Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH

KESEHATAN MENTAL

”KARAKTERISTIK KESEHATAN MENTAL”

Dosen Pengampu :

Frischa Meivilona Yendi, S.Pd, M.Pd.

Disusun Oleh :

Farah Fadilla (18006100)


Kasmita Junianti (18006113)
Lisa Kurnia (1800
M. Afif (1800
Moni Dwi Putri (18006071)
Rizki Ramadhani (18006077)

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2020
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kesehatan dan kenikmatan sehingga kami dapt menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta
salam selalu tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah membimbing kita dari
zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang seperti yang kita rasakan pada saat
sekarang ini.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada dosen mata kuliah yang telah memberikan
kepercayaan kepada kami untuk menyelesaikan makalah yang berjudul ”Karakteristik Kesehatan
Mental”. Dan terima kasih juga kepada teman-teman dan pihak-pihak yang telah mendukung
dalam penyelesaian makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Akhir
kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat terhadap pembaca.

Padang, 2 Februari 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................... i


DAFTAR ISI.................................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................... 1
C. Tujuan ................................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Karakteristik Personal ......................................................................................................... 2
B. Karakteristik Intelektual...................................................................................................... 2
C. Karakteristik Sosial ............................................................................................................. 3
D. Karakteristik Moral Keagamaan ......................................................................................... 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ......................................................................................................................... 7
B. Saran ................................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kesehatan mental secara etimologi berasal dari kata kesehatan dan mental.
Kesehatan berarti keadaan (hal) sehat, sedangkan mental berarti batin, rohani, berkenaan
dengan jiwa. Di lain pengertian sesungguhnya menyangkut masalah-masalah ingatan,
pikiran ataupun akal (Sudarsono, 1993). Jadi, kesehatan mental adalah keadaan sehat
yang berkenaan dengan jiwa atau menyangkut masalah-masalah ingatan, pikiran, atau
akal. Dan dam bidang psikologi, orang memberikan istilah tentang pengertian kesehatan
mental yaitu dengan sebutan mental hygiene.
Sedangkan pengertian kesehatan mental secara 4riteria44y terdapat banyak
pengertian. Salah seorang toloh psikologi, Dr. Zakiah Daradjat mengemukakan
pendapatnya tentang kesehatan mental. Menurutnya, kesehatan mental adalah
terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neorose) dan dari gejala-gejala
penyakit jiwa (psycose). Kemudian ia menambahkan lagi bahwa kesehatan mental adalah
terhindar dari gangguan dan penyakit kejiwaan, mampu penyesuaian diri, sanggup
menghadap masalah-masalah dan kegoncangan biasa, adanya keserasian fungsi-fungsi
jiwa (tidah ada konflik) dan merasa bahwa dirinya berharga, serta dapat menggunakan
potensi yang ada pada dirinya seoptimal mungkin.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana karakteristik personal individu yang sehat?
2. Bagaimana karakteristik intelektual individu yang sehat?
3. Bagaimana karaktersitik sosial individu yang sehat?
4. Bagaimana karaktersitik moral keagamaan individu yang sehat ?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui bagaimana karakteristik personal individu
2. Mengetahui bagaimana karakteristik intelektual individu
3. Mengetahui bagaimana karaktersistik sosial individu
4. Mengetahui bagaimana karakteristik moral keagamaan individu
BAB II

