Anda di halaman 1dari 11

Critical Book Report

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA


“KLIMATOLOGI : Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan
Tanaman”

Oleh :

Labarta Naibaho
NIM : 3183131025
A Reguler 2018
Dosen : Muhammad Arif S.Pd, M.Sc

PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Karunia
dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Geografi Regional
Indonesia ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun judul buku yang akan saya kritik yaitu
“KLIMATOLOGI : Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman”.
Pembuatan Critical Book Report ini bertujuan sebagai tugas individu mata kuliah
Geografi Regional Indonesia.
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak Arif selaku dosen pengampu
yang telah membimbing saya dalam pembuatan Critical Book Report ini.
Critical Book Report ini saya yakini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak
kekurangannya seperti pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak retak”, baik isi
maupun penyusunannya. Atas semua itu dengan rendah hati saya harapkan kritik dan saran
yang membangun guna menyempurnakan tugas Critical Book Report ini. Semoga tugas
Critical Book Report ini dapat bermanfaat.

Medan, 3 Oktober 2019

Labarta Naibaho

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i


DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
IDENTITAS BUKU ......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2 Tujuan ............................................................................................... 1
1.3 Manfaat ............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 2
2.1 Ringkasan Buku ................................................................................ 2
BAB III KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU.................................... 6
BAB IV PENUTUP ........................................................................................... 7
4.1 Kesimpulan ....................................................................................... 7
4.2 Saran ................................................................................................. 7

ii
IDENTITAS BUKU

Judul Buku : KLIMATOLOGI : Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman


Penulis : Ir. Ance Gunarsih Kartasapoetra
ISBN : 979-526-958-5
Penerbit : PT Bumi Aksara
Tahun terbit : 2006
Kota Terbit : Jakarta
Urutan cetakan : Kedua (2)
Tebal buku : 102 halaman

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Klimatologi merupakan ilmu tentang atmosfer. Mirip dengan meteorologi,
tapi berbeda dalam kajiannya, meteorologi lebih mengkaji proses di atmosfer
sedangkan klimatologi pada hasil akhir dari proses2 atmosfer.
Perubahan iklim terjadi di berbagai belahan dunia, sehingga menyebabkan
perubahan pola curah hujan, kenaikan muka air laut, dan suhu udara, serta
peningkatan kejadian iklim ekstrim berupa banjir dan kekeringan merupakan
beberapa dampak serius perubahan iklim yang dihadapi masyarakat dunia,
termasuk Indonesia.

1.2. Tujuan
1. Mengulas isi sebuah buku
2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh
setiap bab dari sebuah buku

1.3. Manfaat
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Geografi Regional Indonesia
2. Untuk mengembangkan bakat dan mengkritik buku
3. Untuk meningkatkan kita dalam berfikir rasional
4. Untuk meningkatkan pola pikir kita dalam menganalisa buku

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Ringkasan Buku Klimatologi : Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman
BAB 1
KLIMATOLOGI
Klimatologi adalah ilmu yang membahas dan menerangkan tentang iklim,
bagaimana iklim itu dapat berbeda pada suatu tempat dengan tempat lainnya. Hal yang
sangat erat dengan ilmu ini adalah ilmu cuaca, di mana cuaca dan iklim merupakan salah
satu komponen ekosistem alam sehingga kehidupan manusia, hewan, dan tumbuh-
tumbuhan tidak terlepas dari pengaruh atmosfer dengan segala prosesnya.
Perbedaan pengertian antara cuaca dan iklim dapat dikemukakan sebagai berikut.
1. Cuaca adalah keadaan atau kelakuan atmosfer pada waktu tertentu yang sifatnya
berubah-ubah dari waktu ke waktu.
2. Iklim adalah rata-rata keadaan cuaca dalam jangka waktu yang cukup lama, minimal
30 tahun, yang sifatnya tetap.
Iklim merupakan kebiasaan alam yang digerakkan oleh gabungan beberapa unsur,
yaitu radiasi matahari, temperatur, kelembapan, awan, presifikasi, evaporasi, tekanan
udara dan angin.
Unsur-unsur itu berbeda pada tempat yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu
disebabkan karena adanya faktor iklim atau disebut juga dengan pengendali iklim, yaitu:
1. Ketinggian tempat,
2. Latitude atau garis lintang,
3. Daerah tekanan,
4. Arus laut, dan
5. Permukaan tanah.
Atmosfer merupakan selimut tebal yang terdiri dari gas yang meliputi seluruh
bumi. Atmosfer ini penting untuk melindungi bumi dari panas dan dingin yang
berlebihan. Apabila tidak ada atmosfer maka suhu akan melebihi 930C pada siang hari
dan kurang dari -1840C pada malam hari.
Benda-benda yang terdapat di atmosfer, yaitu:
1. Gas, yang merupakan komponen tetap;
2. Uap air, yang merupakan komponen berubah-ubah;

