Anda di halaman 1dari 3

Nama : Febrianda

NIM : 1701103010051

Definisi Investigasi Ilmiah


Kata Investigasi menurut kamus besar bahasa indonesia adalah Penyelidikan dengan
mencatat atau merekam fakta melakukan peninjauan, percobaan, dan sebagainya. Dengan
memperoleh jawaban atas pertanyaan (tentang peristiwa, sifat atau khasiat suatu zat dan
sebagainya).
Singkatnya investigasi adalah Suatu cara mencari solusi untuk menemukan atau
memecahkan suatu masalah yang sedang terjadi.

Ciri-ciri Penelitian Ilmiah


 Tujuan Jelas
Tujuan jelas dimaksudkan bahwa penelitian tersebut memiliki efek terhadap pihak yang
bersangkutan contoh dengan tujuan untuk meningkatkan komitmen karyawan terhadap
organisasi, disamping manfaat lain penelitian tersebut dalam banyak bidang. Sekaran (2007).
 Ketepatan
Ketepatan mengandung arti kehati-hatian, kecermatan, dan tingkat ketelitian dalam
investigasi penelitian, dengan tujuan yang jelas untuk menarik kesimpulan mengenai bagaimana
komitmen dapat ditingkatkan, Sekaran (2007).
 Dapat Diuji
Setelah melakukan investigasi maka hal tersebut dapat diuji dengan menerapkan uji statistik
tertentu pada data yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu. Ini adalah hipotesis yang dapat diuji
setelah data dikumpulkan. Analisis korelasi akan ditunjukan apakah hipotesis tersebut akan
diterima atau tidak, penelitian ilmiah dengan demikian menguji secara logis hipotesis yang
disusun untuk melihat apakah data mendukung perkiraan atau hipotesis yang dibuat setelah studi
yang mendalam terhadap situasi yang mendalam. Dengan demikian, dapat diuji menjadi ciri lain
dari penelitian ilmiah, Sekaran (2007).
 Dapat Ditiru
Dapat ditiru dimaksudkan kita akan lebih meyakini temuan dan kesimpulan tersebut jika
temuannya mirip muncul berdasarkan data yang dikumpulkan oleh organisasi lain yang
menggunakan metode serupa. Misalnya hasil ditiru atau terulang, Sekaran (2007).
 Ketelitian & keyakinan
Ketelitian mengacu pada kedekatan temuan dengan realitas berdasarkan sebuah sampel.
Dengan kata lain, ketelitian mencerminkan keakuratan atau keyakinan hasil berdasarkan sampel,
terkait apa yang benar-benar eksis dalam keseluruhan. Keyakinan mengacuh pada probabilitas
ketepatan estimasi kita. Karena itu, tidaklah cukup hanya teliti, tetapi juga penting bahwa kita
dapat dengan yakin menegaskan bahwa 95% waktu hasil kita benar dan hanya 5% kemungkinan
salah. Hal ini juga disebut sebagai tingkat keyakinan. Sekaran (2007: 32)
 Objektivitas
Objektif yaitu harus berdasarkan fakta-fakta dari temuan yang berasal dari kata aktual, dan
bukan nilai-nilai subjektif atau emosional kita. Sekaran (2007).
 Dapat Digeneralisasi
Dapat digeneralisasi mengacu pada cakupan penerapan temuan penelitian dalam satu konteks
organisasi kekonteks organisasi lainnya. Semakin penelitian dapat digeneralisasi semakin besar
kegunaan dan nilainya, Sekaran (2007: 34).
 Hemat
Kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena atau persoalan yang muncul, dan dalam
menghasilkan solusi masalah, selalu lebih disukai untuk kerangka penelitian yang kompleks
yang meliputi jumlah faktor yang tidak dapat dikendalikan. Sifat ekonomis dalam model
penelitian dicapai jika kita memasukan kedalam kerangka peenelitian lebih sedikit jumlah
variabel yang akan menjelaskan varians secara lebih efisien dibanding seperangkat variabel
kompleks yang hanya akan sedikit menambah varians yang dijelaskan, Sekaran (2007:34-35)

2.4. Metode Hipotesis dan deduktif


 Tujuh Langkah Metode Hipotesis dan Deduktif
 Pengamatan
Pengamatan adalah dimana seseorang merasakan perubahan tertentu yang sedang terjadi.
 Pengumpulan Informasi Awal
Dalam mencari informasi secara mendalam mengenai hal yang diamati hal itu dapat
dilakukan dengan berbicara secara informal dengan beberapa orang atau kepada sumber relevan.
 Perumusan Teori
Perumusan teori adalah usaha untuk menggabungkan semua informasi dalam cara yang
logis sehingga faktor-faktor yang berkaitan dengan masalah dapat dikonsep dan diuiji
 Penyusunan Hipotesis
Penyusunan hipotesis adalah langkah logis selanjutnya setelah perumusan teori. Dari
jaringan asosiasi teori diantara variabel, hipotesis atau perkiraan tertentu yang dapat diuji dan
bisa dihasilkan.
 Pengumpulan Data Ilmiah Lebih Lanjut
Pengumpulan data ilmiah lebih lanjut adalah menguji hipotesis yang dihasilkan dalam
studi sebagai dasar analisis lebih lanjut.
 Analisis Data
Analisis data adalah data yang dikumpulkan di analisis secara statistik untuk dilihat apakah
hipotesisnya terbukti atau tidaknya.
 Deduksi
Deduksi adalah proses dimana tiba pada suatu kesimpulan dengan menginterprestasikan
arti dari analisis data.

2.5. Tipe Penelitian Lainnya


Studi Kasus
Studi kasus adalah uraian dan penjelasan konprehensif mengenai berbagai aspek seorang
individu, suatu kelompok, suatu organisasi (Komunitas), suatu progam,atau situasi
sosial. Peneliti studi kasus berupaya menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang
diteliti.
Menurut Lincoln dan Guba studi kasus itu adalah Sarana utama bagi penelitian yaitu
menyajikan pandangan subjek yang teliti,menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan apa
yang dialami, sarana efektif untuk menunjukan hubungan antara peneliti dan responden.