Anda di halaman 1dari 7

Perancangan dan Kegiatan Budi Daya Unggas Petelur

LAPORAN
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan yang Dibimbing
oleh Bapak Rosihan Anwar S.Pd
Disusun oleh :
Deva Shofa
Fadila Nurjanah
Fazira El Zahra
Gilang Giri Nugraha
XII MIPA 3

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1


GARUT
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil
telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan
dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia
diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena
ayam hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam
seleksi tadi mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan
ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi
juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam
petelur cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga menghasilkan ayam
petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat
baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur
unggul.
Menginjak awal tahun 1900-an, ayam liar itu tetap pada tempatnya akrab dengan pola
kehidupan masyarakat dipedesaan. Memasuki periode 1940-an, orang mulai mengenal ayam lain
selain ayam liar itu. Dari sini, orang mulai membedakan antara ayam orang Belanda (Bangsa
Belanda saat itu menjajah Indonesia) dengan ayam liar di Indonesia. Ayam liar ini kemudian
dinamakan ayam lokal yang kemudian disebut ayam kampung karena keberadaan ayam itu
memang di pedesaan. Sementara ayam orang Belanda disebut dengan ayam luar negeri yang
kemudian lebih akrab dengan sebutan ayam negeri (kala itu masih merupakan ayam negeri galur
murni).
Ayam yang pertama masuk dan mulai diternakkan pada periode ini adalah ayam ras
petelur white leghorn yang kurus dan umumnya setelah habis masa produktifnya. Antipati orang
terhadap daging ayam ras cukup lama hingga menjelang akhir periode 1990-an. Ketika itu mulai
merebak peternakan ayam broiler yang memang khusus untuk daging, sementara ayam petelur
dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula..
Ayam kampung memang bertelur dan dagingnya memang bertelur dan dagingnya dapat
dimakan, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai ayam dwiguna secara komersial-unggul.
Penyebabnya, dasar genetis antara ayam kampung dan ayam ras petelur dwiguna ini memang
berbeda jauh. Ayam kampung dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa baiknya. Sehingga
ayam kampung dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan baik dibandingkan ayam ras.
Hanya kemampuan genetisnya yang membedakan produksi kedua ayam ini. Walaupun ayam ras
itu juga berasal dari ayam liar di Asia dan Afrika.
Pengembangan usaha ternak layer (ayam petelur) di Indonesia masih memiliki prospek
yang bagus, terlebih lagi konsumsi protein hewani masih kecil. Sesuai standar nasional, konsumsi
protein per hari per kapita ditetapkan 55 g yang terdiri dari 80% protein nabati dan 20% protein
hewani (www.litbang.deptan.co.id). Hal itu berarti target konsumsi protein hewani sekitar 11
g/hari/perkapita. Namun yang terjadi, konsumsi protein hewani penduduk Indonesia baru
memenuhi 4,7 g/hari/perkapita, jauh lebih rendah dibanding Malaysia, Thailand dan Filipina.
Dalam dunia peternakan, kita tidak asing lagi dengan ayam yang sengaja diternakan untuk
dihasilkan daging atau telurnya, karena sudah banyak peternakan ayam yang menyebar diseluruh
Indonesia bahkan sampai diluar negeri, baik peternkan pabrik ataupun peternakan individu.
Seperti pada peternakan ayam petelur yang kami kunjungi, yang dimana peternakan tersebut
dimiliki individu. Adapun nama pemiliknya yaitu Kirom Rohmana, peternakan ini terletak di jalan
KH Masduki, daerah Pasawahan Tarogong Kaler Garut.
Ayam itu sendiri terbagi ke dalam dua jenis yaitu ayam jenis pedaging dan ayam jenis
petelur. Ayam jenis pedaging, pastinya dibudidayakan karena untuke dihasilkan daging dalam
jumlah yang banyak dengan kualitas yang baik, sedangkan ayam petelur dibudidayakan untuk
dihasilkan telur dengan jumlah yang banyak dan kualitas yang baik. Dalam beternak, kita perlu
memperhatikan mulai dari pakan, kandang, penyakit serta pengobatannya, sifat genetikanya,
asal usulnya, vaksinasi dan sebagainya.
Kami melakukan kunjungan atau observasi ke peternak dengan maksut untuk mengetahui
situasi dalam membudidayakan ternak khususnya komoditi ayam petelur, yang dipilih oleh
peternaknya tersebut. Ayam Petelur tersebut dipilih untuk dijadikan pilihan dalam beternak
karena dirasa ayam petelur tersebut mampu untuk menghasilkan telur dalam jumlah yang cukup
dengan waktu yang cepat. Sehingga peternak tersebut memilih komoditi ayam petelur untuk
diternakan.
Dalam hal kandang yang perlu diperhatikan diantaranya yaitu pendirian kandang yang
jauh dari pemukiman, tapi dekat dengan sumber pakan, air, dan pemasaran. Selain itu yang perlu
diperhatikan yaitu mengenai struktur atau desain kandang, bahan kandang yang dipakai,
memperhatikan sanitasi, sirkulasi udara, suhu pada kandang, kapasitas yang baik untuk jumlah
ternak yang dihuni didalamnya.
Dalam hal penyakit pada ayam petelur juga perlu diperhatikan karena sangat penting juga
dalam hal mengawinkan ternaknya, agar anakannya yang dihasilkan nanti dalam kulaitas yang
baik. Penyakit pada ayam umumnya sama, yaitu diantaranya penyakit tetelo, pilek atau flu, cacar
ayam dan sebagainya.
B. Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah dari laporan ini sebagai berikut :
1. Apa saja yang dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya ayam petelur?
2. Apa saja faktor yang mempengaruhi wirausaha di bidang budidaya unggas petelur?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini, yaitu :
1. Untuk mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya ayam
petelur.
2. Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi wirausaha di bidang budidaya
unggas petelur.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari laporan ini sebagai berikut :
1. Bagi masyarakat, diharapkan agar memahami secara baik tentang budidaya unggas
petelur ini supaya mereka yang ingin memulai usaha di bidang ini dapat memperkecil
kemungkinan kerugian.
2. Bagi siswa, diharapkan agar dapat menerapkan karya tulis ini dalam kehidupan sehari-hari
untuk serta dapat mengembangkan karya tulis ini menjadi inovasi-inovasi yang lebih menarik.
3. Bagi guru, diharapkan agar dapat memberikan informasi mengenai budidaya unggas
petelur ini dalam proses belajar mengajar agar tercipta pembelajaran yang bermanfaat.
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Apa itu “budidaya unggas petelur”


