Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

SATUAN OPERASI INDUSTRI

PROSES PEMBUATAN TAHU

Oleh :
Bondan Triatmojo
NIM. A1H011040

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO

2012
I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kedelai merupakan sumber protein yang penting bagi manusia, dan


apabiladitinjau dari segi harga merupakan sumber protein termurah sehingga
sebagianbesar kebutuhan protein nabati dapat dipenuhi dari hasil olahan kedelai.
Kedelaimengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya
dapatmencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung
singkong,kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai
kandunganprotein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim
kering.
Kedelai dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain
untuk makanan manusia, makanan ternak, dan untuk bahan industri. Di
Indonesiapenggunaan kedelai masih terbatas sebagai bahan makanan manusia dan
ternak.Makanan yang dibuat dari kedelai antara lain kedelai rebus, kedelai
goring,kecambah, tempe, soyghurt, tahu, susu kedelai, tauco, dan kecap.Salah satu
olahan kedelai yang sangat familiar di masyarakat ialah tahu.
Tahu telah menjadi konsumsi masyarakat luas, baik sebagai lauk maupun sebagaimakanan
ringan.Pada proses pembuatan tahu membutuhkan alat khusus, yaitu untuk menggiling
kedelai. Walaupun demikian di dapur rumah tangga, tahu masih dapatdibuat dengan
menggunakan blender untuk menggiling kedelai. Selain itu, padaproses pembuatan
tahu sendiri, yang mempengaruhi hasil akhir produk tahu ialahbahan penggumpal atau
koagulan. Ada berbagai macam koagulan yang seringdigunakan dalam pembuatan tahu.
Namun, untuk masing-masing koagulan itusendiri akan menghasilkan perbedaan pada
produk akhir.

B. Tujuan
1. Mengetahui proses pembuatan tahu
2. Mengetahui alat-alat apa saja yang digunakan dalam
pembuatan tahu
3. Mengetahui satuan operasi yang digunakan dalam proses pembuatan tahu
II. TINJAUAN PUSTAKA

Kedelai
Kedelai merupakan sumber protein nabati yang efisien, dalm arti bahwauntuk
memperoleh jumlah protein yang cukup diperlukan kedlai dalam jumlahyang kecil.
Kedelai dibagi menjadi dua golongan, pertama berdasarkan jenisnya,yaitu kedelai
putih/kuning, kedelai cokelat, kedelai hijau,dan kedelai hitam.Kedua menurut
umurnya terbagi atas umur pendek (60-80 hari), sedang (90-100hari), dan panjang
(110-120 hari) (Cahyadi, 2009).
Menurut Sundarsih (2009), protein merupakan komponen utama dari kedelai
kering. Kedelai utuh mengandung 35 – 40% protein, paling tinggi dari segala jenis
kacang – kacangan. Ditinjau dari segi mutu, protein kedelai adalah yang palingbaik
mutu gizinya yaitu hampir setara dengan protein daging. Diantara jenis kacang-
kacangan, kedelai merupakan sumber protein paling baik karena mempunyai susunan
asam amino esensial paling lengkap. Disamping itu kedelai juga dapat digunakan
sebagai sumber lemak, vitamin, mineral dan serat.Komposisi rata-rata kedelai dalam
bentuk biji kering dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1.Komposisi kimia biji kedelai kering per 100 gram

Komponen Jumlah Jumlah

Kalori (kkal) 331,0


Protein (gram) 34,9
Lemak (gram) 18,1
Karbohidrat (gram) 34,8
Kalsium (gram) 227,0
Fosfor (mg) 585,0
Besi (mg) 8,0
Vitamin A (SI) 110,0
Vitamin B1 (mg) 1,1
Air (gram) 7,5

Sumber: Cahyadi, Wisnu (2009)


