Anda di halaman 1dari 10

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

PROGRAM INOVASI JASUKE (JAMBAN SEHAT UNTUK KELUARGA)

I. PENDHULUAN
Dalam rangka memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat mencegah
penyebaran penyakit berbasis lingkungan meningkatkan kemampuan masyarkat, serta
mengimlementasikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi
dasar yang berkesinambungan dalam pencapaian 100 % akses air minum dan sanitasi dasar.
Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah sosial budaya dan perilaku
penduduk yang terbiasa buang air besar sembarangan tempat, oleh karna itu diperlukan strategi
nasional dalam Permenkes No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM) untuk merubah perilaku hygienis dan peningkatan akses sanitasi, hal ini sejalan
dengan komitmen pemerintah dalam mencapai target MDGS, yaitu meningkatkan akses air
minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan kepada separuh dari proporsi penduduk
yang belum mendapatkan akses. Pola perilaku hidup bersih dan sehat adalah sebuah kebutuhan
dalam keluarga dan masyarakat, untuk itulah harus digalakan, namun sebagian masyarakat di
Kecamatan Membalong masih ada yang belum menerapkan, misalnya soal buang air besar ,
sebagian ada yang sembarangan, atau langsung kejamban yang ada disungai, di kebun dan di
pinggir laut, kebiasaan ini tentu saja sedikit demi sedikit harus dirubah, seperti yang dilakukan
oleh UPT Puskesmas Membalong untuk menghilangkan kebiasaan warga buang air besar
sembarangan misalnya dikebun, dihutan, disungai dan dilaut.
Jamban merupakan fasilitas atau sarana pembuagan tinja, menurut Kusnoputranto
(1997), pengertian jamban keluarga adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang
dan mengumpulkan kotoran sehingga kotoran tersebut tersimpan disuatu tempat dan tidak
menjadi penyebab suatu penyakit serta tidak mengotori lingkungan, dampak buruk pencemaran
lingkungan karena BAB sembarangan adalah timbulnya berbagai penyakit menular seperti
Diare, Hepatitis A, Kholera dan lainya, sebagai salah satu indikator utama kejadian pencemaran
karena tinja adalah bakteri E.Coli.

II. LATAR BELAKANG


Kegiatan ini dilakukan berdasarkan dari desa sasaran Open Defecatin Free (ODF) atau
Desa Stop buang air besar sembarangan yang dicanangkan dari Pemerintah Kabupaten melalui
Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung tahun 2018 dimana Desa sasaran UPT. Puskesmas
Membalong yaitu Desa Membalong, Desa Perpat dan Desa Pulau Seliu. Serta dari data sanitasi
desa masyarakat yang belum mempunyai akses sarana sanitasi jamban keluarga, survey
musyawarah desa dan Desa yang dipilih adalah Desa Perpat, dalam musyawarah itu muncul
pendapat warga desa perpat ingin semua warganya memiliki jamban sehat dan tidak ada lagi
warga yang buang air besar sembarangan,dan diharapkan menjadikan desa perpat menjadi desa
ODF /desa yang bebas buang air besar sembarangan, lalu muncul kesepakatan untuk
menjalankan program inovasi arisan JASUKE (Jamban Sehat Untuk Keluarga).
Data Masyarakat tidak Punya Jamban Desa Perpat
No Nama Dusun Rukun Tetangga (RT) Jumlah Masyarakat yang BABS
1 Dusun Perpat I 9
2 II 11
3 III 18
4 IV 4
5 V 14
6 VI 11
7 Dusun Karang Asem VII 3
8 VIII 0
9 IX 6
10 Dusun Kepang X 10
Jumlah 86

Inovasi Arisan Jasuke ini merupakan upaya untuk masyarakat berperilaku sehat dan
program ini juga mempersiapkan akreditasi UPT Puskesmas Membalong tahun 2019.

