Anda di halaman 1dari 26

Kata Pengantar

Puji syukur Kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas anugerah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah Sistem Informasi Manajemen, tentang
‘’Sistem Informasi Dalam Bisnis Saat Ini’’.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Makalah ini selain untuk menyelesaikan
tugas yang diberikan oleh Dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para
mahasiswa khususnya bagi penulis. Penulis telah berusaha untuk dapat menyusun Makalah ini
dengan baik, namun penulis pun menyadari bahwa kami memiliki akan adanya keterbatasan
kami sebagai manusia biasa. Oleh karena itu jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik
dari segi teknik penulisan, maupun dari isi, maka kami memohon maaf dan kritik

Serta saran dari dosen pengajar bahkan semua pembaca sangat diharapkan oleh kami
untuk dapat menyempurnakan makalah ini terlebih juga dalam pengetahuan kita bersama.
Harapan ini dapat bermanfaat bagi kita sekalian

Palu, 7 Februari 2020

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1

DAFTAR ISI 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 3


1.2. Rumusan Masalah 4
1.3. Tujuan 4

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Peranan Sistem Informasi Bisnis Saat ini 6
2.2. Tujuan Bisnis Strategi Dari Sistem Informasi 7
2.3. Sudut Pandang Bisnis Atas Sistem Informasi 12
2.4. Hubungan Sistem Informasi Dengan Globalisasi 13
2.5. Fungsi Fungsi Informasi 13
2.6. Mengapa sistem informasi begitu penting 16
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan 25
DAFTAR PUSTAKA 26

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Informasi merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi oleh umat manusia, karena
informasi merupakan suatu kebutuhan primer. Tanpa informasi internal maupun eksternal, sulit
bagi para manajer untuk mengambil berbagai keputusan dalam perusahaan. Informasi internal
harus disiapkan sendiri oleh berbagai unsur perusahaan, sedangkan informasi eksternal
diperoleh baik dari alat-alat komunkasi modern. Kemajuan alat komunikasi semakin
mempermudah perolehan informasi dari berbagai sumber untuk berbagai kepentingan terutama
dalam berbagai pengambilan keputusan didalam perusahaan, itulah sebabnya sangat dirasakan
pentingnya mengelolah informasi secara terintegrasi pada setiap organisasi perusahaan. Oleh
karena itu fokus utama dari sistem informasi manajemen adalah bagaimana mengelolah
informasi sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat pembantu bagi setiap manajer dalam
pengambilan keputusan.

Sistem informasi manajemen telah ada jauh sebelum teknologi informasi yang berbasiskan
komputer hadir. Akan tetapi dengan adanya komputer sebagai salah satu bentuk revolusi dalam
teknologi informasi, komputer telah mampu memproses data secara cepat dan akurat bahkan
menyajikan informasi yang tidak memerlukan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu
untuk mengolahnya.

Dalam kenyataannya, Peran Sistem Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi
perusahaan-perusahaan besar. Bagi mereka, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan
informasi secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya
berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil. Oleh karena itu, dalam
aplikasinnnya suatu perusahaan perlu mempertimbangkan kepentingan penggunaan sistem
informasi ini diantaranya berdasarkan dari skala perusahaan, jumlah tenaga kerja, pola
komunikasi serta jaringan perusahaan dalam dunia bisnis dalam lingkungannya.

3
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa peranan sistem informasi dalam bisnis saat ini,
2. Tujuan bisnis strategi dalam sistem informasi saat ini,
3. Apa saja yang termasuk dalam dimensi sistem informasi,
4. Sudut pandang bisnis dalam sistem informasi,
5. Hubungan Sistem Informasi Dengan Globalisasi.

1.3. Tujuan

Tujuan dalam menyusun makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem
Informasi Manajemen, dan juga untuk menambah pengetahuan tentang betapa pentingnya
Sistem Informasi Manajemen di dalam kehidupan manusia.

4
BAB II

PEMBAHASAN
Sistem Informasi Dalam Kegiatan Bisnis Saat Ini

Pengertian Menurut Para Ahli :

 Bodnar dan Hopwood ; buku Accounting Information System: Kumpulan perangkat keras dan
perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk informasi yang
berguna.

 Turban, McLean, dan Waterbe ; buku Information Technology for Management Making
Connection for Strategies Advantages: Sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan,
menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.

 L. James Havery ; Sistem merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau
merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.

 Ludwig Von Bartalanfy ; Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu
antar relasi di antara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

 O’Brien ; Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam
transformasi yang teratur.

 Azhar Susanto ; Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik
fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekeaan, pengendalian,
pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.

Pengertian Umum

Sistem informasi manajemen atau SIM adalah sistem perencanaan bagian dari
pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi,
dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya
produk, layanan, atau suatu strategi bisnis

5
2.1 Peranan Sistem Informasi Bisnis Saat ini

Bagaimana sistem informasi mengubah bisnis

Kita dapat melihat hasil dari pengeluaran bear besaran saat ini di sekitar kita bagaimana
orang orang menyelenggarakan bisnis. pada 2012 jumlah telepon tanpa kabel lebih banyak
dari jumlah telepon konvensional yang terpasang. Smartphone, pesan singkat, surat
elektronik – surel ( e-mail ) dan konferensi online semua hal tersebut menjadi perangkat
perangkat penting bagi bisnis.

