Anda di halaman 1dari 17

NAMA : LU’LU SANIYAH ULFA

NIM : 43215010131
TUGAS : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Sistem Manajemen Database

SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN JASA

Didalam Perusahaan Sistem Informasi Manajemen sangat dibutuhkan sebagai bagian dari pengendalian
internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,dokumen,tekhnologi,dan prosedur oleh
akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk,layanan atau strategi
bisnis.

Salah satu tujuan Sistem Informasi Manajemen yaitu menyediakan informasi yang dipergunakan dalam
perencanaan,pengendalian,pengevaluasian,dan perbaikan berkelanjutan.Begitu juga menyediakan
informasi yang dibutuhkan manajemen dalam pengambilan keputusan.

Untuk menjaga konsistensi perusahaan dalam menjalankan Sistem Informasi Manajemen,maka


diperlukan Sumber Daya sebagai kunci yang paling penting untuk kelangsungan perusahaan terhadap
persaingan bisnis yang sangat ketat.

Sumber daya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu sumber daya fisik dan sumber daya konseptual.Sumber
daya fisik meliputi manusia, material, mesin, dan uang. Sedangkan sumber daya konseptual meliputi
informasi data.

Sumber daya fisik akan dikelola setelah diperoleh, agar saat diperlukan sumber daya tersebut siap
digunakan secara maksimal, bila perlu diganti sebelum sumber daya tersebut menjadi tidak efisien atau
usang. Seperti pelatihan pegawai atau konstruksi suatu bagian mesin yang khusus.

Tugas manajer meliputi pengelolaan sumber daya fisik dan mencakup pengelolaan sumber daya
konseptual. Dengan mendapatkan data mentah lalu mengolahnya sehingga menghasilkan informasi yang
berguna, baru setelah itu memanfaatkan secara efektif untuk mengambil keputusan dan jika perlu
mengganti informasi yang usang.Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain.Semakin
besar skala operasi perusahaan,manajer semakin mengandalkan informasi dan sangat mungkin
menganggap informasi sebagai sumber daya yang paling penting.
Menurut McLeod(1998)Manajemen Informasi adalah seluruh aktivitas untuk memperoleh
informasi,menggunakannya seefektif mungkin,dan membuangnya pada saat yang tepat.

Alasan para manajer memberikan perhatian yang sangat besar terhadap manajemen informasi
perusahaannya adalah:

1. Kompleksitas kegiatan bisnis yang semakin meningkat

a. Pengaruh ekonomi internasional

Pengaruh tersebut dapat terlihat pada nilai relative mata uang dari setiap Negara.

b. Persaingan dunia

Dampak persaingan dapat terlihat pada impor dari luar negeri.

c. Kompleksitas teknologi yang meningkat

Perusahaan melakukan investasi pada teknologi supaya dapat melaksanakan operasi yang diperlukan.

d. Batas waktu yang singkat

Contoh:para wiraniaga melakukan pemasaran melalui telepon(Telemarketing)untuk menghubungi


pelanggan.

e. Kendala-kendala social

Keputusan-keputusan bisnis harus didasarkan pada factor-faktor ekonomis,tapi keuntungan dan biaya
social hartus juga dipertimbangkan.

2. Kemampuan computer yang semakin baik

Pemakai sekarang tidak memandang computer sebagai sesuatu yang istimewa tapi sebagai bagian
peralatan kantor yang dibutuhkan.Banyak sekali computer mikro yang dihubungkan dengan computer-
komputer lain dalam suatu jaringan.

Dalam pengelolaan manajemen informasi pada perusahaan,manajer sangatlah berperan penting,sehingga


untuk mendukung hal tersebut manajer harus memiliki beberapa keahlian dan pengetahuan
manajemen.Seorang manajer yang berhasil banyak memiliki keahlian,tapi ada 2 yang mendasar yaitu:

a) Keahlian Komunikasi

Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam bentuk lisan dan tertulis.Komunikasi tertulis
meliputi laporan,surat,memo,email,dan terbitan berkala.Sedangkan Komunikasi lisan terjadi pada saat
rapat,menggunakan telepon,voice mail,meninjau fasilitas,kunjungan social.

b) Keahlian Pemecahan Masalah

Pemecahan Masalah(Problem Solving)sebagai semua kegiatan yang mengarah pada solusi suatu
permasalahan.Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi.
Untuk pengetahuan manajemen,ada 2 jenis pengetahuan manajer yang merupakan kunci didalam
manajemen informasi menggunakan computer yaitu:mengerti computer dan mengerti innformasi.

