Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM HIDRAULIKA II

MODUL 1

SEMESTER GENAP 2019/2020

KELOMPOK III

Nama Mahasiswa : Givson Gabriel

NIM : 104118029

Kelas : CV-1

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS PERENCANAAN INFRASTRUKTUR

UNIVERSITAS PERTAMINA

2020
PENGANTAR OPEN CHANNEL FLOW

Givson Gabriel3*, Aditya Chandra Siregar3, Azia Novia Riza3, Eugenia Gracia
Mahiborang3, Irsyad Sirojudin Nursahlan3, Paul Kevin Fransiskus3
3Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Perencanaan Infrastruktur,
Universitas Pertamina
*Coressponding author: givsong@gmail.com
Abstrak: Pada praktikum yang dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2020 kita melakukan sebuah
praktikum mengenai Pengantar Open Channel Flow. Dengan tujuan mendapatkan bentuk profil
aliran pada apparatus dengan perilaku bukaan yang beragam dan mengetahui hubungan antara
bukaan katup pada hydraulic flow demonstrator terhadap profil aliran. Lokasi pengujian yang kita
lakukan di Laboratorium Keairan Universitas Pertamina. Lalu kami mendapatkan hasil bahwa
bentuk profil aliran .dengan bukaan 20 mm merupakan super critical flow dari Froude Number yang
kita dapatkan dari nilai tinggi muka air, dan juga sama pada perilaku bukaan 10 dan 15, tetapi
dimungkinkan jika bukaan katup diperkecil, ukuran muka air akan kecil dan menghasilkan Froude
Number yang kecil juga. Sehingga, terdapat hubungan yang berbanding terbalik antara bukaan katup
dengan bentuk profil aliran.
Kata Kunci: Open Channel, Apparatus, Hydraulic Flow Demonstrator, Super Critical Flow, Froude
Number.

Abstract: In the practicum that we have done on January 29th, 2020 January 29,
2020 we conduct a practicum on Introduction to Open Channel Flow. With the aim
of getting the shape of the flow profile in the apparatus with diverse opening
behavior and knowing the relationship between the valve openings in the hydraulic
flow demonstrator on the flow profile. The location that we did the practicum is at
Pertamina University Water Laboratory. Then we get the result that the shape of
the flow profile. With a 20 mm opening is a super critical flow from the Froude
Number that we get from the water level value, and also the same in the opening
behavior 10 and 15, but it is possible if the valve opening is reduced, the water level
will be reduced. small and produces a small Froude Number too. Thus, there is an
inverse relationship between valve openings and flow profile shapes.
Keywords: Open Channel, Apparatus, Hydraulic Flow Demonstrator, Super
Critical Flow, Froude Number.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dalam era yang serba teknologi saat ini, kemajuan bidang pendidikan
sangatlah bertambah dari waktu ke waktu. Kemajuan yang dicapai oleh umat
manusia seperti bidang pendidikan dalam hal teknologi. Salah satunya yaitu
mengetahui mengenai saluran terbuka dalam dunia teknik sipil, hidraulika.

Saluran terbuka merupakan saluran hidrologi yang banyak digunakan dalam


kehidupan sehari-hari. Namun karena sifatnya terbuka maka karakteristik
hidrologinya relatif rumit. Beberapa persamaan praktis, misalnya persamaan
Henderson dan Chezy, dapat digunakan untuk memprediksi debit aliran pada
saluran terbuka dan dianalisiskan dengan persamaan Manning.

Dengan mengetahui beberapa komponen dari persamaan tersebut, kita


dapatkan bentuk profil dari aliran. Untuk itulah dibuat makalah ini dalam hal
memudahkan pemahaman mengenai kehilangan tenaga pada sistem perpipaan.

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimana bentuk profil aliran pada apparatus dengan perilaku bukaan
katup yang beragam?
b. Apa hubungan antara keberagaman bukaan katup pada hydraulic flow
demonstrator dengan profil aliran?