Hal baru yang terdapat dalam sistem informasi

Sistem informasi manajemen menjadi hal yang paling menarik karena terjadinya
perubahan teknologi, manajeman pengguna teknologi dan dampaknya terhadap bisnis.
Bisnis dan industri perusahaan baru muncul yang lama mengalami penurunan dan yang
sukses bertahan adalah mereka yang belajar menggunakan tekonologi baru .

Dalam bidang teknologi ada tiga perubahan yang saling terkait

 Kemuculan mobile digital platform


 Pertumbuhan perangkat lunak online sebagai layanan dan
 Pertumbuhan “cloud computing “ dimana semakin banyak bisnis perangkat lunak
melalui internet

Hal hal baru yang terdapat dalam sistem informasi manajema

 Teknologi
Sebuah program digital digital muncul bersaing sebagai sistem bisnis
dampaknya pada bisnis : perangkat mobile iPhone dari Apple dan Android
mampu mengunduh ratusan ribu aplikasi guna mendukung layana jasa
pertemuan jarak jauh yang menunjang anda berkomunikasi dengan kolega
kolega anda .Tablet-tablet komputer kecil diantaranya iPad , Google Nexus
bersaing dengan laptop konvensional sebagai platform bagi pelanggan dan
perngkat komputasi bagi perusahaan.
 Manajemen
Manajemen menerima kerja sama online dan software jejaring ununtuk
meningkat kan kordinasi , kerjasama dan bertukar pengetahuan dampaknya
bagi bisnis: Google Apps, Google Sites , layanan Microsoft Windows Share

6
Point, serta IBM Lotus Connection di gunakan lebih dari 100 juta kalangan
profesional bisnis di seluruh dunia untuk mendukung kegiatan blogging ,
manajeman proyek , online meeting , profil pribadi , penunjuk webpage pada
situs jejaring sosial , serta komunikasi dunia maya.
 Organisasi
Aplikasi web 2.0 secara menyeluruh diadopsi oleh perusahaan dampaknya
pada bisnis bisnis memanfaatkan jejaring sosial , seperti Facebook, Twitter ,
dan perngkat sosial perusahaan secara internal untuk meningkatkan kualitas
interaksi dengan pegawai , pelanggan maupun pemasok. Pegawai menggunakan
blog , wikis , pesan melalui surel dan layanan pesan yang berinteraksi di dunia
maya

2.2 Tujuan Bisnis Strategi Dari Sistem Informasi

Hampir tidak dapat di bayangkan kondisi seluruh sektor ekonomi tanpa adanya
investasi secara khusus di bidang sistem informasi tidak akan pernah ada perusahaan-
perusahaan e-commerce, seperti amazon, eBay, Google dan E*Trade. begitu pula
industri seperti jasa keuangan, asuransi, real estat, biro perjalanan, obat-obatan
pendidikan tidak akan bisa beroperasi tanpa ada sistem informasi. Secara spesifik,
terjadi 6 tujuan bisnis strategis, yang mendorong perusahaan bisnis berinvestasi dalam
jumlah besar di bidang sistem informasi, antara lain kinerja operasional yang
memuaskan; produk, layanan, dan model bisnis baru; keakraban dengan pemasok dan
pelanggan;peningkatan kualitas pengambilan keputusan;peningkatan daya saing;dan
mempertahankan eksistensinya.

 Keunggulan operasional
Perusahaan terus berusaha meningkatan efisiensi kegiatan operasionalnya
dengan tujuan meningkatkan keuntungan perusahan.teknologi dan sistem
informasi adalah beberapa perangkat penting yang tersedia bagi menajer dalam
mancapai efisiensi dan produktifitas dalam kegiatan operasional bisnis nya
apalagi jika di sertai dengan perubahan gaya manajemen dan penerapan bisnis
di lingkungan organisasi.
Walmart,perital terbesar di dunia membutikan,perpaduan antara kekuatan
sistem informasi dengan penerapan kebijakan organisasi yanga brilian seta
jajaran manajemen yang suportif mampu mewujudkan efisiensi kinerja

