Anda di halaman 1dari 15

JARINGAN OTOT

Oleh:
Decequen Putri Setiadi
Kelas

PEMERINTAH PROVINSI
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI
2018
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Jaringan Otot” ini. Shalawat
serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad
SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan Semoga kita
termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.
Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya
makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat
bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca,
menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki
bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya
kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang
dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh
sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang
bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

Jakarta, 17 Agustus 1945


Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i


DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Jaringan Otot ....................................................................... 3
B. Fungsi Jaringan Otot ............................................................................. 3
C. Jenis-jenis Jaringan Otot ....................................................................... 5
D. Ciri-ciri Jaringan Otot ........................................................................... 7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................... 9
B. Saran ..................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN GAMBAR JARINGAN OTOT

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semua makhluk hidup terdiri atas unit yang disebut sel. Jelasnya sel
merupakan unit struktural terkecil yang melaksanakan proses yang berkaitan
dengan kehidupan, misalnya mampu mengambil nutrisi, tumbuh dan
berkembang biak, bereaksi terhadap rangsangan, dan sebagainya. Awal
kehidupan mamalia bertitik tolak dari embrio berbentuk sel telur yang telah
dibuahi oleh spermatozoa yang disebut zigot. Zigot segera berkembang melalui
serangkaian pembelahan pola mitosis sesuai dengan tahap perkembangan
embrio yang disebut embriogenesis.
Selanjutnya embrio menumbuhkan kelompok sel khusus yang berbeda
satu dengan yang lain. Kelompok sel khusus embrio, dalam proses membentuk
jaringan, terlepas satu dari yang lain dengan terbentuknya bahan antar sel.
Proses pembentukan jaringan dalam embriologi disebut “histogenesis‟ yang
mendasari pembentukan organ-organ tubuh (organogenesis). Jadi jaringan
adalah kumpulan dari sel-sel sejenis atau berlainan jenis termasuk matriks antar
selnya yang mendukung fungsi organ atau sistem tertentu. Meskipun sangat
kompleks tubuh mamalia hanya tersusun oleh 4 jenis jaringan yaitu jaringan
epitel, penyambung/pengikat, otot, dan saraf. Dalam tubuh jaringan ini tidak
terdapat dalam satuan-satuan yang tersendiri tetapi saling bersambungan satu
dengan yang lain dalam perbandingan yang berbeda-beda menyusun suatu
organ dan sistem tubuh.
Jaringan dasar adalah jaringan yang mendasari terbentuknya organ
tubuh yang fungsional. Pengertian jaringan dalam hal ini mencakup sel-sel serta
bahan antar sel yang dihasilkannya, maka pengetahuan tentang struktur serta
aktivitas sel merupakan dasar dari histologi. Dalam kehidupan, ada beberapa
bagian yang dapat membantu antara organ satu dengan organ lainnya,
contohnya saja otot. Otot dapat melekat di tulang yang berfungsi untuk bergerak
aktif. Selain itu otot merupakan jaringan pada tubuh hewan yang bercirikan

1
2

mampu berkontraksi, aktivitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem


saraf.
Jaringan otot menyusun 40% hingga 50% berat total tubuh manusia dan
tersusun atas serabut-serabut otot. 4 ciri jaringan otot antara lain: iritabilitas
(peka terhadap rangsang), kontraktil (mampu memendek dan menebal),
relaksasi (mampu memanjang, dan elastisitas atau mampu kembali ke bentuk
semula setelah kontraksi atau relaksasi. Melalui gerak kontraksinya, otot
melakukan 3 fungsi yaitu gerak, mempertahankan bentuk dan produksi panas.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan dalam makalah ini
adalah:
1. Apa pengertian jaringan otot?
2. Apa fungsi jaringan otot?
3. Apa saja jenis-jenis jaringan otot?
4. Bagaimana ciri-ciri jaringan otot?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Jaringan Otot


Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja
mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Otot sebagai
jaringan dibina atas sel-sel otot yang berfungsi untuk pergerakan suatu alat atau
bagian tubuh. Dengan kemampuan otot dalam berkontraksi, ia mengemban 3
fungsi utama yaitu melaksanakan gerakan, memelihara postur dan
memproduksi panas. Gerakan yang di hasilkan oleh otot pada dasarnya ada 2,
yaitu gerakan tubuh yang mudah di amati dan gerakan tubuh yang tidak mudah
di amati.
Gerakan tubuh yang mudah di amati meliputi gerak perpindahan tempat
(misalnya berjalan, berlari) dan gerakan bagian tubuh tertentu (misalnya
menggelengkan kepala, melambaikan tangan), sedangkan gerakan yang tidak
mudah diamati adalah gerakan organ-organ dalam tubuh, misalnya gerak
peristaltik alat-alat pencernaan, denyut jantung, mengembang dan
menyempitnya pembuluh darah, gerakan pengosongan kantung kencing. Fungsi
kedua dari otot adalah menjaga postur tubuh, kontraksi dan relaksasi otot-otot
rangka menjaga tubuh dalam posisi tetap tegak pada saat berdiri maupun duduk.
Fungsi ketiga adalah menghasilkan panas, kontraksi otot dapat menghasilkan
panas untuk memelihara suhu tubuh, contoh pada saat kedinginan, otot
menggigil untuk menghasilkan panas.

B. Fungsi Jaringan Otot


Fungsi dari jaringan otot ialah berhubungan dengan lokomosi
(pergerakan). Pergerakan yang dihasilkan dari kontraksi jaringan otot berperan
dalam melaksanakan fungsi tertentu di dalam tubuh, antara lain:
1. Menggerakkan rangka (tulang)
Jaringan otot yang menyusun rangka (tulang) disebut dengan otot
rangka. Bersama-sama menyusun sistem pergerakan yang mendukung
lokomosi hewan dalam bergerak, berpindah dari satu tempat ke tempat lain

3
4

dalam berbagai tujuan, otot berfungsi sebagai alat gerak aktif. Artinya ialah
pergerakan yang terjadi ialah hasil dari kerja otot, sementara tulang
membuat pergerakan itu menjadi nyata. Dalam pengertian yang lebih
mudah dapat dianalogikan dengan parade pertunjukan boneka tali,
pergerakan boneka yang terjadi karena disebabkan oleh tali yang
menggerakkan boneka tersebut. Otot rangka disebut juga otot lurik karena
coraknya yang berlurik-lurik bekerja di bawah pengaruh kesadaran (otak)
atau kemauan kita.
2. Menggerakkan organ-organ pencernaan
Organ-organ pencernaan mulai dari kerongkongan sampai ke anus
didukung dengan jaringan otot polos. Berbeda dengan jaringan otot yang
menyusun rangka, kontraksi yang dihasilkan oleh protein aktin dan miosin
yang dihasilkan oleh otot polos jauh lebih halus dan lambat. Oleh karena itu
pergerakan yang dihasilkan oleh otot polos selalu bertahap seperti gerakan
peristaltik yakni gerakan mendorong makanan yang terjadi pada saluran
pencernaan. Perbedaan selanjutnya antara otot rangka dan polos ialah cara
kerja otot polos tidak dikontrol atas kemauan diri sendiri, melainkan terjadi
di luar kesadaran.
3. Menggerakkan jantung
Jantung merupakan salah satu organ yang aktif bergerak. pergerakan
jantung amat penting karena berpengaruh terhadap kelangsungan hidup
organisme. jantung memompakan darah yang membawa senyawa-senyawa
penting bagi tubuh serta mengangkut limbah metabolisme untuk di
keluarkan. Pompa jantung tak lain terjadi atas kerja otot yang menyusun
jantung, otot jantung. sedikit berbeda dengan otot lurik dan polos, otot
jantung memiliki karakter kontraksi yang cepat dan di luar kesadaran tubuh.
4. Menahan tekanan
Tekanan yang dihasilkan dari pompa jantung cukup besar, otot polos
yang elastis menyusun saluran pembuluh darah mampu meredam tekanan
jantung ini. dengan demikian darah yang dipompakan dapat tetap mengalir
sampai ke pelosok sel. Hal yang sama juga terjadi pada saluran urine dan
rahim yang tersusun atas otot polos, dengan kemampuan yang elastis, rahim
5

