Anda di halaman 1dari 5

TATA CARA MENANGANI DROSOPHILA

1. MEDIUM PEMELIHARAAN DROSOPHILA

Tujuan:
Membuat media pemeliharaan Drosophila yang baik

Landasan Teori:
Pemeliharaan dan pembiakan Drosophila membutuhkan media yang tepat
supaya Drosophila dapat hidup dan berkembang dengan baik. Untuk pemeliharaan
Drosophila dapat digunakan bermacam-macam medium yaitu medium yang
sederhana yang hanya terdiri dari pisang ambon dan tape ketela pohon dengan
perbandingan 6 : 1 atau medium lengkap yang terdiri dari pisang ambon, agar-
agar, gula merah dan ragi roti.

Alat dan Bahan:


Alat:
1. Botol kultur
2. Timbangan
3. Lubang martil
4. Pengaduk
5. Kompor pemanas
6. Beaker glass
7. Kertas saring
8. Penyumbat gabus
9. Sirink 20 cc

Bahan:
1. Gula merah
2. Air
3. Asam benzoat Ragi roti
4. Gula aren
5. Aquadest
6. Corbid Acid
7. Metil Paraben
8. Pisang ambon lumut
9. Pepaya
10. Tape ketela pohon
11. Agar
Cara pembuatan media
A. Media pisang-tape
 Pisang ambon dan tape dengan perbandingan 6 : 1 dihaluskan sampai
rata/homogen
 Masukkan ke dalam botol kultur yang sebelumnya telah disteril.
 Masukkan/pasangkan kertas saring pupasi dengan posisi miring.
 Tutup dengan penyumbat busa.

B. Media Pepaya-tape
Caranya sama dengan medium pisang-tape, hanya perbandingan yang
dianjurkan adalah pepaya 40% : tape 60%.

C. Medium agar-pisang-ragi-gula merah


 Sebanyak 400mL air direbus sampai mendidih, masukkan 7 gram agar-agar
(1 bungkus) kedalamnya dan diaduk.
 Gula merah 150 gram dimasukkan ke dalam larutan agar-agar tersebut
sampai semua gula merah larut.
 Pisang ambon 600 gram dihaluskan dengan martil atau blender, selanjutnya,
masukkan kedalam campuran tadi, masang hingga matang. Kemudian
tambahkan ragi roti sebanyak 20 gram.
 Bila telah matang, dinginkan sebentar, kemudian beri zat anti jamur, yaitu
Nipagen 7mL yang dicampur dengan asam asorbat jenuh 5mL.
 Selanjutnya, masukkan adonan tadi ke dalam botol kultur kurang lebih
40mL per botol.
 Adonan tersebut dapat digunakan untuk 25 botol.

D. Media pisang ambon lumut-agar-ragi-gula aren


 Aquades 500 ml + gula aren 150 gr + agar 1 bks (7 gr) dimasak bersama-
sama dengan pisang 550 gr yang sudah diblender sampai mendidih.
 Corbid acid 5 ml + metil paraben 5 ml dimasukkan dan diaduk hingga rata.
 Botol media disiapkan, media yang telah dibuat diambil dengan
menggunakan sirink (media masih dalam keadaan panas). Media
ditempatkan ke dalam botol media dan dibiarkan hingga adonan menjadi
agak dingin.
 Butiran fermipan sebanyak 5-6 butir dimasukkan ke dalam botol media,
kemudian botol media ditutup dengan spon penutup.
2. CARA MEMBIUS LALAT DROSOPHILA

Tujuan:
Membius Drosophila dengan cara yang tepat.

Landasan Teori:
Dalam melakukan praktikum genetika kits akan selalu berhubungan dengan
pembuktian Hukum-hukum Genetika melalui cara pengamatan dan penghitungan
jumlah fenotip. Pads praktikum ini yang digunakan sebagai objek adalah lalat
Drosophila. oleh karena itu diperlukan pengetahuan yang tepat cara membius
Drosophila untuk tujuan yang disesuaikan dengan kebutuhan praktikum, yaitu
pengamatan mutan Drosophila dalam keadaan tetap hidup. Sehingga usahakan
pembiusan yang dilakukan tidak menvebabkan Drosophila menjadi mati, karena
Drosophila mati akan berubah warnanya, terutama warns mata dan tubuhnya.
Drosophila yang mati dapat dikenali dengan cara mengamati posisi sayap
Drosophila yang umumnya naik ke atas (berbeda dengan posisi sayap Drosophila
hidup)

