Anda di halaman 1dari 14

BAB II

DATA UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan


Sejarah Berdirinya Puskesmas Banjar berdiri tahun 1976 masa pemerintahan
orde baru meliputi wilayah kerja 23 Desa, pada tahun 1986 dilakukan pemekaran
menjadi 2 wilayah yaitu Puskesmas Banjar dan Puskesmas Kadu Hejo, dimana
Puskesmas Banjar meliputi 14 Desa dan Puskesmas Kadu Hejo 9 Desa, kemudian
pada Tahun 2006 dilakukan pemekaran kembali menjadi 2 wilayah yaitu
Puskesmas Banjar dengan Puskesmas Mekarjaya. Dimana Puskesmas Banjar
meliputi 11 desa dan Puskesmas Mekarjaya 3 Desa. setelah dilakukan pemekaran
dengan Puskesmas Mekarjaya dan Puskesmas Banjar mempunyai binaan 11 Desa :
1. Desa Banjar
2. Desa Kadu bale
3. Desa Mogana
4. Desa Kadu limus
5. Desa Kadu maneuh
6. Desa Citalahab
7. Desa Bandung
8. Desa Cibereum
9. Desa Cibodas
10. Desa Pasirawi
11. Desa Gunung putri
Puskesmas banjar dipimpin oleh kepala puskesmas dan berprofesi sebagai
dokter adapun pimpinan yang telah menduduki jabatan tersebut adalah :
1. Tahun 1994 Puskesmas dipimpin oleh dr. johan lay
2. Tahun 1997 puskesmas dipimpin oleh dr. Hj Aprilia
3. Tahun 2000 puskesmas dipimpin oleh dr. Api
4. Tahun 2002 puskesmas dipimpin oleh dr. tri utami
5. Tahun 2002 puskemas dipimpin oleh Bapak H. Edi
8`

6. Tahun 2003 puskesmas dipimpin oleh Bapak H. Saepudin


7. Tahun 2009 puskesmas dipimpin oleh Ibu Hj. Oom Amd. Keb
8. Tahun 2009 puskesmas dipimpin oleh Ibu Hj. Ika Rostika S.sos
9. Tahun 2010 puskesmas dipimpin oleh Ibu rosi sukmawati
10. Tahun 2010 puskesmas dipimpin oleh Ibu Hj. Nuriah
11. Tahun 2010 puskesmas dipimpin oleh Ibu Hj. Ika
12. Tahun 2012 – 2017 puskesmas dipimpin oleh Ibu Hj. Euis Jubaedah S.ST,
S.Sos
13. Tahun 2017 sampai sekarang di pimpin oleh bapak Supriadi sampai
sekarang
Geografis Puskesmas banjar terletak diwilayah kecamatan banjar kab
pandeglang provinsi banten. dengan luas wilayah kerja terdiri :
a. Jumlah desa : 11(sebelas) desa
b. Luas Wilayah : 2.870 Km²
c. Jumlah RW : 60
d. Jumlah RT : 162
e. Jumlah Posyandu : 65
Jarak Puskesmas Banjar ke kota Kabupaten 7 km dan jarak ke Provinsi
Banten sekitar 35 km dengan batas wilayah :
a. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kadu hejo
b. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Cimanuk
c. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lebak
d. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lebak
Pada tahun 2015 dilakukan rehab total bangunan puskesmas yaitu gedung
depan yang sekarang berdiri tahun 2016 rehab gedung belakang yang sedang berdiri
dua lantai.
2.2 Visi dan Misi Perusahaan
Berikut ini merupakan Visi Misi dari perusahaan yang di dapat pada
penelitian di Puskesmas Banjar Pandeglang.
a. Visi
9`

