Anda di halaman 1dari 12

Tugas Kewarganegaraan

Hak Dan Kewajiban Warga Negara

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warrahmatullahiwabararakatuh

alhamdulillahhirabbila’lamin,puji syukur diucapkan kehadiran allah swt. Atas


segala limpahan rahmat dan karunia serta nikmatya-nya,sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan makalah ini yang berjudul “ Hak dan Kewajiban Warga
Negara “ .tak lupa shalawat serta salam kita ucapkan kepada nabi besar muhammad
saw beserta keluarga ,sahabat sahabat,dan para pengikut beliau hingga akhir zaman.
Kami sebagai penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat
kekurangan dan kesalahan dalam penulisan ,oleh karena itu kami sangat mengharapkan
kritik dan saran yang besifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Demikianlah kata pengantar dari penulis ,akhirnya besar harapan agar makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan diterima bagi sebagai perwujudan penulis
dalam dunia kesehatan dan dapat digunakan sebagaimana mestinya, semoga kita semua
mendapat faedah dan diterangi hatinya dalam setiap menuntut ilmu yang bermanfaat
bagi dunia dan akhirat.
Padang, 24 Agustus 2019

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang ...................................................................................................... 1


2. Rumusan masalah ................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN

1. Pengertian hak, kewajiban, dan warga negara .................................................... 6


2. Hak warga negara ............................................................................................... 8
3. Kewajiban warga negara ................................................................................... 10
BAB III PENUTUPAN

1. Kesimpulan ....................................................................................................... 11
2. Saran ................................................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 12

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang terikat satu sama lain, sehingga
dalam praktik harus dijalankan dengan seimbang . Hak merupakan segala sesuatu yang
pantas dan mutlak untuk didapatkan oleh individu sebagai anggota warga negara sejak
masih berada dalam kandungan, sedangkan kewajiban merupakan suatu keharusan /
kewajiban bagi individu dalam melaksanakan peran sebagai anggota warga negara guna
mendapat pengakuan akan hak yang sesuai dengan pelaksanaan kewajiban tersebut .

Jika hak dan kewajiban tidak berjalan secara seimbang dalam praktik kehidupan
, maka akan terjadi suatu ketimpangan yang akan menimbulkan gejolak masyarakat
dalam pelaksanaan kehidupan individu baik dalam kehidupan bermasyarakat ,
berbangsa , maupun bernegara .

Dalam hal ini sering terlihat ketimpangan antara hak dan kewajiban , terutama
dalam bidang lapangan pekerjaan dan tingkat kehidupan yang layak bagi setiap warga
negara . Lapangan pekerjaan dan tingkat kehidupan yang layak merupakan hal yang
perlu diperhatikan . Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 menjelaskan bahwa “ Tiap - tiap warga
negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan “ .

2. Rumusan masalah

1. Apa pengertian hak, kewajiban, dan warga negara ?


2. Apa saja hak warga negara ?
3. Apa saja kewajiban warga negara ?

3. Tujuan

1. Mengetahui pengertian hak, kewajiban, dan warga negara


2. Mengetahui saja hak warga negara
3. Mengetahui saja kewajiban warga negara

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian hak, kewajiban, dan warga negara

1. Pengertian Hak
Hak adalah segala sesuatu yang memang harus didapatkan (mutlak) oleh setiap
manusia sejak ia diciptakandan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri.

Menurut Prof. Dr. Notonagoro mendefinisikannya sebagai berikut:


“Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya
diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain
manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
Menurut Sudikno Hak dibagi menjadi dua yaitu:
1. Hak Absolut (absolute rechten, onpersoonlijke rechten).
Hak absolut adalah hubungan hukum antara subyek hukum dengan obyek
hukum yang menimbulkan kewajiban pada setiap orang lain untuk menghormati
hubungan hukum itu. Hak absolut memberi wewenang bagi pemegangnya untuk
berbuat atau tidak berbuat, yang pada dasarnya dapat dilaksanakan terhadap siapa saja
dan melibatkan setiap orang. Isi hak absolut ini ditentukan oleh kewenangan pemegang
hak. Kalau ada hak absolut pada seseorang maka ada kewajiban bagi setiap orang lain
untuk menghormati dan menanggungnya. Pada hak absolut pihak ketiga
berkepentingan untuk mengetahui eksistensinya sehingga memerlukan publisitas. Hak
absolut terdiri dari hak absolut yang bersifat kebendaan dan hak absolut yang tidak
bersifat kebendaan. Hak absolut yang bersifat kebendaan meliputi hak kenikmatan (hak
milik, hak guna bangunan dan sebagainya) dan hak jaminan.
2. Hak Relatif (nisbi, relative rechten, persoonlijke rechten).
Hak relatif adalah hubungan subyek hukum dengan subyek hukum tertentu lain
dengan perantaraan benda yang menimbulkan kewajiban pada subyek hukum lain
tersebut. Hak relatif adalah hak yang berisi wewenang untuk menuntut hak yang hanya
dimiliki seseorang terhadap orang-orang tertentu. Jadi hanya berlaku bagi orang-orang
tertentu; (kreditur dan debitur tertentu).