· Mengerti computer yaitu pengetahuan mengenai computer yang mencakup pengertian istilah-istilah
computer serta kemampuan menggunakan computer.

· Mengerti informasi yaitu pengetahuan yang meliputi bagaimana menggunakan informasi pada tiap
tahap dari prosuder pemecahan masalah,dimana informasi diolah dan bagaimana membagikan informasi
dengan orang lain.

· Pada sebuah perusahaan dibutuhkan seorang manager yang mampu menggabungkan sumber daya
fisik dan sumber daya konseptual. Manager yang bertanggung jawab adalah Chief Information Officer
(CIO). CIO adalah manager jasa informasi yang dapat mengelola dan menggunakan sumber daya
informasi tersebut. Seorang CIO harus mempunyai rencana strategis untuk mengelola sumber daya
informasi tersebut dalam jangka waktu panjang. Pendekatan yang digunakan oleh para CIO disebut
dengan Strategy Planning for Information Resource (SPIR).Para CIO harus mampu juga membuat konsep
Manajemen Sumber Daya Informasi (IRM).

langkah-langkah manajer dalam mengelola Sumber Daya Fisik meliputi:

· Manusia(Man)

· Material sumber daya fisik

· Mesin termasuk fasilitas dan energy

· Uang(money)

Sumber daya fisik akan dikelola setelah diperoleh, agar saat diperlukan sumber daya tersebut siap
digunakan secara maksimal, bila perlu diganti sebelum sumber daya tersebut menjadi tidak efisien
.Contohnya rekruitmen pegawai baru, dsb.

Sumber daya fisik merupakan sumber daya yang dipunyai perusahaan berupa gedung, peralatan-
peralatan, modal maupun 8 unsur elemen lingkungan di sekitar perusahaan yaitu pemasok, masyarakat
keuangan, pemerintah, masyarakat global, pelanggan, pesaing, pemegang saham atau pemilik, dan serikat
pekerja.

Sedangkan langkah-langkah manajer dalam mengelola Sumber Daya Konseptual yaitu


information(termasuk data)dimana Tugas manajer meliputi pengelolaan sumber daya fisik dan mencakup
pengelolaan sumber daya konseptual. Dengan mendapatkan data mentah lalu mengolahnya sehingga
menghasilkan informasi yang berguna, baru setelah itu memanfaatkan secara efektif untuk mengambil
keputusan dan jika perlu mengganti informasi yang usang. Seluruh kegiatan tersebut memperoleh
informasi, menggunakan seefektif mungkin, dan membuangnya di saat yang tepat, hal ini disebut
manajemen informasi.

Sebuah perusahaan yang mempunyai sumber daya fisik yang handal dikombinasikan dengan penggunaan
sumber daya konseptual, maka perusahaan tersebut akan mampu bersaing dengan perusaah lainnya.
Sumber daya konseptual dapat berupa informasi. Informasi adalah data yang mempunyai arti dan telah di
olah.

Sumber daya konseptual yang berupa informasi mempunyai beberapa jenis sumber sbb :

- Perangkat keras komputer (Hardware)

- Perangkat lunak komputer (Software)

- Spesialis informasi

- Pemakai

- Fasilitas

- Database

- Informasi

Saat ini, perkembangan teknologi di Indonesia semakin berkembang. Hal tersebut dapat dilihat dari
semakin banyak manusia yang menggunakan teknologi guna membantu kegiatan sehari-hari. Teknologi
tersebut digunakan sekaligus untuk meningkatkan kualitas masing-masing individu dalam menghadapi
perkembangan teknologi. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari penggunaan alat telekomunikasi
hingga kebutuhan rumah tangga.