Untuk mencapai dan mendukung peningkatan derajat kesehatan di wilayah


Kabupaten Pandeglang umumnya dan wilayah puskesmas Banjar khususnya,
maka visi Puskesmas Kecamatan Banjar yaitu :
”Kecamatan Banjar Sehat Melalui pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat”.
b. Misi
Dalam mendukung dan mewujudkan keinginan sebagaimana dalam visi
tersebut di atas maka puskesmas Banjar mempunyai misi sebagai berikut :
1. Menggerakan pembangunan di wilayah puskesmas yang berwawasan
kesehatan sehingga dapat tercipta lingkungan dan perilaku masyarakat
sehat. Misi ini mempunyai beberapa unsur yang perlu mendapat perhatian
antara lain:
a. Unsur sumber daya manusia kesehatan diharapkan dapat bekerja
sebagai seorang yang professional yang produktif dan transparan,
sehingga fungsi penggerakan puskesmas dapat terselenggara dengan
baik sehingga cerminan staf yang baik dan sebagai suri tauladan bagi
masyarakat untuk berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.
b. Untuk mendukung unsur sumber daya manusia yang berkualitas maka
fungsi dan kinerja puskesmas harus ditunjang oleh tenaga dan sarana
yang sesuai sehingga Puskesmas dapat memberikan pelayanan
kesehatan dasar yang bermutu sesuai dengan standar.
c. Pembangunan berwawasan kesehatan mengandung makna bahwa
setiap pembangunan harus berkontribusi terhadap peningkatan derajat
kesehatan baik langsung maupun tidak langsung, setiap program
pembangunan yang ada sekecil apapun bentuknya sebaiknya dikaji
dampaknya bagi kesehatan masyarakat, bila dampaknya kurang baik
sebaiknya dihindari.
2. Meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
a. Bermutu, mengandung arti bahwa pelayanan kesehatan minimal yang
diberikan harus sesuai dengan standar yang berlaku sehingga setiap
10`

pelayanan yang diberikan dapat diterima dan dapat memuaskan


pelanggan.
b. Merata, mengandung arti bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan
sedekat mungkin dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
c. Terjangkau, artinya tidak memberatkan masyarakat/ dapat diakses
terutama bagi masyarakat kurang mampu dan dapat terlaksana dengan
baik dan berkesinambungan, antara lain tersedianya Puskesmas
Pembantu, Puskesmas Keliling dan Pos Kesehatan Desa di wilayah
binaan puskesmas.
3. Mendorong kemandirian masyarakat melalui peningkatan pemberdayaan
kesehatan individu, keluarga dan masyarakat termasuk lingkungan sekitar.
a. Kemandirian, berarti berkurangnya ketergantungan terhadap orang
lain, diantaranya ketergantungan terhadap subsidi pemerintah.
b. Pemberdayaan Kesehatan, merupakan alih teknologi sederhana dari
hal-hal yang biasa dilaksanakan oleh pemerintah menjadi tanggung
jawab masyarakat secara bertahap.
c. Individu, berarti perorangan. Keluarga artinya kelompok kecil dari
masyarakat. Masyarakat adalah kelompok orang yang terdiri dari
individu dan keluarga.
2.3 Struktur Organisasi
Berikut ini adalah struktur organisasi secara umum dari UPT Puskesmas
Banjar:
11`

Kepala Puskesmas

KELOMPOK JABATAN
Kepala Sub Bagian Tata Usaha
FUNGSIONAL

Dokter Umum :-

Dokter Gigi :-
Pel.Sistem Infomasi Pel.Rumah Tangga Pel.Kepegawaian Pel.Keuangan
Perawat : 10

Bidan : 12

Apoteker :-
Asisten Apoteker :-

Sanotarian :-

Promosi Kesehatan :-

Nutisionis :-

Analis Laboratorium :-

Penanggung Jawab UKM dan Perawatan Penanggung Jawab UKP, Kefarmasian dan Penanggung Jawab Jaringan dan Jejaring
Kesehatan Masyarakat Laboratorium Puskesmas

Essential & Perkesmas Pengembangan Perkesmas Laboratorium Farmasi UKP Jaringan Jejaring

Promkes Keswa Pemeriksaan Umum Pustu Kadulimus Klinik Cibiuk

Kesling Kesgilut PELKES.GILUT Pustu Mogana BPS

KIA & KB Kesorga & Kesja Pel.KIA & KB Pustu Cibodas BPS

Gizi Kes.Indra Pel.Gizi Pusling BPS

PPP Kes.Lansia Pel.Persalinan POSKESDES Bandung

Imunisasi Kestrad Kompelementer R.Tindakan/UGD POSKESDES Citalabang

UKS TB Paru &Kusta Bidan Desa

Gambar 2. Stuktur Organisasi UPT Puskesmas Banjar

(Sumber: UPT Puskesmas Banjar, 2019)


