Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji dan puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
makalah yang berjudul “Merancang Novel” sesuai dengan batas waktu yang
telah ditentukan. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita
baginda Rasulullah SAW, yang telah membawa manusia dari alam jahiliah
menuju alam yang berilmu seperti sekarang ini.
Makalah ini dapat hadir seperti sekarang ini tak lepas dari bantuan banyak
pihak. Untuk itu sudah sepantasnyalah kami mengucapkan rasa terima kasih yang
sebesar-besar buat mereka yang telah berjasa membantu kami selama proses
pembuatan makalah ini dari awal hingga akhir.
Namun, kami menyadari bahwa makalah ini masih ada hal-hal yang belum
sempurna dan luput dari perhatian kami. Baik itu dari bahasa yang digunakan
maupun dari teknik penyajiannya. Oleh karena itu, dengan segala kekurangan dan
kerendahan hati, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca
sekalian demi perbaikan makalah ini ke depannya.
Akhirnya, besar harapan kami makalah ini dapat memberikan manfaat
yang berarti untuk para pembaca. Dan yang terpenting adalah semoga dapat turut
serta memajukan ilmu pengetahuan.

Pinangsori, Februari 2020


Penyusun

KELOMPOK IV

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................... 3
A. Pengertian Novel ............................................................................ 3
B. Unsur-Unsur Novel ........................................................................ 4
C. Unsur – unsur Novel Sastra ........................................................... 6
D. Nilai-nilai yang Terkandung Dalam Novel Sastra ......................... 7
E. Jenis Novel Hiburan ....................................................................... 8
F. Novel – novel Pertama ................................................................... 8
G. Tips Menulis Novel ........................................................................ 11
BAB III PENUTUP ................................................................................... 17
A. Kesimpulan .................................................................................... 17
B. Saran ............................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 19

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sastra pada dasarnya merupakan ciptaan, sebuah kreasi bukan semata-


mata sebuah imitasi (dalam Luxemburg, 1989: 5). Karya sastra sebagai bentuk
dan hasil sebuah pekerjaan kreatif, pada hakikatnya adalah suatu media yang
mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Oleh
sebab itu, sebuah karya sastra, pada umumnya, berisi tentang permasalahan yang
melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra lahir dilatar belakangi adanya
dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. (dalam Sarjidu,
2004: 2).
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa. Jadi,
yang termasuk dalam kategori Sastra adalah: Novel cerita/cerpen (tertulis/lisan),
syair, pantun, sandiwara/drama, lukisan/kaligrafi.
Novel adalah salah satu bentuk dari sebuah karya sastra. Novel merupakan
cerita fiksi dalam bentuk tulisan atau kata-kata dan mempunyai unsur instrinsik
dan ekstrinsik. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang kehidupan manusia
dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sesamanya. Dalam sebuah novel, si
pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca kepada
gambaran-gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung dalam
novel tersebut.
Menurut khasanah kesusastraan Indonesia modern, novel berbeda dengan
roman. Sebuah roman menyajikan alur cerita yang lebih kompleks dan jumlah
pemeran (tokoh cerita) juga lebih banyak. Hal ini sangat berbeda dengan novel
yang lebih sederhana dalam penyajian alur cerita dan tokoh cerita yang
ditampilkan dalam cerita tidak terlalu banyak.
Berdasarkan ulasan di atas, maka penulis membuat makalah ini guna
membantu para pembaca yang ingin menekuni dunia novel. Selain tentang
pengertian dan unsur – unsur novel, makalah ini juga memuat catatan tentang

1
novel – novel yang pertama muncul serta dilengkapi juga dengan panduan untuk
membuat novel agar menarik untuk dibaca.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian novel ?
2. Apa saja unsur-unsur pada novel ?
3. Apa saja unsur – unsur novel sastra ?
4. Apa nilai-nilai yang terkandung dalam novel sastra ?
5. Apa saja jenis novel hiburan ?
6. Dimana novel – novel pertama kali dibuat ?
7. Bagaimana tips menulis novel ?

