Anda di halaman 1dari 17

12/24/2014

Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada

Pertemuan Ke – 11

PERENCANAAN ANGKUTAN UMUM

Mata Kuliah: Pengantar Perencanaan Transportasi

Dr.Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T.

PENDAHULUAN

 Angkutan umum adalah solusi tepat dalam menangani permasalahan


transportasi seperti kemacetan

 Menggunakan angkutan umum seharusnya seperti kita memakan


‘kacang”, sekali makan tidak ingin berhenti

 Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimanan kita


merencanakannya sehingga tujuan di atas bisa tercapai

 Kesulitan akan muncul karena kompetitornya adalah motor atau mobil

1
12/24/2014

 Beberapa aspek yang harus dipertimbangkan di dalam perencanaan


angkutan umum, antara lain:
1. Teknis
2. Ekonomi
3. Lingkungan
4. Sosial

 Contoh: perencanaan angkutan umum secara teknis di daerah


perkotaan berbeda dengan daerah pedesaan, dari sisi:
1. Headway
2. Ukuran armada
3. Rute, dll.

 Pada aspek teknis, perencanaan angkutan umum dibagi di dalam 2


level:
1. Level strategis
 Perencanaan rute, terminal, bus stop, titik transfer
 Perencanaan tarif: flat, berdasarkan jarak, berdasarkan zona
 Perencanaan jadual, meliputi: jadual kedatangan AU, jadual
operasional AU, jadual kru AU
 Preference penumpang, seperti kenyamanan dan
keselamatan

2. Level operasional
 Manajemen tundaan
 Penjadualan ulang
4

2
12/24/2014

CONTOH:
STANDAR PERENCANAAN ANGKUTAN UMUM DI US

 Pada Perencanaan Rute

Standar Kriteria

Panjang rute Max 40 – 100 menit: 1 arah

Jarak antar halte 120 – 400 m (di area perkotaan)

Route directness 20 – 50 % dari car’s shorterst path

Rute Pelayanan Maksimal 400 – 800 m berjalan ke halte

Route overlapping Hanya boleh di area CBD

Struktur rute Maksimal 2 – 3 percabangan rute

Konektivitas rute Maksimal 1 – 2 kali transfer


5

 Pada Perencanaan Pelayanan

Standar Kriteria

Ruang pelayanan Waktu operasi dari pukul 5 – 6 pagi hingga 10 – 2 malam

Load factor Maksimal load factor 125 – 150 % dari kapasitas tempat
duduk di jam puncak, dan 100 % di jam tidak puncak

Headway Maksimal 15 menit di jam puncak


Minimal 2 – 3 menit di jam puncak

Penumpang/halte Minimal 65 – 100 penumpang per hari

3
12/24/2014

 Pada Monitoring

Standar Kriteria

Kesesuain jadual Minimal 80% tepat waktu (0 – 5 menit dari jadual) di jam
puncak, 90% di jam tidak puncak

Waktu transfer Maksimal 3 – 8 menit menunggu bus saat transfer

Keselamatan penumpang Maksimal 6 – 10 penumpang kecelakaan tiap 1 juta


penumpang, Maksimal 4 – 8 kecelakaan kendaraan tiap
160.000 kendaraan-km

PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DARI PERSPEKTIF


PENUMPANG

 Layanan yang harus dicapai supaya dapat diterima oleh pengguna


angkutan umum adalah:
1. Waktu perjalanan
2. Waktu tunggu
3. Jarak berjalan ke halte
4. Tarif
5. Transfer mudah dan tersinkronisasi
6. Tepat waktu
7. Ketersediaan tempat duduk
8. Sistem informasi yang memadai

4
12/24/2014

Tempat Duduk di Kereta Antar Kota di


Jepang (Shinkansen)

Halte Bus di Singapore

10

5
12/24/2014

Stasiun MRT di Singapore

11

12

6
12/24/2014

Interchange
(pada terminal bus)

13

Prioritas pada Bus (mandatory give way)

14

7
12/24/2014

Ruang Kontrol MRT

15

16

8
12/24/2014

17

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ANGKUTAN UMUM DI


INDONESIA

 Didasarkan Pada PM No. 10 Tahun 2012


 Merupakan standar minimal yang harus dipenuhi oleh angkutan umum
 Terdiri dari:
1. Faktor keamanan
2. Faktor keselamatan
3. Faktor kenyamanan
4. Faktor keterjangkauan
5. Faktor keteraturan
6. Faktor kesetaraan
7. Desain angkutan umum

18

9
12/24/2014

19

20

10
12/24/2014

METODE PEMILIHAN RUTE ANGKUTAN UMUM

 Digunakan untuk rute angkutan umum yang saling bersinggungan,


sehingga ketika penumpang akan bepergian dari zona A menuju zona
B dapat menggunakan rute angkutan umum yang dikehendakinya

