Anda di halaman 1dari 6

1.

Seorang pasien 47 tahun yang datang ke polikilinik dengan keluhan bila melihat jauh dan dekat
kabur hasil pemeriksaan didapatkan :
VOD : 6/15 cc S + 1,25  6/6
S + 1,50  6/6
VOS : 6/40 cc S + 2,00  6/6
S + 2,50  6/6
a. Diagnosis  ODS Hypermetropia + Presbiopia
b. Resep

2. Jelaskan perbedaan konjungtivitis, Keratitis, Uveitis dan Glukoma Akut !


Penyakit Gejala Tanda Klinis
Konjungtivitis Visus Normal Alergi/ Vernal:
Gatal berat, timbul Cobel Stone, adanya riwayat alergi,
secret gelatin berisi Eosinofil, bisa timbul keratitis
Penangaanan  Pemebrian Steroid topical (Loteprednol
etabonate 0,2%), Antihistamnin Topikal (Levocabastine
hychloride 0,05%, Stabilisasi sel mast (Nedocromil 2%)
Virus :
air mata berlebihan, timbul folikel
Bakteri :
Banyak kotoran mata, mata tidak dapat membuka,
Pembengkakan kelopak mata
Keratitis Penurunan Visus Photofobia, Mata Berair, peradangan sekitar epitel
(Floresein +),
Uveitis Penurunan Visus Anterior :
(mendadak/ringan dan S  Nyeri mata terbatas pada preorbita dan bertambah
Merah), peningkata TIO jika kena cahaya/ tekanan, Nyeri kepala (malam hari
berat), Photofobia, Lakrimasi
O  Mata merah, eksudat pada COA, hipofion/hifema,
perubahan pada iris

Posterior :
Mata tidak merah
Photofobia
Kekeruhan vitreus, infiltrate dalam retina dan koroid,
perdarahn retina
Glukoma Akut Penurunan Visus Nyeri preorbita, ingin Muntah, Mata merah, Pupil
(Perlahan), Peningkatan melebar dengan sendirinya
TIO

3. Penanganan Glaukoma Akut !


1. Tetes Pilocarpin 2% setiap menit (5 Menit)
2. Gunakan Asetosolamit 500 mg IV, disusul 250 mg tab / 4 jam
3. Cilokain 2 % untuk kurangi produksi humor aquos
4. Tindakan pembedahan (jika tekanan bola mata terkontrol)
4. Seorang pasien 27 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan melihat jauh kabur
VOD : 6/15 cc, S – 1.25, C + 0.75, A 0  6/6.
VOS : 6/12 cc, S 0 , C 1.0, A 90  6/6
Pupil Distance 58 mm
a. Diagnosa  ODS Miopia
b. Resep

5. Seorang pasien 27 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan melihat jauh kabur
VOD : 6/15 cc, S – 2.00, C – 1.00, A 90  6/6.
VOS : 6/12 cc, S 0 , C – 1.50 , A 90  6/6
Pupil Distance 58 mm
c. Diagnosa  ODS Miopia
d. Resep

6. Derajat Trauma Kimia :


Klasifikasi Throf (trauma alkali) Klasifikasi Roper – Hall Klasifikasi Hughes (didasarkan
kerusakan stem sell)
Derajat I Derajat I Derajat I
Konjungtiva hiperemis Kornea Jernih, tidak terdapat Iskemia limbus minimal/tdk ada
Keratitis pungtata iskemik limbus, prognosis baik
Derajat II
Derajat II Derajat II Iskemia < 2 kuadran limbus
Konjungtiva hiperemis Kornea hazy tetapi detail iris
Hilangnya epitel kornea tampak dengan iskemik 1/3 Derajat III
limbus Iskemia > 3 kuadran limbus
Derajat III
Konjungtiva hiperemis dan Derajat III Derajat IV
nekrotis Detail iris tidak terlihat, iskemik Iskemia pada seluruh limbus, seluruh
Epitel kornea terlepas limbus 1/3 - 1/5 pada permukaan epitel konjungtiva
dan bilik mata depan
Derajat IV Derajat IV
Konjungtiva perilimbal (nekrosis Kornea opaque dgn iskemik
50%) limbus > 1/5 (sangat buruk)

7. Penanganan Trauma kimia Asam dan Basa !


Asam (Bayklin, cuka, deterjen, pembersih kaca) Basa (Pupuk, kapur, semen, pastagigi, petasan)
1. Irigasi jaringan yang terkena selama 1. Irigasi jaringan selama 60menit (air mengalir,
30menit (air mengalir, Larutan fisiologis) Larutan fisiologis)
2. Berikan Natrium Bikarbonat 3% 2. Berikan Siklopegia
3. Berikan Siklopegia 3. Berikan Antibiotik
4. Berikan antibiotik (Tobro) 4. 1 minggu Post trauma berikan EDTA

