Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PENGARUH PH TERHADAP AKTIVITAS ENZIM


AMILASE SELIVA DENGAN METODE
WOHLGEMUT`S

DISUSUN OLEH :
KATA PENGANTAR

Puji Syukur pkami panjatkan kepada Allah SWT atas berkat


Rahmat dan Taufiq -Nya yang dilimpahkan kepada penyusun
sehingga Laporan Praktikum Biokimia Yang berjudul
“PENGARUH PH TERHADAP AKTIVITAS ENZIM AMILASE
SELIVA DENGAN METODE WOHLGEMUT`S dapat kami
selesaikan.

Serta kami haturkan ucapan terima kasih,antara lain :

1. Bapak/ibu dosen pengajar Mata kuliah Biokimia


Keperawatan dan

2. Kepada Pihak-pihak yang telah membantu kami demi


lancarnya penulisan laporan ini.

Sebagai penulis kami sadar bahwa dalam pembuatan dan


penyusunan laporan ini masih banyak terdapat banyak
kekurangan dan kesalahan,untuk itu kami harapkan kepada
pembaca,kiranya dapat memberikan kritik dan sarannya.

Kami berharap semoga Laporan ini mendapatkan berkah


dan Rahmat Allah SWT dan bisa bermanfaat bagi para pembaca
maupun bagi diri sendiri.

Banjarbaru, 8 Oktober 2010

Hormat Kami

Tim Penulis
PENDAHULUAN
Enzim adalah biomolekol yang berfungsi sebagai katalis
( Senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis
bereaksi ) dalam suatu reaksi kimia. Hampir semua enzim
merupakan protein,sehingga sifat-sifat protein dimiliki oleh
enzim tetapi bukan sebaliknya.

Pada reaksi yang katalis oleh enzim,molekul awal reaksi


disebut sebagai substrat dan enzim mengubah molekul tersebut
menjadi molekul-molekul yang berbeda,disebut produk. Hampir
semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat
berlangsung dengan cukup cepat. Enzim bekerja dengan cara
menempel pada permukaan molekul zat-zat yang
bereaksi,sehinga proses reaksi dapat dipercepat. Percepatan
terjadi karena enzim menurunkan energy pengaktifan yang
dengan sendirinya akan memudahkan terjadinya reaksi.
Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap
jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau
reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap
enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim amylase hanya
dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.

Berdasarkan pembentukannya, enzim dibedakan atas


enzim konstitutif dan enzim induktif. Enzim konstitutif ialah
enzim yang dibentuk terus menerus oleh sel tanpa melihat ada
atau tidak substraknya. Enzim induktif /adaptif ialah enzim yang
dibentuk karena adanya rangsangan substrat atau senyawa lain.
Misalnya pembentukan enzim beta-galaktosa pada Escherichia
coli yang diinduksi oleh laktosa sebagai substraknya.akan tetapi
ada senyawa lain juga yang dapat menginduksi enzim tersebut
walaupun bukan substratnya, yaitu melibiosa. Tanpa adanya
laktosa atau melibiosa,maka enzim beta –galaktosa tidak
disentesisnya akan mulai bila ditambahkan laktosa atau
melibiosa.

Kerja enzim ini dipengaruhi oleh beberapa factor,terutama


adalah substrat,suhu, keasaman kofaktor dan inhibitor. Tiap
enzim memerlukan suhu dan pH ( tingkat keasaman ) optimum
yang berbeda-beda karena enzim adalah protein, yang dapat
mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.
Diluar suhu atau pH yang sesuai,enzim tidak dapat bekerja
secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan . hal
ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali.
Kerja enzim juga dipengaruhi oleh melekul lain, yakni activator
dan inhibitor. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan
aktivitas enzim,sedangkan aktivitor adalah yang meningkatkan
aktivitas enzim.

Enzim pada umumnya memiliki pH optimum antara pH 5-9,


tetapi ada enzim seperti pepsin (di lambung) pH optimumnya
sangat asam. Seperti halnya dengan suhu, PH ditingkatkan lebih
tinggi, berarti semakin banyak substrat yang tidak dapat
bereaksi dengan enzim. Perhatikan gambar dibawah :
pH Optimum
A
K
T
I
V
I
T
A
S

pH
Gambar : Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim

TUJUAN UMUM

Mahasiswa dapat menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan


pengaruh pH terhadap aktivitas enzim,
TUJUAN KHUSUS

1. Mengetahui dan memahami langkah-langkah praktek


pembuktian pengaruh pH terhadap aktivitas enzim

2. Mengetahui 2 macam reaksi penghambat enzim dan


contohnya.

3. Memahami 5 faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim.

PERCOBAAN 2

PENGARUH PH TERHADAP AKTIVITAS ENZIM AMILASE


SALIVA
DENGAN METODE WOHLGEMUT`S

A. Prinsip.

Amylase saliva adalah enzim yang terdapat dalam air


ludah. Enzim ini bekerja pada pati dan dexztrin ( atau juga
glikogen ) dan mengubahnya menjadi maltose, dengan
hasil antara yang larut yaitu amilo dextrin,eritrodekstrin
dan akrodekstrin.