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Novel

Dari sekian banyak bentuk sastra seperti esei, puisi, novel, cerita pendek,
drama, bentuk novel, cerita pendeklah yang paling banyak dibaca oleh para
pembaca. Karya– karya modern klasik dalam kesusasteraan, kebanyakan juga
berisi karya– karya novel.
Novel merupakan bentuk karya sastra yang paling popular di dunia.
Bentuk sastra ini paling banyak beredar, lantaran daya komunikasinya yang luas
pada masyarakat. Sebagai bahan bacaan, novel dapat dibagi menjadi dua golongan
yaitu karya serius dan karya hiburan. Pendapat demikian memang benar tapi juga
ada kelanjutannya. Yakni bahwa tidak semua yang mampu memberikan hiburan
bisa disebut sebagai karya sastra serius. Sebuah novel serius bukan saja dituntut
agar dia merupakan karya yang indah, menarik dan dengan demikian juga
memberikan hiburan pada kita. Tetapi ia juga dituntut lebih dari itu. Novel adalah
novel syarat utamanya adalah bawa ia mesti menarik, menghibur dan
mendatangkan rasa puas setelah orang habis membacanya.
Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri. Novel yang baik
adalah novel yang isinya dapat memanusiakan para pembacanya. Sebaliknya
novel hiburan hanya dibaca untuk kepentingan santai belaka. Yang penting
memberikan keasyikan pada pembacanya untuk menyelesaikannya. Tradisi novel
hiburan terikat dengan pola – pola. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
novel serius punya fungsi social, sedang novel hiburan Cuma berfungsi personal.
Novel berfungsi social lantaran novel yang baik ikut membina orang tua
masyarakat menjadi manusia. Sedang novel hiburan tidak memperdulikan apakah
cerita yang dihidangkan tidak membina manusia atau tidak, yang penting adalah
bahwa novel memikat dan orang mau cepat–cepat membacanya.
Banyak sastrawan yang memberikan yang memberikan batasan atau
definisi novel. Batasan atau definisi yang mereka berikan berbeda-beda karena

3
sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda-beda. Definisi – definisi itu
antara lain adalah sebagai berikut :
1. Novel adalah bentuk sastra yang paling popular di dunia. Bentuk sastra ini
paling banyak dicetak dan paling banyak beredar, lantaran daya
komunitasnya yang luas pada masyarakat (Jakob Sumardjo Drs).
2. Novel adalah bentuk karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai-nilai
budaya social, moral, dan pendidikan (Dr. Nurhadi, Dr. Dawud, Dra. Yuni
Pratiwi, M.Pd, Dra. Abdul Roni, M. Pd).
3. Novel merupakan karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu : undur
intrinsik dan unsur ekstrinsik yang kedua saling berhubungan karena
sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra (Drs.
Rostamaji,M.Pd, Agus priantoro, S.Pd).
4. Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsur-
unsur intrinsic (Paulus Tukam, S.Pd)

B. Unsur-Unsur Novel

Novel mempunyai unsur-unsur yang terkandung di dalam unsur-unsur


tersebut adalah :
1. Unsur Intrinsik
Unsur Intrinsik ini terdiri dari :
a. Tema
Tema merupakan ide pokok atau permasalahan utama yang mendasari
jalan cerita novel (Drs. Rustamaji, M.Pd, Agus priantoro, S.Pd)
b. Setting
Setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita,
setting ini meliputi waktu, tempat, social budaya (Drs, Rustamaji, M.Pd,
Agus Priantoro, S.Pd)
c. Sudut Pandang
Sudut pandang dijelaskan perry Lubback dalam bukunya The Craft Of
Fiction (Lubbock, 1968).
Menurut Harry Show (1972 : 293) sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu :

4
1) Pengarang menggunakan sudut pandang took dan kata ganti orang
pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan
mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri.
2) Pengarang mengunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih
banyak mengamati dari luar daripada terlihat di dalam cerita pengarang
biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga.
3) Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali
berdiri di luar cerita, ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia
melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan
rahasia batin yang paling dalam dari tokoh.
d. Alur / Plot
Alur / plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel. Alur dibedakan
menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa
bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur
cerita. Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada
kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung (Paulus Tukan, S.Pd)
e. Penokohan
Penokohan menggambarkan karakter untuk pelaku. Pelaku bisa diketahu
karakternya dari cara bertindak, ciri fisik, lingkungan tempat tinggal. (Drs.
Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd)
f. Gaya Bahasa
Merupakan gaya yang dominant dalam sebuah novel (Drs. Rustamaji,
M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd)

2. Unsur Ekstinsik
Unsur ini meliputi latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang,
dan lain – lain, di luar unsur intrinsic. Unsur – unsur yang ada di luar tubuh karya
sastra. Perhatian terhadap unsur – unsur ini akan membantu keakuratan penafsiran
isi suatu karya sastra (Drs. Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd).

