Anda di halaman 1dari 7

Gangguan jiwa psikotik

1. Definisi

Gangguan psikosis adalah gangguan kejiwaan berupa hilang kontak dengan


kenyataan yaitu penderita kesulitan membedakan hal nyata dengan yang tidak,
umumnya akan dimulai dengan kesulitan konsentrasi, berbicara tidak jelas dan
kesulitan mengingat. Penderita psikosis akan terlihat jika penderita sudah
mengalami delusi, halusinasi dan diikuti dengan perubahan emosi dan tingkah laku.
Penderita gangguan psikosis akan terlihat menyendiri dengan emosi yang datar
tetapi terkadang secara mendadak emosi menjadi sangat tinggi atau depresi. Pada
penderita psikosis juga akan tampak ekspresi emosi yang tinggi dan akan
berhubungan dengan coping mechanism yang terfokus emosi seperti penarikan diri.
Dalam keseharian penderita psikosis juga dapat mengalami hal-hal yang tidak nyata
yang memengaruhi tingkah laku mereka seperti ketakutan akan hal-hal yang tidak
nyata dan paranoia. Banyak definisi operasional yang digunakan oleh tenaga medis
di dunia dan diakui secara internasional

Untuk mengklasifikasi gangguan psikotik. Definisi operasional yang paling sering


adalah ICD 10 dan DSM V. Beberapa peneliti menggunakan istilah gangguan
psikosis episode awal untuk nama lain dari skizofrenia dan diagnosis bisa diperluas
untuk psikosis spektrum skizofrenia dan mencakup skizofreniform. Akan tetapi batas
dari psikosis spektrum skizofrenia yang kurang dipahami

2. Etiologi

Penyebab dari gangguan psikotik masih belum diketahui. Pasien dengan


gangguan personalitas seperti borderline, schizoid, schyzotypal atau paranoid
qualities dapat berkembang menjadi gejala psikotik. Pada beberapa pasien psikotik
juga memiliki riwayat skizofrenia atau gangguan mood pada keluarga namun hal ini
belum dapat dipastikan. Bentukan psikodinamis telah mengembangkan mekanisme
penggandaan yang tidak sesuai dan kemungkinan perkembangan sekunder pada
pasien gangguan psikotik. Teori psikodinamis menambahkan bahwa gejala psikotik
adalah mekanisme pertahanan terhadap pikiran terlarang, pemenuhan dan
keinginan yang tidak tercapai, atau jalan keluar dari situasi psikososial yang
menekan.
Gangguan Psikotik akut

a. Definisi
Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidak mampuan individu
menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku
kacau/aneh.
Gangguan psikotik singkat/akut didefinisikan sebagai suatu gangguan
kejiwaan yang terjadi selama 1 hari sampai kurang dari 1 bulan, dengan gejala
psikosis, dan dapat kembali ke tingkat fungsional premorbid.

b. Epidemiologi
Menurut sebuah studi epidemiologi internasional, berbeda dengan skizofrenia,
kejadian nonaffective timbul psikosis akut 10 kali lipat lebih tinggi di negara
berkembang daripada di negara-negara industri. Beberapa dokter percaya bahwa
gangguan yang mungkin paling sering terjadi pada pasien dengan sosioekonomi
yang rendah, pasien dengan gangguan kepribadian yang sudah ada sebelumnya (
paling sering adalah gangguan kepribadian histrionik, narsistik, paranoid, skizotipal,
dan ambang ), dan orang yang pernah mengalami perubahan kultural yang besar (
misalnya imigran ).

