Anda di halaman 1dari 6

Gempa 7,0 Skala Richter ( 5/8) merupakan gempa terbesar sepanjang sejarah Lombok.

Warga sangat
terguncang terlebih dengan beberapa gempa susulan cukup besar dengan intensitas yang sering menyisakan
trauma tak terlupakan hingga kini. Tercatat dari BNPB korban meninggal sebanyak 555orang, luka luka 1353
orang, mengungsi,390,529orang ,rumah dan bangunan yang rusak 7675.Kerugian dari basis data BNPB per 13
agustus mencapai Rp 7,45 trilliun ,meliputi pemukiman Rp 6,02 trilliun,infra struktur Rp9,1milyar,sektor
ekonomi produktif Rp570,55 milyar,sosial Rp779,82 milyar, lintas sektoral Rp72,7milyar. ‘’Tidak mungkin
semuanya di bebankan pemerintah daerah, sebagian besar pendanaan dari pemerintah pusat. Bantuan dari
Badan usaha dan masyarakat sangat di perlukan untuk pemulihan ini. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini
akan di lakukan selama 2tahun.” Kata Sutopo Purwo Nugroho yang merupakan Kepala pusat data ,infomasi
dan Humas BNPB.

Kepedihan itu dirasakan oleh setiap warga Lombok, terutama warga Kabupaten Lombok Utara. Hampir 80 %
rumah roboh, sehingga memaksa warga harus tinggal diluar ruangan beralaskan tikar dan beratapkan terpal
atau bahan plastik lainnya. Tangisan demi tangisan pecah dari bibir bocah-bocah yang langsung merasakan
sendiri hentakan demi hentakan bumi yang terguncang hampir setiap saat. Seluruh warga tidak ada yang
berani kembali ke dalam rumah masing-masing. Hanya mengambil sebagian pakaian yang masih tersisa dan
peralatan dapur yang masih bisa diselamatkan.

Praktis seluruh aktivitas kehidupan terhenti. Mata pencaharian warga seketika putus karena banyak fasilitas
kantor, pasar dan warung-warung yang tutup. Aktivitas sekolah berhenti karena bangunan sekolah yang roboh
dan tak layak untuk belajar mengajar. Seorang anak mengajak kami untuk melihat rumahnya yang sudah tak
berbentuk lagi hanya meninggalkan atap berserakan di tanah sembari berkata, “Om ini rumahku loh... nih
disini dulu kamarku, sebelah sana kamar ayah dan di situ tempat aku dan ayah ibu makan bersama. Sekarang
sudah tidak ada lagi.” Mendengar penuturan anak tadi, sontak seluruh relawan berlinang air mata melihat dan
mendengar cerita anak usia 6 tahun dengan penuh kepolosan itu.

Sepanjang jalan menuju lokasi penyaluran bantuan, kami dapati rumah-rumah sudah tidak berbentuk lagi,
sampai relawan bingung harus menyalurkan bantuan kemana. Dan akhirnya melalui informasi warga setempat
bahwa ada sebuah desa yang terpencil dan pelosok yang belum terakses bantuan. Kami langsung menuju desa
tersebut dan memang benar, banyak dari warga yang serba kekurangan logistik terutama terpal, selimut dan
sandang dan langsung dilakukan pendataan dan bantuan evakuasi. Desa tersebut bernama Desa teniga,
Kecamatan Tanjung, kabupaten Lombok Utara.

Pasca dicabutnya masa tanggap darurat menjadi masa rehabilitasi, maka bantuan-bantuan yang sifatnya instan
mulai dikurangi dan beralih ke bantuan yang sifatnya jangka panjang seperti Hunian Sementara, Masjid
Terpadu dan aktivitas pendukung perekonomian lainnya.

Onecare sebagai Lembaga kemanusiaan dengan relawan VOICE (Volunter of Indonesian Care) langsung terjun
ke lombok bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat nusantara membangun kepedulian untuk
Lombok dan melakukan aksi nyata untuk tanggap darurat dan evakuasi korban. Beberapa bantuan amanah
dari para donatur dan instansi sudah kami tunaikan. Mulai dari Dapur umum, pakaian, logistik, medis, masjid
Darurat, bahkan untuk kegiatan trauma healing bersama anak-anak pun tak kami lewatkan.