Nilai protein kedelai jika difermentasi dan dimasak akan memiliki mutuyang
lebih baik dari jenis kacang-kacangan lain. Disamping itu, protein kedelai merupakan
satu-satunya leguminosa yang mengandung semua asam amino esensial (umlahnya 8 atau 10
buah apabila dimasukkan sistein dan tirosin). Asam amino tersebut tidak dapat
disintesis tubuh, jadi harus dikonsumsi dari luar. Meskipun kadar minyaknya tinggi
(sekitar 18%), tetapi ternyata kadar lemak jenuhnya rendah dan bebas terhadap
kolesterol serta rendah nilai kalorinya. Kedelai juga dikenal palig rendah kandungan
racun kimia serta resifu pestisidanyadan bias idgunakan sebagi penopang kesehatan badan
dan umur panjang. Kedelaibanyak di konsumsi oleh orang sebagai salah satu alternative
untuk menggantikanprotein hewani yang lebih mahal (Cahyadi, 2009).
Menurut Suprapti (2005), kedelai tremasuk family leguminosae (kacang-
kacangan) Klasifikasi lengkapnya sebagai berikut
Nama Ilmiah : Glycine max (L) Meril
Species : Max
Genus : Glycine
Sub family : Papilionoideae
Family : leguminosae
Ordo : Polypetales

Tahu
Tahu merupakan salah satu jenis makanan yang dibuat dari kedelai
dengan jalan memekatkan protein kedelai dan mencetaknya melalui proses
pengendapanprotein pada titik isoelektriknya, dengan atau tanpa penambah unsure-
unsur lainyang diizinkan (Suprapti, 2005). Atau menurut Cahyadi (2009), Tahu
adalahekstrak protein kedelai yang telah digumpalkan dengan asam, ion kalsium,
ataubahan penggumpal lainnya.
Dasar pembuatan tahu adalah melarutkan protein yang terkandung
dalamkedelai dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Setelah protein
tersebutlarut, diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan bahanpengendap
sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjaditahu.Salah satu cara
pembuatan tahu ialah dengan menyaring bubur kedelaisebelum dimasak sehingga
cairan tahu terpisah dari ampasnya(Cahyadi, 2009).
Berdasarkan Standar Industri Indonesia (SII) No. 0270-80,
ditetapkanmengenai standar kualitas tahu pada table 2.
No . Karakteristik Ketentuan Lain
1 Protein Minimal 9 %
2 Abu (tanpa garam) Maksimal 1%
3 Serat kasar Maksimal 0,1 %
4 Logam berbahaya (As,Pb,Mg,Zn) Negative
5 Zat warna Pewarna khusus untuk makanan
6 Bau dan rasa Normal untuk tahu
Normal, tidak berjamur, dantidak
7 Kondisi
berlendir
Zat pengawet jenis dan jumlah a. Natrium benzoate (0,1%)
8 b. Nipagin (0,08%)
diizinkan c. Asam propionate (0,3%)
Sumber : Suprapti, 2005

Tahu diproduksi dengan memnafaatkan sifat protein yaitu “akan menggumpal


bila berekasi dengan asam”. Penggumpalan protein oleh asam cuka akan berlangsung
secara cepat dan serentak diseluruh bagian cairan sari kedelai,sehingga sebagian besar
air yang semula tercampur dalam sari kedelai akan terperangkap didalamnya.
Pengeluaran air yang terperangkap tersebut dapatdilakukan dengan memberikan
tekanan. Semakin besar tekanan yang diberikan,semakin banyak air yang dapat
dikeluarkan dari gumpalan protein. Gumpalanprotein itulah yang kemudian disebut
tahu (Suprapti, 2005)
.Table 3. kandungan unsur Gizi dan kalori Tahu per 100 gram bahan
No Unsure gizi Kandungan
1 Energy (kal) 79
2 Air (g) 84,8
3 Protein (g) 7,8
4 Lemak (g) 4,6
5 Karbohidrat (g) 1,6
6 Mineral (g) 1,2
7 Kalsium (mg) 124
8 Fosfor (mg) 63
9 Zat besi (mg) 0,8
10 Vitamin A (mcg) 0
11 Vitamin B (mg) 0,06
Sumber: Suprapti, 2005