Teknologi Informasi (TI) atau Information Technology (IT) merupakan bagian dari mata rantai panjang
dalam penggunaan istilah dalam dunia Sistem Informasi (SI) atau Information System (IS). Teknologi
Informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk menyampaikan dan mengolah informasi serta
merupakan teknologi yang mudah dipahami oleh masyarakat yang memanfaatkannya. Penggunaan
teknologi oleh masyarakat dilakukan guna mengoptimalkan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
Optimalisasi waktu dan biaya merupakan pertimbangan dalam pengambilan keputusan seseorang untuk
menggunakan teknologi. Beberapa contoh teknologi informasi yang biasa digunakan oleh masyarakat
adalah internet, intranet, e-banking, e-commerce, dan e-business. Contoh tersebut biasa digunakan untuk
mendukung kegiatan mereka sehari-hari baik untuk mencari informasi hingga melakukan transaksi.
Internet dan teknologi dengan didukung oleh aplikasinya mampu mengubah cara bisnis yang dijalankan
oleh para pengusaha serta mendukung dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Banyak usaha-usaha
saat ini yang dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi internet karena dapat mempermudah
kegiatan bisnis dan mengurangi hambatan dalam kegiatan bisnis. Internet dan teknologi serta aplikasi
yang terdapat pada internet mampu mengubah cara bisnis serta cara orang bekerja. Sistem informasi yang
diberikan oleh teknomogi informasi dapat mendukung proses pembentukan keunggulan kompetitif.
Banyak kegiatan bisnis saat ini yang mendukung kegiatan bisnis mereka dengan fasilitas web serta
menciptakan aplikasi e-business yang inovatif.

Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang
dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan
Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk
menggunakannya dalam segala aktivitasnya.
Penerapan Teknologi Informasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya
menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya
penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang
mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.

Internet dan teknologi serta aplikasi terkait lainnya telah mengubah cara bisnis dijalankan dan cara orang
bekerja, serta bagaimana sistem informasi mendukung proses pengambilan keputusan bisnis, dan dalam
pembentukan keunggulan kompetitif. Banyak bisnis saat ini menggunakan teknologi internet untuk proses
bisnis yang dimungkinkan melalui web serta menciptakan aplikasi e-businessyang inovatif.

Pendefinisian aplikasi e-business dalam suatu perusahaan memiliki peranan penting dalam pemberdayaan
proses bisnis, seperti internet dan jaringan di dalam perusahaan (intranet), dan antara perusahaan dengan
mitra dagangnya (ekstranet) telah menjadi infrastruktur teknologi informasi utama yang mendukung
aplikasi e-business.

Sistem kerjasama perusahaan melibatkan penggunaan alat-alat software untuk mendukung komunikasi,
koordinasi, dan kerjasama antar anggota tim dan kelompok kerja yang membentuk jaringan. Bisnis dapat
dapat menggunakan intranet, internet, ekstranet, dan jaringan lainnya untuk mengimplementasikan sistem
semacam ini.

Terdapat tiga alasan mendasar unuk semua aplikasi bisnis dalam teknologi informasi. Mereka dapat
ditemukan dalam dalam tiga peran penting yang dapat dilakukan sistem informasi untuk sebuah
perusahaan bisnis.

Mendukung proses dan operasi bisnis.

Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya.

Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif.

Didalam beberapa tahun terakhir ini, peranan sistem informasi dalam perusahaan menjadi semakin
penting. Jika pada tahun-tahun sebelumnya peranan sistem informasi bagi perusahaan hanyalah sebagai
“back office processing” dengan titik berat pada efisiensi dari berbagai fungsi perusahaan, maka pada
beberapa tahun terakhir ini peranannya telah berubah menjadi semacam “Strategic Weapon” yang
digunakan perusahaan untuk memenangkan persaingan. Oleh karena itu diperlukan suatu perencanaan
strategi untuk melakukan pemilihan sistem dan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis
perusahaan.

Diperlukan suatu kejelian dalam penyusunan perencanaan strategis di tingkat manajemen puncak sebagai
persyaratan mutlak dalam menyusun pedoman pengembangan sistem informasi perusahaan yang
terintegrasi dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan.

Secara umum dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan pokok dalam pengembangan sistem
informasi pada perusahaan, yaitu:

Peranan Sistem Informasi bagi manajemen


Peranan Sistem Informasi bagi kegiatan operasional perusahaan.

Infrastruktur jaringan komunikasi data.

Infrastruktur Manajemen data.

Organisasi dan sumber daya manusia di bidang sistem & teknologi informasi.

Infrastruktur Teknologi Informasi

Sistem Informasi

Manajemen Sumber Daya Informasi.

2.1 Insourcing, Outsourcing, dan Co Sourcing

2.1 Insourcing

Sistem informasi manajemen menitikberatkan pada informasi untuk suatu keputusan terstruktur atau
informasi yang dapat diantisipasi. Hal tersebut mungkin tampak sederhana, tetapi sebenarnya
menyediakan informasi untuk membantu manajer-manajer membuat keputusan-keputusan adalah tugas
yang sangat sulit dan kompleks. Sistem informasi manajemen memainkan peranan penting dalam
penyusunan rencana strategis, pembuatan keputusan, dan pengontrolan kegiatan-kegiatan untuk dapat
mengukur tingkat keberhasilannya.