Dan saat ini pasca diumumkannya perubahan dari fase tanggap darurat ke fase pemulihan, maka ONECARE
pun turut ambil bagian didalamnya. Berdasarkan kebutuhan di lapangan dan mengisi beberapa celah kosong
dalam pemulihan akhirnya ONECARE menggagas program kemanusiaan untuk warga Lombok Utara,
diantaranya :

1. HUMANIS : Hunian Masyarakat Minimalis


Sebagai tempat bernaung yang lebih layak sementara bagi warga korban terdampak gempa Lombok.
Diharapkan secara bergotongroyong relawan dan masyarakat dapat mendirikan hunian sementara
sesuai kebutuhan dan kehendak masyarakat Lombok setempat. Ini sebagai solusi dikarenakan
mayoritas warga hidup saling berhimpitan di bawah tenda dan terpal yang rentan diterjang angin dan
hujan. Diharapkan setiap Kepala Keluarga dapat hidup lebih nyaman dan dapat melanjutkan
kehidupan dan menggapai harapan bersama keluarga.
2. Masjid Terpadu
Ibadah merupakan kebutuhan mendasar setiap warga korban gempa di Lombok. Meski aktivitas
keseharian terhenti justru semakin memperkuat intensitas ibadah warga dalam mendekatkan diri
padaNya. Pulau yang terkenal dengan seribu Masjid ini kembali memanggil setiap insan yang peduli
akan keimanan dan rasa persaudaraan. Masjid terpadu ini nantinya akan digunakan untuk berbagai
aktivitas keagamaan dan sosial kemasyarakatan bahkan sebagai tempat sekolah darurat anak-anak.
Setidaknya dengan bantuan masjid sementara untuk korban gempa di Lombok, dapat menghidupkan
kembali gelora ibadah dan membangunkan semangat belajar warga untuk semakin memperbaiki
hidupnya.
3. Paket Ceria untuk anak Lombok
Duka dan tangis anak lombok masih menggema di camp-camp pengungsian. Kepedihan akan
kepergian orang tuanya dan juga barang kesayangan yang musnah hilang tertimpa gempa menjadikan
mereka tak lagi ceria. Sudah saatnya di fase pemulihan ini mereka kembali merasakan keceriaannya
senyum tawa canda mereka bagai secercah sinar harapan bagi bangsa ini dan lombok selanjutnya.
Dengan berbagi alat permainan dan perangkat ketrampilan untuk anak-anak lombok akan menjadikan
mereka kembali ceria dan melupakan kedukaan yang dialami.
4. Women Care for Lombok
Kerusakan fasilitas umum pasca gempa memberikan dampak yang luas terutama bagi para wanita.
Betapa tidak, hampir seluruh sumber air dan fasilitas kebersihan tersumbat dan tidak dapat
digunakan. Padahal bagi wanita kebersihan adalah segalanya, mulai dari kebutuhan pribadi hingga
kebersihan sensitif yang setiap saat harus selalu terjaga. Jika tidak, maka rasa risih, tidak nyaman
bahkan ancaman penyakit pun menghantui para wanita korban bencana. Dengan menyediakan Steril
Aid Kit untuk Wanita korban gempa Lombok, meliputi peralatan kebersihan, pakaian dalam baru dan
kesehatan wanita akan menjadikan hari-hari selanjutnya para wanita korban gempa lombok lebih
nyaman.
5. Peduli Guru
Guru adalah seorang yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat di Indonesia, bahkan di
Pulau lombok mereka yang tergolong berilmu dan menjadi panutan masyarakat di sebut sebagai Tuan
Guru. Namun kini banyak dari para guru kehilangan mata pencahariannya, di saat harus
membersihkan puing-puing rumahnya akibat gempa, mereka di tuntut untuk tetap menafkahi
keluarga anak dan istrinya. Dengan Program bantu guru ini setidaknya akan mengembalikan
semangat dan asa para pahlawan pendidikan kita untuk kembali membangun kecerdasan kehidupan
dan masa depan bangsa.
Yang dilakukan ONECARE hanyalah sedikit dari upaya memulihkan trauma dan duka warga Lombok. Tentunya
tidak akan pernah berhasil tanpa peran seluruh pihak terutama masyarakat Indonesia. Hingga kini bantuan
demi bantuan masih terus di butuhkan oleh saudarakita di lombok. Andakah diantaranya?