Koagulan
Bahan penggumpal digunakan untuk mengendapkan protein dan larutanpadat
pada sari kedelai. Beberapa bahan penggumpal yang dapat digunakan yaitusebagai
berikut (Sarwono,2006):
1. Batu tahu atau sioko
Penggunaan batu tahu atau sioko sebagai bahan penggumpal
tergolongpopuler. Sebagian besar kandungannya berupa kalsium sulfat.
Wujudnyaberupa padatan putih. Sebelum digunakan, batu tahu atau sioko ini
harusdibakar, lalu digerus atau ditumbuk hingga halus, kemudian dilarutkan
dalamair dan diendapkan selama semalam. Dosis larutan 5-10 gram sioko per
400-800 liter air. Bahan penggumpal ini ditambahkan sekaligus pada saat
sarikedelai bersuhu 70-90 oC dan diaduk arah tetap.
2. Asam cuka
Asam cuka juga merupakan koagulan (bahan penggumpal) yang baik dalam
pembuatan tahu. Asam cuka yang dipergunakan dalam pembuatan tahudi
Indonesia ialah asam cuka yang mengandung 4% asam asetat, alias
cukamakan. Dosis yang dipergunakan untuk setiap 0,5 kg kedelai kering
sebanyak 74 ml atau sekitar 16,4% dari berat kering kedelai. Penambahan
asam cukaini dilakukan saat suhu sari kedelai antara 80-90oC
3. Biang tahu (whey)
Bahan penggumpal ini berupa air sisa penggumpalan sari kedelai.
Sebelumdigunakan, cairan ini didiamkan selama 1-2 malam agar bakteri yang
adamenghasilkan asam laktat. Kendala yang sering muncul yaitu
bilapenanganannya tidak higienis, bisa tumbuh (berkembang) bakteri
pemecahprotein.
4. Kalsium sulfat murniBahan penggumpal ini paling populer di dunia.
Bentuknya berupa serbuk putih. Tahu yang dihasilkan lunak, teksturnya
lembut, dan rasanya lembuthingga sedang. Bahan ini dapat digunakan dalam
pembuatan tahu keras dantahu lunak (tahu sutera). Dosis pemakaiannya kira-
kira 10 gram per 0,5 kgkedelai kering untuk pembuatan tahu keras.
Sementara, pada pembuatan tahusutera digunakan sebanyak 4 gram per 0,5 kg
kedelai kering. Pemberiankalsium sulfat dilakukan pada saat suhu sari kedelai
70-75oC. Bahan penggumpal ini harus disimpan dalm wadah tertutup rapat
agarmasih dapat digunakan sampai 9-12 bulan.
5. Glucono-delta-lacton (GDL)
Glucono-delta-lacton (GDL) banyak digunakan sebagai penggumpal
sarikedelai di Jepang sejak tahun 1969. Bahan penggumpal ini
tergolongistimewa. GDL dapat dicamprkan ke dalam sari kedelai dingin
dengan jumlahsedikit, kemudian dimasukkan kedalam wadah dan ditutup
rapat, laludicelupkan ke dalam air bersuhu 85-90 oC selama 30-50 menit.
Panas tersebutakan mengaktifkan lacton sehingga terbentuk tahu yang bagus
dalam wadahtanpa harus memisahkan air tahu dan terlindung dari pencemaran
jasad renik.Di Jepang tahu demikian disebut filled tofu.

6. Garam
Penambahan garam pada bubur tahu yang akan dicetak kan menyebabkantahu
menjadi makin awet dan mempunyai rasa yang lebih lezat (gurih),apalagi bila
disertai dengan tingkat kekerasan (kepadatan) yang cukup tinggi. (Suprapti,
2005)

III.
IV. METODELOGI

A. Alat dan Bahan

Alat
1. Ketel suling (retor)
2. Pendingin (condensor)
3. Penampung hasil kondensasi (receiver)
4. Ketel uap
5. Alat tulis
6. Kamera
7. Penggaris

Bahan
1. Daun cengkeh
2. Daun nilam
3. Air

B. Cara kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan
2. Mengamati bagian-bagian alat yang digunakan dalam pembuatan tahu
3. Menggambar bagian-bagian perangkat alat yang digunakan dalam
pembuatan tahu
4. Mencatat fungsi dari bagian-bagian alat yang digunakan dalam
pembuatan tahu
5. Mencatat cara kerja dari alat yang digunakan dalam pembuatan tahu
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
B. Pembahasan

