Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam pelayanan bimbingan dan konseling di butuhkan suatu alat
yang di namakan Instrumen tes BK. Instrument tes Bimbingan dan
konseling di sekolah sangatlah penting karena instrument tes ini dapat
membantu memperlancar pendidikan. Instrument tes ini, sangat banyak
kegunaannya yaitu salah satunya dapat membantu guru pembimbing
dan guru mata pelajaran dalam mengklasifikasikan siswa.
Instrument ini bagi guru pembimbing agar dapat mengetahui potensi
siswa, kemudian guru dapat menyesuaikan materi pelajaran dengan
potensi siswa tersebut. Instrument ini juga sangat berguna dalam
penempatan dan penyaluran siswa yang tepat di sekolah.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan seleksi, skirining, diagnostik,
prediksi, dan penempatan?
2. Bagaimana peningkatan pemahaman diri dan rencana masa depan?
3. Apakah yang dimaksud dengan modifikasi program/ perlakuan dan
monitoring evaluasi
4. Apakah yang dimaksud dengan penelitian

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan seleksi, skirining,
diagnostic, prediksi, dan penempatan.
2. Untuk mengetahui bagaimana peningkatan pemahaman diri dan
rencana masa depan.
3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan modifikasi program/
perlakuan dan monitoring evaluasi.
4. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penelitian.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Klasifikasikan (Seleksi, Skirining, Diagnostik, Prediksi, dan


Penempatan
1. Seleksi
Tes seleksi sering dikenal dengan istilah “ujian saringan”
atau “ujian masuk”. Tes ini dilaksanakan dalam rangka penerimaan
calon siswa baru, dimana hasil tes digunakan untuk memilih calon
peserta didik yang tergolong paling baik dari sekian banyak calon
yang mengikuti tes.
Sebagai tindak lanjut dari hasil tes seleksi, maka para calon
yang dipandang memenuhi batas persyaratan minimal yang telah
ditentukan dinyatakan sebagai peserta tes yang lulus dan dapat
diterima sebagai siswa baru, dinyatakan tidak lulus dan karenanya
tidak dapat diterima sebagai siswa baru.
2. Skirining
Skrining, mengacu pada penyelidikan untuk menentukan
mana yang memerlukan atau berhak atas perlakuan khusus.
3. Diagnostik
Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk
menentukan secara tepat jenis kesukaran yang dihadapi oleh para
peserta didik dalam suatu pelajaran tertentu. Dengan diketahuinya
jenis-jenis kesukaran yang dihadapi oleh para peserta didik dalam
suatu mata pelajaran tertentu. Dengan diketahuinya jenis-jenis
kesukaran yang dihadapi oleh peserta didik itu maka lebih lanjut
akan dapat dicarikan upaya berupa pengobatan yang tepat. Tes
diagnostik juga bertujuan ingin menemukan jawab atas pertanyaan
“apakah peserta didik sudah dapat menguasai pengetahuan yang
merupakan dasar atau landasan untuk dapat menerima pengetahuan
selanjutnya?”.

2
Materi yang ditanyakan dalam tes diagnostik pada
umumnya ditekankan pada bahan-bahan tertentu yang biasanya
atau menurut pengalaman sulit dipahami siswa. Tes jenis ini dapat
dilaksanakan secara lisan, tertulis, perbuatan atau kombinasi dari
ketiganya.
Diagnostik dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
a. Diagnostik untuk seleksi
Dengan alat tes tertentu akan dapat didiagnosis potensi
calon siswa untuk materi mata pelajaran tertentu.
b. Diagnosis untuk keperluan bimbingan dan konseling
Seperti dalam instusi pendidikan yang berasal dari
permasalahan siswa.
c. Diagnostik untuk keperluan terapi
Problematik di lembaga pendidikan, dihadapkan pada
kasus- kasus tertentu yang menuntut pihak konselor
mendapatkan informasi diagnosis untuk keperluan terapi
d. Diagnosis untuk pemilihan jabatan
Untuk seleksi pemilihan manajer atau rekruitmen.
4. Prediksi
Prediksi adalah suatu proses memperkirakan secara
sistematis tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi di masa
depan berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki,
agar kesalahannya (selisih antara sesuatu yang terjadi dengan hasil
perkiraan) dapat diperkecil. Konselor tertarik pada masalah
prediksi untuk alasan mendasar, karena tertarik menguji
pemahaman klien tertentu dan dengan itu mengetahui alat penting
untuk membantu klien sendiri. Prediksi tentang permasalahan
keberhasilan di perguruan tinggi, ketekunan dalam pekerjaan atau
lainnya.
5. Penempatan