B. Alat dan bahan

Alat yang digunakan :


1. Plat tetes.

2. Pipet tetes.

3. Beaker glass.

4. Stop watch /arloji.

5. Erlenmeyer.

6. Labu ukur.

Bahan yang digunakan :

1. Saliva.

2. Amilum

3. Iodium.

4. Aquadest ( air bersih ).

5. Tissue.
C. Cara kerja

1. pengumpulan Saliva

Probandus berkumur dengan menggunakan


aquadest ,setelah itu keluarkan saliva dan tempatkan
pada gelas beaker. Ambil saliva yang telah terkumpul
sebanyak 1 ml dan encerkan dengan aquadest dalam
labu ukur 25 ml.

2. Pengukuran aktivitas amylase saliva.

Siapkan 3 buah Erlenmeyer dan beri tanda ( a )


untuk pH 4 ( b ) untuk pH 7, dan ( c ) untuk pH 10.
kemudian masukan 5ml larutan kanji kedalam masing-
masing Erlenmeyer, selanjutnya masukkan 1 ml pH yang
sesuai ke masing-masing tabung yang telah ditandai
tersebut. Selanjutnya masukkan gelas beaker tersebut
ke dalam waterbath 38 oC selama 2 menit. Setelah itu
tambahkan 1 ml saliva dan nyalakan stopwatch.

Ambil 2 tetes larutan dan tempatkan pada plat


tetes .tambahkan 1 tetes larutan iod, jika larutan
berwarna biru ulangi lagi percobaan tersebut .Caranya
dengan mengambil kembali 2 tetes larutan kemudian
menempatkannya pada plat tetes dan tambahkan 1
tetes larutan iod. Ulangi cara tersebut setiap
menit,sampai warna biru hilang. Jika warna biru sudah
hilang,matikan stopwatch dan catat yang dipergunakan..

3. Perhitungan.

Aktivitas amylase saliva dihitung dengan menggunakan


rumus :

38o ml larutan kanji 30 menit


d----- = ---------------------- x --------------------- unit
30` ml saliva t ( dalam menit )

Keterangan :
Satu unit aktivitas amylase adalah banyaknya milligram
amilum yang dipecah oleh 1 ml cairan ( saliva ) selama
30 menit pada suhu 38oC.
D. HASIL PRAKTIKUM

1. Identitas probandus :

• Nama : Nn.A.

• Jenis kelamin : Perempuan.

• Umur :24 tahun

• BB / TB :51 kg / 158 cm

• Suku / Bangsa : banjar / Indonesia

Hasil percobaan / praktikum :

a) Hasil percobaan pada pH 4

a. Pada menit pertama warna coklat tua

b. Pada menit ke dua warna kuning muda

Perhitungan :

d = 38 oC = 5 x 30 = 150 = 75 Unit
30` 1 2 5

Jadi, pada 75 unit aktivitas amylase adalah 5 ml


dengan pH 4 yang dipecahkan oleh 1 ml cairan
(saliva) selama 2 menit pada suhu 38 oC.

b) Hasil percobaan pada pH 7

Pada menit pertama warna kuning muda.

Perhitungan :

d = 38 oC = 5 x 30 = 150 = `150 Unit


30` 1 1 1

Jadi, 150 unit aktivitas amylase adalah 5 ml amilum


dengan pH 7 yang dipecah oleh 1 ml cairan (saliva)
selama 1 menit pada suhu 38 0C.

c) Hasil percobaan pada pH 10

a) Pada menit pertama warna coklat tua


b) Pada menit ke dua warna kuning muda

Perhitungan :

d = 38 oC = 5 x 30 = 150 = `75 Unit


30` 1 2 2

Jadi, pada 75 unit aktivitas amylase adalah 5 ml


dengan pH 10 yang dipecahkan oleh 1 ml cairan
(saliva) selama 2 menit pada suhu 38 oC.

E. PEMBAHASAN

Dari ketiga percobaan diatas dapat diketahui bahwa


pH sangat berpengaruh terhadap aktivitas enzim. Pada pH
7 kerja enzim lebih tinggi dibanding pH 4 dan pH 10, dari
hasil tersebut sesuai dengan teori bahwa semakin tinggi
pH semakin tinggi aktivitas enzim, namun jika sudah
mencapai suhu optimum aktivitas enzim akan menurun
kembali.
PENUTUP
A. KESIMPULAN.

Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat


diketahui dan dibuktikan bahwa aktivitas enzim semakin
meninggi sebanding dengan peningkatan pH, namun jika
telah mencapai pH optimal maka aktivitas enzim kembali
menurun.

B. SARAN.

1) Bagi Laboratorium

Alat dan bahan diharapkan dapat dilengkapi untuk


kelancaran proses pratikum mahasiswa (penggunaan
tidak bergiliran).

2) Bagi Mahasiswa

a. Mahasiswa di harapkan bekerja tenang dan tertib

b. Mahasiswa hendaknya memperdalam materi


sebelum melakukan praktikum, supaya praktikum
berjalan dengan lancar.
DAFTAR PUSTAKA

1. Dr. Edyson, M.Kes.dkk. Diktat dan Modul Biokimia.Fakultas


Kedokteran UNLAM. Banjarmasin. 2010

2. Achmadi, Suminar. Terjemahan Pengantar Kimia Organik


dan Hayati. ITB, Bandung.1992

3. Dawn.B. Mark, PhD.dkk. Biokimia Kedokteran Dasar. EGC,


Jakarta. 2000