1.3 Tujuan
a. Mendapatkan bentuk profil aliran pada apparatus dengan perilaku bukaan
katup yang beragam.
b. Mengetahui hubungan antara keberagaman bukaan katup pada hydraulic
flow demonstrator dengan profil aliran.
1.4 Dasar Teori
Saluran terbuka adalah saluran di mana air mengalir dengan muka air bebas.
Hal ini menyangkut sifat-sifat fluida dan pengaruhnya terhadap pola aliran dan
gaya yang akan timbul di antara fluida dan pembatas (dinding). Telah diketahui
secara umum bahwa akibat adanya perilaku terhadap aliran untuk memenuhi
kebutuhan manusia, menyebabkan terjadinya perubahan alur aliran dalam arah
hozintal maupun vertikal. Banyaknya fluida yang melalui saluran terbuka sering
diukur dengan menggunakan sebuah benda. Dengan bendung aliran akan
mengalir lewat suatu celah. Bentuk celah biasanya berbentuk segitiga,
persegiempat, atau trapesium dan dapat dipasang pada aliran yang dikehendaki.
Gambar berikut menunjukkan kebanyakan menggunakan bendung (celah tidak
telihat). Untuk menganalisa suatu bendung perlu dilakukan asumsi berikut ini:

- Tekanan pada aliran leher atas dan bawah sama yaitu 1 atm.
- Plat bendung pada posisi tegak lurus dengan aliran hulu yang rata dan aliran
yang menuju plat normal.
- Pundak bendung (celah) runcing dan aliran menuju puncak bendung dalam
kondisi normal.
- Tekanan yang hilang diabaikan pada waktu aliran melewati bendung.
- Tekanan yang hilang diabaikan pada waktu aliran melewati bendung.
- Saluran seragam dengan sisi bendung dan sisi hulu.
- Kecepatan aliran menuju bendung seragam dan tak ada gelombang
permukaan.
Jelas bahwa model matematis dengan asumsi di atas tidak menghasilkan
kondisi aliran yang nyata di dalam bendung meskipun demikian hal ini
diperbolehkan dalam perhitungan aliran melintasi bendung (sebagai
pendekatan). Hasil yang diperlukan untuk perhitungan dapat diubah agar sesuai
dengan hasil percobaan.

Rumus celah bentuk persegiempat :


dh
H

B
Gambar 1.1 Celah bendung segiempat

A  BH
V  2 g h
Q  B H 2 g h
atau
Q  2 3 B 2  g  H 3/ 2

Rumus celah bentuk V:

h
dh

Gambar 1.2 Celah bendung segitiga

Q  A V
A  BH
V  2 gh
1 2 B
tan  
H  h 
B  2  H  h  tan 

Dimana : Q = Laju aliran (m3/s)


B = Lebar celah
g = Gravitasi bumi
H = Kedalaman air (m)
Dengan mengetahui bahwa tekanan pada saluran terbuka sama dengan
tekanan atmosfer, dapat kita dapatkan besarnya nilai debit dengan mengetahui
karakteristik lainnya. Untuk mengetahui karakteristik lainnya didapatkan dari
persamaan Chezy dan penganalisisan digunakan persamaan Manning.
Persamaan Chezy :
v = C√RS (pers. 1.1)
Persamaan Manning :

1 2⁄ 1⁄
v= R 3S 2 (pers 1.2)
n

Dimana : v = Kecepatan aliran (m/s)


C = Koefisien kekasaran Chezy
n = koefisien kekasaran Manning
R = Jari-jari hidrolis (m)
S = Kemiringan dasar saluran

Gambar 1.3 Instalasi pengukuran aliran disaluran terbuka (Open Chanel)


BAB II
METODE PENELITIAN
2.1 Alat dan Bahan
Alat yang kami gunakan pada praktikum modul Pengantar Open Channel
Flow yaitu hydraulic bench, hydraulic flow demonstrator, 1 buah tabung ukur
1000 ml dan 4 buah kertas milimeter blok, 1 buah stopwatch.
Bahan yang kami gunakan pada praktikum modul Pengantar Open
Channel Flow yaitu hanya fluida berbentuk air.