Tahu merupakan salah satu makanan tradisional yang populer. Selain rasanya
enak, harganya murah dan nilai gizinya pun tinggi. Bahan makanan ini diolah dari
kacang kedelai. Meskipun berharga murah dan bentuknya sederhana, ternyata tahu
mempunyai mutu yang istimewa dilihat dari segi gizi. Hasil-hasil studi menunjukkan
bahwa tahu kaya protein bermutu tinggi, tinggi sifat komplementasi proteinnya, ideal
untuk makanan diet, rendah kandungan lemak jenuh dan bebas kholesterol, kaya
mineral dan vitamin (Koswara, 2006).
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan tahu diantaranya adalah :
1. Tungku, digunakan untuk dapur memasak bubur kedelai.
2. Timbangan, digunakan untuk menimbang bahan-bahan yang
digunakan.
3. Panci, diguankan untuk merendam dan mengupas kulit kedelai.
4. Ember, digunakan untuk mencuci dan merendam kedelai.
5. Tampah, digunakan untuk menampi kedelai agar bersih dari kotoran
halus dan kasar
6. Wajan, digunakan untuk mendidihkan bubur kedelai. Biasanya dengan
ukuran berdiameter satu meter.
7. Penggiling tahu, digunakan untuk menggiling kedelai sampai menjadi
bubur kedelai yang kental. Alat penggiling ini terdiri dari dua bagian yakni :
a. Batu gilingan bagian atas berputar pada porosnya
b. Batu gilingan bagian atas permanent.
Sedangkan perusahaan tahu memakai alat penggilig yang digerakkan dengan
generator atau ada pula yang memakai blender listrik.
8. Cetakan tahu, digunakan untuk mencetak tahu. Biasanya terbuat dari
kayu berbentuk persegi empat.
9. Kain mori, digunakan untuk alas cetakan tahu.

Untuk membuat tahu kedelai harus melewati beberapa tahap, yaitu


pernyotiran, pencucian, perendaman, penggilingan, pendidihan, penyaringan,
penggumpalan, pencetakan, dan perebusan.

A. PENYORTIRAN DAN PENCUCIAN


Setiap harinya, home industri Purwogondo ini menggunakan ± 15 kuintal biji
kedelai yang sudah tua. Sebelum digiling, biji-biji kedelai itu harus dipilih terlebih
dahulu. Caranya adalah dengan meletakkan biji-biji kedelai itu pada tampah
kemudian ditampi. Biasanya hal ini dikerjakan oleh 4 orang. Tujuan dari pemilihan
ini untuk mendapatkan kedelai yang bersih, bebas dari kotoran sehingga
menghasilkan produk tahu yang berkualitas.
Biji-biji kedelai yang sudah bersih itu kemidian dimasukkan ke dalam ember
berisi air dimana airnya mengalir, sehingga kotoran yang melekat maupun tercampur
diantara biji dapat hilang.

B. PERENDAMAN
Setelah kedelai itu dicuci kemudian kedelai direndam dalam bak besar selama
6-12 jam. Tetapi biasanya home industri ini merendam kedelai selama 7 jam.
Perendaman kedelai dimaksudkan agar kedelai menyerap air sehingga lebih lunak
dan kulitnya mudah dikupas.Cara mengupas kulit kedelai ini adalah dengan meremas-
remas kedelai dalam air kemudian dikuliti sehingga biji-biji kedelai kelihatan bersih.

C. PENGGILINGAN
Keping-keping kedelai ditambah iar panas dan dimasukkan ke dalam alat
penggiling. Untuk 1 bagian kedelai ditambah dengan dan bagian air panas dengan
tujuan untuk menonaktifkan enzim lipoksigenasi dalam kedelai yang menyebabkan
bau langu.
Cara penggilingan : keping-keping kedelai direndam air panas selama
beberapa menit kemudian dimasukkan ke dalam penggilingan yang digerakkan
generator. Keping-keping kedelai tergiling menjadi halus dan menjadi bubur putih
yang kemudian ditampung dalam panic besar.

