Anda di halaman 1dari 19

“MORAL”

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur patut penulis panjatkan atas hikmat dan kemampuan serta berkat yang
melimpah yang di berikan Tuhan Yesus, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini
dengan baik. Selain itu rasa terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Dominggus
Sambolingi S.Th selaku pembimbing mata kuliah agama yang sudah membimbing penulis
dalam mengerjakan makalah ini. Selain itu juga penulis mengucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang mengambil peran serta dalam penulisan makalah dari awal hingga dapat
terselesaikan dengan baik.
Makalah yang berjudul “Moral Dalam Pandangan Iman Kristen” ini, diharapkan dapat
memeberikan gambaran bagi setiap pembaca, moral yang baik yang kita miliki dapat menjadi
pintu dan juga jalan keselamatan bagi setiap manusia. Dengan moral dunia akan menjadi
lebih damai dan sejahtera, serta tercipta wujud kasih antara sesama manusia. Dan dengan
adanya makalah ini penulis berharap kita dapat lebih mempelajari bagaimana moral yang
sudah ada ini dapat kita bina dan dapat selalu bertumbuh didalam pengenalan akan hukum
Tuhan. Dan dengan itu kita dapat selalu menjaga iman kita kepada Tuhan dan tidak jatuh
dalam cobaan sehingga dapat menciptakan moral yang baik dalam tingkah laku kehidupan
kita.
Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan dan masih
sangat banyak kesalahan yang perlu diperbaiki. Penulis sangat mengharapkan pengertian
pembaca apabila terdapat banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Penulis sadar
bahwa masih perlu banyak belajar untuk dapat menulis makalah ini dengan lebih baik lagi.
Dan sekira-kiranya makalah ini dapat berguna bagi perkembangan moral kita semua, dan
marilah kita menjaga dan menumbuhkan moral kita di dalam tuntunan dan kasih pernyertaan
Tuhan Yesus melalui perantara Roh Kudus, Tuhan memberkati.

Kupang, 11 Oktober 2018


BAB I

PENDAHULUAN
a
· Latar Belakang
Pada zaman sekarang, kita sering mendengar banyak kasus yang merajalela seperti pencurian,
penipuan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan yang marak terjadi. Hal ini terjadi dengan
berbagai alasan dan motif yang ada, yang sering dibeberkan oleh orang-orang yang
melakukannya. Mengapa zaman sekarang banyak hal-hal aneh terjadi, seperti yang sering kita
lihat di acara televisi. Bahkan acara-acara televisi yang adalah sebagai media komukasi
secara tidak langsung ini, sering memberikan dan menawarkan program siaran yang kadang-
kadang tidak seharusnya di tonton dan di sebarkan di televisi. Mengapa demikian ? apakah
karena manusia senang dan menikmati melakukan hal ini ? atau mungkin juga karena
seseorang sudah kehabisan cara untuk meluapkan emosi, keinginan atau apapun yang
dipikirkannya.?
Moral. Adalah salah satu alasan yang jelas yang dapat menjawab hal ini. Moral yang dari
zaman ke zaman semakin terkikis oleh, kurangnya tindakan yang dilakukan menurut hukum
dan firman Allah yang seharusnya dilakukan agar menciptakan rasa damai bagi sesama
Manusia. Morallah yang akn menjawab setiap maslah yang hadir di hampir seluruh hamparan
bumi ini. Moralpun yang diperlukan untuk menyelamatkan manusia dari ancaman zaman
yang makin menggila ini. Dengan morallah manusia yang sudah jauh melangkah dapat
menyadari setiap hal dan perbuatannya.
Disini moral yang mungkin diaanggap sebagai kata-kata belaka akan kita sadari
keberadaanya. Dengan moral dunia ini akan terasa aman sekalipun terancam oleh setiap
rancangan busuk si iblis. Moral dapat menyelamatkan manusia dan menjauhkan manusia dari
tindakan yang berada diluar keinginan Tuhan. Moral yang dimiliki manusia dapat
mewujudkan kehidupan manusia yang aman, damai, dan sejahtera.

BAB II

A. Definisi Moral

Moral (Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam
tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral
artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga
moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-
hal yang berhubungan dengan prosessosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa
melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang memiliki nilai implisit karena
banyak orang yang memiliki moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit.
Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah bahkan di perguruan tinggi dan
manusia harus memiliki moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-
absolutan atau harus dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral
diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan
seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai
dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan
lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga
sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya maupun agama
memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah
terbangun sejak lama.

B. Pertumbuhan Moral

Dalam kehidupannya manusia dituntut harus memiliki moral, agar dapat dihormati oleh
sesamanya manusia. Namun, dalam perkembangan di era globalisasi ini tidak sedikit manusia
yang kehilangan moralnya dengan berbagai alasan dan tujuan yang ada. Dengan demikian
hal-hal tersebut mengganggu pertumbuhan moral dalam kehidupan manusia di zaman
sekarang. Pendidikan yang didapatkan baik secara langsung maupun tidak secara langsung
dalam kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh dalam pertumbuhan moral yang ada. Dalam
perkembangannya, moral dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang jelas dalam kehidupan
manusia antara lain ;

· > Keluarga

· >Lingkungan

· >Teknologi

Ø Keluarga

Dalam perkembangan moral, keluarga menjadi salah satu faktor internal (dari dalam) yang
sangat mempengaruhi pertumbuhan dan pembinaan moral seseorang. Mengapa demikian ?
dalam pertumbuhan moral seseorang, keluarga merupakan tempat pertama bagi setiap
manusia untuk dapat berinteraksi. Adanya interaksi membuat seseorang dapat belajar
bagaimana mengembangan dan menumbuhkan moral, serta belajar untuk menunjukan moral
yang baik dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian tanpa disadari pertumbuhan
moral seseorang sangat tergantung pada pendidikan atau pengajaran dalam keluarga, baik
dirumah bahkan dimanapun dia berada. Sebab itu, baiklah sebuah keluarga menjadi wacana
bagi setiap manusia dalam mempelajari dan mengembangkan moralnya. Bacalah kutipan ayat
ini “jangalah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang
dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu ( 1
petrus 5 : 3 ). Dengan membaca ayat diatas sudah cukup jelas bahwa keluarga menjadi
tempat perkembangan moral yang diajari melalui kehadiran orang tua. Dalam hal ini dan
sesuai dengan kutipan ayat tadi Tuhan berkehendak untuk setiap orang tua dapat menjadi
teladan dalam kehidupan sehari-hari baik perilakunya bahkan cara hidupnya. Tuhan
menginkan agar setiap orang tua dapat mengajari anak-anaknya yang sudah dipercayai hadir
dalam kehidupan mereka dengan penuh rasa tanggung jawab. Bukan, berhak dalam
melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai, seperti melakukan kekerasan, dan lain
sebagainya. Oleh sebab itu sudah cukup jelas bahwa pertumbuhan moral seseorang sangat
berpengaruh dari keluarganya. Karena dari keluargalah seorang Manusia bertumbuh.