Insourching adalah sumber daya – sumber daya yang terdapat didalam suatu organisasi atau suatu
perusahaan, dimana terdapat sumber daya manusia, sumber daya teknologi, sumber daya sistem
informasi, sumber daya hardware, sumber daya software, sumber daya jaringan, sumber daya data,
sumber daya ekonomi, yang diubah melalui berbagai proses bisnis (pemrosesan) menjadi barang atau
jasa, sistem informasi mengenai operasi sistem pada pihak manajemen untuk pengarahan dan
pemeliharaan sistem dalam hal ini pengendalian ketika sistem bertukar input dan output dengan
lingkungannya.

Insourcing merupakan IT specialist di dalam suatu organisasi untuk mengkaji kemungkinan kearah mana
sistem akan dikembangkan, mencakup juga pemilihan IT specialist dalam organisasi untuk
mengembangkan sistem. Pada masa sekarang masih banyak perusahaan yang mengadakan sistem
informasi dengan cara melakukan pengembangan sendiri atau yang dikenal dengan istilah
insourcingInsourcing juga merupakan keputusan bisnis yang sering dilakukan untuk mempertahankan
kontrol atas produksi atau kompetensi kritis. Selain inu oenerapan insourcing dalam suatu organisasi
adalah suatu organisasi bukan menyerahkan aktivitas organisasi lain yang dianggap lebih memiliki
kompetensi, namun justru mengambil dan menerima aktivitas dari organisasi lain dengan berbagai
motivasi.

2.1.1 Kelebihan

Tingkat kontrol yang diharapkan pembeli untuk menilai transfer teknologi harus menjadi pertimbangan.
Keterpaduan tiap langkah yang diproteksi dari penggunaan yang tidak terautorisasi, kemudian
keterpaduan tersebut menjadi pilihan untuk memilih outsourcing. Fasilitas yang digunakan menjadi scope
efisiensi perusahaan.

Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan
yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.

Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.

Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan
untuk menyempurnakan sistem tersebut.

Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang
disertakan lebih lengkap.

Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena
proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.

Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem
informasi perusahaan tersebut.

Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya
melibatkan pihak perusahaan. Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan
lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

2.1.2 Kekurangan

Kelemahan insourcing dihubungkan dengan tingkat kebutuhan investasi yang dibutuhkan ketika
keputusan insourcing dibuat. Kelemahan lain yang sering terjadi adalah ketika perusahaan mencoba untuk
mengubah atau mengambil alternatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau permintaan pasar.
Kecocokan permintaan terhadap kebutuhan berbagai bagian dari rantai suplai (supply chain) sangat
berbelit-belit pada proses insourcingoses internal tidak dengan mudah mencapai kesesuaian.

Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.

Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus
terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.

Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan
adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).

Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya
yang harus dikeluarkan.

Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan
merupakan core competency pekerjaan mereka.

Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam
pengembangan distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung
sendiri).
2.2 Outsourcing

Outsourcing merupakan perolehan kesempatan untuk mengatur organisasi yang lebih fleksibel dalam
melakukan core-activites organisasi. Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam
membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab dan penggerak yang sebenarnya. Peran utama
aplikasi sistem informasi dalam bisnis adalah untuk memberikan dukungan yang efektif atas strategi
perusahaan agar dapat memperoleh keunggulan kompetitif diluar perusahaan dengan menggunakan
sumberdaya-sumberdaya yang terdapat didalam perusahaan itu sendiri. Perusahaan dapat bertahan hidup
dan berhasil dalam jangka panjang hanya jika perusahaan tersebut berhasil mengembangkan strategi
tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam industrinya. Sumberdaya-sumberdaya
yang terdapat diluar perusahaan yang diantaranya, sumber daya data calon pelanggan dan pelanggan,
sumber daya data pemasok, sumber daya informasi, sumber daya data pesaing atau kompetitor, dan atau
sumber daya lainnya yang terkait hubungannya dengan keunggulan perusahaan yang berada diluar
perusahaan.