Pernyataan Masalah

 Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak BAB di sembarang tempat


 Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai jamban sehat
 Kurangnya kepemilikan jamban sehat oleh masyarakat

III. DASAR HUKUM


1. Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) Nomor : 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM)
2. Peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor : 2269/MENKES/PER/XI/2011
tentang pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
IV. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
Menuju masyarakat ODF (Open Defecation Free) Desa Perpat Kecamatan Membalong
B. TUJUAN KHUSUS
1. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak BAB di sembarang tempat
2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai jamban sehat
3. Meningkatkan kepemilikan jamban sehat oleh keluarga.
4. Meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi dasar

V. VISI MISI DAN TATA NILAI UPT PUSKESMAS MEMBALONG


1) Visi
Visi UPT Puskesmas Membalong adalah :
Terwujudnya UPT Puskesmas Membalong yang berkualitas dan responsif dalam
pelayanan kesehatan masyarakat melalui sumber daya manusia yang profesional.

2) Misi
Misi UPT Puskesmas Membalong adalah :
1) Mengintegrasikan dan mengkoordinasikan penyelenggaraan UKM dan UKP
lintas program dan lintas sektor serta melaksanakan sistem rujukan yang
didukung dengan manajemen puskesmas.
2) Menggerakkan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan
kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Membalong.
3) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang prima, merata dan terjangkau oleh
seluruh masyarakat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
4) Meningkatkan kemampuan, kualitas dan profesionalisme tenaga kesehatan di
Puskesmas Membalong dan jaringannya.
5) Optimalisasi sarana, prasarana dan peralatan kesehatan dalam pelayanan
kesehatan.
Tata Nilai dan Budaya
Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi kepada “PUBLIK”
P : Prima dalam memberikan pelayanan
U : Mengedepankan Upaya kesehatan promotif dan preventif
tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.
B : Berani dan Bertanggungjawab dalam menjalankan tugas.
L : Menjunjung tinggi Loyalitas.
I : Ikhlas dalam melayani masyarakat.
K : Mengembangkan Kreatifitas dalam bekerja.
V. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
A Pendataan Sanitasi Dasar Desa Perpat 1. Pendataan dan Pemantauan langsung Sarana
Sanitasi Tingkat Rukun Tetangga (RT).
2. Pengolahan dan Analisis hasil pendataan dan
pemantauan Sarana Sanitasi Tingkat Rukun
Tetangga (RT).
B Koordinasi hasil pendataan dan - Evaluasi Data Sanitasi
pemantauan Sarana Sanitasi Tingkat - Rencana Tindak Lanjut Masalah Sanitasi
Rukun Tetangga (RT) ke Kepala UPT. (Jamban) Desa Pepat.
Puskesmas Membalong. - Rapat Koordinasi Lintas Program
(Pembentukan Tim Kerja STBM Desa Perpat
UPT. Puskesmas Membalong)
Koordinasi hasil pendataan dan 1. Rencana Tindak Lanjut Ke Kepala Dusun,
pemantauan Sarana Sanitasi Tingkat Ketua RW dan Ketua RT.
Rukun Tetangga (RT) ke Kepala Desa 2. Rencana tindak lanjut dengan Masyarakat
Perpat. sasaran dari hasil pendataan Sarana Sanitasi
Tingkat Rukun Tetangga (RT).
C Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 1. Mengadakan rapat ditingkat puskesmas.
(STBM)/Pemicuan 2. Menentukan lokasi kegiatan pemicuan
STBM.
3. Membuat jadwal dan daftar hadir sasaran
kegiatan pemicuan STBM
4. Membuat surat undangan ke desa yang
akan dilaksanakan kegiatan pemicuan
STBM.
5. Pelaksanaan Kegiatan Pemicuan STBM
6. Petugas Melakukan Pengambilan
Komitmen / Kesepakatan Tindak lanjut
bersama masyarakat Sasaran pemicuan.
7. Petugas mencatat hasil kegiatan pemicuan
STBM
8. Petugas melakukan evaluasi hasil kegiatan
pemicuan STBM
9. Petugas membuat laporan kegiatan
pemicuan STBM.
10. Petugas melaporkan hasil kegiatan
kepada Kepala Puskesmas dan Kepala
Desa Perpat.
D Follow UP Pasca Pemicuan STBM. Tindak Lanjut dan Evaluasi Kegiatan
VI. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Lintas
Pelaksana Program Lintas Sektor
No Kegiatan Pokok Program Ket
Kesling Terkait
Terkait
1 Pendataan Sanitasi Dasar Desa Perpat - Menyusun Rencana - Promkes, - Kepala Dusun Sumber
Pendataan dan Pemantauan Puskesmas - Ketua RT / Pembiayaan
Sanitasi Pembantu RW BOK Kesling
- Menyiapkan Form dan Koordinasi
Pendataan Poskesdes Pelaksanaan
- Koordinasi LP/LS Desa Perpat Pendataan.
- Pelaksanaan Kegiatan untuk
- Pengolahan dan Analisis Pelaksanaan
hasil Pendataan. Pendataan.
2 Koordinasi hasil pendataan dan - Evaluasi Data Sanitasi - Promkes - Kepala Desa -
pemantauan Sarana Sanitasi Tingkat - Rencana Tindak Lanjut Perpat.
Rukun Tetangga (RT) ke Kepala UPT. Masalah Sanitasi (Jamban) Rencana
Puskesmas Membalong dan Kepala Desa Pepat Tindak Lanjut
Desa - Rapat Koordinasi Lintas Ke Kepala
Program (Pembentukan Dusun, Ketua
Tim Kerja STBM Desa RW, Ketua
Perpat UPT. Puskesmas RT dan
Membalong) masyarakat
sasaran.
3 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat - Mengadakan rapat Promkes, - Kepala Desa Sumber
(STBM)/Pemicuan ditingkat puskesmas. Puskesmas - Kepala Dusun Pembiayaan