Ø Llingkungan

Selain keluarga, pertumbuhan moralitas seseorang sangat di pengaruhi oleh lingkungan


sekitar. Lingkungan sangat berpengaruh penting dalam membangun moral seseorang, karena
dalam lingkunganlah manusia berkembang dan bertumbuh serta berinteraksi dengan manusia
lainnya. Oleh dan sebab itu baiknya setiap pribadi manusia kiranya pintar dalam
menempatkan diri disebuah lingkungan. Baca kutipan ayat ini ”siapa bergaul dengan orang
bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang (amsal 13 :
20 ),dengan demikian sudah ditekankan dalam alkitab bahwa pergaulan cukup berpengaruh
dalam membentuk pribadi seseorang termasuk moralitasnya. Dengan memilih dan
menempatakan diri kita pada hal-hal yang positif maka pertumbuhan moral kita ke arah yang
positif akan sangat terbuka. Begitupun sebaliknya, jika kita salah dalam hal ini maka
pertumbuhan moral yang ada akan mengarah ke arah yang negative dan cenderung merusak
moralitas kita. Sekalipun dalam keluarga pertumbuhan moral kita sudah dibina dengan baik
namun, dalam bergaul kita salah menempatkan posisi kita, maka hal itu akan sangat
mempengaruhi moral atau sifat positif kita dan cenderung melakukan hal yang kurang baik.
Ayat ini akan cukup jelas menerangkan kepada kita bahwa “jangalah kamu sesat: pergaulan
yang buruk merusakan kebiasaan yang baik ( 1 kor 15 : 3 ). Ayat tadi mengajarkan bahwa
pergaulan yang buruk akan merusak setiap sisi kebaikan yang ada dalam diri kita, hanya
karena salah dalam memilih orang untuk berinteraksi dalam lingkungan sehari-hari. Jadi,
baiknya setiap manusia dapat memilih dan menempatakan diri pada posisi yang tepat dalam
sebuah lingkungan. Oleh karenanya, lingkungan sangat berperan penting dalam pertumbuhan
moral seseorang karena dari lingkungan juga manusia berinteraksi dan memenuhi hasratnya
sebagai mahkluk social yang membutuhkan manusia lainya.

Ø Teknologi

Selain keluarga dan lingkungan, kurang pas rasanya kalau tidak berbicara tentang teknologi
yang ada sekarang ini. Pada era globalisasi ini, banyak tercipta teknologi yang sering
digunakan dalam kehidupan manusia. Teknologi ini digunakan untuk mempermudah setiap
pekerjaan manusia, dan keperluannya. Akan tetapi, terkadang manusia salah dalam
mempergunakan fasilitas yang sudah ada ini untuk hal-hal yang negatif. Oleh dan karena itu
terkadang teknologi menjadi jalur bagi orang-orang yang amoral (tidak memiliki moral)
untuk melakukan berbagai hal jahat dengan banyak tujuan maupun alasan. Dengan adanya
orang-orang amoral ini dapat mempengaruhi orang lain yang ada di sekitarnya untuk
melakukan hal-hal atau tindakan yang tidak terpuji. Dengan demikian teknologi menjadi
salah satu sarana yang dapat mempengaruhi pertumbuhan moral seseorang. Sehingga, kiranya
setiap manusia yang ada dan hidup di jaman moderen ini dapat mempertimbangkan setiap
tawaran teknologi yang ada ini dengan penuh kesadaran akan hal-hal yang akan dihadapi
nantinya dan harus menggunakannya dengan penuh rasa tanggung jawab. Banyak contoh
yang kasus yang dapat kita ambil dari hal ini, seperti penggunaan jaringan internet dan social
yang salah sehingga mengakibatkan timbulnya kejahatan-kejahatan yang ada. Selain internet,
televisi yang juga adalah salah satu sarana komunikasi secara tidak langsung ini marak
disalah gunakan di massa-massa kini. Oleh dan sebab itu kita sebagai mahkluk yang
moralitasnya diancam harus mampu memilih-milih dan mempergunakan teknologi dengan
semestinya, sesuai dengan kegunaan sesungguhnya dengan penuh rasa bertanggung jawab.
Dengan berbagai cara iblis akan melakukan caranya untuk menjatuhkan manusia dalam dosa,
bahkan melalui teknologi yang sering dianggap sebagai gaya hidup. Ada tertulis ”banyak
orang yang akan mengikuti cara hidup mereka dan dikuasai hawa nafsu, dank arena mereke
jalan kebenaran akan dihujat (2 petrus 2 :2 )

C. Moral Dalam Kehidupan Sehari-hari


Dalam kehidupan sehari-hari moral manusia akan di tempa dan diuji setiap saat dimanapun
berada. Moral banyak terdapat dalam kehidupan manusia sehari-hari dan selalu dituntut untuk
menggunakan moral untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Dengan menggunakan
moralnya, seseorang akan dihormati dan akan timbul rasa saling menghormati satu sama lain.
Oleh dan sebab itu, moral akan sering kita jumpai dalam kehidupan kita baik kita sebagai
pelakunya atau sebaliknya. Dengan demikian moral dapat kita bagi dalam 2 jenis.

1. Moral Dalam Adatistiadat

Dalam adatistiadat, sering kita jumpai keberadaan moral. Manusia akan dituntut moralnya
dan dinilai moralnya oleh manusia lain dengan adatistiadat atau kebiasan yang sudah
ditanamkan dalam kehidupan bersosial. Banyak contoh yang sering dijumpai bahwa dalam
hari lepas hari dan dalam lingkungannya, manusia sering menggunakan moral dalam
mejalankan adatistiadatnya. Manusia akan akan dituntut jika memasuki sebuah lingkungan
atau tempat dengan adat istiadatnya. Seseorang harus mampu beradaptasi dengan lingkungan
dengan segala tata aturan yang sudah berlaku didalamnya. Sebagai contoh kecil jika kita
memasuki sebuah gedung kantor kita wajib untuk melaporkan diri kepada security, agar kita
dapat dilayani dengan sopan. Dan masih banyak contoh lainya yang sering kita jumpai setiap
saat. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa moral yang ada didalam diri seseorang
akan selalu dituntut keberadaannya setiap saat, dimanapun kita berada.

2. Moral Dalam Agama

Selain dalam adat istiadat, moralpun pasti akan ditemui dan akan secara alami diajari dan
ditempa didalam agama. Dalam sebuah agama, sudah pasti kita akan diajari bagaimana cara
kita memnumbuhkan sisi positif moral kita. Kita akan diajari bagaimana moral yang
sebenarnya, dan cara hidup yang benar untuk memeperkembangan moral yang sudah kita
miliki. Agama sudah jelas mengajari hal-hal postif, dan memeberikan jalan hidup yang benar
bagi manusia. Dengan demikian moral yang dimiliki manusia sudah pasti akan dibina dan
diarahkan ke jalan yang benar. Maka agamapun mengajarkan tentang bagaimana moral yang
ada ini, harus tetap di jaga dan dibina keberadaanya. Dan dengan agama ini kita dapat
melindungi dan menjaga moral kita dari hal-hal yang sering mempengaruhi moral kita,
seperti yang telah disebutkan diatas tadi.

