Anda di halaman 1dari 2

KONSEP MAPING TRIA FRISKA NINGRUM 17.

091

PERILAKU KEKERASAN

A. PENGERTIAN
C. FAKTOR PREDISPOSISI DAN
Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan B. TANDA DAN GEJALA PRESIPITASI
dimana seorang melakukan tindakan yang a. Muka merah dan tegang Presipitasi:
dapat membahayakan secara fisik, baik b. Mata melotot atau
Faktor pencetus terjadinya perilaku kekeasaan
kepada diri sendiri maupun orang lain dan pandangan tajam
c. Tangan mengepal dapat bersumber dari klien lingkungan dan orang
lingkungan yang dirasakan sebagai
d. Rahang mengatup lain. Lingkungan yang ribut,padat dan sering
ancaman
e. Wajah memerah dan menerima kritikan yang mengarah pada
tegang penghinaan kehilangan orang yang dicintai,
f. Postur tubuh kaku kehilangan pekerjaan. Kondisi harga diri klien
yang rendag yang diakibatkan karena persepsi
yang keliru terhadap penyakit fisik yang diderita,
keputusasaan
Predisposisi:
1.Psikologis
2.Perilaku
RENTANG RESPON MEKANISME
3.Sosial budaya,
MARAH KOPING
4.Bioneurologis
1. Asertif 1.Sublimasi
2. Frustasi 2.Proyeksi
3. Perilaku Pasif 3.Represi
4. Gresi 4.Reaksi formasi
5. Amuk 5.Deplacement
PROSES KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
Data subyektif : Klien mengatakan marah dan jengkel kepada
orang lain, ingin membunuh, ingin membakar atau DIAGNOSA KEPERAWATAN
Perilaku kekerasan
mengacak-acak lingkungannya.
Gangguan konsep diri : harga diri rendah
Data obyektif : Klien mengamuk, merusak dan melempar (HDR)
barang-barang, melakukan tindakan kekerasan pada orang-
orang disekitarnya

INTERVENSI Diagnosa II
INTERVENSI Tujuan Umum : Klien tidak melakukan kekerasan
Diagnosa 1 Tujuan Khusus:
TujuanUmum: Klien terhindar dari
mencederai diri, orang lain dan lingkungan. 1. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan
Tujuan Khusus: aspek positif yang dimiliki. Tindakan:
1. Klien dapat membina hubungan saling a. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang
percaya. Tindakan:
dimiliki
a. Bina hubungan saling percaya : salam
terapeutik, empati, sebut nama perawat dan b. Hindari penilaian negatif detiap pertemuan klien
jelaskan tujuan interaksi. c. Utamakan pemberian pujian yang realitas
b. Panggil klien dengan nama panggilan yang
disukai.
c. Bicara dengan sikap tenang, rileks dan tidak
menantang Sumber :
Mukhripah Damaiyanti. (2012). Asuhan Keperawatan Jiwa. Samarinda: Refka Aditama.
Nuraenah. (2012). Hubungan Dukungan Keluarga dan Beban Keluarga dalam Merawat Anggota dengan
Riwayat Perilaku Kekerasan di RS. Jiwa Islam Klender Jakarta Timur, 29-37.
Sari, K. (2015). Panduan Lengkap Praktik Klinik Keperawatan Jiwa. Jakarta: Trans Info MEdia