 Umumnya di daerah CBD

 Prinsip perhitungannya sama dengan pemilihan rute pada kendaraan


pribadi, namun lebih rumit karena ada faktor waktu tunggu, frekuensi,
dan rute angkutan umum yang telah ditentukan

21

LANGKAH ITERASI
 Memulai:
1. Tentukan nilai gij = ∞ untuk semua node kecuali node tujuan
2. Pada node tujuan, nilai gij = 0
3. Tentukan frekuensi di semua node (fk) = 0
4. Tentukan waktu tempuh paling minimal menuju tempat tujuan,
misal AB < CB , DB

a b c
gab gcb
ga gb gc

AB = gb + gab , dengan g = waktu tempuh


5. Cek apakah gb + gab < ga ?
 jika YA, tentukan nilai ga’ dan fa’ yang baru
 jika TIDAK, langsung ke iterasi selanjutnya
22

11
12/24/2014

ga` = [(ga x fa) + (gb + gab).fab] / (fa + fab)


fa` = fa + fab

 Iterasi
7. Lakukan kembali langkah No. 4, dengan mencari nilai minimal dari
CB dan DB

 Iterasi selesai
8. Jika semua link sudah teriterasi, selesai, didapatkan waktu tempuh
dan frekuensi dari node asal
9. Tentukan nilai probabilitas penumpang di setiap link nya
10. Bebankan jumlah penumpang di setiap rute

23

CONTOH 1

B Terdapat 200 penumpang bus dari


titik A menuju titik D

A
Tentukan berapa penumpang yang
memilih jalur 1, 2, dan 3 !
C

Link AB/BA BD/DB AC/CA CD/DC AD/DA


Waktu 3 5 4 6 8

Link Jalur 1 = ABDA Jalur 2 = ACDA Jalur 3 = ADA


Frekuensi/jam 6 7,2 9

24

12
12/24/2014

Link Waktu Frekuensi


BB1 0 0,1
BB2 0 0,1
B1A 3 ∞
B2D 5 ∞
CC1 0 0,12
CC2 0 0,12
C1A 4 ∞
C2D 6 ∞
DD1 0 0,1
Link Waktu Frekuensi DD2 0 0,15
AA1 0 6/60 = 0,1 DD3 0 0,12
AA2 0 9/60 = 0,15 D1B 5 ∞
AA3 0 7,2/60 = 0,12 D2A 8 ∞
A1B 3 ∞ D3C 6 ∞
A2D 8 ∞
AA1 = Dari halte A naik bus jalur A1
A3C 4 ∞ A1B = Naik bus jalur A1 ke halte B
25

Simplifikasi :

B
3 ; 0,1 5;∞ Terdapat 200 penumpang bus dari

8 ; 0,15 titik A menuju titik D


A
Tentukan rute mana yang dipilih
4 ; 0,12 6;∞ oleh pengguna bus !
C

Link AB/BA BD/DB AC/CA CD/DC AD/DA


Waktu 3 5 4 6 8

Link Jalur 1 = ABDA Jalur 2 = ACDA Jalur 3 = ADA


Frekuensi/jam 6 7,2 9

26

13
12/24/2014

Iterasi Nodes ( g , f ) Links


ke A B C D (k,l) fa gi + ga a in A+
0 ∞,0 ∞,0 ∞,0 0,0 - - - -
1 ∞,0 5, ∞ ∞,0 0,0 BD ∞ 0+5 Y

Iterasi 1
Langkah 1: menentukan waktu tempuh paling minimum
BD = gd + gbd = 0 + 5 = 5 (Dipilih)
CD = gd + gcd = 0 + 6 = 6
AD = gd + gad = 0 + 8 = 8

L. 2: cek apakah gd + gbd < gb = 0 + 5 =< ∞ (YA)  Hitung gb’ dan fb’

L. 3: Update gb’ = [(gb x fb) + (gd + gbd).fbd] / (fb + fbd) = [(∞ x 0) + (5 x ∞)] / (0 + ∞) = 5
fb` = fb + fbd = 0 + ∞ = ∞

27

Iterasi 2
Langkah 1: menentukan waktu tempuh paling minimum
CD = gd + gcd = 0 + 6 = 6 (Dipilih)
AD = gd + gad = 0 + 8 = 8
AB = gb + gab = 5 + 3 = 8
AC = gc + gac = ∞ + 4 = ∞

L. 2: cek apakah gd + gcd < gc = 0 + 6 =< ∞ (YA)  Hitung gc’ dan fc’

L. 3: Update gc’ = [(gc x fc) + (gd + gcd).fcd] / (fc + fcd) = [(∞ x 0) + (6 x ∞)] / (0 + ∞) = 6
fc` = fc + fcd = 0 + ∞ = ∞