D. Moral Dalam Pandangan Iman Kristen

Seperti yang telah dibahas tadi, dalam setiap agama pasti manusia diajarkan bagaimana
menggunakan moral dalam kehidupannya. Dalam agama Kristen, moral kita di tempa dengan
berbagai firman dan hukum yang sudah di tuliskan didalam firman Tuhan. Dengan firmannya
Tuhan mengajarkan tentang bagaimana jalan hidup yang benar dan bagaimana cara
mendapatkan jalan keselamatan. Dengan bermoral dan memiliki moral yang baik kita akan
mejalankan setiap hukum Tuhan yang ada dengan penuh rasa tanggung jawab, dan itu
menjadi salah satu jalan mendapatkan keselamatan. Oleh iman kepada Tuhan dan
mengarahkan hati serta pandangan kita kepada Tuhan kita dengan sendirinya akan
membangun moral yang baik didalam hidup kita. Akan tetapi cobaan akan selalu
menghampiri setiap manusia, untuk mencobai iman kita. Secara tidak langsung setiap cobaan
yang ada selain menguji iman kita hal tersebutpun akan mencobai pertumbuhan moral kita.
Maka dengan iman yang baik, moral yang kita miliki akan tetap terjaga dan tetap bertumbuh
terutama didalam Tuhan. Selain itu dengan iman yang baik, moral kita yang ada tetap terjaga
dari cobaan yang datang baik dari keluarga, lingkungan, dan lain-lain seperti yang tadi sudah
kita baca. Dengan iman yang ada manusia harus belajar untuk menumbuhkan moralnya.
Dalam firmannya, Tuhan selalu mengajarkan tentang bagaimana agar kita tetap memiliki
moral yang baik. Salah satunya dengan menjalankan 10 hukum Tuhan. Pada hukum yang ke-
5 samapai dengan yang ke-10 Tuhan menekankan agar kita menjaga moral kita dari cobaan
seperti yang ada tertulis :
5. Hormatilah Ayah dan Ibumu.
6. Jangan membunuh.
7. Jangan berzinah.
8. Jangan mencuri
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu

Dari beberapa Hukum Tuhan tadi dapat kita jabarkan dan kita pelajari bersama bagaimana
dan dengan apakah kita dapat menjaga dan tetap memiliki moral yang baik. Dan dengan hal
ini kita dapat mengetahui sejauh mana moral kita berada dan sebaik apakah moral kita, Yaitu
dengan tetap bercermin pada hukum dan firman yang sudah Tuhan berikan bagi kita melalui
para nabi yang dipercayai-Nya

1. Hormatilah Ayahmu dan Ibumu

“Hormatilah ayahmu dan ibumu” dengan kutipan ayat ini yang terambil dari hukum Tuhan
yang ke 5 cukup jelas mengajarkan kepada kita, bahwa dengan cara menghormati orang tua
kita sudah menggunakan moral hidup kita. Dengan menghormati Mereka kita sudah secara
langsung menjauhkan diri kita dari setiap cobaan yang datang sebab kita mengasihi dan
menghormati orang tua kita. Menghormati mereka maka apapun yang akan kita perbuat kita
akan selalu ingat akan mereka. Dan selalu berhati-hati dalam mengambil langkah serta
keputusan kita.

2. Jangan Membunuh

Pada hukum yang ini, sudah cukup jelas bahwa, jika kita melakukan hal ini kita dapat disebut
sebagai manusia Amoral. Membunuh sudah sangat menggambarakan bahwa seseorang
melakukan hal ini dikarenakan miskin moral bahkan tidak bermoral. Dengan hukum Tuhan
yang ke-6 ini sekali lagi mengajarkan kita untuk belajar menggunakan moral kita bagi sesama
kita.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa iblis tidak akan tinggal diam. Dengan berbagai cara
dia ingin mencobai dan menggoyangkan iman percaya kita. Hukum Tuhan ini akan selalu
menuntun kita untuk tetap beriman kepada Tuhan dan tetap menjaga moral hidup kita.

3. Jangan Berzinah

Berzinah, berarti melakukan hal diluar kehendak Tuhan. Dan dengan berzinah seseorang
menunjukan bahwa dia tidak bermoral dan kehilangan iman percayanya serta, jatuh kedalam
cobaan iblis. Berzinah berarti melakukan hal diluar waktu yang sudah di tentukan, yaitu
berhubungan intim diluar dari wkatunya. Dan hal ini sudah menjadi maslah dalam kaum
muda dan tidak sedikit kaum muda Kristen. Secara tidak disadari berzinah sudah mengarah
pada hukum yang ke-6. Jika terjadi kecelakaan pada saat berzinah seseorang akan kehilangan
moralnya dan cenderung membunuh. Dengan demikian Tuhan sudah meningatkan kita agar
tetap menjaga moral kita dengan tidak berzinah.
4. Jangan Mencuri

Mencuri merupakan salah satu tindakan dosa, yang sudah jelas menunjukan bahwa seseorang
tidak memiliki moral yang baik. Dan mencuri adalah salah satu bentuk bahwa manusia tidak
bisa menjaga imannya dan jatuh ke dalam perangkap iblis. Moral seseorang akan dicobai
tatkala imannya goyang dengan segala keadaan dan situasi yang dialami. Selain itu, faktor
hawa nafsu dan keinginan seseorang cukup mempengaruhi seseorang dalam hal ini. Moral
yang baik dan iman yang kuat akan menjauhkan kita dari semua cobaan yang dibuat iblis.

5. Jangan Mengucapkan Saksi Dusta Tentang Sesamamu

Pada hukum Tuhan yang ke-9 ini, Tuhan mengajarkan kita sekali lagi cara menjaga moral.
Dengan mengucapkan saksi dusta maka kita sudah melakukan dosa yang nyata di mata Tuhan
akan tetapi tertutup di mata manusia. Tuhan akan memandang bersalah setiap orang yang
melakukan hal ini. Orang yang berdusta, sudah kehilangan moral untuk diterapkan ke
sesamanya manusia. Dan berbuat jahat kepada sesamanya manusia.

E. Moral Generasi Muda Kristen Masa Kini.

Pada zaman kini, generasi muda yang masih mencari jati dirinya kerap kali jatuh kedalam
cobaan iblis dan kehilangan moralitasnya sebagai orang Kristen. Hal seperti ini biasanya
terjadi karena beberapa hal yang sudah kita baca tadi, yakni “Keluarga, Lingkungan, dan
Teknologi” serta masih banyak lagi. Pada massa muda seseorang rentan pada masalah yang
sering mencobai keberadaan moral seseorang. Dengan demikian baiknya seseorang dapat
mengatasi hal ini dengan melakukan 10 hukum Tuhan yang ada. 10 hukum Tuhan tadi akan
mengajarkan seseorang untuk jauh dari cobaan iblis, dan akan memiliki moral yang baik
sejatinya generasi muda Kristen yang baik. Generasi muda Kristen sangat berarti, karena
merekalah pilar gereja di zaman akhir ini. Dan Tuhanpun berfirman “jangan seorangpun
menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang
percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkalakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan
dalam kesucianmu ( 1 tim 4 : 12)” dari firman ini sudah cukup jelas Tuhan apa yang Tuhan
mau agar kita sebagai generasi muda selalu menjaga moralitas kita dengan beriman kepada
Tuhan Yesus Kristus.