5
C. Unsur – Unsur Novel Sastra

Novel sastra serius dan novel sastra hiburan mempunyai beberapa unsur
yang membedakan keduanya. Unsur – unsur novel sastra serius adalah sebagai
berikut :
 Dalam teman : Karya sastra tidak hanya berputar – putra dalam masalah
cinta asmara muda – mudi belaka, ia membuka diri terhadap semua
masalah yang penting untuk menyempurnakan hidup manusia. Masalah
cinta dalam sastra kadangan hanya penting untuk sekedar menyusun plot
cerita belaka, sedang masalah yang sebenarnya berkembang diluar itu.
 Karya sastra : Tidak berhenti pada gejala permukaan saja, tetapi selalu
mencoba memahami secara mendalam dan mendasar suatu masalah, hal
ini dengan sendirinya berhubungan dengan kematangan pribadi si
sastrawan sebagai seorang intelektual.
 Kejadian atau pengalaman yang diceritakan dalam karya sastra bisa
dialami atau sudah dialami oleh manusia mana saja dan kapan saja karya
sastra membicarakan hal – hal yang universal dan nyata. Tidak
membicarakan kejadian yang artificial (yang dibikin – bikin) dan bersifat
kebetulan.
 Sastra selalu bergerak, selalu segar dan baru. Ia tidak mau berhenti pada
konvensialisme. Penuh inovasi.
 Bahasa yang dipakai adalah bahasa standard an bukan silang atau mode
sesaat.

Sedangkan novel sastra hiburan juga mempunya unsur – unsur sebagai


berikut :
 Tema yang selalu hanya menceritakan kisah asmara belaka, hanya itu
tanpa masalah lain yang lebih serius.
 Novel terlalu menekankan pada plot cerita, dengan mengabaikan
karakterisasi, problem kehidupan dan unsur-unsur novel lain.
 Biasanya cerita disampaikan dengan gaya emosional cerita disusun dengan
tujuan meruntuhkan air mata pembaca, akibatnya novel demikian hanya
mengungkapkan permukaan kehidupan, dangkal, tanpa pendalaman.

6
 Masalah yang dibahas kadang-kadang juga artificial, tidak hanya dalam
kehidupan ini. Isi cerita hanya mungkin terjadi dalam cerita itu sendiri,
tidak dalam kehidupan nyata.
 Karena cerita ditulis untuk konsumsi massa, maka pengarang rata-
ratatunduk pada hokum cerita konvensional, jarang kita jumpai usaha
pembaharuan dalam jenis bacaan ini, sebab demikian itu akan
meninggalkan masa pembacanya.
 Bahasa yang dipakai adalah bahasa yang actual, yang hidup dikalangan
pergaulan muda-mudi kontenpores di Indonesia pengaruh gaya berbicara
serta bahasa sehari-hariamat berpengaruh dalam novel jenis ini.

D. Nilai-nilai yang Terkandung Dalam Novel Sastra

1. Nilai Sosial
Nilai sosial ini akan membuat orang lebih tahu dan memahami kehidupan
manusia lain.
2. Nilai Ethik
Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri yaitu novel yang isinya
dapat memausiakan para pembacanya, Novel-novel demikian yang dicari
dan dihargai oleh para pembaca yang selalu ingin belajar sesuatu dari
seorang pengarang untuk menyempurnakan dirinya sebagai manusia.
3. Nilai Hedorik
Nilai hedonik ini yang bisa memberikan kesenangan kepada pembacanya
sehingga pembaca ikut terbawa ke dalam cerita novel yang diberikan
4. Nilai Spirit
Nilai sastra yang mempunyai nilai spirit isinya dapat menantang sikap
hidup dan kepercayaan pembacanya. Sehingga pembaca mendapatkan
kepribadian yang tangguh percaya akan dirinya sendiri.
5. Nilai Koleksi
Novel yang bisa dibaca berkali-kali yang berakibat bahwa orang harus
membelinya sendiri, menyimpan dan diabadikan.
6. Nilai Kultural

7
Novel juga memberikan dan melestarikan budaya dan peradaban
masyarakat, sehingga pembaca dapat mengetahui kebudayaan masyarakat
lain daerah.