2.2.1 Kelebihan

Dasar pemikiran dan keuntungan perusahaan atau organisasi dalam menerapkan outsorcing antara lain :

Asset Utilization (penggunaan modal) yang dapat menekan biaya-biaya operasional yang berkaitan dalam
pembuatan produk

Access to grater Expertise and More advanced Technology, yaitu dengan kemajuan teknologi, termasuk
sistem informasi, maka permasalahan organisasi yang kompleks dan dapat memberikan manfaat khusus
bagi organisasi itu sendiri, seperti peningkatan pelayanan, pengembangan staf dalam bisnis sehingga
mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik.

Lower Cost, yaitu outsorcing mampu menekan biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan atau
organisasi khususnya dalam bidang efisiensi.

Improved Development Time, yaitu bila suatu proyek bagian dari proses produksi dilimpahkan kepada
pihak luar, maka pihak internal organisasi akan memperoleh pengalaman mengenai metode kerja yang
lebih baik dan cepat dalam hal efisinsi biaya.

Elimination of Use Peaks and Valleys, yaitu bagi perusahaan atau organisasi yang memiliki usaha yang
sensitif terhadap keadaan musim, di mana pada musim regresif yang mengakibatkan penurunan
penjualan, sedangkan perusahaan tetap memikul biaya tetap, maka bagi perusahaan yang menggunakan
outsorcing tidak akan memikul biaya tetap tersebut pada kondisi yang sama.

Facilitation of Downsizing, yaitu apabila situasi perekonomian secara umum mengalami resesi, maka
dengan outsorcing perusahaan atau organisasi dapat menekan pengeluaran. Dengan demikian perusahaan
dapat terus menjalankan usahanya di tengah situasi tersebut.

2.2.2 Kekurangan

Di samping keuntungan, outsourcing juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :

Umumnya biaya relatif mahal meskipun dapat dilakukan negosiasi dalam hal biaya.
Terdapat kekhawatiran tentang keamanan sistem informasi karena adanya peluang penyalahgunaan sistem
informasi oleh vendor, misalnya pembajakan atau pembocoran informasi perusahaan.

Ada peluang sistem informasi yang dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan
dikarenakan vendor tidak memahami kebutuhan sistem dalam perusahaan tersebut.

Transfer knowledge terbatas karena pengembangan sistem informasi sepenuhnya dilakukan olehvendor.

Relatif sulit melakukan perbaikan dan pengembangan sistem informasi karena pengembangan perangkat
lunak dilakukan oleh vendor, sedangkan perusahaan umumnya hanya terlibat sampai rancangan
kebutuhan sistem.

Dapat terjadi ketergantungan kepada konsultan.

Manajemen perusahaan membutuhkan proses pembelajaran yang cukup lama dan perusahaan harus
membayar lisensi program yang dibeli sehingga ada konsekuensi biaya tambahan yang dibayarkan.

Resiko tidak kembalinya investasi yang telah dikeluarkan apabila terjadi ketidakcocokan sistem informasi
yang dikembangkan.

Mengurangi keunggulan kompetitif perusahaan. Mungkin saja pihak outsourcer tidak fokus dalam
memberikan layanan karena pada saat yang bersamaan harus mengembangkan sistem informasi klien
lainnya.

Perusahaan akan kehilangan kendali terhadap aplikasi yang di-outsource-kan. Jika aplikasinya adalah
aplikasi kritikal yang harus segera ditangani jika terjadi gangguan, perusahaan akan menanggung resiko
keterlambatan penanganan jika aplikasi ini di-outsource-kan karena kendali ada pada outsourcer yang
harus dihubungi terlebih dahulu.

Jika kekuatan menawar ada di outsourcer, perusahaan akan kehilangan banyak kendali dalam
memutuskan sesuatu apalagi jika terjadi konflik diantaranya.

Perusahaan akan kehilangan keahlian dari belajar membangun dan mengoperasikan aplikasi
tersebut.Kebijakan outsourcing yang dilakukan oleh perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan laundry
adalah praktek dari menyewa sebuah perusahaan yang berasal dari luar untuk memegang semua atau
sebagian dari sebuah proses data kegiatan organisasinya. Outsourcing merupakan salah satau alat
menajemen untuk pengambilan keputusan maupun menyelesaikan masalah.