KARAKTERISTIK KESEHATAN MENTAL

A. KARAKTERISTIK PERSONAL
Kartini Kartono (2000:82-83), mengemukakan empat ciri-ciri khas pribadi yang
bermental sehat meliputi:
1. Ada koordinasi dari segenap usaha dan potensinya, sehingga orang mudah melakukan
adaptasi terhadap tuntutan lingkungan, standar, dan norma sosial serta perubahan social
yang serba cepat.
2. Memiliki integrasi dan regulasi terhadap struktur kepribadian sendiri sehingga mampu
memberikan partisipasi aktif kepada masyarakat.
3. Dia senantiasa giat melaksanakan proses realisasi diri (yaitu mengembangkan secara riil
segenap bakat dan potensi), memiliki tujuan hidup, dan selalu mengarah pada
transendensi diri, berusaha melebihi keadaan yang sekarang.
4. Bergairah, sehat lahir dan batinnya, tenang harmonis kepribadiannya, efisien dalam setiap
tindakannya, serta mampu menghayati kenikmatan dan kepuasan dalam pemenuhan
kebutuhannya.
Selain itu, karakteristik personal dari kesehatan mental adalah memiliki fisik yang sehat.
Dikatakan sehat bila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah
sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun. Kemampuan fisik adalah kemampuan tugas-
tugas yang menuntut stamina keterampilan, kekuatan, dan karakteristik serupa. Penelitian
terhadap berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam ratusan pekerjaan telah
mengidentifikasi 5riteria kemampuan dasar yang tercakup dalam kinerja dari tugas-tugas
fisik.Setiap individu memiliki kemampuan dasar tersebut berbeda-beda.
Ada penelitian yang mendukung pandangan bahwa latihan fisik memiliki hasil positif
pada kesehatan mental. Latihan fisik akan memberikan kontribusi untuk suasana hati yang
positif dan konsentrasi tinggi. Mereka hasil terutama atribut untuk perubahan kimia dalam
tubuh yang disebabkan oleh aktivitas fisik.Seperti dengan olahraga dipagi hari dapat
merilekskan pikiran seseorang bola pikirannya sedang jenuh.

B. KARAKTERISTIK INTELEKTUAL
Intelektual adalah sebuah kemampuan kognitif untuk mengembangkan keahlian dan
pengetahuan(Sugiyono, 2011). Kapasitas kemampuan intelektual kita membantu untuk
merangsng kreatifitas dan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan. Untuk
mengembangkan kemampuan intelektual kita memerlukan beberapa hal seperti :
1. Menentukan tujuan yang 5riteria5.
2. Menggali setiap kesempatan dengan pikiran terbuka.
3. Menyadari tuntutat dan harapan orang lain terhadap kalian
4. Pandangan positif, terutama dalam menghadapi sebuah masalah.

Karakteristik intelektual ini berkaitan erat dengan kemampuan individu untuk


memanfaatkan potensi yang dimilikinya dalam kegiatankegiatan yang p[ositif dan konstruktif
bagi pengembangan kualitas din manusia. Pemanfaatan itu seperti dalam kegiatan —
kegiatan belajar, bekerja, berorganisasi, pengembangan hobi dan berolahraga.

Dalam hal ini mental yang sehat terjadi apabila potensi-potensi yang ada pada din
individu tersebut dikembangkan secara optimal sehingga mendatangkan mafaat bagi diri
sendiri dan lingkungannya. Dalam mengembangkan kualitas diri perlu diperhitungkan norma
dan nilai yang berlaku karena potensi dan kualitas itu ada yang baik dan ada yang buruk.

Menurut Syamsu Yusuf (1987); Kartini Kartono dan Jenny Andari (1989); WHO dari
segi Intelektual karakteristik kesehatan mental itu adalah:
1. Mampu berpikir 6riteria6 dan objektif
2. Bersifat kreatif dan inovatif
3. Bersifat terbuka dan fleksible, tidak difensif.
4. Memiliki kemampuan belajar dari pengalaman hidup.

