Anda di halaman 1dari 3

KONSEP MAPING

HALUSINASI

C. Tahapan halusinasi
1. Fase 1 = pasien mengalami perasaan mendalam seperti
ansietas, kesepian,rasa bersalah, takut. Di sini pasien
A.Pengertian tersenyum/tertawa yang tidak sesuai, menggerakkan

Halusinasi merupakan gangguan lidah tanpa suara, pergerakan mata cepat, diam dan asik
B. Etiologi
atau perubahan presepsi dimana sendiri
1. Faktor predisposisi
pasien mempersepsikan sesuatu a. Faktor Perkembangan 2. Fase II = pasien mulai lepas kendali dan mencoba untuk
b. Faktor sosiokultural mengambil jarak dirinya dengan sumber dipersepsikan.
yang sebenarnya tidak terjadi.
c. Faktor biokimia
Suatu penerapan panca indera tanpa Disini terjadi peningkatan TTV,asik dengan
d. Faktor psikologi
adanya rangsangan dari luar. Suatu e. Faktor gen dan pola asuh pengalaman sensori dan kehilangan kemampuan untuk
2. Faktor presipitasi membedakan halusinasi dan realita
penghayatan yang di alami suatu a. Biologis
presepsi melalui panca indra tanpa b. Stress lingkungan 3. Fase III = pasien berhenti menghentikan perlawanan
c. Sumber koping terhadap halusinasi dan menyerah pada halusinasi
stimulus eksteren, presepsi palsu
d. Perilaku
(prabowo,2014) tersebut. Disini pasien sukar berhubungan dengan orang
3. Rentang respon neurobiologis
a. Studi neurotransmiter lain, berkeringat, tremor, tidak mampu memenuhi
b. Teori virus perintah, berada pada kondisi yang menegangkan
c. Psikologis
terutama jika akan berhubungan dengan orang lain.
4. Fase IV = disini terjadi perilaku kekerasan, agitasi,
menarik diri tidak mampu berespon terhadap perintah
yang kompleks dan tidak mampu berespon lebih dari 1
orang. Kondisi pasien sangat membahayakan.
D. Jenis halusinasi
Proses keperawatan
1. Halusinasi pendengaran (akustik,audiotori)
2. alusinasipendengaran (akustik,audiotorik) E. TANDA DAN GEJALA

3. Halusinasi pengelihatan ( visual) Pendengaran: Mendengar suara-suara /


4. Halusinasi penghirup ( olfaktori) kebisingan, paling sering suara kata yang
jelas, berbicara dengan klien bahkan sampai
5. Halusinasi peraba ( taktil,kinaestatik)
percakapan lengkap antara dua orang yang
6. Halusinasi pengecap (gustatorik ) mengalami halusinasi
7. Halusinasi sinestetik Penglihatan: Stimulus penglihatan dalam PENGKAJIAN
kilatan cahaya, gambar giometris, gambar
8. Halusinasi viseral 1. Identitas
karton dan atau panorama yang luas dan
komplek. Penglihatan dapat berupa sesuatu 2. Alasan Masuk dan Faktor
yang menyenangkan /sesuatu yang Presipitasi
menakutkan seperti monster. 3. Faktor Predisposisi
Penciuman: Membau bau-bau seperti bau 4. Pemeriksaan fisik
darah, urine, fases umumnya baubau yang 5. Psikososial
tidak menyenangkan. Halusinasi penciuman 6. Status Mental
biasanya sering akibat stroke, tumor, kejang / 7. Kebutuhan Persiapan Pulang
dernentia. 8. Mekanisme Koping
Pengecapan: Merasa mengecap rasa seperti 9. Masalah Psikososial dan
rasa darah, urine, fases. Lingkungan
Perabaan: Mengalami nyeri atau 10. Kurang pengetahuan tentang
ketidaknyamanan tanpa stimulus yang jelas 11. Aspek Medik
rasa tersetrum listrik yang datang dari tanah,
benda mati atau orang lain.
Sinestetik: Merasakan fungsi tubuh seperti
aliran darah divera (arteri), pencernaan
makanan.
Kinestetik: Merasakan pergerakan sementara
berdiri tanpa bergerak
No Dx Perencanaan
Tgl
Dx Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
Gangguan TUM: Klien Setelah 1x interaksi klien 1. Bina hubungan saling
sensori dapat mengontrol menunjukkan tanda – percaya dengan
persepsi: halusinasi yang tanda percaya kepada menggunakan prinsip
halusinasi dialaminya perawat : komunikasi terapeutik :
(lihat/dengar/p Tuk 1 : 1. Ekspresi wajah a. Sapa klien dengan ramah
enghidu/raba/k bersahabat. baik verbal maupun non
Klien dapat 2. Menunjukkan rasa verbal
ecap) membina senang. b. Perkenalkan nama,
hubungan saling 3. Ada kontak mata. nama panggilan dan
percaya 4. Mau berjabat tangan. tujuan perawat berkenalan
5. Mau menyebutkan c. Tanyakan nama
nama. lengkap dan nama
6. Mau menjawab salam. panggilan yang disukai
7. Mau duduk klien
berdampingan dengan d. Buat kontrak yang
perawat. jelas
8. Bersedia e. Tunjukkan sikap jujur
mengungkapkan dan menepati janji setiap
masalah yang dihadapi. kali interaksi
f. Tunjukan sikap empati
dan menerima apa adanya
g. Beri perhatian kepada
klien dan perhatikan
kebutuhan dasar klien
h. Tanyakan perasaan
klien dan masalah yang
dihadapi