7
operasional bekualitas dunia.untuk tahun fiskal 2012, walmarr mencapai
penjualan sebesar $460 miliar- hampir sepersepuluh dari total nilai penjualan
ritel di amerika serikat- berkat retial link system,yang menghubungakan secara
digital setiap pemasok kecabang-cabang walmart.
 Produk layanan , dan model bisnis baru
Model bisnis ( business model) dapat diartikan sebagai cara perusahaan dalam
memproduksi ,mengirim,dan menjual produk ataupun jasa untuk memperoleh
keuntungan.
Industri musik saat ini sangat berbeda dengan industri musik satu dekade yang
lalu. Perusahaan apple inc.mengubah bisnis lama pendistribusikan musik dari
yang menggunakan piringan hitam,kaset dan CD kedalam sistem
pendistribusian legal ( memiliki jaminan hukum) secara online melalui
teknologi ipod.Apple telah memperoleh banyak keuntungan berkat serangkaian
pengembangan inovasi ipod, seperti layanan musik iTunes,ipad dan iphone.
 Hubungan pelangganan dan pemasok
Hotel mandarin Oriental di manhattan dan hotel-hotel kelas atas lain
memperlihatkan contoh dari penggunaan teknologi dan sistem informasi untuk
mencapai pendekatan dengan pelanggan. Ketika bisnis telah memahami dan
melayani pelanggannya dengan baik, umum nya pelanggan tersebut akan
kembali datang dan belanja lebih banyak.hal ini akan meningkan pendapatan
dan laba.demikian juga dengan pemasok:semakin sering bisnis berhubungan
dengan pemasoknya ,semakin baik input vital yang dapat di berikan oleh
pemasok tersebut.
 Pengambilan keputusan yang semakin baik
Banyak pengolah bisnis melakukan kegiatan operasionalnya menggunakan
sumber imformasi yang membingungkan,tidak pernah memperoleh informasi
yang tepat ,pada waktu yang tepat membuat keputusan yang tepat.
 Keunggulan Kompetitif
Setelah perusahaan meraih satu atau lebih dari tujuan bisnis yang sebelumnya
dibahas-keunggulan operasional; produk, layanan, dan medel bisnis baru;
hubungan dengan pelanggan/pemasok peningkatan kualitas pengambilan
keputusan-asaat hal-hal tersebut ada, perusahaan dianggap telah mencapai
keunggulan kompetitif. Melkukan sesuatu lebih baik dari pesaing, membayar

8
lebih murah untuk produk lebih bagus, dan respons cepat dan terkini terhadap
pelanggan dan pemasok, semuanya dapat meningkatkan penjualan dan laba
yang tidak bisa diikuti oleh para pesaing.
 Kelangsungan Usaha
Perusahaan berinvestasi dalam teknologi dan sistem informasi karena
perusahaan memang membutuhkannya untuk melakukan bisnis, kadang
kebutuhan ini di dorong oleh perusahaan dalam industri.
Ada banyak peraturan dan undang-undang pemerintah federal dan nasional
yang menciptkan kewajiban legal bagi perusahaan dan karyawannya untuk
menyimpan catatan, termasuk pencatatan secara legal. Sebagai contoh undang-
undang pengendalian bahan-bahan kkimia beracun (Toxic Susbstance Control
Act) pada 1976, yang mengtur ekposur para tenaga kerja Amerika atas lebih
dari 75.000 zat kimia mengharuskan perusahaan untuk menyimpan catatan atas
eksposur karyawan tersebut untuk waktu 30 tahun.

 Secara teknis sistem informasi (information system) dapat didefinnisikan


sebagai serangkaian komponen yang selalu berhubungan yang mengumpulkan
(atau meendapatkan), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi
untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengawasan di dalam sebuah
organisasi.
 Sistem informasi juga membantu para menejer dan karyawan dalam menganalis
masalah, menggambarkan hal-hal rumit, serta menciptakan produk baru. Sistem
informasi beerisi informasi-informasi penting mengenai orang tempat/lokasi,
dan hal-hal yang berkaitan dengan organisasi terkait atau lingkungan
disekitarnya. Informasi dapat diartikan sebagai data yang telah diolah menjadi
bentuk yang memiliki arti dan fungsi bagi manusia. Sebaliknya data dapat
diartikan sebagai sekumpulan fakta mentah yang mewakili kejadian-kejadian
yang terjadi dalam suatu organisasi atau lingkungan fisiknya, sebelum diolah
dan dibentuk ke dalam bentuk yang dapat di mengerti dan digunakan manusia.
 Ada kegiatan dalam sistem informasi yang diperlukan perusahaan dalam
pengambilan keputusan, pengawasan kegiatan operasional, analisis
permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru.

9
Dimensi Sistem Informasi

Kami mengacu pada pemahaman yang lebih luas tentang sistem informasi, yang
akan menuntut dalam memahami dimensi sistem manajemen dan organisasi, serta
dimensi sistem teknologi, sebagai bagian keahlian sistem informasi (information
systems literacy). Sebaliknya, keahlian komputer (computer literacy) berfokus terutama
pada pengetahuan teknologi informasi.

Bidang sistem informasi manajemen –SIM (management information system –


MIS) mencoba untuk mencapai pemahaman yang lebih luas mengenai sistem informas.
SIM berhubungan dengan masalah-masalah perilaku, seperti masalah teknis dalam
pengembangan, penggunaan, dan pengaruh dari penerapan sistem informasi oleh
manajer dan karyawan didalam perusahaan.

1. Organisasi

Sistem informasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari organisasi.