Gambar 2.1 Hydraulic Bench Gambar 2.2 Hydraulic flow


demonstrator

Gambar 2.3 Stopwatch Gambar 2.4 Kertas


milimeter blok
Gambar 2.5 Tabung ukur
1000 ml
2.2 Cara Kerja
Sebelum memulai praktikum, alat dan bahan disiapkan terlebih dahulu.
Ketiga pitot dipastikan berada dalam kondisi yang diinginkan. Lalu ketinggian
manometer dipastikan sama dengan air yang masuk pada apparatus. Hydraulic
bench dinyalakan dan katup control dibuka. Lalu, katup control outlet dan
katup control aliran masuk dibuka pada apparatus secara bertahap untuk
mempertahankan tingkat kedalaman air di bagian kerja apparatus. Pada
percobaan, kami memastikan tingkat kedalaman air pada 150 mm. Katup
keluaran dibuka secara penuh. Pergerakkan air pada apparatus diamati dan
hasilnya dicatat. Pintu air diturunkan sampai 15 mm dan permukaan air diamati
dan tingkat air dibagian hulu bendungan naik diperhatikan.

Gambar 2.6 Pemastian kedalaman Gambar 2.7 Pembukaan katup


permukaan air pada 150 mm untuk mempertahankan
kedalaman air
Gambar 2.8 Penurunan pintu air Gambar 2.9 Penggambaran
sebesar 15 mm permukaan aliran pada
milimeter blok
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Tabel 3.1 Data hasil perhitungan

ygate Koef. manning


Fr 1 Fr 2 Fr 3
(mm) (n)
10 1.763 1.562 1.509 0.017
15 2.789 2.881 2.379 0.048
20 3.422 3.215 2.964 0.039
*bold : data kelompok kami

Gambar 3.1 Pembacaan Gambar 3.2 Pembacaan


skala hasil ketinggian skala hasil waktu pada
pada hyrdraulic flow stopwatch
demonstrator

3.2 Pembahasan
 Luas Penampang y1 = 0.015 m
A = b·y1 y2 = 0.017 m
= 7.5 x 10-2 · 0.015 y3 = 0.020 m
= 1.125 x 10−3 m2 ӯ = 0.017 m
 Keliling Penampang
P = b + 2y1
= 7.5 x 10-2 · 2(0.015)
= 0.105 m
A
 R= P