D. PENDIDIHAN
Setelah digiling, bubur kedelai tadi dididihkan. Pendidihan ini bertujuan untuk
menonaktifkan zat antinutrisi kedelai dan meningkatkan nilai cerna.
Cara pendidihan : bubur kedelai dimasukkan ke dalam wajan besar lalu
dipanaskan diatas tungku. Karena bubur kedelai ini masih kental maka perlu
ditambahkan air. Selama pendidihan ini akan mengeluarkan busa, maka agar buasa
tidak tumpah perlu diaduk. Lama pendidihan ini sekitar 15-39 menit.

E. PENYARINGAN
Setelah dididihkan, bubur kedelai ini selanjutnya disaring untuk mendapatkan
sari kedelai. Caranya bubur kedelai diletakkan diatas kain mori kasar yang ada di
dalam panic. Setelah itu, kain mori ditutupkan pada bubur lalu diletakkan diantara
penjepit papan kayu yang berada pada peremukaan panic. Papan kayu ditekan sekuat-
kuatnya agar semua air yang terdapat dalam bubur terperas semua. Bila perlu, ampas
saringan diperas lagi dengan menambah sedikit air, penyaringan ini dapat dilakukan
berulang kali hingga diperoleh sari kedelai yang optimal. Selain sari kedelai, kita juga
mendapatkan hasil lain yaitu ampas tahu yang dapat dijadikan pakan ternak dan
tempe gembus.
Selanjutnya, sari kedelai yang masih hangat dan berwarna kekuning-
kuninigan itu ditambah dengan batu tahu atau air cuka sehingga timbul jonjot-jonjot
putih. Penggumpalan ini berlangsung selama 10 menit agar mendapatkan protein
yang sempurna.

F. PENCETAKAN
Proses selanjutnya adalah pencetakan. Pertama-tama dimulai dengan
pemisahan air asam atau cuka yang terdapat diatas endapan dengan cara meletakkan
tampah diatas endapan kemudian menekannya. Maka air akan berada diatas tampah
kemudian diselang atau diambil dengan gayung. Setelah itu barulah gumpalan protein
dimasukkan ke dalam cetakan yang bagian alasnya dihamparkan kain mori. Jika
cetakan telah berisi penuh dengan gumpalan protein kain mori dilipat bagian atasnya
dan diatas kain diletakkan pemberat (batu) sekitar 3 menit. Akhirnya jadilah tahu
yang kemudian akan dipotong-potong sesuai permintaan konsumen. Biasanya
berukurang 5 x 5 cm.

G. PEREBUSAN
Sebelum tahu ini dipasarkan, maka tahu harus direbus dahulu dan dibiarkan
dalam air perebusan sampai saat dijual. Tujuan perebusan ini agar tahu tidak menjadi
basi. Pada saat perebusan kita bisa menambahkan perasaan kunyit atau garam.