BAB III

PENUTUP

· Kesimpulan Dan Saran

Dengan menjaga moral, seseorang akan berjalan pada kehendak dan maksud Tuhan. Dan oleh
moral yang baik seseorang baik itu anak muda, orang tua, bahkan anak-anak akan membuka
pintu keselamatan yang Tuhan berikan. Dengan kata lain moral yang baik menyelamtakan
jiwa seseorang. Baiknya kita menjalankan setiap hukum yang sudah Tuhan buat demi
menjamin moral serta menjaga moral kita tetap baik di mata sesame kita terutama di mata
Tuhan. Moral baik seseorang, tidak hanya menyelamatkan hidupnya di saat nanti, tetapi juga
menjadi tolah ukur bagi sesamanya dalam menerimanya dan berinteraksi. Moral baik yang
ditunjukan seseorang akan mampu menempatkan dia pada suasana yang dami dan tenang,
begitupun sebaliknya bagi siapa saja yang kurang menggunakan moralnya dia akan susah
untuk mendapati hidup yang di hormati dan cenderung kurang berinteraksi. Dan selain itu
moral akan sangat menolong seseorang dalam bertindak, dan menyelamatkannya dari segala
kecaman dunia. Untuk menjaga moral kita tetap baik kita membutuhkan iman yang kuat
untuk mengahadapi setiap tawaran-twaran iblis yang ingin menjatuhkan kita kedalam dosa
dan secara tidak langsung merusak moral kita. Kesepuluh hukum Tuhan hanya perlu kita
jalani dan bukan sekedar mengetahuinya untuk menyelamatkan moral serta iman percaya kita
kepada Tuhan. Dengan semua firman Tuhan dan hukum Tuhan yang ada ingatlah bahwa itu
demi mengajari manusia untuk menjalankan kehidupannya hari lepas hari. Kiranya melalui
kuasa kasih Roh Kudus memampukan kita untuk dapat menjalakan kehidupan kita dengan
tetap menjaga moral kita melalui iman yang teguh akan pengharapan dari Tuhan yang sudah
Dia berikan.
“IPTEK”
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus, karena berkat dan
rahmatnya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Adapun makalah ini
membahas tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Agama Kristen.
Penulisan makalah ini adalah bentuk keingintahuan saya tentang peran Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi dlam Agama Kristen agar dalam kehidupan sehari-hari tidak
bertentangan Alkitab denagan seiring berkembangnya Ilmu Pengetahuan dalam kehidupan di
zaman masa kini
Semoga makalah ini dapat membantu semua pihak baik bagi saya pribadi maupun
masyarakat luas. dan juga dapat sebagai acuan untuk mejalankan peran Arsitektur agar tidak
lari dari apa yang Alkitab Ajarkan dalam Agama Kristen.
Terimakasih saya ucapkan kepada pihak yang sudah membantu, semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi saya maupun bagi pembaca, baik itu menjadi tambahan Ilmu
Pengetahuan maupun nasehat bagi kita semua yang sesuai dengan IPTEK yang ada dalam
pendidikan Agama Kristen.

Kupang, Oktober 2018

Penulis ,

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu,
berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan segala binatang
yang merayap di bumi". (Kejadian 1:28b).
Sejak awal terjadinya manusia, sejak Kejadian 1, Allah telah memerintahkan manusia
untuk menundukkan alam dan segala binatang-binatang. Allah telah memberikan manusia
otak untuk dipakai mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menaklukan alam. Akal
manusia adalah anugerah Allah yang diberikan manusia untuk dipakai untuk mengerti
FirmanNya dan menundukkan alam. Tetapi sayang ada manusia yang memakai akal
pemberian Allah ini untuk melawan Allah. Ada teolog-teolog yang menggunakan apa yang
mereka kira adalah "metode ilmiah" untuk mengritik Firman Allah dengan apa yang mereka
sebut "Studi Kritis Alkitab". Hendaknya para teolog tersebut mengerti dahulu dengan jelas
apa itu metode ilmiah. Metode ilmiah sangat baik untuk dipakai menundukkan alam, tetapi
jangan dipakai untuk mengritik Firman Allah dengan "Studi Kritis Alkitab", terutama apa
yang mereka sebut sebagai "Kritik Atas" atau "Higher Criticism" yang sangat melemahkan
iman, padahal belum tentu benar dan tidak pernah dapat dibuktikan benar. Saya kini
melangkah setapak lebih jauh dengan mengatakan bahwa kesimpulan "Higher Criticism"
yang melemahkan iman Kristen adalah salah.
1.2 Rumusan Masalah
Ø Apa pengertian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Agama Kristen?
Ø Bagaimana perkembangan ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Agama Kristen?
Ø Bagaimana Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Agama Kristen?

1.3 Tujuan
Ø Mengerti Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Agama Kristen
Ø Mengerti Perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi dalam Agama Kristen
Ø Mengerti Hubungan ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Agama

BAB II
PENJELASAN
2.1 PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM AGAMA
KRISTEN
Mula-mula tidak ada pertentangan antara agama Kristen, ilmu pengetahuan dan
Teknologi. Teknologi Hadir/tercipta karena adanya Ilmu Pengetahuan. Adam hanya
memakan buah-buah yang dapat dipetiknya dengan mudah. Itulah "teknologi" yang dikuasai
Adam. Apakah "agama" Adam? Agama Adam adalah apapun yang diwahyukan Allah kepada
Adam. Adam sudah tahu bahwa ia diciptakan Allah. Ia tahu bahwa ada yang diizinkan Allah
dan ada yang dilarang. Ia juga sudah tahu bahwa melanggar larangan Allah adalah dosa dan
berakibat ia dan Hawa diusir dari taman Firdaus. Zaman Kain dan Habel teknologi sudah
mulai berkembang lebih jauh. Habel menjadi gembala kambing domba dan Kain menjadi
petani (Kejadian 4:2). Teknologi pertanian dan peternakan sudah mulai dikembangkan.
Agama zaman Kain dan Habel juga sudah mulai ada perkembangan. Mereka sudah
mengadakan korban persembahan (Kejadian 4:3,4).
Kemudian Nuh sudah dapat buat bahtera. Korban persembahan juga telah menjadi
lebih kompleks. Anak-cucu Nuh sudah dapat buat menara Babel (Kejadian 11). Pada zaman
Musa agama berkembang dan dengan wahyu dari Allah, Musa meletakkan dasar-dasar agama
Yahudi dan Kristen. Orang-orang Mesir waktu itu sudah dapat buat piramida-piramida.

2.2 PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM


AGAMA KRISTEN
Ø Zaman Yunani Kuno
Zaman Yunani kuno mulai abad ke-enam sebelum Kristus. Orang pertama yang
mendapat kehormatan disebut sebagai filsuf pertama ilmu pengetahuan alam adalah Thales
dari Milletos. Thales berpendapat bahwa asas pertama adalah air. Anaximandros berpendapat
asas pertama ialah "yang tak terbatas" (to apeiron). Anaximenes berpendapat asas pertama
adalah udara. Kemudian filsafat berkembang makin lama makin kompleks. Yang paling
terkenal ialah Socrates (470-399). Plato (427-347) dan Aristoteles (384-322). Archimedes
mengembangkan ilmu pengetahuan praktis.
Diduga Socrates hidup semasa dengan Maleachi, nabi terakhir dari perjanjian lama.
Menurut banyak teolog, setelah Maleachi Allah tidak memberi wahyu sampai kelahiran
Yesus Kristus diabad pertama setelah Kristus.