dapat melebar sampai 500 kali dari ukuran normal saat masa kehamilan.
sementara kantung kemih yang berfungsi menampung urine juga tersusun
atas otot polos, dengan demikian kita dapat menahan tekanan air urine
karena kemampuannya mengembang.

C. Jenis-jenis Jaringan Otot


1. Otot Polos
Sel otot polos bila dilihat di bawah mikroskop cahaya tidak
menunjukkan adanya garis-garis melintang. Otot polos pada Vertebrata
termasuk manusia dapat dijumpai pada dinding dan organ-organ dalam dan
pembuluh darah: saluran pencernaan makanan, uterus, kandung kencing,
ureter, arteri, arteriol, dan sebagainya. Di samping itu otot polos dapat
dijumpai pada iris mata dan otot penggerak rambut.
Jaringan otot polos merupakan otot yang terletak pada saluran alat-
alat di dalam tubuh manusia seperti manusia seperti yang terdapat pada
saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dinding pembuluh darah,
dinding rahim, saluran pernapasan, dan saluran kelamin. Otot polos dapat
disebut juga sebagai otot tak sadar karena cara bekerjanya di luar kesadaran
manusia, tanpa harus diperintah otak.
Cara kerja otot dipengaruhi oleh saraf autonom, yaitu saraf
simpatetik dan saraf parasimpatetik. Saraf simpatetik merupakan saraf yang
berujung di pangkal sumsum tulang belakang (medulla spinalis) yang
terdapat di daerah dada dan pinggang. Saraf tersebut berfungsi sebagai
pemacu yang dapat membuat kerja organ-organ tubuh menjadi cepat.
Adapun saraf parasimpatetik merupakan saraf yang berujung I
pangkal sumsum lanjutan (medulla oblongata). Saraf ini berfungsi untuk
membuat kerja organ-organ tubuh menjadi lambat. Pada bagian permukaan
otot polos memiliki serabut-serabut (fibril) yang bersifat sama sehingga
apabila kita amati melalui mikroskop bentuknya akan terlihat polos dan
tidak memiliki garis seperti otot lain apabila otot polos terkena rangsangan
reaksinya akan menjadi lambat.
6