12`

Berikut ini adalah Stuktur Organisasi dari Sub Bagian Tata Usaha:

Kepala Sub Bagian Puskesmas

Pel.Sistem Informasi Puskesmas Pel.Rumah Tangga Pel. Kepegawaian Pel.Keuangan

Gambar 2. Stuktur Organisasi Sub Bagian Tata Usaha


(Sumber: UPT Puskesmas Banjar, 2019)
2.4 Peraturan Perusahaan
Berikut ini merupakan peraturan external perusahaan menurut Menteri
Kesehatan Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 44 TAHUN 2016
TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN PUSKESMAS
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang :
a. Bahwa Puskesmas sebagai tulang punggung penyelenggaraan upaya
pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah kerjanya berperan
menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar
memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
b. Bahwa untuk melaksanakan upaya kesehatan baik upaya kesehatan
masyarakat tingkat pertama dan upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama dibutuhkan manajemen Puskesmas yang dilakukan secara terpadu
dan berkesinambungan agar menghasilkan kinerja Puskesmas yang efektif
dan efisien.
13`

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a


dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang
Pedoman Manajemen Puskesmas Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063)
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679)
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 298,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5607)
4. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor
193)
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 1676)
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 1508)
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG
PEDOMAN MANAJEMEN PUSKESMAS.
Pasal 1 Pedoman manajemen Puskesmas harus menjadi acuan bagi: a.
Puskesmas dalam:
14`

1) menyusun rencana 5 (lima) tahunan yang kemudian dirinci kedalam


rencana tahunan;
2) menggerakan pelaksanaan upaya kesehatan secara efesien dan efektif;
3) melaksanakan pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja
Puskesmas;
4) mengelola sumber daya secara efisien dan efektif;
menerapkan pola kepemimpinan yang tepat dalam menggerakkan,
memotivasi, dan membangun budaya kerja yang baik serta bertanggung
jawab untuk meningkatkan mutu dan kinerjanya. b. Dinas kesehatan
kabupaten/kota dalam melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis
manajemen Puskesmas.
Pasal 2 Ruang lingkup Pedoman Manajemen Puskesmas meliputi:
a. perencanaan;
b. penggerakkan dan pelaksanaan;
c. pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja; dan
d. dukungan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam manajemen Puskesmas.
Pasal 3 Ketentuan lebih lanjut mengenai Pedoman Manajemen Puskesmas
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 4 (1) Pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan Peraturan Menteri
ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai tugas dan fungsi masing-masing. (2) Pembinaan
dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kinerja Puskesmas yang berkualitas
secara optimal.
Pasal 5 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan. Agar
setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peratuan Menteri ini
dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
15`

2.5 Tata Tertib Perusahaan


Tata tertib adalah peraturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan, apabila di
langgar mendapatkan punishment atau berupa Sanksi (Hukuman). Berikut ini
merupakan Tata tertib yang diterapakan di Puskesmas Banjar.
1. Jam Datang dan Pulang Kantor
 Jam Datang : 07.30 WIB
 Jam pulang : Senin – Kamis : 14.00 WIB
: Jum’at : 14.30 WIB
: Sabtu : 14.00 WIB
2. Aturan berpakaian bagi staf
 Senin Dan Selasa : Pakaian Seragam PDH Warna Kaki Untuk Semua Staf,
Jilbab Kuning Polos (Bagi Wanita), Sepatu Hitam
 Rabu : Pakaian Hitam Putih
 Kamis Dan Jum’at: Pakaian Batik
 Sabtu : Pakaian Bebas Rapih Dan Sopan
3. Pelaksanaan Apel Pagi Setiap Hari Senin dilaksanakan Pukul 07.30 WIB
4. Karyawan 10 menit sebelum apel pagi,dilakukan kegiatan pembersihan
dimasing-masing ruangan
5. Bagi yang terlambat mengikuti apel membersihkan ruangan masing-
masing dan kaca.
2.6 Aktivitas Perusahaan
Program kesehatan yang direncanakan di Kecamatan Banjar tahun 2017,
mengacu kepada visi dan misi Kesehatan Kecamatan Banjar. Secara garis besar,
perencanaan ini terdiri dari tiga Program Utama yaitu :
1. Program untuk mencapai Indikator Kecamatan Banjar Sehat yang terdiri
dari tiga indikator yakni :
a. Indikator Derajat Kesehatan : yang merupakan hasil akhir, terdiri dari
indikator-indikator Mortalitas, Indikator-indikator Morbiditas dan
Indikator-indikator Status Gizi.
16`