Ø Zaman Patristik
Awal berkembangnya agama Kristen pada abad pertama, sudah ada pemikir-pemikir Kristiani
yang menolak filsafat Yunani. Mereka berpendapat bahwa setelah Allah memberikan wahyu
kepada manusia, maka mempelajari filsafat Yunani yang non-Kristen dan non-Yahudi adalah
sia-sia bahkan berbahaya. Salah seorang pemuka pikiran ini ialah Tertulianus (160-222).
Tetapi pemikir-pemikir Kristen lain ada yang juga mempelajari filsafat Yunani, a.l. Yustinus
Martir (?-165), Klemens dari Alexandria (150-215), Origines(185-254). Gregorius dari
Nanzianza (330-390), Basilius Agung (330-379). Gregorius dari Nyssa (335—394)
menciptakan suatu sintesa antara agama Kristen dengan kebudayaan Hellenistik (filsafat
Yunani), tanpa mengorbankan apapun dari kebenaran agama Kristen. Tetapi ada juga
karangan-karangan yang diduga ditulis oleh Dionysios yang sangat berbau neoplatonis.
Bapak gereja yang paling besar dari zaman Patristik ini ialah Augustinus (354-430). Ia
menulis a.l.. "Confesiones" (pengakuan-pengakuan), "De Civitate Dei" (kota Allah).
Augustinus diakui sebagai Bapak Gereja yang besar oleh orang-orang Katolik Roma maupun
orang-orang Protestan. Dalam teologinya jelas ada pengaruh Plato. Tetapi pada umumnya ia
berpegang ketat pada Alkitab yang diterimanya sebagai Firman Allah.

Ø Zaman Skolastik Dan Abad Pertengahan


Abad ke-5 sampai abad ke-9 terjadi perpindahan bangsa-bangsa. Suku bangsa pun
pindah dari Asia ke-Eropah. Bangsa Jerman pindah pindah melewati perbatasan kerajaan
Romawi. Dan begitu seterusnya. Eropah kacau balau. Perkembangan teologi dan filsafat tidak
begitu besar. Nama seperti Boethius (480-534) dan Alcuinus berasal dari masa ini.
Baru pada akhir abad ke-9 muncul nama-nama yang mempengaruhi teologi dan
filsafat seperti Johanes Scotus Eriugena (810-877), Anselmus dari Canterbury (1033-1109),
Petrus Abelardus (1079-1142), Ibn Sina (980-1037) orang Arab dengan nama latin Avicenna,
Ibn Rushd (1126-1198) juga orang Arab dengan nama latin Averroes, Moses Maimodes
(1135-1204) orang Yahudi, Bonaventura (1221-1274), Albertus Agung (1205-1280) dan yang
paling terkenal ialah Thomas Aquinas (1225-1274). Thomas Aquinas sangat terpengaruh oleh
filsafat Aristoteles. Orang Katolik terima Thomas Aquinas sebagai Bapak gereja. Orang
protestan banyak menolak argumen-argumen Thomas yang terlalu terpengaruh oleh
Aristoteles sehingga kadang-kadang menyimpang dari exegese yang sehat dari Alkitab.
Yang mau saya tekankan disini adalah bahwa teologi dan filsafat saling
mempengaruhi walaupun ada peringatan dari Tertulianus akan bahayanya pengaruh filsafat
non-Kristen pada iman Kristiani. Kalau pada zaman Patristik pengaruh Plato yang terasa
sangat dominan pada teologi masa itu, pada zaman abad pertengahan pengaruh Aristoteles
yang sangat dominan.

Ø Zaman Modern
Abad Pertengahan berakhir pada abad ke-15 dan kemudian disusul dengan zaman
Renaissance. Zaman Renaissance berlangsung pada akhir abad ke-15 dan 16. Kesenian, sastra
musik berkembang dengan pesat. Ada suatu kegairahan baru, suatu pencerahan. Ilmu
pengetahuan mulai dikembangkan oleh Leonardo da Vinci (1452-1519), Nicolaus Copernicus
(1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630), Galileo Galilei (1564-1643).
Renaissance dilanjutkan dengan abad rasio (The age of Reason) pada abad ke-17 dan
abad pencerahan (The age of enlightenment) pada abad ke-18. Karya Galileo Galilei
diteruskan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727) dll. Filsafat dikembangkan oleh Francis Bacon
(1561-1623), Rene Descartes (1596-1650), Baruch de Spinoza (1632—1677), G.W. Leibnitz
(1646-1716), Blaise Pascal (1633-1662), G. Berkeley (1665-1753), David Hume (1711-
1776), Imanuel Kant (1724-1804) dll.
Newton mengembangkan Fisika Klasik. Newton sering disebut sebagai Bapak ilmu
pengetahuan alam modern. Pada tahun 1687 Newton menulis bukunya yang sangat terkenal :
"Philosophiae naturalis principia mathematica". Ilmu pengetahuan alam berkembang dengan
pesat. Makin lama makin pesat. Timbul suatu optimisme akan kesanggupan manusia.
Kewibawaan gereja menjadi sangat merosot karena peristiwa Copernicus/Galileo. (Lihat
artikel "Teori Geosentris versus Teori Heliosentris").
Semua perkembangan dalam filsafat dan ilmu pengetahuan alam ini mempunyai
dampak yang sangat besar pada iman orang Kristen. Para teolog masa itu sangat terpengaruh
dengan filsafat dan ilmu pengetahuan alam masa itu. Ini nampak jelas dalam teologi mereka.
Pengaruh ini ada positifnya tetapi ada juga negatifnya. Pengaruh positif (menurut orang-orang
Protestan) adalah Gerakan Reformasi. Orang-orang Katolik Roma mula-mula sangat
mengutuk gerakan ini.

Ø Gerakan Reformasi
Reformator yang paling besar adalah Martin Luther (1483-1546). Sebelum Luther
sebenarnya sudah ada reformator-reformator lain seperti John Wycliffe (1325-1384) di-
Inggris dan Johanes Hus (…..-1415) di-Bohemia. Huss dibakar hidup-hidup oleh Paus
Johanes XXIII pada tanggal 6 Juli 1415. Tetapi teologi mereka masih sangat terbatas dan
pengaruh mereka didunia juga masih sangat terbatas. Erasmus (1466- ) juga mempunyai
pengaruh yang besar pada Luther. Mereka adalah perintis reformasi teologi. Perjuangan
Martin Luther diteruskan oleh John Calvin, Zwingli dan lain-lain. Setelah Luther
mengadakan reformasi teologis, berdirilah gereja-gereja reformasi mula-mula diseluruh
Jerman, tetapi kemudian diseluruh dunia. Pada tanggal 31 Oktober 1514 Luther memasang 95
dalil digereja Wittenberg. Sampai kini, tanggal 31 Oktober diperingati sebagai hari reformasi.
Disatu pihak gerakan Reformasi kembali ketafsiran atau exegese yang sehat dari
Alkitab. Mula-mula ada satu gereja reformasi. Tetapi karena banyak orang yang menafsirkan
Alkitab, dan tafsiran ini berbeda-beda diantara para penafsir, gereja reformasi terpecah-pecah
lagi menjadi beberapa denominasi. Denominasi-denominasi ini makin lama makin banyak.
Hal ini berlangsung sampai sekarang.
Abad ke-19 disebut "The Age of Ideology" dan abad ke-20 disebut "The Age of
Analysis". Ilmu pengetahuan alam berkembang dengan sangat pesat. Teknologi dan ilmu
kedokteran ialah penerapan praktis dari ilmu pengetahuan alam berkembang dengan sangat
pesat, makin lama makin pesat.
Dalam artikel "Pengaruh iman pada ilmu pengetahuan dan pengaruh ilmu
pengetahuan pada iman", telah kita bahas saling mempengaruhi keduanya, Tentu saja
keduanya juga terpengaruh perkembangan filsafat. Waktu trend filsafat adalah pada
rationalisme, maka pengaruhnya sangat besar pada ilmu pengetahuan maupun pada agama.