Prosedur:
1. Botol kultur disentakkan pelan-pelan pads bantalan karet atau styrofoam
hingga semua lalat yang ada dalam ruangan di sebelah atas botol akan
jatuh ke bawah.
2. Bukan sumbat busanya dan perautkan botol eterisasi dihadapan mulut
botol biakan tersebut. Arahkan kedua botol dengan mulut sating
berhadapan kearah datangnya cahaya (Drosophila bersifat geotaksis
negatif dan fototaksis positif) dengan memegang kedua botol itu pada
tempat pertautan dengan tangan kiri. (lihat gambar)
3. Dengan tangan kanan yang masih bebas botol kultur diputar perlahan-
lahan untuk merangsang lalat di dalam botol keluar ke arah botol
esterisasi.
4. Apabila sejumlah Drosophila telah masuk ke dalam botol esterissi,
sumbatlah kedua botol tersebut dengan cepat tetapi hati-hati.
5. Teteskan beberapa tetes eter atau etil asetat. Biarkan beberapa saat samapi
semua lalat pingsan dan tunggu antara 30 sampai 60 detik (tidak boleh
lebih)
6. Lalat dikeluarkan dan dapat diamati selama kurang lebih 5 menit. Lalat
yang bangun kembali sebelum selesai perhitungan dapat dibius dengan
mengguakan cawan petri berkapas.
7. Lalat yang sudah dihitung dan tidak dipergunakan lagi harus dibunuh
dalam botol yang berisi larutan deterjen untuk menghindari kontaminasi
dari mutan-mutan lain yang tidak dikehendaki.
8. Dalam melakukan pemisahan dan penghitungan mutan gunakan kuas kecil
(no. 1-3) yang tersedia.

3. ISOLASI DRSOSOPHILA VIRGIN

Tujuan:
Mengisolasi Drosophila virgin dengan cars yang tepat.

Landasan Teori:
Drosophila dikenal sebagai organisms yang tidak mempunyai pasangan
tetap dan dapat kawin berulang kali. Selain dari pads itu hewan betina mempunyai
spermateca yang digunakan untuk menyimpan hasil inseminasi untuk waktu yang
cukup panjang. Jadi kalau kita akan menyilangkan Drosophila, kita harus vakin
bahwa lalat betina yang akan kita silangkan belum pernah kawin (masih virgin).

Alat dan bahan:


1. Kultur Drosophila yang sudah jadi.
2. Obat bius etil asetat atau dietel eter.
3. Botol pembius/botol esterisasi.
4. Kuas kecil
5. Cawan petri
6. Botol kultur berisi media

Prosedur:
1. Kultur Drosophila yang sudah jadi berisi lalat dewasa, pupa dan larva
disiapkan.
2. Kosongkan botol kultur tersebut (lalat dewasa dikeluarkan) sehingga tidak ada
satupun lalat dewasa yang tertinggal. Botol kultur tinggal berisi larva dan pupa
saja.
3. Menjelang jam ke delapan atau sebelumnya pupa akan berubah menjadi imago
yang dapat dipastikan belum pemah kawin (virgin)
4. Pisahkan imoago/virgin betina dari yang jantan dan dapat dipakai dalam
percobaan persilangan.

Isolasi virgin dapat pula dilakukan pads stadium larva dan pupa. Pads saat
stadium pupa, isolasi virgin dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Ambil pupa yang sudah tua dari botol kultur dengan menggunakan kuas.
2. Letakkan pupa tersebut dalam cawan petri dan periksa di bawah mikroskop
3. Amati pupa, bila terdapat warna hitam di bagian tengah (sex comb)
menunjukkan calon lalat jantan, sedangkan bila tidak ada warna hitam adalah
calon lalat betina.
4. Pisahkan pupa jantan dan betina tersebut dan pindahkan/tempatkan pads cawan
petri yang lembab (disisi kertas saving basah)
5. Kurang lebih satu hari kemudian pupa betina akan menjadi imago dan siap
untuk dipakai dalam percobaan persilangan.

Pertanyaan:
1. Dari hasil pengamatan saudara, cobs berikan ciri-ciri lalat virgin
2. Apakah lalat jantan yang dipakai harus virgin pula? Berikan alasan saudara
3. Mengapa pemilihan lalat virgin harus dilakukan sebelum 8 jam?
4. Mengapa lalat betina yang sudah pernah kawin tidak dapat digunakan dalam
persilangan? Apakah hal ini juga berlaku bagi organisms lain?