b. Indikator hasil antara lain : yang terdiri atas indikator-indikator


Keadaan Lingkungan, Indikator-indikator Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat, serta indikator-indikator Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan.
c. Indikator Proses dan Masukan : yang terdiri dari indikator-indikator
Pelayanan Kesehatan, indikator-indikator Sumber Daya Kesehatan,
indikator-indikator Manajemen Kesehatan, indikator-indikator
Kontribusi Sektor-sektor Terkait.
2. Program Pokok Puskesmas Banjar, yang terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu
:
a. Program Wajib
Balai Pengobatan Umum, Kesehatan Ibu dan Anak, KB dan Kesehatan
Reproduksi, Kesehatan Gigi, Gizi, P2PL, SP3, Promosi Kesehatan,
Laboratorium, PHN, USILA, Kesehatan Lingkungan, Imunisasi,
Kesehatan Gigi, UKS dan UKGS.
b. Program Pengembangan
Kesehatan Kerja, Puskesmas Keliling, Kesehatan Jiwa, Kesehatan
Mata, Kesehatan Olah Raga dan Batra.
2.6.1 Sasaran
Dari hasil rumusan tujuan tersebut di atas, diperlukan operasional melalui
uraian sasaran sebagai berikut :
1. Program pengembangan manajemen dan sumber daya kesehatan
a. Tersedianya sumber daya kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat serta terpenuhinya standar tenaga pelayanan kesehatan
sesuai dengan kategori yang dibutuhkan.
b. Terciptanya pemahaman yang jelas tentang arah kebijakan, tujuan,
tugas pokok dan fungsi masing – masing petugas puskesmas.
c. Terciptanya sistem informasi kesehatan di puskesmas dengan
dukungan sarana yang memadai sesuai kemajuan teknologi, sehingga
masyarakat dapat mengetahui informasi kesehatan.
17`

d. Meningkatkan pendayagunaan tenaga kesehatan yang professional


serta berfungsinya pengembangan karier yang didasari penilaian
prestasi kerja.
e. Berkembangnya upaya – upaya kesehatan yang bersumber daya
masyarakat dan makin meluasnya pemahaman masyarakat tentang
konsep JKN.
f. Bertambahnya jumlah dan mutu sarana pelayanan kesehatan
masyarakat.
g. Meningkatnya pembiayaan dan anggaran kesehatan.
2. Program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
a. Terselenggaranya sistem kewaspadaan dan respon dini KLB/ Wabah
b. Meningkatnya upaya pemberantasan terhadap penyakit menular, serta
upaya pencegahannya
c. Meningkatkan intensifikasi pelayanan kesehatan lingkungan
d. Terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatnya
kualitas sanitasi dasar disetiap tatanan
3. Program peningkatan kesehatan keluarga dan perbaikan gizi
a. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penurunan angka
kematian ibu dan balita
b. Meningkatkan status kesehatan keluarga melalui pemberdayaan
remaja, ibu dan lansia.
c. Meningkatkan kerja sama lintas sektor dan lintas program juga
kemitraan baik dengan lembaga – lembaga sosial kemasyarakatan.
4. Program pelayanan kesehatan dalam gedung dan luar gedung
a. Mengembangkan jangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat
b. Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat, melalui kegiatan puskesmas keliling untuk wilayah yang
tidak memiliki Puskesmas Pembantu dan Poskesdes.
18`