8. Penanganan UMUM Trauma kimia Asam dan Basa !


a. Tujuan : Menurunkan inflamasi nyeri dan resiko
b. Prosedur :
1. Irigasi dengan air mengalir dan garam fisiologis selama >15 – 30 menit
2. Buka kelopak mata menggunakan speculum mata  tetes pantokain sehingga dapat
dilakukan efersi kelopak mata atas dan bawah untuk dapat membersihkan forniks dan
konjungtivita palpebral
3. 5-10 menit Post irigasi dilakukan pengukuran pH menggunakan kertas lakmus untuk menilai
kenetralan pH mata (Netral 7,3)
4. Jika trauma Asam (Natrium Bikarbonat 3%) dan Jika Basah (asam asetat 0,5% dan Buffer
asam asetat pH 4,5%)
5. Berikan Antiobitik
6. Jika ada iritis dan sinekia Posterior (iris melekat pada lensa) diberikan Antropin 1% ED dan
Ckopulamin 0,25% (2x/hr)
7. B-bloker dan asetasolamid = Diuretik (cegah terjadi glaucoma)
8. Steroid diberikan secara hati-hati ! (7hr pertama Steroid Topikal = dexa 1% dan prednisone
0,1% per 2 jam)
9. Vitamin C
10. Berikan air mata buatan dan bebat mata

9. Penanganan Trauma Adneksa !


1. Irigasi dengan larutan fisiologis
2. Jika terdapat benda asing lakukan anastesi local (Pantokain)
3. Lakukan Swab dengan moistened cotton tipped untuk mengeluarkan benda asing
4. Debridement dan pemberian antibiotic
5. Selang 3 menit Berikan air mata buatan
6. Babat mata dan evaluasi 48 jam (2 hari)

10. Perbedan Hordeulum dan Kalazion serta penanganan !


Tanda Klinis Penanganan
HORDEOLUM  Timbul benjolan pada palpebral  Kompres air hangat 3x/hr
dan bersifat nyeri  Pemebrian antibiotic oral atau
 Pseudo-Ptosis topical
 Hiperemis  Insisi
 Pembengkakan kelenjar limfe
periokular
KALAZION  Benjolan palpebral  Kompres air hangat 3x/hr
 Tidak nyeri  Pemebrian antibiotic oral atau
 Tidak hiperemis topical
 Pseudo-Ptosis  Insisi
11. Klasifikasi Katarak !
Klasifikasi (berdasarkan usia Klasifikasi (Berdasarkan Klasifikasi (Berdasarkan
timbulnya) kekeruhan lensa) Letak kekeruhan lensa)
1. Katarak Kongenital (<1 thn) 1. Katarak Matur 1. Katarak kortikalis,
2. Katarak Juvenil (> 1 thn) 2. Katarak Imatur 2. Katarak subkapsularis
3. Katarak Senilis (>40 thn) posterior atau anterior,
3. katarak nuclearis.

12. Klasifikasi Katarak Menurut BURATTO !


Grade 1  Nukleus lunak. Pada katarak grade 1 biasanya visus masih lebih baik dari
6/12, tampak sedikit keruh dengan warna agak keputihan. Refleks fundus juga masih
dengan mudah diperoleh dan usia penderita juga biasanya kurang dari 50 tahun.
Grade 2  Nukleus dengan kekerasan ringan. Pada katarak jenis ini tampak nukleus
mulai sedikit berwarna kekuningan, visus biasanya antara 6/12 sampai 6/30. Reflek
fundus juga masih mudah diperoleh dan katarak jenis ini paling sering memberikan
gambaran katarak subkapsularis posterior.
Grade 3  Nukleus dengan kekerasan medium. Katarak ini paling sering ditemukan
dimana nukleus tampak berwarna kuning disertai dengan kekeruhan korteks yang
berwarna keabu-abuan. Visus biasanya antara 3/60 sampai 6/30 dan bergantung juga dari
usia pasien. Semakin tua pasien tersebut maka semakin keras nukleusnya.
Grade 4  Nukleus keras. Pada katarak ini warna nukleus sudah berwarna kuning
kecoklatan, dimana usia penderita biasanya sudah lebih dari 65 tahun. Visus biasanya
antara 3/60 sampai 1/60, dimana reflek fundus maupun keadaan fundus sudah sulit
dinilai.
Grade 5  Nukleus sangat keras. Pada katarak ini nukleus sudah berwarna kecoklatan
bahkan ada yangsampai berwarna agak kehitaman. Visus biasanya hanya 1/60 atau lebih
jelek dan usia penderita sudah di atas 65 tahun. Katarak ini sangat keras dan disebut juga
brumescent cataract atau black kataract.
13. Indikasi dan Kontraindikasi Pembedahan Katarak !
Indikasi Kontraindikasi
1. Memperbaiki penglihatan jika sudah
mengganggu aktivitas sehari-hari
2. Mempengaruhi kesehatan mata karena
glaukoma fakolitik dan glaukoma
fakomorfik
3. Kosmetik untuk memperbaiki warna
pupil menjadi hitam