2.3 Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Agama Kristen


Ø Iman, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat
dan didikan (Amsal 1:7) Sebagai orang Kristen, dan dalam terang iman kristiani, kita ini
harus pro atau anti sama teknologi?
Pro atau anti sama ilmu pengetahuan? Pilih iman atau otak? Doktrin atau ilmu? Kenapa
pertanyaan-pertanyaan itu perlu dipikirkan dan dijawab? Karena ada pendapat, semakin kita
beriman, semakin sedikit kita pake otak kita. Beriman berarti menyangkali akal sehat, karena
percaya kepada apa yang nggak masuk akal. Tentang asal-usul dunia ini, misalnya, orang
beriman yakin bahwa Allah-lah yang menciptakannya dari tidak ada menjadi ada dengan
firman-Nya. Kenapa? Karena Alkitab, firman
Allah yang tertulis, mengatakan demikian. Jadi , percaya saja. Sedangkan yang menggunakan
otak tidak bisa terima pokok creatio ex nihilo. Yang masuk akal adalah apa yang ada
sekarang terbentuk lewat sebuah proses, atau multi-proses, dari yang sudah ada sebelumnya.
Stephen Hawking, contohnya, mengajukan teori Big-bang, Ledakan Besar, untuk
menjelaskan terjadinya alam semesta ini. Sebenarnya, itu tidak lain dari teori kebetulan.
Kalau pemikiran seperti itu iman berlawanan dengan otak bikin orang
Kristen sampai menjauhi IPTEK demi memelihara imannya, sungguh mengerikan!
Karena itu berarti dunia iptek bakalan dikuasai oleh orang-orang ateis yang tidak beriman,
yang nggak takut sama Tuhan. Sebaliknya, dunia Kekristenan cuma diisi oleh orang-orang
yang picik dan fanatik, yang cuma mengikuti emosi, bukan akal sehat. Quo vadis, dunia? Quo
vadis, Gereja? Lebih dari itu, sikap menjauhi IPTEK demi memelihara iman benar-benar
berlawanan dengan firman Tuhan. Karena Alkitab sendiri berpesan, Baiklah orang bijak
mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan
pertimbangan (Amsal 1:5). Kalau begitu, bersikap
masa bodoh terhadap iptek, apalagi menjauhi dan menolaknya, berarti menolak firman
Tuhan!
Orang Kristen justru harus menggunakan otak. menggunakan akal sehat dalam
memahami segala sesuatu semaksimal mungkin. Yang membedakannya dengan orang yang
tidak percaya sebenarnya sangat sederhana. Tapi mendasar. Orang Kristen waktu berpikir
selalu melibatkan Allah, bukan cuma apa yang kelihatan dan terukur dengan panca-indera
yang terbatas. Jadi, misalnya, antara orang percaya dan Stephen Hawking, bedanya sangat
sederhana, namun mendasar.

Ø IPTEK dalam Alkitab


Sebelumnya, kita perlu membedakan ilmu pengetahuan dari teknologi. “Ilmu
pengetahuan adalah pengetahuan yang didasarkan atas fakta-fakta di mana pengujian
kebenarannya diatur menurut suatu tingkah laku sistem. Sedangkan teknologi, berasal dari
dua kata Yunani tekhne ( pekerjaan ) dan logos, berarti suatu studi peralatan, prosedur dan
metode yang digunakan pada berbagai cabang industri. Dari pengertian ini bisa dilihat bahwa
ilmu pengetahuan cenderung berpijak pada teori, sedangkan teknologi merupakan suatu ilmu
terapan. Namun jika diselidiki dengan seksama maka ditemukan adanya kesamaan, yaitu
keduanya bersangkut-paut dengan ide manusia dan berobjek pada alam semesta.
“IPTEK sudah dimulai sejak zaman Alkitab atau sejak awal sejarah manusia. Secara
filosofis, setelah kejatuhan ke dalam dosa, ide dan pemikiran manusia selalu dipengaruhi oleh
dua kekuatan: manusia dengan ide dan pemikiran yang telah dipulihkan oleh Allah atau ide
dan pemikiran yang tetap dalam dosa.
Dua pengaruh ini akan tampak terlihat pada tujuan dan karya-karya manusia dalam
IPTEK. Beberapa contoh dapat diketengahkan sebagai berikut:
Pertama, dalam sejarah air bah dengan jelas bahwa Allah memerintahkan Nuh membuat
kapal untuk menyelamatkan ia dan keluarganya dari kebinasaan akibat air bah dan
kebobrokan moral dunia pada waktu itu. Dimensi ruang dalam kapal ataupun bahan telah
ditentukan oleh Allah (Kejadian 6:14-15).
Kedua, ketika Musa diperintahkan untuk membuat Kemah Suci (Keluaran 25:9), Allah
sendiri telah menjadi arsitek yang merencanakan ruang-ruang, dimensi dan bahan untuk
kemah suci tersebut (Keluaran 25:1-27:21). Kemudian kita membaca bahwa kemuliaan Allah
memenuhi Kemah Suci tersebut (Keluaran 40:35).
Ketiga, tentang Bait Suci dan istana yang dibangun oleh Salomo (1 Raja-raja 7-8). Dari
contoh-contoh di atas dapat dilihat bahwa Allah tidak pernah menghalangi ataupun menutup
segala perkembangan IPTEK. Kita pun melihat dalam contoh-contoh ini bahwa setiap
teknologi selalu di kaitkan dengan keselamatan dan maksud Allah terhadap manusia dan
dunia. Akan tetapi di sisi lain, terlihat bahwa Allah juga menentang setiap penciptan
teknologi yang bermotivasikan kebesaran diri, kelompok, ataupun bangsa. Beberapa contoh
dapat saya ketengahkan sebagai berikut:
Keempat, ketika Allah memporak-porandakan Babel (Kejadian 11:1-9), yang ditentang
bukanlah pendirian kota dan menara Babelnya tapi motivasi mereka yang mencari nama dan
ingin menyamai Allah (Kej 11:4).
Kelima, kemewahan, gemerlap teknologi di zaman Salomo dapat menyebabkan dia banyak
mengoleksi wanita asing sehingga dia kemudian jatuh kepada penyembahan berhala (1 Raja-
raja 11:1-13).
Keenam, Ketika murid-murid menunjuk pad bangunan Bait Suci, Yesus mengatakan bahwa
bangunan tersebut akan diruntuhkan (Matius 24:1-2).
Ketujuh, Tuhan Yesus juga menentang penyalahgunaan fungsi Bait Suci yang dibangun
selama empat puluh enam tahun menjadi arena komersil (Yohanes 2:16).
Dari tinjauan Alkitab ini bisa disimpulkan bahwa IPTEK telah dimulai sejak awal sejarah
manusia. Manusia memiliki daya cipta IPTEK karena dia diciptakan sebagai gambar Allah
dan sebagai pribadi yang berakal budi. Allah sendiri adalah pencipta alam semesta,
pendorong dan pencetus ide terhadap lahirnya IPTEK. Kita harus ingat bahwa Yesus sendiri
adalah tukang kayu (Markus 5:3). Ia adalah seorang yang mengerti pondasi dan mekanika
tanah (Matius 7:24-27). Allah tidak pernah membatasi daya cipta dan kreasi manusia akan
IPTEK. Namun perlu juga dicatat bahwa ide dan tujuan penciptaan IPTEK dan produknya
oleh manusia akan dipengaruhi oleh pandangan-pandangannya terhadap Allah, manusia dan
alam semesta.