2. Otot Lurik (Otot Rangka)


Otot rangka tersusun atas sel-sel panjang tidak bercabang, disebut
serabut otot (muscle fiber). Serabut-serabut ini merupakan sel-sel berinti
banyak (multiseluler) yang terletak pada bagian pinggir (perifer) sel. Sel-sel
otot terbentuk sejak perkembangan embrionik melalui fusi dari banyak sel-
sel kecil yang membentuk sinsitium. Apabila dilihat dengan mikroskop
cahaya, serabut otot nampak bergaris-garis melintang.
Seperti halnya sel saraf, sel otot mampu merespons terhadap
rangsangan. Bila membran sel otot dikenai neurotransmiter yang di hasilkan
oleh ujung saraf motor yang mensarafinya, maka pada membran sel otot tadi
akan timbul suatu impuls bioelektrik. Impuls ini akan merambat sepanjang
membran serabut otot, seperti merambatnya impuls pada serabut saraf yang
tidak bermielin.
Setiap serabut otot rangka dibungkus oleh lapisan jaringan ikat
lembut yang di sebut endomisium. Beberapa serabut tunggal akan
bergabung menjadi satu berkas yang disebut fasikulus. Fasikulus ini
dibungkus oleh jaringan ikat yang disebut perimisium. Seluruh fasikulus
tersebut kemudian di bungkus bersama-sama oleh epimisium.
3. Otot Jantung
Dibina atas serat otot, lurik, bercabang-cabang dan bertemu dengan
serat tetangga, sehingga secara keseluruhan terbentuk jalinan serat otot.
Terdapat pada jantung. Persarafan autonom, tak di bawah kesadaran atau
kemauan (involunter).
Miokardium (myocardium) jantung vertebrata tingkat tinggi terdiri
dari serabut otot jantung yang berhubungan satu dengan yang lain
membentuk jalinan. Semula otot jantung dianggap sebagai peralihan antara
otot polos dan otot kerangka. Yang jelas bahwa otot jantung tergolong otot
bergaris melintang yang satuannya disebut “serabut”. Bangun otot jantung
dan otot kerangka tidak sama dalam beberapa aspek. Hubungan otot jantung
melalui diskus interkalatus cukup kuat sehingga sulit dilakukan tepsing
untuk memperoleh satu serabut secara terpisah. Pada otot kerangka maupun
otot polos hal ini masih mungkin dilakukan.
7

Seratnya rata-rata lebih kecil daripada serat otot lurik. Setiap serat
otot jantung memiliki tonjolan-tonjolan dan ke samping membentuk
percabangan, bertemu dengan percabangan sel otot tetangga. Tonjolan-
tonjolan antara sel bertetangga setangkup rapat. Inti berada di tengah sel.
Satu serat hanya memiliki 1-2 inti. Inti lebih tumpul ujungnya daripada inti
serat otot lurik (Yatim, 1990). Penelitian dengan mikroskop cahaya
menunjukkan bahwa otot jantung memiliki serabut yang bercabang, yang
berhubungan satu dengan yang lain melalui ujungnya.

D. Ciri-ciri Jaringan Otot


Pada kelompok hewan vertebrata (bertulang belakang) terdapat tiga
jenis jaringan otot yang menyusun organ hewan tersebut. Ketiganya memiliki
karakter yang berbeda dalam kontraksi yang dihasilkan, yaitu:
1. Otot Polos
Susunan aktin-miosin pada otot polos sejajar, sehingga
menimbulkan warna yang homogen (polos). Otot polos ditemukan pada
saluran-saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran urine. Ciri-ciri
otot polos ialah:
a. Selnya berbentuk gelendong.
b. Elastis. Sifat elastis yang dimiliki oleh otot polos memungkinkan organ
yang didukungnya memiliki kemampuan untuk mengembang atau
menahan tekanan.
c. Satu sel memiliki satu inti dan terletak di tengah.
d. Tidak dikontrol otak (involunteer).
e. Kontraksi lambat dan tidak lelah.
2. Otot Rangka (Otot Lurik)
Jenis otot ini terdapat pada sistem rangka (tulang). Otot rangka
berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Disebut otot
lurik dikarenakan susunan protein aktin dan miosinnya saling bertumpang
tindih sehingga memunculkan corak gelap dan terang. Otot rangka inilah
yang disebut dengan daging. Ciri-ciri otot rangka yang membedakannya
dengan otot yang lain ialah:
8