c. Etiologi
Didalam DSM III faktor psikososial bermakna dianggap menyebabkan psikosis
reaktif singkat, tetapi kriteria tersebut telah dihilangkan dari DSM IV. Perubahan
dalam DSM IV menempatkan diagnosis gangguan psikotik singkat didalam kategori
yang sama dengan banyak diagnosis psikiatrik utama lainnya yang penyebabnya
tidak diketahui dan diagnosis kemungkinan termasuk gangguan yang heterogen.
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi sebagian besar di jumpai pada
pasien dengan gangguan kepribadian mungkin memiliki kerentanan biologis atau
psikologis terhadap perkembangan gejala psikotik. Satu atau lebih faktor stres berat,
seperti peristiwa traumatis, konflik keluarga, masalah pekerjaan, kecelakaan, sakit
parah, kematian orang yang dicintai, dan status imigrasi tidak pasti, dapat memicu
psikosis reaktif singkat. Beberapa studi mendukung kerentanan genetik untuk
gangguan psikotik singkat.
d. Patofisiologi dan Prognosis
Menurut definisinya, perjalanan penyakit gangguan psikotik singkat adalah
kurang dari satu bulan. Namun demikian, perkembangan gangguan psikiatrik
bermakna tertentu dapat menyatakan suatu kerentanan mental pada pasien.
Sejumlah pasien dengan persentasi yang tidak diketahui, yang pertama kali di
klasifikasikan menderita gangguan psikotik singkat selanjutnya menunjukkan
sindroma psikiatrik kronis, seperti skizofrenia dan gangguan mood. Tetapi, pada
umumnya pasien dengan gangguan psikotik singkat memiliki prognosis yang baik,
dan penelitian di Eropa telah menyatakan bahwa 50 sampai 80 persen dari semua
pasien tidak memilki masalah psikiatrik berat lebih lanjut.
Lamanya gejala akut dan residual sering kali hanya beberapa hari. Kadang-kadang,
gejala depresif mengikuti resolusi gejala psikotik. Bunuh diri adalah suatu
keprihatinan pada fase psikotik maupun fase depresif pascapsikotik. Sejumlah
indikator telah dihubungkan dengan prognosis yang baik. Pasien dengan ciri-ciri
tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk kemudian menderita skizofrenia atau
suatu gangguan mood
e. Manifestasi klinis
Gambaran utama perilaku:
Perilaku yang diperlihatkan oleh pasien yaitu :
1. Mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya
2. Keyakinan atau ketakutan yang aneh/tidak masuk akal
3. Kebingungan atau disorientasi
4. Perubahan perilaku; menjadi aneh atau menakutkan seperti menyendiri,
kecurigaan berlebihan, mengancam diri sendiri, orang lain atau lingkungan, bicara
dan tertawa serta marah-marah atau memukul tanpa alasan.
Gejala gangguan psikotik singkat selalu termasuk sekurang kurangnya satu
gejala psikosis utama, biasanya dengan onset yang tiba-tiba, tetapi tidak selalu
memasukkan keseluruhan pola gejala yang ditemukan pada skizofrenia. Beberapa
klinisi telah mengamati bahwa gejala afektif, konfusi dan gangguan pemusatan
perhatian mungkin lebih sering ditemukan pada gangguan psikotik singkat daripada
gangguan psikotik kronis. Gejala karakteristik untuk gangguan psikotik singkat
adalah perubahan emosional, pakaian atau perilaku yang aneh, berteriak teriak atau
diam membisu dan gangguan daya ingat untuk peristiwa yang belum lama terjadi.
Beberapa gejala tersebut ditemukan pada gangguan yang mengarahkan diagnosis
GANGGUAN PSIKOTIK

PENGERTIAN PSIKOTIK

Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidak mampuan


individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau
perilaku kacau atau aneh.

ETIOLOGI PSIKOTIK

Faktor psikodinamik yang harus diperhatikan di dalam kelompok gangguan


psikotik ini adalah stresor pencetus dan lingkungan interpersonal.Di dalam
mengambil riwayat penyakit dan memeriksa pasien, klinisi harus memperhatikan tiap
perubahan atau stres pada lingkungan interpersonal pasien. Pasien rentan terhadap
kebutuhan psikosis untuk mempertahankan jarak interpersonal tertenu; seringkali,
pelanggaran batas pasien oleh orang lain dapat menciptakan stres yang melanda
yang menyebabkan dekompensasi.

Demikian juga, tiap keberhasilan atau kehilangan mungkin merupakan stresor


yang penting dalam kasus tertentu. Pemeriksaan pasien psikotik harus
mempertimbangkan kemungkinan bahwa gejala psikotik adalah disebabkan oleh
kondisi medis umum (sebagai contohnya, suatu tumor otak) atau ingesti zat (sebagai
contohnya, phencyclidine). Kondisi fisik seperti neoplasma serebral, khususnya di
daerah osipitalis dan temporalis dapat menyebabkan halusinasi.Pemutusan
sensorik, seperti yang terjadi pada orang buta dan tuli, juga dapat menyebabkan
pengalaman halusinasi dan waham.Lesi yang mengenai lobus temporalis dan
daerah otak lainnya, khususnya di hemisfer kanan dan lobus parietalis, adalah
disertai dengan waham.