Ø Hasil – hasil IPTEK dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Manusia


Secara ringkas dapat disebutkan hasil positif dan hasil negatif dari IPTEK. Secara positif,
hasil dan penemuan teknologi telah banyak memberikan manfaat dan kemudahan bagi umat
manusia. Bila pada masa lalu seorang perencana bangunan bertingkat memerlukan berhari-
hari ataupun berbulan-bulan dalam melakukan perhitungan-perhitungan struktur, kini dengan
bantuan software bisa dilakukan dengan waktu kurang dari seminggu dalam kondisi ketelitian
dan ketepatan yang jauh lebih tinggi. Demikian pula perkembangan teknologi dalam dunia
kedokteran telah banyak membantu analisis dan penangan pasien secara lebih tepat dan
cermat.
Dengan perkembangan video, TV, antene parabola, satelit komunikasi, komunikasi
antarkota, antarpulau dan bahkan antarbenua bukan merupakan suatu kesulitan yang besar.
Penginjilan pun dapat dilakukan dengan mudah memakai hasil-hasil teknologi tersebut.
Revolusi dalam teknologi transportasi seperti pesawat terbang, kereta listrik, kapal laut
ataupun perkembangan mobil, telah memungkinkan suatu perjalanan yang cepat, aman dan
nyaman. Dunia rumah tangga juga mengalami terobosan teknologi yang revolusioner, alat
dapur, mesin cuci sampai pemotong rumput telah banyak membantu manusia dalam
menghemat waktu dan tenaga dalam tugas-tugas rumah tangga.
Namun demikian harus pula kita akui bahwa di samping keuntungan-keuntungan kita
dapati pula kerugian-kerugiannya dari hasil perkembangan IPTEK. Beberapa krisis yang
dapat timbul, misalnya, sebagai dampak IPTEK adalah:
Pertama, krisis sosial-ekonomi. Perkembangan teknologi yang cepat akan memacu para
produsen untuk terus mengadakan pembaruan terhadap produknya agar mereka bisa
menguasai pasar dan memiliki daya saing yang kuat di pasaran. Ambilnya contoh suatu
produk komputer dan software pada IBM-PC, hampir setiap tahun mereka selalu menawarkan
pembaruan dan produk baru. Akibatnya, masyarakat mau tidak mau juga harus dipacu untuk
terus hidup mengikuti perkembangan teknologi. Untuk mengikuti perkembangan teknologi
perlu suatu biaya yang tidak kecil, sehingga hanya mereka yang memiliki finansial yang kuat
sajalah yang akan dapat mengambil manfaat dari perkembangan teknologi tersebut. Di sisi
lain, kemajuan teknologi juga banyak mengurangi tenaga manusia untuk diganti dnegan
tenaga mesin, sehingga krisis pengangguran menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suatu
era teknologi.
Kedua, krisis media. Kemajuan dalam setiap produk teknologi telah memungkinkan
nilai-nilai yang amoral seperti ide-ide pornografi, kekejaman dan sadistis dapat disalurkan
dan dinikmati melalui TV, video, disket komputer dan lain-lain, secara sempurna. Kenyataan
ini secara tidak langsung telah menawarkan model-model keriminalitas dalam suatu
masyarakat, sehingga mereka didorong melakukan hal yang sama, sehingga, bukanlah hal
yang mustahil bila masyarakat memasuki "nilai-nilai" yang disesuaikan dengan teknologi
yang ada. Sebagai contoh, hubungan seks tanpa nikah saat ini merupakan hal yang normal
bagi masyarakat karena mereka banyak melihat model baik melalui koran, televisi ataupun
film, baik dari luar maupun dalam negeri. Lebih dari itu televisi menjadikan manusia
memiliki hobi baru, yaitu sebagai penonton; sedangkan waktu-waktu utnuk berdoa, bekerja
menjadi terabaikan karena acara-acara televisi lebih menarik perhatian.
Ketiga, krisis mental. Manusia menjadi egois, tak pernah memperhatikan orang lain,
memburu kemewahan dan kekayaan, memandang rendah agama. Mentalitas lain yang
berkembang dalam era teknologi saat ini adalah mental kompromi, suatu mental yang
menginginkan berpijak pada dua dunia sekaligus. Mentalitas yang menerima dan berbuat
kenyataan yang salah meskipun dia mengetahui hal itu bertentangan dengan nilai-nilai
kebenaran. Inilah suatu era di mana banyak orang Kristen kehilangan wajahnya sebagai
orang percaya.

Ø Konsep Kebenaran Dalam Filsafat


Apakah filsafat dapat membawa manusia kepada kebenaran? Para filsuf dizaman Yunani
kuno, tidak berani mengatakan bahwa mereka telah memiliki kebenaran. Filsafat berasal dari
kata Yunani Philo=Mencintai dan Sophia=Kebijaksanaan. Seorang filosof atau filsuf adalah
orang yang mengaku mencintai kebenaran. Mereka tidak pernah claim telah mendapat
kebenaran.
Kiita lihat bahwa para filsuf saling membantah dan saling mengritik satu dengan lain,
Umpama waktu rationalisme Eropah kontinental sedang ngetrend, di-Inggris dikembangkan
Empricisme. Sesuatu biarpun masuk akal, kalau bertentangan dengan pengamatan, yang
mana yang "lebih benar"? Kalau orang melempar sepotong kayu kecil dan sebuah batu besar
pada saat yang bersamaan, yang mana akan sampai ketanah lebih dahulu? Rasio dan perasaan
manusia mengatakan batu besar akan sampai lebih dahulu. Tetapi percobaan yang dilakukan
Galileo dari menara Pisa menunjukkan mereka jatuh pada saat yang bersamaan. Yang mana
yang lebih dapat dipercaya? Kesimpulan rational atau kesimpulan experimental? Tentu saja
kesimpulan experimental.
Ilmu pengetahuan alam kemudian memakai keduanya. Kalau percobaan mendukung
kesimpulan rational orang lebih percaya kesimpulan tersebut. Tetapi kalau percobaan
membantahnya, orang lebih percaya kesimpulan experimental atau kesimpulan empiris. Jadi
apakah kesimpulan empiris "lebih benar" dari kesimpulan rational? Galileo dan Newton
memang berpendapat begitu. Para ilmuwan setelah Newton pada umumnya mengambil sikap
ini. Imanuel Kant (1724-1804) berusaha untuk menjembatani rasionalisme dan empiricisme.
Lalu apakah suatu kesimpulan empiris mutlak benar? Seorang filsuf dari Scotlandia
David Hume (1711-1776) telah memberi peringatan bahwa kesimpulan empiris tidak pernah
dapat dibuktikan benar. Ia menyangsikan bahwa ilmu pengetahuan pernah dapat mencapai
kebenaran mutlak.
Kesimpulan umum ialah bahwa filsafat tidak pernah dapat membawa manusia kepada
kebenaran, dalam artikata kebenaran "mutlak". Kebenaran relatif dan subjektif mungkin ada,
tetapi kebenaran objektif dan mutlak? Tidak ada filsuf yang berani claim bahwa ia telah
mendapat kebenaran mutlak dan objektif.