Menurut Soerjono Soekanto:


A. Hak searah atau relatif, muncul dalam hukum perikatan atau perjanjian. Misal
hak menagih atau melunasi prestasi.
B. Hak jamak arah atau absolut, terdiri dari :
 Hak dalam HTN (Hukum Tata Negara) pada penguasa menagih pajak, pada
warga hak asasi
 Hak kepribadian, hak atas kehidupan, hak tubuh, hak kehormatan dan
kebebasan;
 Hak kekeluargaan, hak suami istri, hak orang tua, hak anak
 Hak atas objek imateriel, hak cipta, merek dan paten.
2. Pengertian Kewajiban
Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau
diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada
prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan (Prof. Dr.
Notonagoro). Sedangkan Kewajiban adalah Sesuatu yang harus dilakukan dengan
penuh rasa tanggung jawab.

Pengertian kewajiban lainnya adalah:


A. Kewajiban mutlak, tertuju kepada diri sendiri maka tidak berapsangan dengan hak
dan melibatkan hak di pihak lain
B. Kewajiban publik, dalam hukum publik ialah wajib mematuhi hak publik dan
kewajiban pardata timbul dari perjanjian berkolerasi dengan hak perdata
C. Kewajiban positif, menghendaki dilakukan sesuatu dan kewajiban negatif, tidak
melakukan sesuatu
D. Kewajiban universal atau umum ditujukan ke semua warga negara atau umum ,
ditujukan kepada golongan tertentu dan kewajiban khusus, timbul dari bidang hukum
tertentu, perjanjian;
E. Kewajiban primer, tidak timbul dari perbuatan ,melawan hukum, misal
kewawjiban untuk tidak mencemarkan nama baik dan kewajiban yang bersifat memberi
sanksi, timbul dari perbuatan melawan hukum misal membayar kerugian dalam hukum
perdata.

3. Pengertian Warga Negara


Warga Negara adalah penduduk yang sepenuhnya dapat diatur oleh Pemerintah
Negara tersebut dan mengakui Pemerintahnya sendiri. Adapun pengertian penduduk
menurut Kansil adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu yang
ditetapkan oleh peraturan negara yang bersangkutan, diperkenankan mempunyai tempat
tinggal pokok (domisili) dalam wilayah negara itu.

Menurut Koerniatmanto S, warga negara merupakan anggota negara yang


mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya, mempunyai hubungan hak &
kewajiban yang bersifat timbal-balik terhadap negaranya.
Menurut A.S. Hikam, mengungkapka bahwa warga negara merupakan
terjemahan dari “citizenship” yaitu merupakan anggota dari sebuah kelompok atau
komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Menggunakan istilah tersebut
menurutnya lebih pas & lebih berarti daripada kawula negara yang artinya objek atau
orang- orang yang dimiliki negara & mengabdi kepada pemiliknya (Negara).

Menurut Wolhoff, mengatakan bahwa Kewarganegaraan merupakan


keanggotaan dari suatu bangsa tertentu yakni sejumlah manusia yang terikat dengn
yang lainnya karna kesatuan bahasa kehidupan sosial & budaya serta kesadaran
nasionalnya. Kewarganegaraan ini memiliki kemiripan dengan kebangsaan yang
membedakannya ialah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Dan ada kemungkinan
untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara Sebagai contoh secara
hukum berpartisispasi dalam politik. Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik
tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

Menurut Ko Swaw Sik ( 1957 ), mengungkapkan bahwa Kewarganegaraan


merupakan ikatan hukm antara Negara & seseorang. Dan ikatan itu menjadi suatu
“kontrak politis” antara Negara yang mndapat status sebagai Negara yang berdaulat &
diakui karena memliki tata Negara. Kewarganegaraan juga merupakan bagian dari
konsep kewargaan. Dan didalam pengertian ini, warga suatu kota atau kapubaten
disebut juga sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga
merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting,
karena msing-masing satuan politik akn memberikan hak (biasanya sosial) yang
berbeda-beda bagi warganya.