E. Jenis Novel Hiburan

Jenis dari novel hiburan bermacam-macam menurut upaya, seperti :


a. Novel detektif
b. Novel roman
c. Novel mistery
d. Novel Gothis
e. Novel criminal
f. Novel science fiction(sf)

Novel hiburan ini merupakan bacaan ringan yang menghibur dan novel
hiburan ini jauh lebih banyak ditulis dan diterbitkan serta lebih banyak dibaca
orang sebagai pembaca untuk jenis novel hiburan ini jumlahnya amat banyak
karena sifatnya yang personal dan isinya hanya kenyataan semua dan gambaran
fantasi pengarang saja.
Novel hiburan juga menceritakan hal-hal yang indah seperti cerita
percintaan yang sentimentil, sehingga pembaca sangat menyukainya. Novel
hiburan ini juga diperhatikan oleh para kritisi yang menyangkut masalah
komersialnya, Novel ini gemari oleh semua golongan masyarakat mulai dari anak-
anak sampai orang dewasa, baik laki-laki maupun dewasa.

F. Novel – novel Pertama

Jepang adalah tempat lahirnya novel yang pertama. Novel itu berjudul
Hikayat Genji, yang ditulis pada abad ke-11 oleh Murasaki Shikibu. Ceritanya
berfokus pada tokoh khayalan Pangeran Genji, hubungan asmaranya, dan
keturunan-keturunannya. Hikayat Genji melukiskan kehidupan istana Jepang pada
periode Heian dan memberikan penggambaran memikat tentang wanita Jepang
pada masa itu.

8
Namun, novel berkembang dalam bentuk modern di Eropa selama masa
Renaisans. Isi novel-novel awal ini mencerminkan perhatian masyarakat pada
umumnya saat itu, termasuk munculnya kelas menengah sebagai kelompok sosial,
gugatan terhadap agama dan nilai-nilai moral tradisional, minat terhadap sains dan
filsafat, serta hasrat akan penjelajahan dan penemuan.
Novel-novel Eropa yang paling awal, disebut novel-novel picaresque,
adalah kisah-kisah petualangan yang menampilkan tokoh-tokoh utama yang
cerdik, atau picaros, yang mengandalkan kecerdikan mereka untuk bertahan.
Bertolak-belakang dengan roman-roman kesatriaan yang puitis, yang
mengisahkan perjuangan mencapai cita-cita spiritual tinggi, novel-novel
picaresque merayakan petualangan sebagai hiburan belaka.
Novel picaresque yang paling terkenal adalah Lazarillo de Tormes (1554),
ditulis oleh pengarang Spanyol yang anonim. Novel ini bercerita tentang seorang
anak lelaki yang mencoba bertahan di dunia yang penuh dengan para petani yang
kejam, pendeta yang jahat, bangsawan yang berkomplot, dan sederetan tokoh-
tokoh yang kasar.
Karya yang lebih serius adalah Don Quixote (1605, 1615), tulisan
pengarang Spanyol Miguel de Cervantes. Kisah ini menggambarkan seorang
bangsawan Spanyol idealis yang membayangkan dirinya sebagai seorang
pahlawan, tetapi sesungguhnya adalah seorang pria paruh baya biasa yang
membaca banyak roman kesatriaan sehingga dia tidak menyentuh realitas.
Semenjak itu, novel telah berkembang meliputi banyak genre. Umumnya,
kini novel dibedakan atas genre novel sosial, novel psikologi, novel pendidikan,
novel filsafat, novel populer, dan novel eksperimen. Novel populer sendiri terdiri
atas novel detektif, novel spionase, novel fiksi ilmiah, novel sejarah, novel fantasi,
novel horor, novel percintaan, dan novel Western.
Novel detektif pertama adalah The Moonstone (1868), karangan penulis
Inggris Wilkie Collins. Novel ini tidak hanya berisi teka-teki rumit siapa yang
mencuri permata langka bernama Moonstone, tetapi juga memperkenalkan jagoan
detektif modern yang pertama, Sersan Coff, diciptakan berdasarkan penyelidik
kriminal sungguhan yang menyukai mawar.