Bahkan bagi beberapa perusahaan, seperti perusahaan pembuat laporan
kredit (jenis perusahaan jasa yang bergerak di bidang penyediaan informasi
seputar pengunaan kartu kredit, jumlah utang, maupun hal-hal favorit
pemegang kartu kredit) tidak akan bisa beroperasi tanpa sistem informasi.
Unsur penting dalam organisasi adalah orang, struktur, proses bisnis,
politik, dan budaya.

Organisasi memiliki struktur yang terdiri atas tingkatan dan keahlian yang
berbeda-beda. Wewenang dalam tanggung jawab organisasi bisnis diatur
sebagai sebuah hierarki atau struktur piramida. Tingkatan hierarki tersebut:

a. Manajemen senior
Membuat keputusan strategi jangka panjang terkait produk dan jasa .
b. Manajemen tingkat menengah
Menjalankan program dfan rencana dari manajemen senior.
c. Manajemen operasional
Bertanggung jawab mengawasi kegiatan operasional bisnis sehari hari.
Fungsi bisnis utama dilakukan oleh organisasi bisnis yaitu penjualan dan
pemasaran, bagian manufaktur dan produksi, keuangan akuntansi serta
sumber daya manusia

10
2. Manajemen
Tugas manajemen adalah berusaha memahami berbagai situasi yang
dihadapi perusahaan mengambil keputusan, dan merumuskan tindakan
untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi organisasi. Serangkain
strategi perusahaan untuk menjwab tantangn-tantangan dilingkungannya
yaitu mengalokasikan sumber daya manusia dan finansial untuk
mengordinasikan pekerjaan dan mencapai sukses.
Manajer harus melakukan tindakan lebih ketimbang mengelola hal hal yang
telah ada. Mereka juga harus mampu menciptkan produk dan jasa baru
bahkan memperbaharui organisasi dari waktu ke waktu. Teknologi
informasi mampu memainkan peran penting dalam membantu manajer
merancang dan menciptakan produk dan jasa baru serta mengarahkan dan
merancang ulang organisasi yang mereka pimpin.

3. Teknologi Informasi
Pengertian Teknologi Informasi adalah fasilitas-fasilitas yang terdiri
dari perangkat keras dan perangkat lunak dalam mendukung dan
meningkatkan kualitas informasi untuk setiap lapisan masyarakat secara
cepat dan berkualitas.

Fungsi Teknologi Informasi (IT) - Ada enam fungsi Teknologi Informasi


antara lain sebagai berikut...
1. Menangkap (Capture)
2. Mengolah (Processing); Mengolah/memproses data masukkan yang
diterima untuk menjadi suatu informasi. Pengolahan atau pemrosesan dapat
berupa pengubahan data ke bentuk lain (konversi), analisis kondisi
(analisis), perhitungan (kalkulasi), penggabungan (sintetis), segalah bentuk
data dan informasi.
3. Menghasilkan (Generating); Menghasilkan atau mengorganisasi
informasi dengan bentuk yang berguna. Contohnya laporan, grafik, tabel
dan sebagainya.
4. Menyimpan (Store); Merekam atau menyimpan data dan informasi ke
dalam suatu media untuk keperluan lainnya. Contohnya disket, hardisk,
tape, compact disk dan sebagainya.

11
5. Mencari kembali (Retrival); Menelusuri mendapatkan kembali informasi
atau menyalin (copy) data dan informasi yang telah tersimpan, contohnya
spplier yang sudah lunas, dan sebagainya.
6. Transmisi (Transmission); Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi
ke lokasi yang lain dengan melalui jaringan komputer. Contohnya
mengirimkan data penjualan ke user A ke user lainnya, dan sebagainya.

 Teknologi pengelolaan data terdiri dari aplikasi perangkat lunak


yang mengatur pengelolaan data pada media penyimpanan data.
 Teknologi telkomukasi dan jaringan terdiri atas perangkat fisik dan
perangkat lunak,membuat perangkat keras saling terhubung satu
sama lain.
 Jaringan membuat dua atau lebih computer saling terhubung untuk
berbagai data maupun sumber sumber.

Pertumbuhan dan kapasitas teknologi

Hilbert dan Lopez mengidentifikasi kecepatan eksponensial perubahan


teknologi (semacam hukum Moore): mesin 'aplikasi-spesifik untuk menghitung
kapasitas informasi per-kapita memiliki sekitar dua kali lipat setiap 14 bulan antara
1986-2007; kapasitas per-kapita di dunia komputer tujuan umum telah dua kali lipat
setiap 18 bulan selama dua dekade yang sama, kapasitas telekomunikasi global per-
kapita dua kali lipat setiap 34 bulan; kapasitas penyimpanan dunia per kapita yang
dibutuhkan sekitar 40 bulan untuk menggandakan (setiap 3 tahun); dan informasi siaran
per kapita telah dua kali lipat sekitar setiap 12,3 tahun.