Zat psikoaktif adalah penyebab yang umum dari sindroma psikotik.Zat yang
paling sering terlibat adalah alkohol, halusinogen indol sebagai contohnya, lysergic
acid diethylamid (LSD) – amfetamin, kokain.Mescalin, phencyclidine (PCP), dan
ketamin.Banyak zat lain, termasuk steroid dan thyroxine, dapat disertai dengan
halusinasi akibat zat.

GANGGUAN PSIKOTIK TERBAGI (FOLIE A DEUX)

Sifat gangguan menyatakan bahwa perpisahan orang yang tunduk, orang


yang memiliki gangguan psokkotik terbagi, dari orang dominan harus menyebabkan
pemilihan dan hilangnya gejala psikotik.Pada kenyataannya, hal tersebut
kemungkinan terjadi kurang dari 40% dari semua kasus.Sering kali orang yang
tunduk memerlukan pengobatan dengan obat antipsikotik, demikian juga dengan
orang yang dominan membutuhkan obat antipsikotik untuk gejala psikoti yang
dideritanya. Karena pasien hampir selalu berasal dari keluarga yang sama, mereka
biasanya berkumpul kembali bersama setelah dipulangkan dari rumah sakit.
KLASIFIKASI GANGGUAN PSIKOTIK

1. Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya

a. Skizofrenia Memenuhi criteria umum diagnosis skizofrenia, dimana adanya


gejala-gejala khas tersebut telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau
lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal).

b. Gangguan Skizotipal Tidak terdapat onset yang pastidan perkembangan


serta perjalanannya biasanya menyerupai gangguan kepribadian.

c. Gangguan Waham Menetap Kelompok ini meliputi gangguan dengan


waham-waham yang berlangsung lama (paling sedikit selama 3 bulan) sebagai satu-
satunya gejala klinis yang khas atau yang paling mencolok dan tidak dapat
digolongkan sebagai gangguan mental organic, skizofrenia atau gangguan efektif.

d. Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Memiliki onset yang akut (dalam
masa 2 minggu), kesembuhan yang sempurna biasanya terjadi dala 2-3 bulan,
sering dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa hari, dan hanya sebagian
kecil dari pasien dengan gangguan ini berkembang menjadi keadaan yang menetap
dan berhendaya.

e. Gangguan Waham Induksi Dua orang atau lebih mengalami waham atau
system waham yang sama, dan sling mendukung dalam keyakinan waham itu. Yang
menderita waham orisinil (gangguan psikotik) hanya satu orang, waham tersebut
terinduksi (mempengaruhi) lainnya, dan biasanya menghilang apabila orang-oarang
tersebut dipisahkan.Hampir selalu orangorang yang terlibat mempunyai hubungan
yang sangat dekat. Jika ada alas an untuk percaya bahwa duaorang yang tinggal
bersama mempunyai gangguan psikotik yang terpisah, maka tidak astupun
diantaranya boleh dimasukkan dalam kode diagnosis ini.

f. Gangguan Skizoafektif Merupakan gangguan yang bersifa episodic dengan


gejala afektif dan skizofrenik yang sama-sama menonjol dan secara bersamaan ada
dalamepisode yang sama.

g. Gangguan Psikotik Non-Organik Lainnya Gangguan psikotik yang tidak


memenuhi criteria untuk skizofrenia atau untuk gangguan afektif yang bertipe
psikotik, dan gangguan-gangguan yang psikotik yang tidak memenuhi criteria gejala
untuk gangguan waham menetap.