Sebagai hasil olahan kacang kedelai, tahu merupakan makanan andalan untuk
perbaikan gizi karena tahu mempunyai mutu protein nabati terbaik karena
mempunyai komposisi asam amino paling lengkap dan diyakini memiliki daya cerna
yang tinggi (sebesar 85% -98%). Kandungan gizi dalam tahu, memang masih kalah
dibandingkan lauk pauk hewani, seperti telur, daging dan ikan. Namun, dengan harga
yang lebih murah, masyarakat cenderung lebih memilih mengkonsumsi tahu sebagai
bahan makanan pengganti protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Pada tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi, seperti protein, lemak,
karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin,
riboflavin, vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium (yang bermanfaat
mendukung terbentuknya kerangka tulang). Dan paling penting, dengan kandungan
sekitar 80% asam lemak tak jenuh tahu tidak banyak mengandung kolesterol,
sehingga sangat aman bagi kesehatan jantung. Bahkan karena kandungan hidrat arang
dan kalorinya yang rendah, tahu merupakan salah satu menu diet rendah kalori.
Di balik kelezatannya, tahu menyimpan khasiat medis tersendiri. Sebuah studi
oleh tim medis dari Kanada membuktikan bahwa tahu dapat menurunkan kolesterol
jahat dalam tubuh. Studi yang dipublikasikan diAmerican Journal of Clinical
Nutrition dilakukan pada 55 orang lelaki dan perempuan usia setengah baya yang
mengidap kolesterol tinggi.
Setelah mengikuti diet sehat, partisan tersebut diikutkan pada pola makan
beragam, mulai dari kacang almond, tahu, sayuran mentah, dan jenis makanan kedelai
lain. Setelah setahun, kolesterol mereka diukur. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi
tahu mengalami penurunan kolesterol lebih besar dibanding kelompok pengonsumsi
makanan lain. Penurunan ini dapat mencapai 10-20 persen.
Selain menurunkan kolesterol, tahu juga terbukti dapat mencegah kanker
payudara. Mereka yang mengonsumsi tahu 25 persen lebih banyak mengalami
peningkatan pembentukan estrogen dibanding yang tidak. Tekanan darah mereka juga
lebih rendah ketimbang kelompok yang tidak mengonsumsi tahu.
Rahasia khasiat tahu ternyata ada pada kandungan isoflavon yang mengandung
hormon estrogen. Selain mencegah kanker payudara, isoflavon juga memperlambat
proses penuaan pada perempuan. Isoflavon bukan hanya terkandung dalam tahu
melainkan juga pada semua makanan berbahan dasar kedelai seperti tempe, susu
kedelai, kecap, dan sejenisnya.
DIAGRAM ALIR PEMBUATAN TAHU KEDELAI

Kedelai
Bahan baku

Penyortiran

Pencucuian

Perendaman

Pengupasan kulit

Penggilingan
P

R Bubur kedelai

O
Pendidihan
S hasil olahan
sementara
E
Penyaringan
S

Sari kedelai

Batu tahu

Penggumpalan Bahan
pembantu
Pencetakan
Garam/kunyit

Perebusan

Tahu + ampas tahu


V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Untuk membuat tahu kedelai harus melewati beberapa tahap, yaitu
pernyotiran, pencucian, perendaman, penggilingan, pendidihan, penyaringan,
penggumpalan, pencetakan, dan perebusan.
2. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan tahu diantaranya adalah :
Tungku, Timbangan, Panci, Ember, Tampah, Wajan, Penggiling tahu, Cetakan
tahu, dan Kain mori.

B. Saran

Dari uarian diatas, maka penulis inigin menyampaikan saran antara lain :
1. Usaha produksi tahu memang dapat menciptakan lapangan kerja bagi
penduduk sekitar. Oleh karena itu, usaha produksi tahu ini lebih
dikembangkan.
2. Limbah dari proses pembuatan tahu seharusnya diolah sebagaimana
mestinya. Karena limbah tersebut menimbulkan bau busuk dan mengganggu
kesehatan serta lingkungan masyarakat sekitanya.
DAFTAR PUSTAKA

Cahyadi, Wisnu. 2009.Kedelai: Khasiat dan Teknologi . Jakarta: Bumi Aksara.


Keenan, K. & Word. 1995. Kimia untuk Universitas Jilid 1 . Edisi ke delapan.Jakarta:
Erlangga.
Sarwono, B, Yan Pieter Saragih. 2006. Membuat Aneka Tahu . Jakarta: Penebar Swadaya.
Sundarsih dan Yuliana Kurniaty. 2009. Pengaruh Waktu dan Suhu Perendaman Kedelai
pada Tingkat Kesempurnaan Ekstraksi Protein Kedelai dalamProses
Pembuatan Tahu . Makalah Penelitian. Jurusan Teknik KimiaFakultas Teknik
Universitas Diponegoro.
Suprapti, Lies. 2005. Pembuatan Tahu . Yogyakarta: Kanisius
Koswara, 2011. Nilai Gizi, Pengawetan, dan Pengolahan Tahu. [online]. Tersedia :
Ebookpangan.com-diakses-27-11-2012