a. Selnya berbentuk serabut (silinder) panjang


Sel-sel otot rangka paling panjang dibanding sel otot lainnya.
Jumlah sel otot rangka pada orang dewasa ialah tetap. Sel-selnya ini
terdapat dalam bentuk bundel (berkas) yang menyusun rangka.
b. Satu sel memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi
Karena selnya yang panjang maka sel otot rangka memerlukan
lebih dari satu inti dalam mengendalikan fungsi metabolisme di dalam
sel tersebut. Letak insi sel di tepi dikarenakan susunan protein
mikrofilamen aktin-miosisn berjajar mengisi lumen sel otot tersebut.
c. Dikontrol oleh otak (volunteer)
Cara kerja otot rangka dilakukan atas kesadaran yang
dipengaruhi otak sebagai pusat saraf.
d. Kontraksi cepat dan mudah lelah
Kontraksi yang dihasilkan oleh otot rangka menghasilkan
gerakan yang cepat namun mudah lelah jika terus menerus berkontraksi.
3. Otot Jantung
Jantung tersusun atas otot jantung, yang hanya terdapat dijantung.
Struktur otot jantung disesuaikan dengan fungsi jantung yang memompa
darah ke seluruh tubuh. Karakter otot jantung tidak ditemukan pada otot
lainnya. Ciri otot jantung ialah:
a. Selnya berbentuk silinder dan bercabang. Percabangan yang ada pada
otot jantung sangat berkaitan dengan fungsi jantung dalam memompa
darah. Percabangan otot jantung membuat jalinan lebih kompleks yang
memungkinkan terjadi lebih dari satu jalinan hubungan antar sel. Sel-sel
tersebut bertautan dalam ”meremas” jantung, mengeluarkan isinya,
darah.
b. Memiliki satu inti.
c. Selnya bercorak lurik-lurik.
d. Kerja otot di luar kesadaran (involunter).
e. Kontraksi cepat dan tidak mudah lelah.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja
mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Otot dapat
melekat di tulang yang berfungsi untuk bergerak aktif. Otot tersusun atas
beberapa gumpalan, gumpalan terdiri dari beberapa berkas otot, yang disebut
fasciculus. Tiap berkas dibina atas banyak serat otot. Satu serat otot adalah 1 sel
otot. Serat otot memiliki terdiri dari komponen seperti sarkolemma,
sarkoplasma, inti, dan Organelnya yang penting yaitu retikulum sarkoplasma,
mitokondria, dan miofibril. Setiap miofibril dibina atas puluhan mikrofilamen.
Mikrofilamen otot ialah aktin dan miosin, yang bersusun berjejer dan
berdempet.
Jaringan otot dibedakan menjadi 3 jenis yaitu otot polos, otot lurik, dan
otot jantung. Otot polos terletak pada saluran alat-alat di dalam tubuh manusia
seperti manusia seperti yang terdapat pada saluran pencernaan, dinding
pembuluh darah, dinding pembuluh darah, dinding rahim, saluran pernapasan,
dan saluran kelamin. Otot lurik melekat pada rangka, dan otot jantung hanya
terdapat pada dinding jantung. Otot menjadi begitu penting bagi tubuh karena
ia memiliki 3 fungsi utama yaitu melaksanakan gerakan, memelihara postur dan
memproduksi panas pada tubuh.

B. Saran
Sebaiknya kepada para pembaca memahami isi makalah tersebut,
sehingga para pembaca dapat mengerti apa isi makalah tersebut, tapi tidak
hanya mengerti akan isi makalah ini tetapi pembaca juga akan mendapatkan
suatu ilmu yang sangat bermanfaat yang nantinya dapat digunakan dalam proses
belajar mengajar.

9
DAFTAR PUSTAKA

Ambardini, RL. 2012. Histologi: Jaringan Otot. Website:


http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/HISTO-JARINGAN%20OTOT.pdf.

Budiyanto. 2014. Pengertian Sarkomer. Website:


http://www.sridianti.com/pengertian-sarkomer.html.

Genneser, F. 1994. Buku Teks Histologi. Jilid I. Jakarta: Binapura Aksara.

Junqueira LC dan Carneiro J. 1980. HISTOLOGI DASAR. Diterjemahkan oleh Adji


Darma. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Soewolo, dkk. 2003. Fisiologi Manusia. Malang: Universitas Negeri Malang.

Subowo. (2002). Histologi Umum. 1st Ed. Jakarta: Bumi Aksara.

Yatim, Wildan. 1990. Biologi Modern Histologi. Bandung: Penerbit Tarsito.