2. Gangguan Suasana Perasaan (Mood {Afektif})

a. Episode Manik Kesamaan karakteristik dalam afek yang meningkat,


disertai peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental, dalam
berbagai derajat keparahan.

b. Gangguan Afektif Bipolar Gangguan ini bersifat episode berulang


(sekurang-kurangnya 2 episode) dimana afek pasien dan yingkat aktivitasnya jelas
terganggu, pada wktu tertentu terdiri dari peningkatan afekdisertai penembahan
energy dan aktivitas (mania atau hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan
afek disertai pengurangan energy dan aktivitas (depresi).

c. Episode Depresi Gejala utama berupa afek depresi, kehilangan minat dan
kegembiraan, dan berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan
mudah lelah dan menurunnya aktivitas. Pada episode depresi, dari ketiga tingkat
keparahan tersebut diperlukan sekurang-kurangnya 2 minggu untuk menegakkan
diagnosis, akan tetapi periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa
beratnya dan berlangsung cepat.

d. Gangguan Depresif Berulang Terbagi atas episode depresi ringan, episode


depresi sedang dan episode depresi berat. Masing-masing episode tersebut rata-
rata lamanya sekitar 6 bulan, akan tetapi frekuensinya lebih jarang dibandingkan
dengan gangguan bipolar.

e. Gangguan Suasana Perasaan Menetap Terbagi atas (i)Skilotimia, ciri


esensialnya adalah ketidak-stabilan menetap dari afek(suasana perasaan), meliputi
banyak periode depresi ringan dan hipomania ringan, diantaranya tidak ada yang
cukup parah atau cukup lama untuk memenuhi criteria gangguan afektif bipolar.
(ii)Distimia, cirri esensialnya ialah afek depresif yang berlangsung sangat lama yang
tidak pernah atau jarang sekali cukup parah untuk memenuhi criteria gangguan
depresif berulang ringan atau sedang.

f. Gangguan Suasana Perasaan Lainnya Kategori sisa untuk gangguan


suasana perasaan menetap yang tidak cukup parah atau tidak berlangsung lama
untuk memenuhi criteria skilotimia dan distimia.

GEJALA- GEJALA PSIKOTIK

Gangguan/ gejala Psikotik Akut Gambaran Utama Perilaku Perilaku yang


diperlihatkan oleh pasien yaitu

a) Mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya Keyakinan atau ketakutan


yang aneh/tidak masuk akal Kebingungan atau disorientasi
b) Perubahan perilaku; menjadi aneh atau menakutkan seperti menyendiri,
kecurigaan berlebihan, mengancam diri sendiri, orang lain atau lingkungan,
bicara dan tertawa serta marah-marah atau memukul tanpa alas an Pedoman
Diagnostik

Untuk menegakkan diagnosis gejala pasti gangguan psikotik akut adalah sebagai
berikut :
a. Halusinasi (persepsi indera yang salah atau yang dibayangkan : misalnya,
mendengar suara yang tak ada sumbernya atau melihat sesuatu yang tidak ada
bendanya)
b. Waham (ide yang dipegang teguh yang nyata salah dan tidak dapat diterima oleh
kelompok sosial pasien, misalnya pasien percaya bahwa mereka diracuni oleh
tetangga, menerima pesan dari televisi, atau merasa diamati/diawasi oleh orang lain)

c. Agitasi atau perilaku aneh(bizar)

d. Pembicaraan aneh atau kacau (disorganisasi)


e. Keadaan emosional yang labil dan ekstrim (iritabel)

Gangguan Psikotik kronik

Gambaran Perilaku Untuk menetapkan diagnosa medik psikotik kronik data berikut
merupakan perilaku utama yang secara umum ada.

a. Penarikan diri secara social Minat atau motivasi rendah, pengabaian diri
b. Gangguan berpikir (tampak dari pembicaraan yang tidak nyambung atau
aneh)
c. Perilaku aneh seperti apatis, menarik diri, tidak memperhatikan kebersihan
yang dilaporkan keluarga Perilaku lain yang dapat menyertai adalah
:Kesulitan berpikir dan berkonsentrasi
d. Melaporkan bahwa individu mendengar suara-suara
e. Keyakinan yang aneh dan tidak masuk akal sepert : memiliki kekuatan
supranatural, merasa dikejar-kejar, merasa menjadi orang hebat/terkenal
f. Keluhan fisik yang tidak biasa/aneh seperti : merasa ada hewan atau objek
yang tak lazim di dalam tubuhnya
g. Bermasalah dalam melaksanakan pekerjaan atau pelajaran Untuk lebih
jelasnya mengenai psikotik kronik, disini dapat dijelaskan melalui skizofrenia
Dimana Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang kronik, pada orang yang
mengalaminya tidak dapat menilai realitas dengan baik dan pemahaman diri
buruk.