Anda di halaman 1dari 2

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 406/Menkes/SK/VI/2009

TENTANG

PEDOMAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA

KOMUNITAS MENTERI KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa penanganan gangguan jiwa saat ini telah

mengalami perubahan fundamental dari pendekatan

klinis-individual menjadi produktif-sosial sesuai

dengan berkembangnya konsep kesehatan jiwa

komunitas;
b. bahwa prevalensi gangguan jiwa pada
masyarakat Indonesia cukup tinggi dan
berdampak menurunkan produktifitas serta
kualitas hidup manusia dan masyarakat;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan
sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b
perlu ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan
tentang Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa
Komunitas.
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Mengingat : Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor
100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang
Psikotropika (Lembaran Negara Tahun 1997
Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3671);
3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997
tentang Narkotika (Lembaran Negara Tahun
1997 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3698);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004


tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana
telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah Menjadi
Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun
2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4844);
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
1575/Menkes/PER/XI/2005 tentang Struktur
Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Kesehatan;

6. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor


230/Menkes/SK/III/2002 tentang Pedoman
Umum Tim Pembina, Tim Pengarah, Tim
Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP-
KJM);
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan
Dasar Puskesmas;
MEMUTUSKAN

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.