2. Hak-hak warga negara

Hak manusia sebagai warga negara tercantum dalam undang-undang dasar 1945
sebagai berikut :

Hak Warga Negara Indonesia


1. Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan (pasal 27 ayat 2).
2. Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dalam
kehidupannya (pasal 28A).
3. Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
4. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak
atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (pasal 28B ayat 2).
5. Setiap orang berhaak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya,
berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan
teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya, dan demi
kesejahteraan umat manusia (pasal 28C ayat 1).
6. Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dengan memperjuangkan haknya
secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya (pasal 28C
ayat 2).
7. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum
yang adil serta perlakuan yang sama dimata hukum (pasal 28D ayat 1).
8. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil
dan layak dalam hubungan kerja (pasal 28D ayat 2).
9. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam
pemerintahan (pasal 28D ayat 3).
10. Setiap orang berhak atas status kewarganegaraannya (pasal 28D ayat 4).
11. Setiap orang berhak atas kbebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan
sikap, sesuai dengan hati nuraninya (pasal 28E ayat 2).
12. Setiap orang beerhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan
pendapat (pasal 28E ayat 3).
13. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk
mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari,
memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi
dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia (pasal 28F).
14. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat,
dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan
perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang
merupakan hak asasi (pasal 28G ayat 1).
15. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang
merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari
negara lain (pasal 28G ayat 2).
16. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan (pasal 28H ayat 1).
17. Setiap orang berhak memperoleh kemudahan dan perlakuan khusus untuk
memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan
keadilan (pasal 28H ayat 2).
18. Setiap orang berhak atas jaminana sosial yang memungkinkan pengembangan
dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat (pasal 28H ayat 3).
19. Setiap orang berhak bebas mempunyai hak milik pribadi dab hak milik tersebut
tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun (pasal 28H ayat 4).
20. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar
apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat
diskriminatif itu (pasal 28I ayat 2).
21. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lian dalam tertib
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (pasal 28J ayat 1).
22. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara
(pasal 30 ayat 1).
23. Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran (pasal 31ayat 1).

3. Kewajiban warga negara


Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan penug tanggung
jawab. Berikut adalah beberapa contoh kewajiban kita sebagai warga negara indonesia

1. Wajib menaati hukum dan pemerintahan.


Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi:
“Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak
ada kecualinya.”

2. Wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara dalam upaya pembelaan negara.
Pasal 27 ayat (3) menyatakan :
“Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan
negara.”
3. Wajib menghormati HAM orang lain.
Pasal 28J ayat (1) menyatakan :
“Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.”

4. Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetspksn dengan undang-undang.


Pasal 28J ayat (2) menyatakan :
“Dalam menjalankan dan melindungi hak asasi dan kebebasannya, setiap orang
wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang
dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan
atas hak dan kebebasan orang lain, dan untuk memenuhi tuntutan yang adil
sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketetiban
umum.”

5. Wajib ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara.


Pasal 30 ayat (1) menyatakan :
“Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan
dan keamanan negara. “

6. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya. (pasal 31 ayat (2))

7. Setiap warga negara wajib menjunjung tinggi nilai-nilaikemanusiaan dan keadilan.


(pembukaan UUD 1945 alinea I)

8. Setiap warga negara wajib menjunjung tinggi dan serta kepada konstitusi negara
dan dasar negara. (pembukaan UUD 1945 alinea VI)

9. Setiap warga negara wajib membayar retribusi dan pajak yang telah ditetapkan oleh
pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

10. Setiap warga negara wajib menaati dan menjunjung tinggi dasar negara, hukum,
dan pemerintahan tanpa terkecuali, dan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

11. Setiap warga negara wajib wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun
bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju kearah yang lebih baik.

12. Setiap warga negara berkewajiban menyampaikan pendapat dan aspirasinya di


muka umum.

13. Setiap warga negara berkewajiban untuk menjaga ketuhanan, persatuan, dan
kesatuan bangsa.
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan

Hak adalah segala sesuatu yang pantas dan mutlak untuk didapatkan oleh
individu sebagai anggota warga negara sejak masih berada dalam kandungan.
Kewajiban adalah segala sesuatu yang dianggap sebagai suatu keharusan / kewajiban
untuk dilaksanakan oleh individu sebagai anggota warga negara guna mendapatkan hak
yang pantas untuk didapat . Warga Negara adalah penduduk yang sepenuhnya dapat
diatur oleh Pemerintah Negara tersebut dan mengakui Pemerintahnya sendiri. Adapun
pengertian penduduk menurut Kansil adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat
tertentu yang ditetapkan oleh peraturan negara yang bersangkutan, diperkenankan
mempunyai tempat tinggal pokok (domisili) dalam wilayah negara itu.

2. Saran
Untuk para pemuda Indonesia, diharapkan pemuda Indonesia dapat semakin
memiliki rasa tanggung jawab serta sadar akan hak dan kewajibannya sebagai Warga
Negara Indonesia, sehingga ketika kelak memimpin Negara Indonesia para pemuda
dapat memajukan Bangsa dan Negara tanpa ada penyelewengan maupun pemenuhan
hak pribadi saja tanpa memikirkan keadaan masyarakat umum.

DAFTAR PUSTAKA

Widodo, Wahyu. , Budi Anwari, & Maryanto. 2015. Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar
Teori. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Prof. DR. H. Kaelani, M.S. dan Drs. H. Achmad Zubaidi, M.Si. Pendidikan
Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Penerbit Paradigma: Yogyakarta 2007.

http://makalah2107.blogspot.com/2016/07/makalah-hak-dan-kewajiban-warga-
negara.html