Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen Pemasaran

2.1.1 Pengertian Manajeman

Ada banyak perusahaan-perusahaan yang maju dan berkembang saat ini, baik
itu perusahaan dagang atau perusahaan jasa yang disebabkan oleh karena perusahaan
tersebut memiliki manajemen yang baik. Jika manajemen didalam suatu perusahaan
diterapkan dengan baik maka hal ini akan menciptakan terjadinya suatu keteraturan
didalam setiap aktifitas yang terjadi didalam suatu perusahaan baik itu dalam aktifitas
produksi, keuangan, personalia, administrasi, komunikasi, dokumentasi, dan lain
sebagainya.

Ada beberapa definisi mengenai manajeman, sebagai berikut:

Menurut Handoko (2011;10)Manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan


orang-orang untuk menentukan, menginterprestasikan dan mencapai tujuan-tujuan
organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, perorganisasian,
pengarahan dan kepemiminan, serta pengawasan.

2.1.2 Pengertian Pemasaran

Memahami, menciptakan, mengkomunikasikan dan memberi nilai serta


kepuasan kepada konsumen adalah inti dari pemikiran dan prkatek dalam pemasaran
modern. Bagi perusahaan, aktivitas pemasaran mempunyai peran yang sangat penting,
karena aktivitas pemasaran diakrahkakn untuk menciptakan perputaran yang
memungkinkan perusahaan dalam mempertahankan keberlangsungan hidup.

Menurut J.Stanson yang dikutip oleh Swastha (2005;5) pemasaran adalah suatu
system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang atau
jasa yang memuasakan kebutuhan baik kepada pembeliyang ada maupun pembeli
potensial.
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemasaran
merupakan suatu kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan malaui
proses pertukaran, dimasa dalam pemasaran ini kegiatan bisnis dirancang untuk
mencapai sasaran tujuan organisasi.

2.1.3 Pengertian Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran merupakan salah satu kegiatan-kegiatan pokok nyang


dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsunagan perusahaannya,
untuk berkembang, dan untuk mendapat laba.Proses pemasran itu dimulai jauh sejam
sebelum barang-barang di produksi, dan tidak berakhir dangan penjualan.

Berikut pemaparan mengenai definisi majeman pemasan menurut para ahli:

Menurut Adi (2006;6) dikatakan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu analis,
rencanaan, pelaksanaan, serta control program-program yang telah direncanakan
dalam hubungannya dengan pertukaran-pertukaran yang diinginkan terhadap
konsumen yang dituju untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun bersama.

Menurut Kotler/Amstrong (2002;14), menyebutkan bahwa Manajemen Pemasaran


adalah analis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian atas progam yang
dirancang untuk diciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang
menguntungkan dengan pembeli sasaan dengan maksud untuk mencapai sasaran
organisasi.

Dari uraian definisi diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran


adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasikan yang meliputi
pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap
kebijakan-kebijakan yang telah dibuat, tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar
agar tujuan utama dari pemasarn dapat tercapai.

2.2 Fungsi Manajemen Pemasaran

Fungsi manajemen pemasaran meliputi riset kunsumen, pengembangan produk,


komunikasi-promosoi, distribusi, penetapan harga dan pemberian service. Semua
kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui, melayani, memenuhi dan memuaskan
kebutuhan kosumen.

Berikut macam-macam fungsi manajemen pemasaran:

1. Fungsi Pertukaran
Dengan pemasaran pembeli dapat membeli produk dari produsen baik
dengan menukar uang dengan produk maupun pertukaran produk dengan produk
(barter) untuk dipakai sendiri atau dijual kembali.

2. Fungsi Disribusi Fisik

Distribusi fisi suatu produk dilakukan dengan cara mengangkut serta


menyimpan produk. Produk diangkat dari produsen mendekti kebutuhan
konsumen dengan banyak cara baik malaui air, darat, udara, dsb. Penyimpanan
produk mengedepankan manjaga pasokan produk agar tidak kkkekurangan saat
dibutuhkan.