C. KARAKTERISTIK SOSIAL
Mambangun dan menjaga kenyamanan dalam berhubungan menjadi wajar karena kita
mahluk sosial.diterima dalam lingkungan sosial juga berkaitan dengan kesejahteraan emosi
kita. Itu mengapa kita penting melakukan hal-hal seperti dibawah ini.
1. Kita seharusnya meningkatkan kemampuan kita dalam berinteraksi dengan
masyarakandan memahami ide mereka dengan pikiran yang terbuka (open mind)
2. Menerima dan mengerti norma budaya yang berbeda
3. Membangun jaringan diantara masyarakat yang berbeda-beda.
4. Meniru citra diri yang positif
5. Mempertinggi kemampuan dalam berkomunikasi antara sesama

Sehat secara sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik
dengan sekitarnya.mampu untuk bekerja sama. Dalam hal ini individu diharapkan secara
aktif berupaya memenuhi hakhak pribadi tanpa melupakan atau melanggar hak-hak orang
lain. Segala aktivitasnya ditunjukkan untuk mencapai kebahagiaan bersama. Dalam hal ini
manusia harus memegang prinsip bahwa tidak akan mengorbankan hak-hak orang lain demi
kepentingannya sendiri di atas kerugian orang lain.
Menurut Syamsu Yusuf (1987) dari segi social, karakteristik kesehatan mental itu adalah:
1. Memiliki Perasaan Empati dan rasa kasih sayang (affection) terhadap orang lain, serta
senang untuk memberikan pertolongan kepada orangorang yang memerlukan
pertolongan.
2. Mampu berhubungan denga orang lain secara sehat, penuh cinta dan persahabatan.
3. Bersifat toleran dan mau menerima tanpa memandang kelas social, tingkat pendidika,
politik, agama, suku, ras, atau warna kulit.