Berdasarkan hasil kajian tersebut dapat dilihat kelemahan dan kelebihan dari insourcing dan outsourcing.
Hasil kajian tersebut dapat terlihat perbandingan di antara keduanya. Pengambilan keputusan insourcing
dan outsourcing terhadap suatu kegiatan bisnis, seperti contoh bisnis laundry, maka kebijakan yang terkait
adalah adanya pricsip efektifitasn dan efisiensi biaya pada usaha tersebut. Maka dari itu, informasi yang
diperoleh melalui sistem informasi dengan cara mengidentifikasi langakh-langkah yang telah diambil
dapat lebih akurat agar kebijakan yang diambil merupakan kebijakan yang tepat.

2.3 Co Sourcing
Model sistem informasi menunjukan bahwa sistem informasi didalam perusahaan (in sourching) terdiri
dari lima sumber daya dasar, yaitu manusia, hardware, software, data, dan jaringan. Manusia dibutuhkan
untuk pengoperasian semua sistem informasi, sumber daya ini meliputi pemakai akhir atau klien dan
pakar atau ahli sistem informasi. Kelima sumberdaya tersebut haruslah dapat berkoordinasi (antara
sumberdaya didalam maupun diluar perusahaan) dengan baik sesuai dengan sistem yang telah ditentukan
sebelumnya, agar arus sistem informasi yang berbasiskan teknologi informasi dan komputer meliputi
internet, intranet, dan ekstranet dapat berjalan atau mengalir sesuai dengan tujuan akhirnya.

Co sourcing merupakan pengembangan sistem informasi yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan
atau departemen TI yang bekerjasama dengan pihak ketiga/vendor. Keputusan perusahaan untuk
mengembangkan sistem informasi dengan Co sourcing berdasarkan beberapa hal, seperti misalnya target
pengembangan sistem informasi yang ingin dicapai oleh perusahaan. Perusahaan memakai jasa pihak
ketiga/vendor ingin melengkapi kekurangan-kekurangan sistem informasi yang dimiliki perusahaan,
pihak ketiga yang memiliki skill lebih dari departemen IT internal perusahaan akan menutupi
kekurangan-kekurangan tersebut atas informasi yang disampaikan oleh pihak internal perusahaan.

Disamping target yang ingin dicapai, perusahaan harus memperhitungkan budget yang telah dianggarkan.
Keputusan memakai Co sourcing akan memakan biaya yang sangat besar karena melibatkan banyak
pihak. Harus diperhitungkan kontribusi aktivitas TI setelah dikembangkan terhadap operasi dan posisi
bisnis, apakah sesuai dengan jumlah yang telah dianggarkan. Apabila pengembangan sistem informasi
yang lebih sempurna sangat mendesak untuk dilakukan, alasan seperti ini memungkinkan untuk
mengambil metode Co sourcing dalam pengembangan SI dalam perusahaan.

Kemampuan sumber daya (resources) dari departemen sistem informasi juga merupakan faktor penting
dalam mengambil metode pengembangan sistem informasi. Jika departemen sistem informasi tidak
mempunyai sumber daya yang baik, misalnya tidak mempunyai analis dan pemrograman yang berkualitas
dan tidak mempunyai teknologi yang memadai, hal ini sangat memerlukan pihak ketiga/vendor. Selain
itu, perusahaan merasa perlu dan ingin melakukan transfer teknologi dan transfer pengetahuan dari vendor
ke dalam perusahaan.

2.3.1 Keuntungan

Penerapan metode co-sourcing ini memberikan beberapa keuntungan diantaranya adalah:

Sistem yang dibangun relatif sesuai dengan kebutuhan karena perencanaan pengembangan yang lebih
kompetitif.

Permasalahan yang timbul menjadi tanggug jawab kedua belah pihak (risk sharing) dan penyelesaiannya
dapat didiskusikan bersama.

Adanya sharing knowledge antara karyawan perusahaan tersebut dengan wakil dari vendor. Hal ini dapat
menyempurnakan sistem informasi yang dikembangkan dimana karyawan perusahaan menguasai
kebutuhan sistem dalam perusahaan, sedangkan vendor menguasai bidang teknologi informasi.

Teknologi yang akan dikembangkan dapat dinegosiasikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
perusahaan.
Biaya pengembangan sistem informasi relatif murah karena terdapat sharing cost yang ditanggung
bersama oleh perusahaan dan vendor.

2.3.2 Kelemahan

Disamping keunggulan yang telah disampaikan di atas, penerapan metode co-sourcing ini juga memiliki
kelemahan, diantaranya :

Terdapat kekhawatiran tentang keamanan sistem informasi karena adanya peluang penyalahgunaan sistem
informasi oleh vendor, misalnya pembajakan atau pembocoran informasi perusahaan.