9
Novel spionase pertama adalah The Riddle of the Sands (1903) karangan
Erskine Childers. Novel ini mencangkok aspek-aspek cerita misteri dan kriminal
pada plot yang melibatkan intrik internasional. The Riddle of the Sands adalah
cerita khayalan tentang persiapan Jerman menyerang Inggris melalui laut.
Childers menggunakan pengalamannya sebagai seorang nakhoda kapal untuk
menggambarkan detail cerita itu.
Sebetulnya, sudah ada unsur-unsur fiksi ilmiah di dalam tulisan-tulisan
lama, tetapi novel fiksi ilmiah sejati yang pertama adalah Journey to the Center of
the Earth (1864) karya Jules Verne. Novel ini memasukkan geologi dan penelitian
tentang gua-gua ke dalam cerita khayalan tentang perjalanan menuju perut bumi.
Verne adalah pengarang pertama yang mengkhususkan diri dalam fiksi ilmiah.
Novel-novelnya banyak yang mendahului zaman, antara lain From the Earth to
the Moon (1865) dan 20,000 Leagues Under the Sea (1870).
Novel sejarah pertama adalah Waverley (1814), karangan novelis
Skotlandia Sir Walter Scott. Novel ini dan banyak sekuelnya berkisah seputar
kejadian-kejadian bersejarah di Skotlandia, Inggris, dan daerah-daerah lainnya di
dunia.
Novel fantasi pertama adalah Alice's Adventures in Wonderland (1865)
dan Through the Looking-Glass and What Alice Found There (1871) karya
pengarang Inggris Lewis Carroll. Kedua buku ini bercerita tentang seorang anak
perempuan yang masuk ke dalam sebuah dunia yang aneh, bertemu dengan
kelinci yang bisa berbicara, dan mengalami kejadian-kejadian yang seperti mimpi.
Agak sulit menentukan novel horor yang pertama. Ada yang menyebutkan
Frankenstein (1818) karya Mary Wollstonecraft Shelley, sebuah novel Gotik
tentang penciptaan monster. Tetapi, ada pula yang menyebutkan buku Dracula
(1897) karya Bram Stoker sebagai novel horor sejati yang pertama. Novel ini
memadukan cerita rakyat yang mengerikan yang usianya sudah berabad-abad
dengan kisah psikopat sungguhan Count Vlad Dracul dari Rumania.
Novel percintaan pertama adalah Jane Eyre (1847) karya novelis Inggris
Charlotte Bronte. Novel ini bercerita tentang seorang gadis muda yatim piatu yang
mendapatkan pekerjaan sebagai seorang guru privat dan kemudian jatuh cinta
pada majikannya.

10
Adapun novel Western pertama adalah The Virginian (1902), karangan
Owen Wister. Para penulis cerita picisan telah menghasilkan banyak cerita tentang
para penjahat selama tahun 1880-an dan 1890-an, tetapi Wister adalah pengarang
pertama yang mengangkat koboi sebagai jagoan literer. Sang tokoh menjalani
hidup yang keras, kehilangan kekasihnya, dan menghadapi duel senjata. Novel ini
menjadi best-seller dan kemudian dibuatkan drama, film, dan serial televisi.