2.3 Sudut Pandang Bisnis Atas Sistem Informasi


Manajer dan organisasi bisnis berinvestasi pada teknologi dan siste
informasi,karna hal tsb memberikan hal ekonomi yang nyata bagi bisnis mereka.
Keputusan untuk mengembangkan atau mengelola sistem informasi didasari oleh
asumsi hal tsb akan memberikan tingkat pengembalian atau invetasi yang lebih besar
ketimbang berinvestasi pada bangunan.
Kita dapat melihat sudut pandang bisnis ,sistem informasi merupakan
instrument penting dalam penciptaan nilai suatu organisasi. Nilai sistem informasi bagi

12
organisasi bisnis,sama seperti berkeputusan berinvestasi dibidang sistem informasi
manapun.
Dari sudut pandang bisnis,sistem informasi merupakan bagian dari rangkaian
aktivitas dalam memberikan nilai tambah dalam perolehan informasi, pengubahan
informasi, pendiistribusian informasi, yang digunakan manajer dalam meningkatkan
kualitas pengambilan keputusan,memperbaiki kinerja organisasi,dan yang terpenting
ialah meningkatkan keuntungan perusahaan.

2.4 Hubungan Sistem Informasi Dengan Globalisasi

Pada 2005 seorang jurnalis bernama Thomas Friedman menulis buku yang
mendeklarasikan bahwa dunia saat ini telah “datar”, yang artinya internet dan komunikasi
secara global telah menghilangkan sebagian besar keuntungan ekonomis dan budaya terhadap
negara berkembang, Friedman berpendapat Amerika dan negara-negara Eropa saat ini sedang
berjuang demi keberlangsungan hidup ekonominya, bersaing dalam mencari pekerjaan, pangsa
pasar, sumber daya bahkan ide dengan kelompok masyarakat bergaji rendah dari negara-negara
berkembang yang memeiliki tingkat pendidikan dan motivasi yang tinggi (Friedman, 2007).
Dan “globalisasi” ini mendatangkan tantangan sekaligus peluang bagi organisasi bisnis.

Kehadiran internet sebagai tren komunikasi di dunia internasional telah mengurangi


biaya operasional dan transaksi bisnis, secara global dan dramatis. Perusahaan-perusahaan
memproduksi barang dan jasa secara global demi menekan biaya seminimal mungkin, mencari
pemasok dengan harga murah, pengelolan fasilitas produksi di negara lain. Internet juga
memicu kehadiran model sistem informasi baru seperti kemunculan platform
digital mobile, layanan perangkat lunak secara online dan cloud computing.

2.5 Fungsi-Fungsi Sistem Informasi

Sistem informasi berisi informasi tentang organisasi dan lingkungan sekitarnya. Tiga
kegiatan dasar – masukan, pengolahan, dan keluaran – menghasilkan kebutuhan organisasi
informasi. Masukan menangkap atau mengumpulkan data mentah dari dalam organisasi atau
dari lingkungan eksternal. Pengolahan mengubah masukan mentah ini menjadi bentuk yang
berarti. Output mentransfer informasi yang diproses kepada orang-orang yang akan

13
menggunakannya atau kegiatan yang akan digunakannya. Sistem informasi juga memerlukan
umpan balik (feedback), yaitu output yang dikembalikan ke anggota organisasi yang sesuai
untuk membantu mereka mengevaluasi atau memperbaiki tahap masukan. Aktor lingkungan,
seperti pelanggan, pemasok, pesaing, pemegang saham, dan badan pengatur, berinteraksi
dengan organisasi dan sistem informasinya.

Cara kerja sistem informasi manajemen, dimulai dari pemprosesan data kemudian
disimpan dalam database terpusat di mana informasi dapat diakses dan di-update oleh semua
orang yang memiliki wewenang sesuai dengan tujuan mereka.

Manfaat

Sistem informasi manajemen memiliki banyak manfaat baik bagi pihak manajemen maupun
untuk organisasi keseluruhan. Adapun manfaat Sistem Informasi Manajemen seperti:

1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas data secara akurat dan realtime.


2. Memudahkan pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan
dan pendelegasian kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan atau
koordinasi.
3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinasi
dan sistematis.
4. Meningkatkan produktivitas dan penghematan biaya dalam organisasi

Penerapan

Beberapa dari Anda mungkin ada yang masih kurang paham mengenai bentuk sistem informasi
manajemen. Untuk memperjelas, berikut ini beberapa contoh yang dapat diterapkan ke bisnis
Anda.

 Enterprise Resource Planning (ERP)

Sistem ERP ini banyak digunakan oleh perusahaan besar. Namun, perusahaan dalam skala
kecil juga masih dapat menerapkan sistem ERP. ERP biasanya digunakan untuk mengelola
manajemen dan melakukan pengawasan yang terintegrasi antar unit di dalam perusahaan.

14
 Supply Chain Management (SCM)

Sistem SCM ini sangat bermanfaat bagi pihak manajemen karena mengintegrasikan data-data
seperti manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer sampai
konsumen akhir.

 Transaction Processing System (TPS)

TPS berguna untuk memproses data dalam jumlah yang besar atau transaksi yang banyak dan
rutin. Program ini biasa diaplikasikan dalam manajemen gaji dan inventaris.

 Office Automation System (OAS)

Aplikasi ini berguna untuk memperlancar komunikasi antar departemen dalam suatu
perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di
perusahaan. Contohnya seperti email.