Iterasi Nodes ( g , f ) Links


ke A B C D (k,l) fa gi + ga a in A+
0 ∞,0 ∞,0 ∞,0 0,0 - - - -
1 ∞,0 5, ∞ ∞,0 0,0 BD ∞ 0+5 Y
28 2 ∞,0 5, ∞ 6,∞ 0,0 CD ∞ 0+6 Y

14
12/24/2014

Iterasi 3
Langkah 1: menentukan waktu tempuh paling minimum
AD = gd + gad = 0 + 8 = 8
AB = gb + gab = 5 + 3 = 8 (Dipilih)
AC = gc + gac = 6 + 4 = 10
L. 2: cek apakah gb + gab < ga = 5 + 3 =< ∞ (YA)  Hitung ga’ dan fa’

L. 3:
Update ga’ = [(ga x fa) + (gb + gab).fab] / (fa + fab) = [(∞ x 0) + (8 x 0,1)] / (0 + 0,1) = 8
fa` = fa + fab = 0 + 0,1 = 0,1

Iterasi Nodes ( g , f ) Links


ke A B C D (k,l) fa gi + ga a in A+
0 ∞,0 ∞,0 ∞,0 0,0 - - - -
1 ∞,0 5, ∞ ∞,0 0,0 BD ∞ 0+5 Y
2 ∞,0 5, ∞ 6,∞ 0,0 CD ∞ 0+6 Y
29 3 8 , 0,1 5, ∞ 6,∞ 0,0 AB 0,1 5+3 Y

Iterasi 4
Langkah 1: menentukan waktu tempuh paling minimum
AD = gd + gad = 0 + 8 = 8 (Dipilih)
AC = gc + gac = 6 + 4 = 10
L. 2: cek apakah gd + gad < ga = 0 + 8 =< 8 (YA)  Hitung ga’ dan fa’
L. 3:
Update ga’ = [(ga x fa) + (gd + gad).fad] / (fa + fad) = [(8 x 0,1) + (8 x 0,15)] / (0,1 + 0,15)
=8
fa` = fa + fab = 0,1 + 0,15 = 0,25

Iterasi Nodes ( g , f ) Links


ke A B C D (k,l) fa gi + ga a in A+
0 ∞,0 ∞,0 ∞,0 0,0 - - - -
1 ∞,0 5, ∞ ∞,0 0,0 BD ∞ 0+5 Y
2 ∞,0 5, ∞ 6,∞ 0,0 CD ∞ 0+6 Y
3 8 , 0,1 5, ∞ 6,∞ 0,0 AB 0,1 5+3 Y
30 4 8 , 0,25 5, ∞ 6,∞ 0,0 AD 0,15 8 Y

15
12/24/2014

Iterasi 5
Langkah 1: menentukan waktu tempuh paling minimum
AC = gc + gac = 6 + 4 = 10 (Dipilih)
L. 2: cek apakah gc + gac < ga = 6 + 4 <= 8 (TIDAK)  Ke Iterasi Selanjutnya

Iterasi Selesai
Update ga’ = [(ga x fa) + (gc + gac).fac] / (fa + fac) = [(8 x 0,25) + (10 x 0,12)] / (0,25 +
0,12) = 8,65
fa` = fa + fac = 0,25 + 0,12 = 0,37

Iterasi Nodes ( g , f ) Links


ke A B C D (k,l) fa gi + ga a in A+
4 8 , 0,25 5, ∞ 6,∞ 0,0 AD 0,15 8 Y
5 8,65 , 0,37 5, ∞ 6,∞ 0,0 AC 0,12 10 N

31

 Pada iterasi terakhir didapatkan ga (waktu tempuh) = 8,65 dan fa (frekuensi) =


0,37. Sehingga rerata waktu tunggu akan sama dengan 0,5 x (1/0,37) = 1,35
menit

 Probabilitas penumpang menggunakan angkutan umum pada:


Jalur 1 = (1/0,37) x fab = (2,7) x (0,10) = 0,27
Jalur 2 = (1/0,37) x fac = (2,7) x (0,12) = 0,32
Jalur 3 = (1/0,37) x fad = (2,7) x (0,15) = 0,41

32

16
12/24/2014

 Optimal rute perjalanan pada nilai probabilitas :

B
0,27 1 x 0,27

0,41
A

0,32 1 x 0,32
C

 Sehingga, jika ada 200 penumpang/jam dari A ke D, maka jumlah penumpang


yang memilih:
Jalur 1 = 0,27 x 200 = 54 penumpang/jam
Jalur 2 = 0,32 x 200 = 65 penumpang/jam
Jalur 3 = 0,41 x 200 = 81 penumpang/jam

33

 Volume penumpang di setiap ruas jalan menjadi :

B
54 54

81
A

65 65
C

34

17