Perbedaan kepentingan organisasi sehingga dapat terjadi konflik kepentingan antara perusahaan dan
vendor.

Relatif sulit melakukan perbaikan dan pengembangan sistem informasi karena pengembangan perangkat
lunak dilakukan oleh vendor, sedangkan perusahaan umumnya hanya terlibat sampai rancangan
kebutuhan sistem.

Perusahaan harus menyesuaikan dengan komponen teknologi yang dimiliki oleh vendor, yang umumnya
lebih canggih.

Diagram Penilaian Berdasarkan Fungsi Manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,


pengawasan.
Database Management System (DBMS)

DBMS adalah singkatan dari “Database Management System” yaitu sistem penorganisasian dan sistem
pengolahan Database pada komputer. DBMS atau database management system ini merupakan
perangkat lunak (software) yang dipakai untuk membangun basis data yang berbasis komputerisasi.

DBMS (Database Management system) ini juga dapat membantu dalam memelihara serta pengolahan
data dalam jumlah yang besar, dengan menggunakan DBMS bertujuan agar tidak dapat menimbulkan
kekacauan dan dapat dipakai oleh user sesuai dengan kebutuhan.

DBMS ialah perantara untuk user dengan basis data, untuk dapat berinteraksi dengan DBMS dapat
memakai bahasa basis data yang sudah di tentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa basis data umumnya
terdiri dari berbagai macam instruksi yang diformulasikan sehingga instruksi tersebut dapat di proses oleh
DBMS.

Perintah atau instruksi tersebut umumnya ditentukan oleh user, adapun bahasa yang digunakan dibagi
kedalam 2 (dua) macam diantaranya sebagaimana di bawah ini:

1. DDL (Data Definition Language)

Yang pertama adalah bahasa DDL atau kepanjangannya Data Definition Languange, yaitu dipakai untuk
menggambarkan desain dari basis data secara menyeluruh. DDL (Data Definition Language) dapat
dipakai untuk membuat tabel baru, memuat indeks, maupun mengubah tabel. Hasil dari kompilasi DDL
akan disimpan di kamus data. Itulah definisi dari DDL.

2. DML (Data Manipulation Language)

Dan yang kedua adalah DML atau kepanjangannya Data Manipulation Language, yaitu dipakai untuk
memanipulasi daan pengambilan data pada suatu basis data, misalnya seperti penambahan data yang baru
ke dalam suatu basis data, menghapus data pada suatu basis data dan mengubah data pada suatu basis
data. Itulah definisi dar DML.
Mcam-macam atau contoh DBMS (Database management system)

Adapun beberapa contoh dari DBMS, diantaranya seperti di bawah ini:

1. MySQL

Kelebihannya:

 Free/gratis.
 Selalu stabil dan cukup tangguh.
 Keamanan yang cukup baik.
 Sangat mendukung transaksi, dan dukungan dari banyak komunitas.
 Sangat fleksisbel dengan barbagai macam program.
 Perkembangan yang cepat.

Kekurangannya:

 Kurang mendukung koneksi bahasa pemerograman misalnya seperti Visual Basic (VB), Foxpro,
Delphi sebab koneksi ini dapat menyebabkan field yang dibaca harus sesuai dengan koneksi bari
bahasa pemerograman visual tersebut.
 Data yang dapat ditangani belum besar dan belum mendukung widowing Function.

2. Oracle

Kelebihannya:

 Terdapat beragan fitur yang bisa memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi atau perusahaan
yang besar.
 Bisa mendayaggunakan lebih dari satu server dan penyimpanan data dengan cukup mudah.
 Performa pemrosesan transaksi yang sangat tinggi.

Kekurangannya:

 Pemakaiannya membutuhkan dana atau biaya karena mahal dan diperlukan DBA yang cukup
handal sebab DBMS ini cukup rumit.

3. Microsoft SQL server

Kelebihannya:

 DBMS ini sangat cocok untuk perusahaan mikro, menengah hingga perusahaan besar karena
mampu mengelola data yang besar.
 Mempunyai kelebihan untuk men-manage user serta tiap user-nya dapat diatur hak aksesnya
terhadap pengaksesan database oleh DBA.
 Tingkat pengamanan datanya sangat baik.
 Dapat melakukan atau memiliki back-up, recovery, dan rollback data.
 Kelebihan lainnya mempunyai kemampuan membuat database mirroring dan juga culustering.
Kekurangannya:

 Hanya bisa berjalan pada platform OS (Operasi system) Microsoft windows.