 Knowledge Work System (KWS)

Sistem informasi KWS mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi/entitas.

 Informatic Management System (IMS)

IMS berfungsi mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi. Selain itu, IMS juga dapat
digunakan untuk membantu menganalisis pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapat
menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi seperti e-procurement.

 Decision Support System (DSS)

Sistem ini membantu manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan
di dalam perusahaan. Contohnya seperti link elektronik.

 Expert System (ES) dan Artificial Intellegent (AI)

Kedua sistem ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan yang berguna untuk
menganalisis pemecahan masalah dengan menggunakan pengetahuan tenaga ahli yang telah
diprogram kedalamnya. Contohnya sistem jadwal mekanik.

15
 Group Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work
System (CSCWS)

GDSS hampir sama dengan DSS, bedanya GDSS mencari solusi permasalahan melalui
pengumpulan pengetahuan dalam suatu kelompok, bukan per individu. Biasanya berbentuk
kuesioner, konsultasi dan skenario. Contohnya seperti e-government.

 Executive Support System (ESS)

Sistem ini membantu manajer berinteraksi dengan lingkungan perusahaan menggunakan


bantuan grafik dan pendukung komunikasi lainnya.

2.6 Mengapa sistem informasi begitu penting dalam menjalankan dan mengelola bisnis
saat ini?
Sistem informasi adalah dasar atau pondasi utama untuk melakukan proses bisnis saat ini.
Dalam banyak industri, kelangsungan hidup dan kemampuan untuk mencapai tujuan utama
bisnis strategis yang sulit tanpa ekstensif menggunakan teknologi informasi yang modern.
Bisnis saat ini menggunakan sistem informasi untuk mencapai enam tujuan utama.

Secara khusus, perusahaan bisnis berinvestasi dalam sistem informasi untuk mencapai enam
tujuan bisnis strategis:

1. Mendukung proses dan operasi bisnis.


Contoh : Kebanyakan toko mengunakan CBIS untuk membantu mereka mencatat pembelian
pelanggan, menelusuri persediaan barang, membayar pegawai, membeli barang dagangan
baru, serta untuk mengevaluasi trend penjualan untuk setiap harinya..

2. Dukungan pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya.


Sistem informasi juga membantu para manajer toko dan praktisi bisnis lainnya untuk membuat
keputusan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Contohnya keputusan mengenai persedian
barang dagangan apa yang perlu ditambah atau dihentikan, atau mengenai jenis investasi apa
yang mereka butuhkan untuk mengembakan investasi, biasanya di buat setelah sebuah analisis
atau pencatatan diberikan oleh sistem informasi berbasis komputer. Hal ini tidak hanya
mendukung pengambilan keputusan para manajer toko, pembeli dan lainnya, tetapi juga

16
membantu mereka melihat berbagai cara untuk mendapatkan kelebihan dari para peretail
lainnya dalam persaingan untuk mendapatkan pelanggan.

3. Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif.


Contohnya manajemen toko mungkin membuat keputusan untuk memasang kios dengan layar
sentuh dalam semua toko mereka, yang terhubung dengan situs e-commerce untuk belanja
online jadi manajemen toko bisa mengetahuinya.

4. Aplikasi bisnis.
Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan kompetitif
bisnis.

5. Proses pengembangan.
Bagaimana para pelaku bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan
mengimplementasikan sebuah rencana sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis agar
sasaran itu bisa tercapai.

6. Tantangan manajemen.
Tantangan secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi dengan baik pada tingkat
pemakai akhir, perusahaan, dan global dalam bisnis untuk membarikan hasil yang optimal
dengan cara mengambil resiko tinggi.
Investasi pelengkap utama organisasi adalah budaya bisnis yang mendukung bahwa nilai-nilai
efisiensi dan efektivitas, model bisnis yang tepat, proses bisnis yang efisien, desentralisasi
kewenangan, hak keputusan yang sangat terdistribusi, dan sistem informasi yang kuat (IS) tim
pengembangan.

Sistem informasi begitu penting dalam menjalankan dan mengelola bisnis karena SI
merupakan fondasi dalam melakukan bisnis. Sistem informasi juga dasar bagi jalannya bisnis
saat ini. Di banyak industri, kelangsungan hidup perusahaan sangatlah sulit tanpa penggunaan
luas dari teknologi informasi. Sistem informasi menjadi sangat penting dalam membantu
jalannya perusahaan dalam ekonomi global. Organisasi mencoba untuk menjadi lebih
kompetitif dan efisien dengan mengubah dirinya menjadi perusahaan digital yang
menggunakan teknologi digital dalam hal proses bisnis inti, hubungan pelanggan, pemasok,
dan karyawan. Bisnis saat ini menggunakan sistem informasi untuk mencapai tujuan utama

17
organisasi: keunggulan operasional, produk baru, pelayanan dan model bisnis, hubungan
pelanggan-pemasok, meningkatkan proses pengambilan keputusan, keunggulan kompetitif dan
kelangsungan hidup dari hari ke hari.