G. Tips Menulis Novel

Banyak sekali orang mencari tips bagaimana menulis novel. Sebenarnya


tidak perlu cara khusus untuk bisa menulis novel yang terpenting kalau menurut
saya, "membuat suatu karya adalah sebuah imajinasi dari sebuah kreativitas jadi
tulis saja apa yang ada di kepala kita"
Banyak orang yang salah tujuan dalam membuat novel. Mungkin benar
seandainya kita membuat novel nantinya pasti ingin kita terbitkan dan kenyataan
yang harus dihadapi kalau menerbitkan sebuah novel itu ternyata susah dan buat
pemula pasti sering menyerah dan berputus asa ketika karyanya tidak lolos seleksi
penerbit.
Ok kita tinggalkan dulu pembahasan tadi. Bila kalian yang membaca ini
adalah seorang penulis amatir yang baru belajar membuat novel, satu hal yang
perlu kalian ingat "Jangan menulis novel untuk penerbit" maksudnya banyak
sekali orang bermimpi menghasilkan sebuah novel yang bisa diterbitin dan
membuat kita menjadi langsung terkenal. Bermimpi seperti itu boleh saja tapi
harus diingat bahwa kenyataannya kalian masih "pemula". Dalam kenyataan tidak
ada kesuksesan yang instan butuh sebuah latihan berkali-kali bahkan sering gagal
itu adalah suatu kewajaran.
Saya tidak akan membahas secara teknik penulisan yang mudah dalam
membuat novel karena saya sendiri bukan atau bisa dibilang juga tidak ngerti
dengan EYD atau bagaimana menulis yang baik. Langsung saja ini tips dari saya
buat kalian yang ingin bisa membuat novel (bukan tips membuat novel yang
langsung terkenal) :
1. Menulislah untuk orang yang kalian sayang, misalkan orang tua atau pacar
atau sahabat kalian. Seperti yang saya bilang tadi jangan menulis untuk

11
penerbit karena karya yang hebat itu terlahir dari sebuah niat tulus dari
pembuatnya, contohnya Laskar pelangi yang awal niatnya hanya untuk
hadiah gurunya, malah menjadi buming seperti sekarang. Sebenarnya
intinya bukan itu sih, ketika kita membuat karya untuk orang yang kita
sayangi maka kita akan memiliki sebuah power tambahan untuk bisa
menyelesaikan karya novel kita, karena membuat novel itu butuh
kesabaran, komitmen menyelesaikan dan terus berpikir kreatif untuk
menemukan ide-ide baru sehingga novel yang kita buat nantinya bisa baik.
2. Tulislah apa yang ada dipikiran kalian, jangan memikirkan apakah ide
yang muncul di kepala itu bagus atau tidak. Kalau ada ide langsung tulis,
baru kalau sudah selesai cerita yang kita buat, kita lakukan revisi dan
pengeditan.
3. Tetap komitmen untuk menyelesaikan novel kita. Jujur pengalaman saya
membuat novel pendek sepanjang 130 halaman butuh waktu empat bulan
dan pada bulan pertama novel yang saya buat terhapus dari laptop dan
parahnya lagi data filenya tidak bisa direcovery akhirnya buat lagi dari
awal. Karena saat itu saya membuat novel itu untuk hadiah cewek yang
saya suka jadi mau gak mau harus diselesaikan. Singkat cerita novel itu
jadi.
4. Nah setelah cerita novel yang kita buat jadi lalu apakah harus berhenti
begitu saja? Banyak penulis pemula yang setelah menyelesaikan novelnya
berhenti pada tahap ini, sebenarnya hal ini adalah sebuah kesalahan.
Kenapa?

Setelah selesai menulis pasti berencana untuk menerbitkannya. lalu karya


itu dikirim ke penerbit dan parahnya novel ditolak lalu kecewa dan membuat
novel lagi! Oya setelah selesai menulis sebaiknya kalian jadikan novel yang
kalian tulis ini menjadi sebuah buku, maksudnya? Jadikan benar-benar buku
seperti novel yang dijual di toko dan kalian harus membuat sendiri mulai dari
desain covernya, ngeprint dan kalau jilidnya minta tolong ke tukang fotokopi biar
bagus. Apa gunanya? Kalau boleh saya bilang itu sangat berguna menjadikan
novel yang kita tulis menjadi sebuah buku. Banyak yang putus asa membuat novel
karena mereka tidak mendapatkan hasil yang nyata. Ketika kita menjadikan novel

