisis Ekonomi

Disusun Oleh :

Mhd. Fazli

D1B018048

Dosen Pengampu :

Ardhiyan Saputra,S.P.,Msi

Jurusan/Program Studi Agribisnis

Fakultas Pertanian Universitas Jambi

2020
Analisis Finansial Dan Analisis Ekonomi

Analisis finansial adalah kegiatan melakukan penilaian dan penentuan satuan rupiah
terhadap aspek-aspek yang dianggap layak dari keputusan yang dibuat dalam tahapan analisis
usaha. Misalnya hasil kajian pemasaran ditentukan besrnya unit yang akan dijual dn harga berapa
produk itu akan dijual, biaya apa yang harus dikeluarkan dalam upaya penjualan produk tersebut,
begitu pula dengan aspek-aspek yang lain.

Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran
kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Menurut Husnan
Suswarsono (2000) analisis finansial merupakan suatu analisis yang membandingkan antara
biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu bisnis akan menguntungkan selama umur
bisnis.

Analisis finansial mengkaji beberapa analisis kelayakan finansial yang digunakan yaitu,
Net B/C Ratio, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback
Period (PP), Laba rugi dan Analisis Sensitivitas.

Sedangkan analisis ekonomi merupakan salah satu analisis yang digunakan pada model
teknik fundamental. analisis ini cenderung digunakan untuk mengetahui keadaan-keadaan yang
bersifat makro dari suatu keadaan ekonomi.

Analisis ekonomi merupakan analisis usahatani yang meliihat dari sudut pandang
perekonomian secara keseluruhan. Dalam analisas ekonomi yang diperhatikan ialah hasil total,
produktivitas atau keuntungan yang didapatkan dari semua sumber yang dipakai dalam proyek
untuk masyarakat atau perekonomian sebagai keseluruhan, tanpa melihat siapa yang
menyediakan sumber-sumber tersebut dan siapa dalam masyarakat yang menerima hasil proyek
tersebut. Hasil itu disebut “the social return” atau ‘ the economic return” dari usahatani.

1. Pajak

Pajak merupakan sebuah pungutan wajib yang harus dibayarkan oleh setiap warga negara
kepada negara. Pungutan ini merupakan sumber dana bagi pemerintah untuk melakukan
pembangunan negara yang lebih maju. Dengan adanya pembayaran pajak ini maka dana tersebut
digunakan untuk kepentingan umum atau seluruh masyarakat, bukan digunakan untuk
kepentingan umum.

Ciri-ciri pajak

1) Pajak adalah sebuah kontribusi warga Negara yang wajib


2) Pajak bersifat memaksa
3) Para wajib pajak tidak mendapat imbalan
4) Berdasarkan undang-undang

Dilihat dari cirinya pajak dapat disimpulkan bahwa pajak merupakan sangat penting dan
bagi yang telah memasuki kriteria wajib pajak maka membayar pajak harus dilakukan dengan
tepat waktu. Namun, jika tidak membayarnya maka akan dikenakan sanki ataupun dideda.

Fungsi Pajak

a. Fungsi Anggaran (Budgetair)

Fungsi budgetair disebut sebagai fungsi utama pajak atau fungsi fiskal (fiscal function),
yaitu suatu fungsi dimana pajak dipergunakan sebagai alat untuk memasukkan dana secara
optimal ke kas negara berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku. Fungsi ini disebut
fungsi utama karena fungsi inilah yang secara historis pertama kali timbul. Di sini pajak
merupakan sumber pembiayaan negara yang terbesar.

b. Sebagai Alat Pengatur (Regulerent)

Fungsi ini mempunyai pengertian bahwa pajak dapat dijadikan sebagai instrumen untuk
mendapai tujuan tertentu. Sebagai contoh, ketika pemerintah berkeinginan untuk melindungi
kepentingan petani dalam negeri, pemerintah dapat menetapkan pajak tambahan, seperti
pajakimpor atau bea masuk, atas kegiatan impor komoditas tertentu.

c. Sebagai Alat Penjaga Stabilitas

Pemerintah dapat menggunakan sarana perpajakan untuk stabilisasi ekonomi.


Sebagian barang-barang impor dikenakan pajak agar produksi dalam negeri dapat bersaing.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga agar defisit perdagangan tidak semakin
melebar, pemerintah dapat menetapkan kebijakan pengenaan PPnBM terhadap impor
produk tertentu yang bersifat mewah. Upaya tersebut dilakukan untuk meredam impor barang
mewah yang berkontribusi terhadap defisit neraca perdagangan

d. Fungsi Redistrubusi Pendapatan

Pemerintah membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan infrastruktur, seperti jalan


raya dan jembatan. Kebutuhan akan dana itu dapat dipenuhi melalui pajak yang hanya
dibebankan kepada merekayang mampu membayar pajak. Namun demikian, infrastruktur yang
dibangun tadi,dapat juga dimanfaatkan oleh mereka yang tidak mampu membayar pajak.
2. Subsidi

Subsidi adalah sebuah pembayaran oleh pemerintah untuk produsen distributor dan
konsumen bahkan masyarakat dalam bidang tertentu. Misalnya untuk mencegah penurunan dari
industri (misalnya, sebagai hasil dari operasi yang tidak menguntungkan terus menerus) atau
kenaikan harga produknya atau hanya untuk mendorong untuk mempekerjakan tenaga kerja yang
lebih (seperti dalam kasus subsidi upah). Secara umum pengertian subsidi merupakan suatau
pemberian uang dari pemerintah yang dimaksudkan untuk membantu dan mempergiat
pekembangan usaha kelompok tani yang dianggap penting sekali bagi kepentingan umum dan
yang tidak sanggup berjalan tanpa bantuan pemerintah.