- Menentukan lokasi Pembantu dan - Ketua RT / BOK Kesling


Poskesdes Desa RW
kegiatan pemicuan
Perpat untuk Koordinasi
STBM.
Pelaksanaan Pelaksanaan
- Membuat jadwal dan
STBM. STBM.
daftar hadir sasaran
kegiatan pemicuan
STBM
- Membuat surat
undangan ke desa yang
akan dilaksanakan
kegiatan pemicuan
STBM.
- Pelaksanaan Kegiatan
Pemicuan STBM
- Petugas Melakukan
Pengambilan
Komitmen /
Kesepakatan Tindak
lanjut bersama
masyarakat Sasaran
pemicuan.
- Petugas mencatat hasil
kegiatan pemicuan
STBM
- Petugas melakukan
evaluasi hasil kegiatan
pemicuan STBM
- Petugas membuat
laporan kegiatan
pemicuan STBM.
- Petugas melaporkan
hasil kegiatan kepada
kepala puskesmas dan
Kepala Desa Perpat.
4 Follow UP Pasca Pemicuan STBM. Tindak Lanjut dan -
Evaluasi Kegiatan
VII. SASARAN
Masyarakat Desa Perpat Yang belum mempunyai akses sanitasi Jamban Sehat
VIII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Bulan
No Nama Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pendataan Sanitasi Dasar Desa
Perpat √

2 Koordinasi hasil pendataan


dan pemantauan Sarana
Sanitasi Tingkat Rukun √
Tetangga (RT) ke Kepala
UPT. Puskesmas Membalong.

Koordinasi hasil pendataan


dan pemantauan Sarana
Sanitasi Tingkat Rukun √
Tetangga (RT) ke Kepala Desa
Perpat.

3 Sanitasi Total Berbasis


Masyarakat √
(STBM)/Pemicuan

4 Follow UP Pasca Pemicuan


STBM. √ √ √ √ √ √ √ √ √
(Arisan JASUKE)

5 Evaluasi Kegiatan √ √ √ √ √ √ √ √ √

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan, Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan Kegiatan Dilakukan Tiap Bulan Sesuai Dengan
Jadwal Kegiatan
PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS MEMBALONG
Jln. Kesehatan No.01 Desa Membalong 33452
No.telepon: 0811 717 9915 ( Informasi Rawat Jalan dan Pengaduan )
0811 717 9916 ( UGD dan Rawat Inap ) email : puskesmasmembalong@gmail.com

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)


PROGRAM INOVASI JASUKE
(JAMBAN SEHAT UNTUK KELUARGA)