D. KARAKTERISTIK MORAL KEAGAMAAN


Menurut Syamsu Yusuf (1987) dari segi keagamaan, karakteristik kesehatan mental itu
diantaranya:
1. Beriman kepada Allah dan taat mengamalkan ajaran-Nya
2. Jujur, amanah (bertanggung jawab) dan ikhlas dalam beramal
3. Berusaha untuk mengembangkan potensi dirinya secara positif karena ia sadar hal
tersebut merupakan anugrah dari Tuhan
4. Menanamkan moralitas dan rasa adil dalam diri serta memberikan manfaat bagi
sekelilingnya
Schneiders (1965) membagi 7riteria kesehatan mental menjadi beberapa kategori (dalam
bukunya Personality Dynamic and Mental Health) mengemukakan 7riteria yang sangat
penting dan dapat digunakan untuk menilai kesehatan mental. Kriteria itu dapat diuraikan
sebagai berikut :
1. Adequate contact with reality (Hubungan yang adekuat dengan kenyataan)
Dalam berbicara tentang 7riteria penyesuaian diri, kita mengenal salah satu
7riteria, yakni orientasi yang adekuat pada kenyataan. Dalam menilai kesehatan
mental, kita menemukan sesuatu yang sangat serupa dengan orintasi, yakni konsep
kontak, meskipun kedua istilah tersebut tidak memiliki arti yang persisi sama.
Orientasi mengacu secara khusus pada sikap seseorang terhadap kenyataan,
sedangkan kontak mengacu pada cara bagaimana atau sejauh mana seseorang
menerima kenyataan menolaknya atau melarikan din padanya.
Dengan demikian, seseorang yang terlalu menekankan masa lampau adalah orang
yang tidak berorientasi pada kenyataan, sedangkan seseorang yang menggantikan
keenyataan dengan fantasi/khayalan adalah orang yang telah menolak
kenyataan.Orientasi yang kurang sangat mungkin berhubungan dengan
ketidakmampuan menyesuaiakan diri dan gangguan-gangguan neurotic, sedangkan
kontak yang tidak adekuat dengan kenyataan secara khas ditemukan pada pasien yang
sangat kalut, seperti pasien skizofrenik.
2. Healthy attitude (Sikap-sikap yang sehat)
Sikap-sikap mempunyai kesamaan dengan perasaan dalam hubungannya dengan
kesehatan mental. Dalam perjumpaan kita dengan kepribadian-kepribadian yang tidak
dapat menyesuaiakan din atau kalut, kita selalu teringat betapa pentingnya
mempertahankan pandangan yang sehat terhadap hidup, orang-orang, pekerjaan atau
kenyataan. Tidak mungkin kesehatan mental terjadidalam konteks kebenciandan
prasangka, pesimisme dan sinisme, atau keputusaasaan dan kehilangan harapan.
Sikap-sikap ini terhadap kesehatan mental sama seperti bakteri dan racun terhadap
kesehatan fisik.
3. Control our thought and imagination (Pengendalian pikiran dan Imajinasi)
Pengendalian yang efektif selalu n’terupakan salah satu tanda yang sangat pasti
dari kepribadian yang sehat. Ini berlaku terutama bagi proses- proses mental.
Berkhayal secara berlebihan, misalnya, merusak kesehatan mental karena
melemahkan hubungan antara pikiran dan kenyataan.Tanpa pengendalian ini, maka
obsesi, ide yang melekat (pikiran yang tidak hilang-hilang), fobia, delusi dan
symptom-symptom lainnya mungkin berkembang.
4. Integration our thought and conduct (Integrasi pikiran dan Imaninasi
Hal ini juga penting bagi kesehatan mental adalah mengintegrasikan antara
pikiran dan tingkah laku, suatu kualitas yang biasanya diindentikkan sebagai
integritas pribadi. Pembohong yang patologik, psikopat, dan penipu mengalami
kekurangan dalam integrasi pribadi dan sering kali cirinya adalah patologik
5. Integration of motives and resolution of conflict (Integrasi motif-motif dan
pengendalian konflik/frustasi)
Kemampuan untuk mengintegarsikan motivasi-motivasi pribadi dan tetap
mengendalikan konflik-konflik dan frustasi-frustasi dan konflikkonflik sama
pentingnya dengan integrasi pikiran dan tingkah laku. Konflik yang hebat akan
muncul apabila motif-motif tidak terintegrasi. Kebutuhan akan afeksi dan keamanan
bisa bertentangan dengan otonomi, dorongan seks bia bertentangan dngan cita-cita
atau prinsip-prinsip moral. Kecenderungan-kecenderungan yang bertentangan ini
harus diintegrasikan antara satu dengan yang lainnya jika konflik-konflik dan frustas-
frustasi itu dikendalikan.
6. Mental efficiency (Efesiensi mental)
Efesiensi dapat digunakan untuk menilai kesehatan mental. Tentu saja
kepribadian yang mengalami gangguan emosional neurotic, atau tidak adekuat sama
sekali tidak memiliki kualitass ini.
7. Adequate concept of self (Konsep diri yang sehat)
Perasaan-perasaan diri yang tidak kuat, tidak berdaya, rendah diri, tidak aman,