Budidaya unggas petelur merupakan usaha pengelolaan sumber daya hayati berupa
unggas dengan tujuan untuk dipanen hasilnya. Dalam budidaya uggas petelur dibutuhkan
sarana dan peralatan. Selanjutnya kamu akan mempelajari sarana dan peralatan yang di
butuhkan dalam budidaya unggas petelur. Dalam budidaya unggas petelur pemilihan lokasi
harus dilakukan sebaik mungkin. Lokasi yang sesuai untuk budidaya ayampetelur adalah jauh
dari keramaian, mudah dijangkau untuk pemasaran, dan bersifat menetap
B. Sarana dan Peralatan Budidaya Unggas Petelur

1. Sarana dan Peralatan Budidaya Unggas Petelur

Sarana dan peralatan yang dibutuhkan dalam budidaya ayam petelur terdiri dari kandang dan
perlengkapan kandang, bibit, pakan, vitamin dan obat-obatan.
A. Kandang
Kandang adalah kebutuhan utama dalam usaha budidaya ternak unggas. Kandang berguna
untuk menjaga agar unggas peliharaan tidak berkeliaran, memudahkan pemeliharaan, seperti
pemberian pakan dan obat-obatan, serta memudahkan pemanenan atau pengumpulan hasil
peternakan. Selain itu kandang juga berfungsi untuk memperoleh hasil panen yang berkualitas.

B. Peralatan kandang
Selain kandang dibutuhkan juga peralata seperti di bawah tempat makan, minum, dan grit.
Kandang postal harus dilengkapi dengan tempat makan dan minum sehinnga harus tersedia dalam
jumlah yang cukup. Tempat makan dan minum pada kandang battery sudah cukup menyatu
dengan kandang yang dapat terbuat dari bambu, aluminium atau bahan lainnya yang kuat, tidak
bocor, dan tidak berkarat.
C. Bibit ayam
Bibit ayam petelur dapat diperoleh pada penyedia bibit. Bibit ayam yang digunakan disebut
DOC/ ayam umur sehari. Persyaratan bibit DOC adalah:
1. Anak ayam berasal dari induk yang sehat
2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya
3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya
4. Anak ayam mempunyai nafsu makan yang baik
5. Ukura badan normal, yaitu mempunyai berat badan antara 35-40 gram
6. Tidak ada letajan tinja diduburnya

D. Pakan
Pakan adalah campuran dari beberapa bahan baku pakan, baik yang sudah lengkap maupun
yang masih akan dilengkapi, yang disusun secara khusus dan mengandung zat gizi yang
mencukupi kebutuhan ternak untuk dapat dipergunakan sesuai dengan jenis ternaknya. Pakan
dapat dibuat dari bahan-bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan hasil industri yang
mengandung zat gizi dan layak dipergunakan sebagai pakan baik yang telah diolah maupun yang
belum diolah.
Pakan unggas terdiri atas campuran bahan makanan seperti jagung, kedelai, dan bahan
lainnya sehingga memiliki komposisi nutrisi karbohidrat, serat kasar, protein, lemak, kalsium, dan
fospor sehingga sesuai sebagai pakan ayam. Pakan ayam sudah tersedia dalam bentuk siap pakai
dibeli di toko pakan ternak.
E. Obat-obatan, vitamin, dan Hormon Pertumbuhan
Obat-obatan diberikan kepada unggas jika diperlukan, yaitu untuk yang sakit. Obat-obatan
yang diberikan harus disesuaikan dengan penyakit yang diderita oleh unggas. Obat juga diberikan
sesuai dosis, julah serta waktu yang tepat.
Vitamin berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan menjaga kesehatan unggas,
sedangkan hormon pertubuhan berfungsi untuk menpercepat pertumbuhan unggas. Secara alami
unggas dapat tumbuh sehat jika mendapatkan pakan dalam jumlah yang cukup.
F. Peralatan panen
Peralatan panen diperlukan untuk mempermudah dan mempercepat panen. Disamping itu,
peralatan panen dapat digunakan untuk mencegah telur yang dihasilkan tidak pecah dan ruak.
Peralatan panen adalah wadah untuk mengumpulkan telur yang telah dipanen.

2. Teknik Budidaya Unggas Petelur


Kegiatan budidaya unggas petelur meliputi:
a. Penyediaan Kandang
b. Penyediaan bibit
c. Pemeliharaan
d. Panen
e. Pasca panen
BAB III
HASIL OBSERVASI

 System kandang
System kandang peternakan ayam petelur milik pak kirom berdasarkan aturan.
Satu set kandang berisi 8 ekor ayam dimana lebarnya 120 cm dan panjangnya

 Lokasi kandang
Posisikandangnya jangan terlalu tertutup dan jangan terlalu terbuka
 Ukuran kandang