2
3. Aerosol atau butir-butir debu.
BAB 2
IKLIM
Klasifikasi iklim menurut MOHR
Kalau kita perhatikan penggolongan iklim menurut MOHR, terlihat bahwa yang menjadi
dasar penggolongannya adalah adanya bulan basah dan bulan kering.
Bulan basah adalah bulan yang curah hujannya melebihi 100 mm, sedangkan bulan
kering adalah bulan yang curah hujannya kurang dari 60 mm. Antara bulan basah dan
bulan kering disebut bulan lembap. Bulan lembap ini tidak termasuk dalam perhitungan.
Klasifikasi iklim menurut SCHMIDT-FERGUSSON
Prinsip yang digunakan hampir sama dengan yang dikemukakan oleh MOHR yaitu
dengan mengambil bulan kering dan bulan basah. Data curah hujan diambil 10 tahun dan
tentukan berapa bulan kering dan bulan basah. Curah hujan bulan basah dan bulan kering
dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya.
Misalnya: Bulan basah = 4)
Bulan kering = 5) dimasukkan dalam rumus Q.
Bulan lembap dalam penggolongan ini tidak dihitung. Persamaan yang
dikemukakan Schmidt adalah sebagai berikut.
Jumlah rata − rata curah hujan bulan kering
Q= × 100%
jumlah rata − rata curah hujan bulan basah
Klasifikasi iklim menurut KOPPEN
Klasifikasinya berdasarkan pada curah hujan, temperatur, dan vegetasi yang khusus pada
suatu daerah.
Klasifikasi iklim menurut THORNTHWAITE
Dalam kelas ini dimasukkan pengertian mengenai penguapan karena vegetasi atau
tumbuhan selain tergantung pada curah hujan, juga pada air yang menguap. Karena
apabila penguapan melebihi dari curah hujan yang jatuh maka keadaan seperti ini tidak
berguna bagi tumbuhan.
BAB 3
PENGARUH IKLIM TERHADAP PERTANIAN
Tanah merupakan modal utama bagi para petani untuk dapat memproduksi pangan.
Tanah dipengaruhi oleh unsur-unsur iklim, yaitu hujan, suhu dan kelembapan, dan
pengaruh itu kadang-kadang menguntungkan tetapi sering pula merugikan.

3
Dimuka bumi terdapat banyak tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan manusia
dan ternak. Untuk kepentingan hidup rakyat Indonesia agar sehat dan dinamis diperlukan
jenis-jenis tanaman yag tumbuh di daerah iklim lainnya. Misalnya dari daerah iklim
sedang dan sejuk. Tanaman di daerah tropis kekurangan nitrogen (zat lemas, N2), tetapi
kaya akan zat hidrat arang yang dapat disintesiskan oleh tanaman dari karbon dioksida di
dalam udara dan air yang berlebihan.
BAB 4
HUJAN BUATAN UNTUK MENGATASI KEKERINGAN
Kemarau panjang menyebabkan tanah menjadi kering, air sulit diperoleh, sungai
mengering, sedangkan angin selalu menerbangkan debu-debuan. Hujan buatan hanya
ditempuh jika keadaan memang telah demikian kritis, apalagi terkadang meleset atau
tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pembuatan hujan buatan disebut sebagai suatu
proses pemodifikasian awan dengan menggunakan bahan-bahan kimia, terutama NaCl
(garam dapur) dan CaCl2 (kalsium klorida). Bahan-bahan kimia tersebut akan berfungsi
sebagai inti kondensasi atau bertindak sebagai embrio hujan dan selanjutnya terciptalah
hujan yang telah diperkirakan itu.
Hujan buatan dilakukan dengan menyebarkan bahan kimia atau garam halus di
udara dengan bantuan pesawat terbang. Untuk tahap ini hujan yang diharapkan belum
akan turun, karena itu dilakukan proses lanjutan dengan menyebarkan butir-butiran besar
di awan. Butiran tersebut akan bertumbukan dan bergabung dengan butir-butir air yang
telah tercipta pada proses pertama, dengan demikian butir-butir ini akan menjadi berat
dan akan meninggalkan awan jatuh sebagai hujan.
BAB 5
UNSUR-UNSUR IKLIM DALAM PEMBUKAAN LAHAN PERTANIAN
Beberapa penelitian sebelum pembukaan tanah pertanian, yaitu:
1. Penelitian klimatologi
Suatu lokasi atau kawasan hutan yang direncanakan untuk dibuka perlu diteliti
terlebih dahulu unsur iklim yang berpengaruh pada lokasi tersebut, seperti curah
hujan, suhu udara, kecepatan angin, arah tiupan angin yang pada dasarnya dapat
mempengaruhi kondisi kelembapan tanah, serta pengaruh-pengaruh yang diakibatkan
oleh iklim di lokasi tersebut, baik terhadap tanah, tanaman, atau pengaruhnya
terhadap penyakit tanaman dan tanaman pengganggu. Untuk curah hujan yang perlu
diselidiki adalah lamanya hujan turun, intensitas hujan, distribusi hujan, serta bulan-
bulan turunnya hujan.