Keuntungan sistem informasi begitu dalam bisnis :


(a) Investasi TI/SI akan memberikan tingkat pengembalian atau investasi yang lebih besar
ketimbang berinvestasi pada bangunan, mesin atau aset lainnya.
(b) Pengembalian tersebut akan terlihat pada peningkatan produktivitas,
peningkatan pendapatan atau posisi strategis jangka panjang pada pasar tertentu (otomatis
menjamin pendapatan di masa depan).
(c) Sistem Informasi bisa meningkatkan pendapatan dan menekan biaya dengan menyediakan
informasi yang membantu manajer mengambil keputusan yang tepat, atau memperbaiki proses
bisnisnya.
(d) Sistem Informasi merupakan rangkaian aktifitas dalam perolehan, pengubahan dan
pendistribusian informasi, yang digunakan manajer dalam meningkatkan kualitas
pengambilan keputusan, memperbaiki kinerja organisasi dan meningkatkan keuntungan
perusahaan.

Terdapat 6 tujuan bisnis strategis yang mendorong perusahaan berinvestasi di bidang SI,
yaitu :
(a) Kinerja operasional yang memuaskan.
(b) Produk, layanan dan model bisnis baru.
(c) Keakraban dengan pemasok dan pelanggan.
(d) Peningkatan kualitas pengambilan keputusan.
(e) Peningkatan daya saing.
(f) Mempertahankan eksistensi.

Fungsi sistem informasi yang lain :


(a) Mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
(b) Pengawasan kegiatan operasional.
(c) Koordinasi yang baik.
(d) Membantu menganalisis masalah.
(e) Menggambarkan hal-hal yang rumit.
(f) Menciptakan produk baru.

18
3.) Apa tepatnya sistem informasi itu? Bagaimana cara kerjanya? Apa
komponen manajemen, organisasi dan teknologinya?

Secara teknis, Sistem Informasi didefinisikan sebagai serangkaian komponen yang saling
berhubungan, yang mengumpulkan (mendapatkan), memproses, menyimpan dan
mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengawasan di
dalam sebuah organisasi. (Loudon, 2015).

Cara kerjanya, sistem informasi mengumpulkan, menyimpan dan menyebarluaskan informasi


dari operasi internal dan lingkungan organisasi untuk mendukung fungsi-fungsi dan
pengambilan keputusan organisasi, komunikasi, koordinasi, pengendalian, analisis, dan
visualisasi. Sistem informasi merubah data mentah menjadi informasi yang berguna melalui
tiga aktivitas dasar: input, pengolahan dan output.

Kegiatan dalam sistem informasi :


· Input adalah merekam /mengumpulkan data mentah dari dalam atau luar organisasi.
· Proses adalah mengubah data input mentah menjadi bentuk yang berarti.
· Output adalah mengirimkan informasi yang telah diproses ke orang-orang yang
menggunakan informasi.

Komponennya :

Dari sudut pandang bisnis, sistem informasi menyediakan solusi atas masalah atau tantangan
yang dihadapi perusahaan dan merepresentasikan perpaduan unsur manajemen, organisasi, dan
teknologi.

Management :
– Mengambil keputusan yang akurat.
– Merumuskan tindakan untuk menyelesaikan masalah.
– Merancang strategi untuk menjawab tantangan-tantangan.
– Menciptakan produk baru.
– Menciptakan model kerja kreatif.

19
Organisasi :
– Struktur.
– Fungsi Bisnis.
– Aturan.
– Prosedur.
– Budaya.

Teknologi :
– Hardware(Perangkat Keras).
– Software(Perangkat Lunak).
– Teknologi pengelolaan data.
– Teknologi telekomunikasi dan jaringan.
– Internet.

4.) Apa yang dimaksud dengan aset komplementer? Mengapa aset komplementer penting
untuk memastikan bahwa sistem informasi memberikan nilai asli bagi organisasi?

Aset komplementer adalah aset-aset yang diperlukan untuk memperoleh nilai dari investasi
utama (teece,1988).

Aset Komplementer penting bagi organisasi :

Untuk memperoleh nilai yang berarti dari sistem informasi, organisasi harus
mendukung investasi teknologi mereka dengan investasi komplementer yang tepat dalam
organisasi dan manajemen. Aset komplementer ini meliputi model dan proses bisnis yang baru,
budaya organisasi dan perilaku manajemen yang mendukung, standar teknologi yang tepat,
regulasi dan hukum. Investasi teknologi informasi yang baru tidak mungkin menghasilkan
pengembalian yang tinggi bila pelaku bisnis tidak melakukan perubahan manajerial dan
organisasional yang tepat untuk mendukung teknologi tersebut.

Aset Organisasi :
(a) Budaya yang mendukung efisiensi dan efektfitas.
(b) Model bisnis yang sesuai.
(c) Proses bisnis yang efisien.

20
(d) Pendistribusian wewenang.
(e) Pendisitribusian hak pengambilan keputusan.
(f) Tim pengembang Sistem Informasi yang kuat.