3. Fungsi Perantara
Untuk menyampaikan produk dari tangan produsen ketangan konsumen
dapat dilakukan melaui perantara pemasaran yang menghubungkan aktivitas
pertukaran dengan distribusi fisik.

2.3 Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi


terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberi kepuasan
yang diharapkan secara lebih efektif dan efesien dibandingkan para pesaing.

Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan
pemasaran suatu organisasi yaitu: konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan,
konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, konsep pemasaran global.

1. Konsep produksi

Konsep produksi menegaskan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk


yang tersedia secara luas dan murah. Manajer dari bisnis yang berorientasi produksi
berkonsentrasi pada pencapaian efisiensi produksi yang tinggi, biaya rendah dan
distribusi massal.

2. Konsep Produk
Konsep produk menyatakan bahwa konsumen akan meyukai produk-produk
yang menawarkan fitur-fitur paling bermutu, berprestasi atau inovatif.

3. Konsep Penjualan
Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen dan bisnis, jika ditinggalkan
sendiri, biasanya tidak akan membeli cukup banyak produk-produk oganisasi. Tujuan
pemasaran adalah menjual barang atau jasa untuk mendapatkan lebih banyak uang
agar menghasilakn lebih banyak laba. Kebanyakan perusahaan mempraktikan konsep
penjualan ketika mereka mempunyai kapasitas berlebih.

4. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tuuan
organisasional yang diterapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif
dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan dan mengkomuniksikan
nilai pelanggan keada pasar sasaran yang terpilih.

5. Konsep Pemasaran Sosial


Konsep pemasaran sosial menegaskan bahawa tugas organisasi adalah
menetukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan psar sasaran serta membrikan
kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisen darpada para
pesaing dengan tetap melestarikakn atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan
masyarakat.

6. Konsumen pemasaran Global


Pada konsep pemasran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami
semua faktor-faktor lingkungan yang mempegaruhi pemasaran melalui manajemen
strategis yang mantap. Tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan
semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.
2.5.5. Orang
Untuk mencapai kualiatas terbaik maka pegawai harus dilatih untuk
menyadarai pentingnya pekerjaan mereka, yaitu memberikan konsumen kepuasan
dalam memenuhi kebutuhannya.
Menurut Hamdani (2006;75) mengatakan bahwa Dalam hubunganya dengan
pemasaran jasa maka orang yang berfungsi sebagai penyedia jasa sangat mempengaruhi
kualitas jasa yang diberikan. Keputusan dalam orang ini berarti berhubungan dengan
seleksi, pelatihan, motiasi, dan manajemen sumber daya manusia.
Pentingnya peran orang dalam pemasaran jasa berkaitan erat denga pemasaran
internal. Pemasaran internal adalah interaksi atau hubungan antara setiap karyawan
dengan departemen dalam suatu perusahaan yang dalam hal ini dapat diposisikan
sebagai konsuman internal dan pemasok internal.
Tujuan dari adanya hubungan tersebut adalah untuk mendorong orang dalam
kinerja memberikan kepuasan kepada konsumen. Terdapat empat kriteria penerapan
atau pengaruh dari aspek orang yang mempengaruhi konsumen tersebut, yaitu:
1. Contractors:
Orang disini berinteraksi langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup
sering dan sangat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
2. Modifies
Orang disini tidak secara langsung mempengaruhi konsumen tetapi cukup sering
berhubungan denagn kosumen, contoh: resepsionis.
3. Influencers:
Orang disini mempengaruhi konsumen dalam keputusan untuk membeli tetapi
tidak kontak secara langsung dengan konsumen.
4. Isolateds:
Orang disini tidak secra langsung ikit serta dalam bauran pemasaran dan juga tidak
sering bertemu dengan konsumen. Contoh: Karyawan bagian administrasi
penjualan, SDM, dan pemprosesan data.

2.5.6 Bukti Fisik

Dalam bisnis jasa, pemasaran perlu menyediakan petunjuk fisik untuk dimensi
intangiblejasa yang ditawarkan perusahaan, agar mendukung positioning dan image
serta meningkatkan lingkup produk yang ditawarkan oleh perusahaan jasa tersebut.
Pengertian bukti fisik menurut Hamdanu (2006;89) adalah: lingkungan fisik
perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat pemyedia jasa dan konsumen
berinteraksi, ditambah unsur tangible apa saja yang digunakan untuk
mengkomunikasikan atau mendukung peran jasa itu.