Subsidi dapat diartikan sebagai dana bantuan sosial yang merupakan transfer uang atau
barang yang diberikan kepada masyarakat gunamenjaga ketahanan pangan. Subsidi dapat
berbentuk kebijakan proteksionisme atau hambatan perdagangan (trade barrier) dengan cara
menjadikan barang dan jasa domestik bersifat kompetitif terhadap barang dan jasa impor.
Subsidi dapat dikategorikan dengan berbagai macam cara, tergantung alasan di balik subsidi,
pihak penerima, dan sumber pembiayaan subsidi (bisa dari pemerintah, konsumen, penerimaan
pajak, dan lain-lain).

Tujuan Subsidi

Tujuan Subsidi Menurut Habib Nazir (2004) dan Muhammad Hassanudin (2004) ada bebarapa
hal tujuan subsidi yaitu sebagai berikut :
1. Subsidi Produksi
Pemberian subsidi pada para pemasok oleh pemerintah untuk mendorong mereka
meningkatkan output dari produk tertentu yang tujuannya untuk memperluas produksi beberapa
poduk dengan harga rendah yang dianggap sangat penting.
2. Subsidi Ekspor
Pemberian subsidi oleh pemerintah untuk produk tertentu yang di ekspor atau ekspor
secara umum, sebagai suatu alat untuk membantu neraca pembayaan negara selain itu, subsidi
ekspor diberikan sebagai upaya peningkatan perdagangan.
3. Subsidi Pekerjaan
Pemberian subsidi pada upah oleh pemerintah sebagai suatu insentif pada perusahaan-
perusahaan untuk dapat member lebih banyak kesempatan kerja, sehingga dapat menurunkan
tingkat pengangguran dalam perekonomian.
4. Subsidi Pendapatan
Pemberian subsidi pada masyarakat melalui system pembayaran transfer pemerintah dalam
usaha untuk memungkinkan mereka menikmati suatu standart hidup minimum. Subsidi
pendapatan diberikan oleh pemerintah aga kesejahteraan masyarakat semakin terjamin, sehingga
perekonomian diahrapkan dapat lebih lanjut.
3. Bunga
Bunga adalah nilai, tingkat, harga atau keuntungan yang diberikan kepada investor dari
penggunaan dana investasi berdasarkan perhitungan nilai ekonomi dalam periode waktu tertentu.
Berikut pengertian bunga menurut beberapa para ahli.

 Menurut Mishkin (2008: 4)

Suku bunga adalah biaya pinjaman atau harga yang dibayarkan untuk dana pinjaman
(biasanya dinyatakan dalam persentase per tahun).

 Menurut Boediono (2014: 76)

Suku bunga adalah harga dari penggunaan dana pinjaman. Suku bunga adalah salah satu
indikator dalam menentukan apakah seseorang akan berinvestasi atau menabung.

Fungsi Bunga

 Membantu aliran tabungan menuju investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.


 Mendistribusikan jumlah kredit yang tersedia, umumnya memberikan dana kredit untuk
proyek investasi yang menjanjikan hasil tertinggi.
 Menyeimbangkan persediaan uang dengan permintaan uang dari suatu negara.
 Alat penting mengenai kebijakan pemerintah melalui pengaruhnya terhadap jumlah
tabungan dan investasi.
Jenis-Jenis Suku Bunga

Menurut Novianto (2011: 22), berdasarkan bentuknya, suku bunga dibagi menjadi dua jenis,
yaitu:

1) Tingkat bunga nominal adalah tingkat bunga dalam nilai uang. Suku bunga ini adalah nilai
yang dapat dibaca secara umum. Suku bunga ini menunjukkan sejumlah rupiah untuk setiap
satu rupiah yang diinvestasikan.
2) Tingkat bunga riil adalah tingkat bunga yang telah mengalami koreksi karena inflasi dan
didefinisikan sebagai tingkat bunga nominal dikurangi tingkat inflasi.

Menurut Ismail (2010: 132), berdasarkan sifatnya suku bunga dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Bunga Deposito/Simpanan

Adalah tingkat harga tertentu yang dibayarkan oleh bank kepada pelanggan untuk
penghematan yang dilakukannya. Bunga deposito ini diberikan oleh bank untuk merangsang para
penabung untuk menempatkan dananya di bank. Beberapa bank memberikan bunga tambahan
kepada pelanggan yang menempatkan dananya dalam bentuk setoran tertentu. Ini dilakukan oleh
bank sehingga pelanggan akan selalu meningkatkan tabungan mereka.

2. Bunga Pinjaman/Kredit

Adalah harga tertentu yang harus dibayar oleh pelanggan ke bank untuk pinjaman yang
diperoleh. Bagi bank, bunga pinjaman adalah harga jual yang dibebankan kepada pelanggan
yang membutuhkan dana. Untuk mendapat untung, bank akan menjual dengan harga lebih tinggi
dari harga beli. Artinya, bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga deposito.
Harjanto, Totok. 2013. Pajak Dalam Pembangunan Ekonomi Nasional. Jurnal Ekonomi

Seotriono. 2006. Daya Saing Dalam Tinjauan Analisis. Bayu Media. Malang