Ø Konsep Kebenaran Dalam Ilmu Pengetahuan


Kalau dalam dunia filsafat para filsuf saling membantah satu sama lain, lain halnya dengan
dunia ilmu pengetahuan terutama ilmu pengetahuan alam. Orang mengulangi percobaan-
percobaan yang diambil Galileo dan Newton, hasilnya selalu mendukung kebenaran teori-
teori dan rumus-rumus mereka.
Walaupun Galileo dan Newton orang-orang yang beragama, hasil penemuan mereka sering
dipakai orang untuk menyerang agama. Manusia dengan kecerdasan semata-mata dapat
mencapai kebenaran. Tidak diperlukan wahyu. Kepercayaan akan hasil experimental manusia
lebih dapat dipercaya daripada wahyu. Peringatan David Hume bahwa hasil eksperimen
berapapun banyaknya tidak dapat mencapai kesimpulan yang mutlak benar praktis tidak ada
yang gubris. Deisme, Materialisme, Agnosticisme dan Ateisme tumbuh dengan subur.
Kewibawaan para rohaniwan makin merosot. Kalau zaman Copernicus para ilmuwan mencari
pembenaran dari para Rohaniwan, mulai abad ke-18 sampai sekarang banyak rohaniwan
(tidak semua) mencari pembenaran dari para ilmuwan. Newton dan metode ilmiah cara
Newton sangat didewa-dewakan, termasuk oleh banyak rohaniwan. Kesimpulan-kesimpulan
ilmiah oleh banyak orang, para ilmuwan, para rohaniwan apalagi kaum awam dianggap
mutlak benar.
Optimisme bahwa manusia dapat mendapat kebenaran mutlak dengan metodemetode Newton
makin tumbuh awal abad ke-19. Abad ke-19 disebut orang "The age of idiology". Ilmu
Pengetahuan Alam dengan produknya teknologi dan terapi kedokteran berkembang dengan
pesat. Teknologi mesin, listrik, komunikasi, kimia, ilmu kedokteran dll berkembang dengan
sangat mengagumkan orang.
Orang makin yakin akan kebenaran mutlak dari ilmu pengetahuan alam terutama teori
Newton. Teori-teori yang telah didukung oleh banyak sekali pengamatan-pengamatan dan
percobaan-percobaan tidak lagi disebut teori tetapi naik pangkat menjadi hukum. Jadi kita
kenal hukum Newton, hukum Ohm, hukum Mendel dll.
Pada akhir abad ke-19 diamati gejala-gejala yang mulai menggelisahkan para ilmuwan.
Dalam gerakan Mercurius ada selisih 3 detik radian per abad. Selisih ini memang sangat
sedikit, tetapi menggelisahkan para astronom. Kalau hukum Newton mutlak benar seharusnya
tidak ada selisih itu. Pada perhitungan gaya tarik antar galaxy dengan rumus Newton ada
penyimpangan. Makin besar jaraknya, makin besar penyimpangannya. Waktu itu dibidang
fisika atom orang sudah dapat mempercepat elektron-elektron dalam accelerator. Pada
kecepatan mendekati cahaya kembali diamati penyimpangan-penyimpangan. Makin
mendekati kecepatan cahaya penyimpangannya makin besar. Par ilmuwan makin gelisah,
tetapi belum ada yang tahu jawabannya.
Pada tahun 1905 seorang muda berumur 26 yang tidak dikenal, seorang pegawai kantor paten
di-Swiss menulis sebuah artikel singkat dan mengirimnya kemajalah ilmu pengetahuan alam
"Annalen der Physic". Artikel itu kemudian menggegerkan dunia ilmu pengetahuan alam
sedunia. Artikel itu kemudian dikenal dengan nama "The Special theory of Relativity".
Dalam waktu sangat singkat nama pegawai kantor paten tersebut menjadi terkenal. Namanya
adalah Albert Einstein. Pada tahun 1916 Einstein menulis "The General theory of Relativity".
Sampai sekarang teori Newton masih diajarkan disekolah menengah karena relatif mudah
dimengerti. Teori relatif Einstein sangat sulit untuk dimengerti. Tetapi untuk menerangkan
ketiga gejala tersebut diatas, teori Einstein lebih memuaskan daripada teori Newton. Untuk
kecepatan rendah dibandingkan dengan kecepatan cahaya dan jarak dekat dibandingkan jarak
antar galaxy, sampai sekarang orang lebih bnyak pakai teori Newton. Tetapi untuk
menerangkan gejala alam secaara keseluruhan, para ilmuwan pada umumnya berpendapat
bahwa teori Einstein lebih memuaskan daripada teori Newton. Hal ini mempunyai dampak
yang sangat besar dalam pemikiran dunia intelektual. Peringatan David Hume mau tidak mau
dipikirkan orang lagi.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Apa yang diperingatkan Tertulianus pada abad pertama bahwa bagi orang Kristen
mempelajari filsafat Yunani tidak ada gunanya bahkan berbahaya ada benarnya. Kita lihat
dari uraian diatas bahwa bila seorang teolog terkesan pada filsafat Plato, maka dalam uraian-
uraian teologisnya mau tidak mau ia masukan filsafat Plato (Augustinus). Bila ia terkesan
pada filsafat Aristoteles, ia masukan filsafat dan metode berpikir Aristoteles dalam teologinya
(Thomas Aquinas). Di zaman modern, bila ia terkesan akan rasionalisme ia masukan filsafat
rasionalisme. Demikian dalam teologi modern kita lihat pengaruh existensialisme,
fenomenologisme dll. Kini orang sedang kembangkan filsafat post modern. Sudah ada teologi
yang terpengaruh post modernisme. Semua itu sudah tidak murni ajaran Allah lagi, tetapi
ajaran Allah dicampur ajaran manusia. Augustinus dan Calvin biarpun tidak dapat
menghindarkan diri dari kepercayaan mereka diluar Alkitab, sangat menghormat Alkitab
sebagai Firman Allah. Jadi dari pelbagai teologi yang ada, teologi Augustinus dan Calvin
relatip murni.
Tentu saja orang tidak dapat menutup mata akan dunia sekelilingnya termasuk orang
Kristen. Tetapi hendaklah pemikir-pemikir Kristen menyadari akan sejarah pemikiran Kristen
seperti telah di uraikan diatas sepintas lalu. Orang Kristen, baik filsuf, ilmuwan, teolog,
penatua, aktivis gereja maupun jemaat "biasa", hendaknya menaruh Firman Allah yaitu
Alkitab jauh diatas segala teori-teori buatan manusia. Belajarlah dari sejarah. Jangan
mengutuk, tetapi jangan pula kompromikan Firman Allah dengan teori manusia yang
manapun. Dalam artikel "Teori Geosentris versus teori Heliosentris" kita lihat bahwa kutukan
gereja pada teori Geosentris membuat generasi teolog berikutnya jadi salah tingkah.
Kemudian mereka kompromi dengan teori Heliosentris. Padahal teori Heliosentris dalam
pandangan astronomi abad ke-20/21 sama benarnya atau sama salahnya dengan teori
Geosentris. Tetapi generasi teolog yang kompromikan Alkitab dengan teori Heliosentris
tersebut mengutuk teori evolusi mulai dari Buffon apalagi Darwin (1849). Kemudian generasi
teolog berikutnya lagi jadi salah tingkah dan kompromi lagi. Saya telah tunjukkan bahwa
teori evolusipun belum tentu benar bahkan tidak pernah dapat dibuktikan benar. Teori ilmiah
yang manapun tidak pernah dapat dibuktikan benar.