1.125 x 10−3
=
0.105
= 0.0107 m
 Debit
v
Q=
t
10 x 10−3
=
6.72

= 1.477 x 10−3 m3/s


 Volume
Q
V=
A
1.477 x 10−3
=
1.125 x 10−3

= 1.313 m/s
 Froude Number
V
Fr1 =
√g·y1
1.313
=
√9.81·0.015

= 3.422
V
Fr2 =
√g·y2
1.313
=
√9.81·0.017

= 3.215
V
Fr1 =
√g·y3
1.313
=
√9.81·0.020

= 2.964
 Koefisien Manning
1 2 1
V = R3 · S 2
n
Q 1 2 1
= R3 · S 2
A n
1.477 x 10−3 1 2 1
= ( 0.0107) 3 · (1)2
1.125 x 10−3 n
1
1.313 = 0.0515
n
n = 0.039
Pada praktikum yang kami laksanakan pada tanggal 29 Januari 2020, kami
telah mengamati aliran yang kami lakukan perlakuan bukaan 20 mm pada ygate.
Bentuk aliran terdapat pada lampiran.
Berdasarkan data pengamatan yang kami lakukan pada praktikum,
didapatkan nilai y1, y2, dan y3 sebesar 0.015 m, 0.017 m, dan 0.020 m. Lalu
data y kami gunakan untuk mencari nilai debit (Q) didapatkan hasil Q sebesar
1.477 x 10−3 m3/s. Dari data Q yang kita miliki, kita dapatkan nilai V sebesar
1.313 m/s. Lalu, dari dari V yang kita miliki, kita dapat mencari besar Froude
Number dengan membandingkan nilai V terhadap akar dari percepatan
gravitasi dikali nilai y yang kita miliki diawal. Didapatkan besar Froude
Number dari masing-masing y sebesar 3.422 m, 3.215m, dan 2.964 m. Lalu
dari data-data seperti keliling (P) sebesar 0.105 m, sudut kemiringan dasar
penampang (S) sebesar 1 (cos0 = 1) dan kecepatan aliran (V) sebesar 1.313 m/s
kita dapat mencari nilai koefisien Manning. Dengan perhitungan persamaan
1.2, kita dapatkan nilai koefisien Manning (n) sebesar 0.039.
Dari besarnya Froude Number dari masing-masing y sebesar 3.422 m,
3.215m, dan 2.964 m, kita dapat klasifikasikan bahwa aliran yang kami lakukan
bukaan 20 mm yaitu super critical flow. Didapatkan demikian karena semua
besarnya Froude Number dari masing-masing y memiliki nilai lebih besar dari
1, sehingga diklasifikasikan bahwa aliran uji kami yaitu super critical flow.
BAB IV
KESIMPULAN
Pada praktikum modul Pengantar Open Channel Flow yang dilaksanakan pada
tanggal 29 Januari 2020, kami melakukan pengujian aliran air pada saluran terbuka
dengan perilaku bukaan ygate yang berbeda, dari 10 mm, 15 mm, dan 20 mm. Setiap
perlakuan bukaan katup memiliki data ketinggian air (y) yang berbeda, tentunya
juga dengan Froude Number yang berbeda. Tetapi, pada setiap perlakuan dengan
range 10 – 20 mm, ternyata memiliki karakteristik aliran yang sama, yaitu super
critical flow karena semua Froude Number bernilai lebih dari 1.

Range perlakuan bukaan katup yang kita lakukan berada yaitu 10 – 20 mm, dan
menghasilkan karakteristik aliran berupa super critical flow, yang dikarenakan nilai
y yang didapatkan besar. Tetapi, jika perlakuan bukaannya lebih kecil dari 10,
mungkin akan menghasilkan karakteristik aliran yang berbeda, karena nilai y akan
semakin kecil. Dapat dikatakan, nilai y berbanding lurus terhadap Froude Number.
DAFTAR PUSTAKA

Bakhtiar, H. (2009). KARAKTERISTIK ALIRAN AIR DALAM MODEL SALURAN


TERBUKA MENUJU KAJIAN HIDROLIKA EROSIDAN TRANSPOR SEDIMEN.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Eswanto, & Dian, S. (2017). ANALISA DISTRIBUSI KAPASITAS ALIRAN FLUIDA
DI DAERAH PERCABANGAN PAPA SISTEM PERPIPAAN. Jurnal Teknologi,
Vol. 3, No. 1.
Thevita, C., Khayam, S., & Pratama, A. A. (2014). HIDRAULIKA DASAR: BANGUNAN
TRANSPORTASI. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Wulandari, S., & Heri, S. (2016). DISTRIBUSI KECEPATSN ALIRAM DI SALURAN
TERBUKA PADA BELOKAN 120 DERAJAT MENGGUNAKAN ACOUSTIC
DOPPLER VELOCOMETER (ADV). Malang: Universitas Brawijaya.
LAMPIRAN

Gambar 6.1 Data pengamatan


Gambar 6.2 Data pengamatan

Gambar 6.3 Data pengamatan


Gambar 6.4 Data pengamatan

Gambar 6.5 Data pengamatan

Anda mungkin juga menyukai