5.) Apa saja disiplin ilmu yang digunakan untuk mempelajari sistem informasi? Bagaimana
setiap disiplin ilmu tersebut berkomunikasi dalam memahami sistem informasi? Apa itu
perspektif sistem sosioteknikal?

Disiplin Ilmu Studi tentang sistem informasi mempelajari tentang masalah dan
pemahaman yang dikontribusikan dari disiplin ilmu-ilmu teknis dan perilaku.

Disiplin ilmu berkontribusi dalam berkomunikasi atau pendekatan perilaku adalah


berkenaan pada metode dan konsep penting. Disiplin ilmu yang berkontribusi pada pendekatan
teknis yang berfokus pada kemampuan sistem adalah ilmu komputer, metode kuantitatif, ilmu
manajemen, dan riset operasi. Disiplin ilmu yang berkontribusi pada pendekatan perilaku yang
berfokus pada dampak desain, implementasi, manajemen dan bisnis terhadap sistem adalah
psikologi, sosiologi, dan ekonomi.

Perspektif system sosioteknikal merupakan pandangan sosioteknikal dari sistem


mempertimbangkan fitur teknis dan sosial dari sistem dan solusi yang merepresentasikan
kesesuaian di antara keduanya.

Klasifikasi Sistem :

a. Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik
(sistem teologia)

b. Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi,
sistem produksi dll.)

c. Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar
angkasa, sistem reproduksi dll.

21
d. Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang
melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem
informasi)

e. Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat
diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari
sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)

f. Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

g. Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh
dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan
dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem
yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup,
tidak benar-benar tertutup).

h. Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan luarnya.

i. Sistem sederhana dan Sistem kompleks

Tingkatan Sistem Informasi

Beberapa jenis TI yang dikembangkan berdasarkan lini manajerial, memiliki fungsi dan
manfaat bagi tiap tingkatan manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut adalah :

a. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Sytems-TPS) TPS merupakan hasil


perkembangan dari pembentukan kantor elektronik, dimana sebagian dari pekerjaan rutin
diotomatisasi termasuk untuk pemrosesan transaksi. Pada TPS, data yang dimasukkan
merupakan data-data transaksi yang terjadi.

b. Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM adalah sebuah kelengkapan pengelolaan dari
proses-proses yang menyediakan informasi untuk manajer guna mendukung operasi-operasi

22
dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.Pada SIM, masukan yang diberikan berupa
data transaksi yang telah diproses, beberapa data yang asli, model-model pengolahan
data.Kemudian data-data tersebut akan diproses. Proses yang terjadi berupa pembuatan
laporan-laporan yang ringkas, keputusan-keputusan yang rutin dan jawaban dari query yang
diberikan.

c. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan peningkatan dari SIM dengan penyediaan
prosedur-prosedur khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer dalam
memperoleh alternative keputusan.

d. Sistem Informasi e-Business dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan
informasi dari proses bisnis berbasis internet. Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan
sistem terotomasi yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan
kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam
masyarakat modern.

Sistem terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu :

 Perangkat keras (CPU, disk, printer, tape).


 Perangkat lunak (sistem operasi, sistem database, program pengontrol
komunikasi,program aplikasi).
 Personil (yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi
keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem).
 Data (yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu).
 Prosedur (instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).

Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori antara lain :

 On-line systems. Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada area
dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil
komputasi pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah

23
dalam skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan
udara, reservasi kereta api, perbankan dll.
 Real-time systems. Sistem real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data,
pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam
waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang
digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line
masih dalam skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-
line biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi
langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
 Decision support system + strategic planning system. Sistem yang memproses transaksi
organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan,
mengevaluasi dan menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian,
sistem pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket
statistik, paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data
tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisa statistik dan menampilkan informasi
dalam bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan konvensional.
 Knowledge-based system. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan
pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat
lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.

24
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Sistem informasi manajemen atau SIM adalah sistem perencanaan bagian dari
pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi,
dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya
produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.

Kita dapat melihat hasil dari pengeluaran bear besaran saat ini di sekitar kita bagaimana
orang orang menyelenggarakan bisnis. pada 2012 jumlah telepon tanpa kabel lebih banyak dari
jumlah telepon konvensional yang terpasang. Smartphone, pesan singkat, surat elektronik –
surel ( e-mail ) dan konferensi online semua hal tersebut menjadi perangkat perangkat penting
bagi bisnis.

25
Daftar Pustaka

https://arsipilmublog.wordpress.com/2016/08/14/peranan-sistem-informasi-dalam-bisnis-
saat-ini/

https://www.academia.edu/37523475/Sistem_Informasi_Dalam_Kegiatan_Bisnis_Saat_Ini

https://selfinspirationblog.wordpress.com/2018/01/26/konsep-sistem-informasi-dan-
perannya-bagi-bisnis-saat-ini/

http://student.blog.dinus.ac.id/diarabhista/2018/04/04/peran-sistem-informasi-manajemen-
dalam-bisnis/

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen

http://mamasapip96.blogspot.com/2018/05/tugas-sistem-informasi-manajemen.html

26