Anda di halaman 1dari 4

MUH.

ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH


A031171505 - AKUNTANSI

THE ROLE OF A CONCEPTUAL FRAMEWORK


Kerangka konseptual akuntansi adalah teori akuntansi yang terstruktur.
FASB telah mendefinisikan kerangka konseptual sebagai: “Sebuah sistem yang
koheren dari tujuan yang saling berkaitan dan fundamental yang diharapkan
mengarah pada standar yang konsisten dan yang menentukan sifat, fungsi dan
batas-batas akuntansi dan pelaporan keuangan.”

OBJECTIVES OF CONCEPTUAL FRAMEWORKS


Tujuan dasar laporan keuangan eksternal adalah memberikan informasi
yang berguna kepada investor maupun calon investor dan kreditor dan pengguna
lainnya dalam membuat investasi yang rasional, kredit, dan keputusan serupa.
Tujuan ini dianggap mudah didapatkan dengan melaporkan informasiyang:
 Berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi
 Berguna dalam menilai prospek arus kas
 Memuat tentang sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya
tersebut dan perubahan didalamnya

FASB menerbitkan tujuh laporan konsep yang mencakup topik-topik


berikut:
 Tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis dan organisasi non-
profit
 Karakteristik kualitatif informasi akuntansi yang berguna
 Elemen laporan keuangan
 Kriteria pengakuan dan pengukuran unsur-unsur
 Penggunaan arus kas dan informasi nilai sekarang dalam pengukuran
akuntansi

Sedangkan Komite Standar Akuntansi Internasional(IASC) menyatakan


bahwa Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
seharusnya:
 Mendefinisikan tujuan laporan keuangan
 Mengidentifikasi karakteristik kualitatif yang membuat informasi dalam
laporan keuangan berguna

RMK CHAPTER 4
MUH. ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH
A031171505 - AKUNTANSI

 Mendefinisikan elemen dasar laporan keuangan dan konsep dasar


pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan.

DEVELOPING A CONCEPTUAL FRAMEWORK


Principle-based and Rule-based Standard Setting
Kerangka konseptual memiliki peran penting dalam proses penetapan
standar karena menyediakan kerangka kerja untuk pengembangan standar yang
koherenber dasarkan prinsip konsistensi. Pada tahun 2002, Undang-
UndangSarbanes-Oxley menunjuk USRegulator(The Security and Exchange
Commission,SEC) untuk melakukan studi tentang penggunaan prinsip-prinsip
dalam proses penetapan standar. Penunjukan ini menghasilkan beberapa
rekomendasi bahwa standar harus:
1. Berdasarkan analisis yang diperbaiki dan diterapkan secara konsisten kerangka
konseptual
2. Jelas menyatakan tujuan dari standar
3. Memberikan rinci dan struktur yang cukup bahwa standar dapat
dioperasionalkan dan diterapkan secara konsisten
4. Meminimalisasi penggunaan pengecualian dari standar
5. Hindari penggunaan ujipersentase(bright lines) yang memungkinkan para
insinyur keuangan untuk mencapai kepatuhan teknis untuk menghindari
maksud dari standar.

Information for Decision Making and The Decision-Theory Approach


Fungsi Informasi akuntansi sebagai media pengawasan manajemen kemudian
mulai beralih kepada fungsi pengambilan keputusan pada tahun 1960. Penekanan
fungsi pengambilan keputusan terjadi karena adanya perkembangan teori
keputusan (decision theory). Penekanan pada pengambilan keputusan juga
berimplikasi pada penggunaan current value dibandingkan historical cost.
Current value dianggap memiliki beberapa kelebihan untuk memprediksi masa
depan dan dalam pengambilan keputusan.

RMK CHAPTER 4
MUH. ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH
A031171505 - AKUNTANSI

International Developments: the IASB and FASB Conceptual Framework


Pada Oktober 2004, FASB dan IASB menginisiasi sebuah proyek
pengembangan dan perbaikan atas kerangka kerja konseptual yang berlaku saat
itu. Penyempurnaan kerangka kerja ini sangat berguna dalam pengembangan
standar yang berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi, konsisten secara internal, dan
terkonvergensi secara internasional. Perubahan-perubahan yang akan terjadi
terkait dengan proyek ini adalah:
 Fokus pada perubahan lingkungan yang terjadi sejak penerbitan kerangka
kerja awal
 Memberikan prioritas untuk menangani isu-isu yang terjadi di tiap tahapan
yang kemungkinan akan memberikan manfaat kepada dewan dalam jangka
pendek
 Sebagai awal dari pertimbangan konsep yang dapat diaplikasikan terhadap
entitas bisnis sektor swasta.

A CRITIQUE OF CONCEPTUAL FRAMEWORK PROJECTS


Ontological and Epistemological Assumptions
Fokus dalam berbagai macam proyek kerangka kerja konseptual adalah
menyediakan informasi pelaporan keuangan kepada pengguna dalam bentuk yang
objektif dan tidak bias.
Circularity of Reasoning
Ilustrasi yang bisa digunakan adalah standar reliability dalam Pernyataan
FASB No.2 yang sangat tergantung pada pencapaian kualitas lainnya seperti
penyajian yang meyakinkan, netralitas, dan dapat diverifikasi.
An Unscientific Discipline
Kerangka kerja konseptual akuntansi berusaha untuk mengadopsi
pendekatan ilmiah namun hal ini tidak serta merta menjadikan akuntansi sebagai
cabang ilmu sains karena akuntansi lebih tepat dideskripsikan sebagai seni.
Riset positif

RMK CHAPTER 4
MUH. ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH
A031171505 - AKUNTANSI

Sudah sering menjadi perdebatan bahwa fokus utama kerangka konseptual


telah mengabaikan temuan empiris dari riset akuntansi positif.

CONCEPTUAL FRAMEWORK FOR AUDITING STANDARDS


Upaya pertama dalam meneorikan auditing berawal pada 1961. Teori
Miller dan Sharaf dikembangkan oleh ASOBAC pada 1970-an, dimana fokus
utama adalah pada pengumpulan dan pengujian bukti yang kemudian menjadi
perdebatan. Namun pada 1990-an audit terkendala oleh kekuatan lain yang
berusaha menghalanginya.
Audit risiko bisnis merupakan audit atas risiko klien sebagai bagian dari
proses audit. Audit risiko menuntut auditor untuk menilai risiko inheren dan risiko
lain yang tidak terdeteksi sistem. Perkembangan audit risiko pada mulanya
diterapkan di perusahaan-perusahaan besar

RMK CHAPTER 4