4
2. Penelitian pengaruh unsur-unsur iklim terhadap kemiringan lahan
Kemiringan sedikit saja pada lahan yang telah dibuka, akan sangat mudah
dipengaruhi unsur-unsur iklim. Pengaruh tersebut tidak menguntungkan bagi petani.
Dalam hal ini para petani harus sanggup menghadapi tantangan unsur iklim yang
mempengaruhi tanah pertaniannya dengan melakukan konservasi tanah. Unsur iklim
mempengaruhi derajat kemiringan lahan dan dapat menimbulkan erosi adalah hujan
dan angin.
3. Penelitian unsur-unsur iklim kaitannya dengan tanah
Radiasi matahari, temperatur, curah hujan, dan angin akan sangat berpengaruh pada
tanah yang masih tertutup oleh pohon-pohon lebat pada kawasan yang akan dibuka.
Cahaya matahari sangat sedikit menembus ke dalam hutan atau sampai ke permukaan
tanah dalam hutan, menyebabkan tanah menjadi basah dan lembap. Pengaruh radiasi
matahari yang kuat, akan menyebabkan penguapan pada tanah kawasan yang dibuka.
Penguapan-penguapan yang terjadi pada musim hujan tidak akan terlalu berpengaruh
pada tanah karena tanah akan diguyur kembali oleh air hujan pada waktu siang
harinya.
BAB 6
TANAMAN PERDAGANGAN YANG COCOK DI DAERAH BERIKLIM
TROPIS
Pemerintah menganjurkan agar tanah-tanah yang belum dimanfaatkan dijadikan
warung hidup dan apotek hidup, tetapi kurang mendapat perhatian petani. Seandainya
para petani dianjurkan untuk menanam dengan tanaman perdagangan (terutama yang
mempunyai nilai ekspor), dan diberi kemudahan mendapatkan benih unggul, serta
penerangan, bimbingan, penyuluhan yang aktif dari para petugas-petugas lapangan
pertanian maka para petani akan segera memanfaatkan tanah tersebut untuk penanaman
tanaman perdagangan.
Tanaman yang cocok di daerah beriklim tropis yaitu tanaman cengkih, cokelat,
kopi, tembakau, tanaman pedagangan dan lain-lain.

5
BAB III
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU

3.1 Kelebihan Buku


Kelebihan buku yang berjudul KLIMATOLOGI: Pengaruh Iklim Terhadap
Tanah dan Tanaman yaitu buku mencatumkan identitas yang lengkap, tidak
menyulitkan pembaca untuk mengetahui informasi bibliografi, setiap BAB terdapat
tabel-tabel dan penjelasan yang memudahkan pembaca untuk memahami isi buku
dan juga cover dari buku ini menarik.

3.2 Kelemahan Buku


Tidak terdapat kelemahan dari buku utama yang berjudul pengukuran
topografi dan teknik pemetaan.

6
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Klimatologi adalah ilmu yang membahas dan menerangkan tentang iklim,
bagaimana iklim itu dapat berbeda pada suatu tempat dengan tempat lainnya. Hal
yang sangat erat dengan ilmu ini adalah ilmu cuaca, di mana cuaca dan iklim
merupakan salah satu komponen ekosistem alam sehingga kehidupan manusia,
hewan, dan tumbuh-tumbuhan tidak terlepas dari pengaruh atmosfer dengan segala
prosesnya.

4.2 Saran
Sebaiknya kita lebih dalam lagi mempelajari tentang Geografi Regional
Indonesia yang salah satunya membahas tentang iklim agar kita dapat mengerti dan
memahami tentang iklim-iklim di dunia. Dan semoga dengan adanya tugas critical
book report ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai survey
dan pemetaan terkhusus bagi jurusan pendidikan geografi dan bagi siapa saja yang
membacanya