atau tidak berharga akan mengurangi konsep diri yang kuat. Kondisi ini akan sulit
menemukan 8riteria lain dalam kesehatan mental. Ide ini dapat disamakan dengan
penerimaan diri.
8. Feeling of security and belonging (Perasaan terhadap rasa aman dan penerimaan)
Integrasi yang dituhkan bagi kesehatan mental dapat ditunjang oleh perasaan-
perasaan positif dan demikian juga sebaliknya perasaan-perasaan negative dapat
mengganggu atau bahkan merusak kestabilan emosi.Perasaan-perasaan tidak aman
yang dalam, tidak adekuat, bersalah, rendah diri, bermusuhan, benci, cemburu, dan iri
hati adalah tanda-tanda gangguan emosi dan dapat menyebabkan mental tidak
sehat.Sebaliknya, perasaan-perasaan diterima, cinta, memiliki, aman, dan harga diri
sebagai tanda kesehatan mental.Dari perasaan-perasaan ini, perasaan aman mungkin
sangat dominan karena pengaruhnya merembes pada hubungan antara individu dan
tuntutan-tuntutan kenyatan.
9. Adequate ego integration (Integrasi ego yang adekuat)
Menurut White, “Identitas ego adalah diri atau orang di mana is merasa menjadi
dirinya sendiri”(White, 1952). Dalam perjuangan yang tak henti-hentinya untuk
menanggulangi tuntutan-tuntutan dari diri dan kenyataan dan untuk menangani secara
tegas harus berpegang teguh pada integrasi kita sendiri. Kita hams mengetahui kita ini
siapa dan apa.
Pada beberapa orang, identitas ego rupanya tidak tumbuh menjadi lebih stabil
ketika mereka mendekati masa remaja atau masa dewasa, melainkan akan terjadi
fiksasi-fiksasi pada tingkat-tingkat perkembangan yang tidak matang atau regresi
apda cara-cara bertingkah laku yang lebih awal, serta akan terhambat
kemampuan’untuk bertindak secara efektif. Menurut White “Apabila identitas ego
tumbuh menjadi stabil dan otonom, maka orang tersebut akan mampu bertingkah laku
lebih konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungannya. Semakin is yakin akan
kodrat dan sifat-sifat yang khas dari dirinya sendiri, maka semakin kuat juga inti yang
menjadi sumber kegiatannya”.
10. A healthy emotional life (Emosional yang sehat)
Banyak 9riteria penyesuaian diri dan kesehatan mental berorientasi kepada
ketenangan pikiran/mental, yang seringkali disinggung dalam pembicaraan mengenai
kesehatan mental, yang seringkali disinggung dalam pembicaraan mengenai
kesehatan mental. Apabila ada keharmonisan emosi, perasaan positif, pengendalian
pikiran dan tingkah laku, ingrasi motif-motif maka akan muncul ketenangan mental.
Kita tidak dapat memiliki yang satu tanpa yang lain-lainnya.Ini berarti kesehatan
mental, sepertipenyesuaian diri dan tidak diizinkan adanya symptom-symptom yang
melumpuhkan.Respon-respon yang simptomatik, seperti delusi-delusi, lamunan, atau
halusinasi, langsung bertentangan dengan kestabilan mental.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesehatan mental adalah keadaan sehat yang berkenaan dengan jiwa atau
menyangkut masalah-masalah ingatan, pikiran, atau akal. Dan dam bidang psikologi,
orang memberikan istilah tentang pengertian kesehatan mental yaitu dengan sebutan
mental hygiene.
Kesehatan mental adalah terhindar dari gangguan dan penyakit kejiwaan, mampu
penyesuaian diri, sanggup menghadap masalah-masalah dan kegoncangan biasa, adanya
keserasian fungsi-fungsi jiwa (tidah ada konflik) dan merasa bahwa dirinya berharga,
serta dapat menggunakan potensi yang ada pada dirinya seoptimal mungkin.
Ada 4 macam pembagian karakterisitk kesehatan mental yaitu :
1. Karakteristik personal
2. Karakteristik intelektual
3. Karakteristik sosial
4. Karakteristik moral keagamaan
B. Saran
Dalam pembahasan makalah yang telah dijelaskan tersebut penyaji tidak luput
dari kesalahan ataupun kekurangan baik dari dalam penulisan, materi atau pembahasan,
dan ataupun dalam penyusunan rangkaian kata.
Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun
semoga dalam penulisan berikutnya dapat lebih baik dari makalah ini.
KEPUSTAKAAN

Bernard, W Harold.1970. Mental Health In The Classroom. Portland:McGrawHill dalam Islam.


Bandung: Mandar Maju.

Kartini Kartono. 2000. Hygiene Mental. Bandung: Mandar Maju.

Sudarsono. 1993. Kamus Filsafat dan Psikologi. Jakarta : Rineka Cipta

Sugiyanto. 2011. Selamat Hari Kesehatan Mental Se-Dunia : Bimbingan Konseling Fakultas
Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : UNY

Syamsu Yusuf LN.1987. Mental Hygiene. Bandung: Maestro.