5. Program Penyuluhan Kesehatan


a. Meningkatkan frekwensi penyuluhan setiap tahunnya dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan
PHBS.
b. Mengembangkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan
mengupayakan kerja sama lintas sektor dan lintas program.
3. Program pengawasan obat, makanan dan bahan – bahan berbahaya
a. Mengembangkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
b. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.
2.6.2 Gambaran Sasaran Singkat Rencana Kinerja UPT Puskesmas Banjar pada
Tahun 2018
Dari hasil kegiatan yang dilakukan oleh puskesmas pada tahun 2018 yang
dibiayai oleh pemerintah daerah antara lain :
1. Program pengembangan manajemen dan sumber daya kesehatan
a. Mengikuti pelatihan– pelatihan teknis di tingkat Kabupaten dan
memberikan izin belajar kepada staf puskesmas.
b. Perbaikan sistem pencatatan, pelaporan dan pengarsipan di puskesmas.
c. Penyusunan profil kesehatan dan laporan tahunan Puskesmas.
d. Penghitungan angka kredit bagi tenaga fungsional tertentu.
e. Pengembangan sistem informasi kesehatan.
f. Pertemuan staf 1 bulan 2 kali.
g. Mengadakan kegiatan lokmin tingkat kecamatan setiap 3 bulan sekali.
h. Mengikuti rapat koordinasi tingkat kecamatan.
i. Peningkatan kinerja petugas melalui pelatihan formal maupun informal.
j. Adanya pembagian tugas yang sesuai dengan profesinya, juga roling
pemegang program pada setiap 2 tahun sekali.
k. Mengikutsertakan tenaga surveillance dalam pelatihan secara teknis
l. Penanggulangan terhadap KLB
Program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
a. Pemberantasan terhadap penyakit TB-Paru
19`

b. Pembentukan kader TB-Paru


c. Pemberantasan dan penyuluhan terhadap penyakit ISPA, Diare, Kusta
dan DHF.
d. Mengikuti pelatihan program imunisasi.
e. Penyelenggaraan bulan imunisasi anak sekolah.
f. Evaluasi hasil kegiatan program P2PL di puskesmas.
g. Pengawasan dan pembinaan terhadap tempat – tempat umum dan tempat
pengelolaan makanan.
h. Inspeksi sanitasi satu tahun 4 kali.
2. Program peningkatan kesehatan keluarga dan perbaikan gizi
a. Peningkatan sistem manajemen data pelayanan kesehatan keluarga.
b. Operasional bidan ke Desa dalam rangka upaya peningkatan cakupan
program KIA.
c. Pelacakan kasus kematian ibu dan balita.
d. Mengikuti lomba balita sehat tingkat kabupaten.
e. Pemantauan dan evaluasi terhadap kasus gizi buruk yang mendapat
PMT Pemulihan.
f. Peningkatan mutu kesehatan usia lanjut melalui kegiatan posbindu dan
kunjungan rumah terhadap kelompok rentan.
g. Peningkatan terhadap kegiatan UKS.
h. Pembinaan dan evaluasi terhadap bidan di desa.
i. Pertemuan kemitraan Bidan, Paraji dan kader di tingkat puskesmas.
3. Program pelayanan kesehatan dalam gedung dan luar gedung
a. Pelayanan kesehatan dasar terhadap keluarga miskin
b. Monitoring terhadap sarana kesehatan dasar swasta
c. Pemeliharaan terhadap gedung puskesmas
d. Pengelolaan dan pemeliharaan alat kesehatan
e. Pengelolaan obat dan penggunaan obat generik
f. Kunjungan rumah KK Rawan
g. Puskesmas Keliling
20`

h. Kegiatan Prolanis untuk peserta JKN/KIS yang meliputi : Senam,


edukasi, dan pemeriksaan kesehatan.
i. Kunjungan Keluarga Sehat
4. Program penyuluhan kesehatan
a. Penyuluhan dalam gedung maupun luar gedung
b. Pembinaan dan evaluasi program penyuluhan
c. Peningkatan kegiatan UKS dan penyuluhan terhadap anak sekolah
d. Lomba posyandu tingkat kecamatan
e. Lomba cerdas cermat kader posyandu pada HUT RI.
5. Program pengawasan obat, makanan dan bahan– bahan berbahaya
a. Pembinaan terhadap produksi makanan dan minuman yang ada di
lingkungan wilayah puskesmas Banjar.
b. Penyuluhan kesehatan lingkungan terhadap industri rumah tangga
pangan, mengikutsertakan pengelola/ penanggung jawab industri
makanan dan minuman serta pengobatan tradisional dalam pelatihan
teknis di tingkat kabupaten.