 Perangkat lunak (software) ini berilisensi dan tentunya pemakaiannya membutuhkan biaya yang
tergolong cukup mahal.

Database Relational

Sebuah sistem manajemen basis data relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal
sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara
lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang dirancang untuk mengatur/memanajemen
sebuah basis data sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-
operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam
berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya.
Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki
perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang
diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini
implementasinya sudah sangat banyak dan adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional
sehinggal dapat dimiliki dan diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi
perusahaan.
Pada prinsipnya model data relasional dapat di-representasikan dalam bentuk table (tabel) data,dimana:

 satu tabel mewakili satu “domain” data atau entity, bila direkam merupakan satu file yanghanya
memiliki satu tipe record saja, setiap record adalah baris
 setiap record terdiri atas beberapa field (atribut) atau
 tuple atau kolomjumlah tuple / field pada setiap record sama
 setiap record memiliki atribut kunci utama (primary key) yang unik dan dapat dipakaiuntuk
mengenali satu record
 record dapat diurutkan menurut kunci utama,

File, Record, byte, field dan Byte

File adalah kumpulan berbagai informasi yang berhubungan dan juga tersimpan di dalam secondary
storage, secara konsep file memiliki beberapa tipe ada yang bertipe Data terdiri dari numeric, character
dan binary. Lalu ada juga file yang bertipe program. Atau Definisi file adalah arsip ataupun data yang
tersimpan di dalam komputer.

File di komputer pada umumnya disimpan di dalam suatu folder tertentu tergantung si pemilik komputer
tersebut ingin dimana ia menyimpannya, setiap file memiliki ekstensi masing-masing tergantung jenis file
itu sendiri. Ekstensi file adalah sebagai tanda yang membedakan jenis-jenis dari file.

Contoh dan jenis file serta ekstensinya

Berikut ini contoh jenis file dan macam-macam ekstensinya:

System= sys, com, bak, bat, tmp, dan exe.

Video= avi, KV, mpg, mpeg, wmv, 3gp, dan flv.

Dokumen= html, doc, odt, xls, ods, dan pdf.

Suara= wav, rm, mp3, dan midi.

Gambar= jpeg, jpg, gif, png tif dan tiff.

Dan lain-lain.

B. RECORD

Record adalah kumpulan field yang sangat lengkap, dan biasanya dihitung dalam satuan baris. Tabel
adalahmerupakan kumpulan dari beberapa record dan juga field. File adalah terdiri dari record-record
yang menggambarkan dari satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya seperti file nama barang berisikan
data tentang semua nama barang yang ada. Data adalah kumpulan fakta atau kejadian yang digunakan
sebagai penyelesaian masalah dalam bentuk informasi. Pengertian basis data (database) adalah basis data
yang terdiri dari dua kata, yaitu kata basis dan data. Basis dapat di artikan markas ataupun gudang,
maupun tempat berkumpul.

C. FIELD
Field adalah kumpulan dari karakter yang membentuk satu arti, maka jika terdapat field misalnya seperti
NomerBarang atau NamaBarang, maka yang dipaparkan dalam field tersebut harus yang berkaitan
dengan nomer barang dan nama barang. Atau definisi field yang lainnya yaitu tempat atau kolom yang
terdapat dalam suatu table untuk mengisikan nama-nama (data) field yang akan di isikan.

D. BYTE

Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang
secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu
buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi byte adalah kumpulan bit
yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256
karakter (= 2 pangkat 8).

E. BIT

Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka
biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin
(komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua
keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.

SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemeN

http://www.scribd.com/doc/51770850/sim-minggu1

http://stikomksi2007faizal.wordpress.com/2007/08/30/keunggulan-kompetitif/

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-10317-1299109042-Chapter1.pdf

http://arisuhari.blogspot.com/2012/01/sistem-informasi-manajemen.html

http://haniismahoney.blogspot.co.id/2012/11/sistem-informasi-dalam-perusahaan-
jasa.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data_relasional

http://www.pengertianku.net/2015/05/pengertian-dbms-dan-contohnya-lengkap.html

http://aliaulia.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-data-base-file-record-field.html