12
yang kita buat dalam sebuah buku kita akan merasakan sebuah hasil yang nyata
dan terlihat walaupun masih belum bisa lolos seleksi penerbit. Kita akan memiliki
kumpulan novel-novel kitayang tersimpan rapi dirak buku dan akan membuat kita
bangga dan percaya diri untuk menulis lagi dan ketika kita bisa menyelesaikan
satu tulisan maka kemampuan kita akan bertambah dan karya yang tercipta
selanjutnya akan lebih sempurna lagi.
Semoga bermanfaa tips membuat novel ini.Tips ini sebenarnya
pengalaman saya dalam membuat novel untuk pertama kalinya. Kalian bisa
buktikan tips ini karena saya adalah orang yang belum pernah membaca novel
orang sampai selesai dan paling tidak kuat untuk membaca mampun membuat
novel, ya meskipun belum bisa diterbitin tapi kata teman saya yang suka baca
novel, novel yang saya buat itu cukup bagus dan membingungkan.
Berikut sedikit tips agar sukses menulis novel :
1. Sebelum menulis tentukan tema dan jenis novel yang akan dibuat dan
usahakan tema itu menarik banyak pembaca, bisa tentang pembunuhan,
persahabatan, cinta, jenisnya bisa novel misteri, drama, komedi. Misalkan
saja tentang “Cinta dan jenisnya drama” lalu langkah berikutnya.
2. Dari tema cinta itu lebih diperjelas lagi menjadi tema yang khusus,
misalkan saja tentang :
o Cinta antar sahabat
o Cinta segitiga
o Cinta segiempat
3. Setelah mendapat tema utama, misalkan saya ambil tentang
“Pengorbanan Cinta” lalu langkah berikutnya :
4. Buat sebuah ringkasan cerita dari awal sampai akhir, contohnya :
“ Ada seorang pria yang menyukai seorang wanita, lalu seiring waktu
mereka bisa berkenalan dan timbulah cinta dihati mereka. Hubungan
mereka semakin dekat dan akhirnya cinta mereka bisa bersatu. Saat itu
kebahagiaan seolah milik mereka berdua tapi semua keadaan itu berubah
180 derajat. Ternyata wanita pujaan menderita penyakit yang berbahaya
dan harus diobati. Akhir cerita pria itu mengorbankan hidupnya untuk
menyelamatkan kekasih hatinya.

13
5. Setelah cerita utama disusun maka langkah selanjutnya adalah
pengembangan dari cerita tersebut. Tapi tunggu dulu, sebelumnya baca hal
penting berikut.
6. Beberapa hal penting :
a) Pilih sudut pandang yang akan digunakan dalam menuliskan cerita,
sudut pandang pertama atau ketiga.
b) Ingat novel bukanlah cerpen jadi sebisa mungkin buat penulisan yang
bisa menarik pembaca tapi juga tidak mempersulit/membingungkan
pembaca. Maksudnya buat bagian awal cerita dari novel itu
sedemikian hingga membuat pembaca langsung tertarik ketika
membacanya. Untuk bagian ini tergantung dari keahlian masing-
masing.
c) Pilih alur yang sesuai untuk novel yang akan dibuat, bisa alur maju,
mundur atau bolak balik, kalau saya saranin adalah alur bolak-balik,
kenapa? Karena rata-rata para pembaca novel ingin membaca cerita
yang menarik tapi susah ditebak akhirnya jadi alur bolak-balik ini akan
memberikan tantangan bagi mereka. Untuk lebih jelasnya ikuti
langkah langkah di bawah ini :
7. Penulisan novel
Cerita umum : “ Ada seorang pria yang menyukai seorang wanita, lalu
seiring waktu mereka bisa berkenalan dan timbulah cinta dihati mereka.
Hubungan mereka semakin dekat dan akhirnya cinta mereka bisa bersatu.
Saat itu kebahagiaan seolah milik mereka berdua tapi semua keadaan itu
berubah 180 derajat. Ternyata wanita pujaan menderita penyakit yang
berbahaya dan harus diobati. Akhir cerita pria itu mengorbankan
hidupnya untuk menyelamatkan kekasih hatinya.”
Pengembangan :
Bagi novel yang kalian buat itu menjadi beberapa bagian penting,
a) Pertemuan mereka
o Bagaimana mereka bertemu
o Dimana mereka bertemu
b) Kisah Cinta