Bukti fisik dalam bisnis jasa dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

1. Bukti fisik penting. Mempresentasikan keputusan kunci yag dibuat penyedia jasa
tentang desain dan layout suatu bangunan, jenis pesawat yang digunakan sebuah
perusahaan penerbangan, dan sebagainya.
2. Bukti tambahan. Memiliki nilai independen yang kecil tetapi menambah
keberwujudan pada nilai yang disediakan produk jasa. Contoh: tiket kereta yang
menjadi tanda hal untuk bermanfaat jasa di suatu waktu.

Bila transaksi jasa dilaksanakan dilokasi perusahaan jasa tersebut, maka bukti
fisik mamainkan peran yang penting. Familiaritas merupakan salah sattu faktor yang
digunakakn operator franchise jasa untuk menyediakan reassurance, dengan
menggunakan bukti fisik membuat konsumen tahu apa yang sepatutnya mereka
harapkan dari suatu jasa.

2.5.7 Proses
Dalam produk jasa dibutuhkan proses, dimana dalam proses tersebut kualitas
prosuk yang ditawarkan akan dirasakan dan dinilai oleh konsumen.

Menurut Hamdani (2006;76) pengertian proses adalah: Proses merupakan gabunagn


semua aktifitas, umunya terdiri dari atas prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, dan
hal-hal rutin dimana jasa dihasilkan dan disampaikakn kepada konsumen.

Proses dapat dibedakan dalam dua cara, yaitu:


1. Kompleksitas, berhubungan dengan langkah-langkah dan tahapan proses.
2. Keragaman, berhubungan dengan adanya perubahan dalam langkah atatu tahapan
proses.
Sehubungan dengan dua cara tersebut, terhadap empat alternatif mengubah proses
yang dapat dipilih oleh pemasar, yaitu:

1. Menguragi keragaman, berarti terjadi pengurangan biaya, peningkatan


produktifitas dan kemudahan distribusi.
2. Menambah keragaman, berarti memperbanyak kostumisasi dan fleksibilitas dalam
produksi yang dapat mengakibatkan naiknya harga.
3. Memngurangi kompleksitas, berarti cenderung lebih terspesialisasi.
4. Menambah kompleksitas, berarti lebih cenderung ke penetrasi pasar dengan cara
menambah jasa yang diberikan.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Manajemen pemasaran merupakan salah satu kegiatan-kegiatan pokok nyang


dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsunagan perusahaannya, untuk
berkembang, dan untuk mendapat laba.Proses pemasran itu dimulai jauh sejam sebelum
barang-barang di produksi, dan tidak berakhir dangan penjualan.

Manajemen pemasaran berfungsi untuk memberikan informasi produk kepada


konsumen, mempengaruhi keputusan yang akan diambil konsumen serta menciptakan
nilai ekonomis suatu produk. Pelaku usaha yang sudah mulai mengetahui pentingnya
pemasaran akan mengenal adanya konsep pemasaran yang bertujuan untuk memberikan
kepuasan terhadap apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen. Ada 6 konsep
pemasaran diantaranya : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep
pemasaran, konsep pemasaran sosial, konsep pemasaran global.

3.2 Saran

Keinginan setiap pelaku usaha adalah mendapatkan laba dan dapat mempertahankan
perusahaannya di tengah persaingan usaha yang ketat. Kegiatan pemasaran merupakan
salah satu solusi untuk pencapaian keinginan pelaku usaha tersebut. Dengan memilih
manajemen pemasaran profesional dan strategi yang tepat dalam menjalankan kegiatan
tersebut, maka keinginan mendapatkan laba dan mempertahankan kelangsungan
perusahaan dapat terealisasi sesuai harapan. Jadi, tempatkanlah manajemen pemasaran
tersebut sebagai kegiatan penting di dalam perusahaan demi mencapai tujuan usaha.