3
Menurut Djaali dan Muljono, tes jenis ini dilakukan pada
awal tahun ajaran untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta
didik sehubungan dengan pelajaran yang akan disajikan. Dengan
demikian peserta didik dapat ditempatkan pada kelompok yang
tepat, misalnya pada kelompok atas, sedang atau yang lain.
Penilaian demikian biasanya menggunakan tes yang disusun
dalam lingkup yang luas dan tingkat kesukaran yang bervariasi
agar dapat membedakan peserta didik yang sudah atau belum
menguasi pelajaran/standar kompetensi tertentu.

B. Meningkatkan Pemahaman Diri dan Rencana Masa Depan


Untuk memahami diri siswa, sampai di mana kemampuan yang ia
miliki dan memudahkan penempatan karir atau prediksi cita-cita yang
ia impikan. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Yaitu
agar siswa siswa mengerti apa kelebihan-kelebihannya dan apa
kekurangannya.
Dengan demikian tes dapat dikatakan berperan sebagai alat untuk
membantu konselor memahami siswanya dengan lebih baik dan
menyeluruh sehingga siswa yang dibimbing dapat memahami dirinya
sendiri dan bisa mengambil keputusan secara tepat (J Cronbach: 1949).

C. Modifikasi Program/ Perlakuan Dan Monitoring Evaluasi


Modifikasi program yaitu merubah program yang sudah ada dan
harus disesuaikan dengan hasil tes. Perlakuaan dan evaluasi yaitu
tindakan yang harus diberikan seseorang untuk melakukan penilaian
terhadap suatu program dalam jangka waktu untuk mencapai target
yang telah ditentukan. Evaluasi yaitu bagian yang terikat dengan waktu
untuk mengkaji secara sistematis dan objektif, relevansi, kerja, dan
keberhasilan dari program yang sedang berjalan atau program yang
telah selesai. Evaluasi dilakukan secara efektif untuk menjawab
pertanyaan selektif dan pertanyaan spesifik yang akan dijadikan

4
pedoman bagi pengambil keputusan atau manajemen. Serta untuk
menyediakan informasi apakah asumsi atau teori yang
melatarbelakangi suatu program adalah valid, berhasil atau tidak
berhasil dan alasannya.

D. Penelitian
Hasil dari tes psikologis digunakan sebagai dasar informasi dalam
mengambil keputusan. Informasi individu yang digali melalui suatu tes
psikologis dapat menjadi prediktor yang meramalkan peforma individu
dalam suatu tugas. Oleh karena itu tes psikologis yang akan digunakan
harus memenuhi kualitas psikometri yang baik agar dapat diterapkan
dalam mengukur suatu atribut psikologi pada individu (Murphy, 2005)

5
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Instrument tes merupakan alat ukur atau alat yang digunakan untuk
menyelesaikan suatu permasalahan. Misalnya untuk mengungkapkan
potensi seseorang.
Tujuan pelaksanaan instrument tes adalah untuk mengklasifikasi,
meningkatkan pemahaman dan prediksi, modifikasi program atau
perlakuan dan evaluasi, dan panel atau penyelidikan ilmiah. Dan
instrument tes ini sangat banyak kegunaanya baik bagi guru
pembimbing, guru mata pelajaran, kepala sekolah serta siswa

B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini tentunya masih banyak terdapat
kesalahan dan kekhilafan, untuk itu kami sangat mengharapkan
masukan dari para pembaca berupa kritik dan saran yang sifatnya
membangun, sehingga dapat menjadi acuan kami kedepan dalam
membuat makalah.

Anda mungkin juga menyukai