14
o Bagaimana mereka bisa jatuh cinta
o Bagaimana pria ini mendekati untuk mendapatkan cinta si wanita
o Bagaimana cara pria ini mengungkapkan cintanya
o Dimana tempat mereka mengungkapkan
o Bagaimana kelanjutan hubungan mereka
c) Sebuah Kenyataan (klimaks)
o Bagaimana pria itu tahu penyakit wanita
o Bagaimana penyakit itu disembuhkan
d) Akhir cerita
o Apa akhir yang diinginkan hapyy atau sedih

Contoh dari cerita diatas:


Sudah sepuluh tahun berlalu ya? Maaf aku baru bisa kembali menemui
dirimu, kata Dini di depan makan seorang yang pernah dicintainya. Seandainya
saja dulu aku jujur padamu, kamu pastinya masih bisa tersenyum dan tertawa,
ucap Dini yang mulai meneteskan air mata. Dan….
Lalu pada bagian berikutnya kalian tulis cerita yang biasa, misalkan saat
mereka pertama kali bertemu dan bagaimana berkenalan.
Contoh diatas bila dibaca akan menimbulkan pertanyaan bagi pembaca
dan mereka akan merasa tertarik untuk mengetahui lebih jelasnya dan akhirnya
membaca sampai selesai.
***
Ingat :
 Saat membuat novel tak harus selesai dalam satu atau dua hari, bisa jadi
satu sampai tiga bulan. Semakin lama novel dibuat biasanya semakin
bagus karena aka nada ide-ide baru yang muncul jika dibandingkan
menulis novel hanya satu atau dua hari saja.
 Jangan terlalu bermimpi kalau novel yang kita buat akan bisa diterbitin
oleh pernerbit. Berpikiran seperti itu boleh saja asal kita tahu batasan kita
kalau terlalu berlebihan malah bisa menjatuhkan semangat kita. Kalau
pendapat saya, menulis adalah sebuah kebahagiaan jadi saya menulis
untuk sebuah kesenangan tak peduli hasil yang kita buat bagus atau tidak,
yang penting saya menulis dengan setulus hati

15
 Jadikan setiap ide menulis hingga selesai walaupun hasilnya jelek karena
hal itu akan menambah pengalaman kita dan nantinya tulisan kita akan
semakin bagus.
 Menulis itu butuh latihan jadi sering-seringlah menulis dan banyak
membaca.

16
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Novel adalah salah satu bentuk dari sebuah karya sastra. Novel merupakan
cerita fiksi dalam bentuk tulisan atau kata-kata dan mempunyai unsur instrinsik
dan ekstrinsik. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang kehidupan manusia
dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sesamanya. Dalam sebuah novel, si
pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca kepada
gambaran-gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung dalam
novel tersebut.
Unsur – Unsur Puisi:
1. Unsur Intrinsik :
a. Tema
b. Setting
c. Sudut Pandang
d. Alur / Plot
e. Penokohan
f. Gaya Bahasa
2. Unsur Ekstinsik
Nilai-nilai yang terkandung dalam novel sastra.
 Nilai Sosial
 Nilai Ethik
 Nilai Hedorik
 Nilai Spirit
 Nilai Koleksi
 Nilai Kultural
Jepang adalah tempat lahirnya novel yang pertama. Novel itu berjudul
Hikayat Genji, yang ditulis pada abad ke-11 oleh Murasaki Shikibu.

17
B. Saran
1. Hendaknya dilakukan pembinaan untuk siswa – siswa yang berpotensi dan
berminat dalam pembuatan karya tulis, khususnya novel.
2. Hendaknya diadakan semacam kompetisi karya sastra, agar para siswa
lebih giat lagi mengembangkan bakat yang ada di dalam dirinya.

18
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/sastra
http://id.wikipedia.org/wiki/novel
http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=AwULVA5XAlAK
http://74.125.153.132/search?q=cache%3AUnAIQJNA50AJ%3Aetd.eprints.ums.
ac.id%2F3546%2F1%2FG000050110.pdf+pendahuluan+novel&hl=id&gl=id
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/pengertian-novel.html
http://www.arumitasakurajuni.com/artikel/10-tips-menulis-novel.html
http://www.arumitasakurajuni.com/artikel/17-tips-menulis-novel-2.html

19