Anda di halaman 1dari 8

SISTEM PERIODIK UNSUR

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA


Mata Kuliah : PRAKTIKUM KIMIA UMUM-1

SISTEM PERIODIK UNSUR


I. JUDUL PERCOBAAN : SISTEM PERIODIK UNSUR

II. TUJUAN PERCOBAAN :


1. Mempelajari kereaktifan unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah.
2. Memahami perubahan-perubahan yang terjadi selama percobaan.
3. Memahami dan mengetahui sifat periodik unsur (golongan alkali dan golongan alkali tanah).

III. TINJAUAN TEORITIS :


Sistem periodik modern dikenal juga dengan sistem periodik bentuk panjang disusun berdasarkan kenaikan nomor
atom dan kemiripan sifat. Dalam sistem periodik unsur modern lajur mendatar yang disebut periode dan vertikal yang
disebut golongan.

Jumlah golongan dalam sistem periodik unsur ada 8 dan ditandai dengan angk romawi. Ada 2 golongan besar, yaitu
golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Golongan B terletak diantara golongan IIA dan
golongan IIIA.

Nama-nama golongan pada unsur golongan A :


Golongan IA : Golongan Alkali
Golongan IIA : Golongan Alkali Tanah
Golongan IIIA : Golongan Boron
Golongan IVA : Golongan Karbon
Golongan VA : Golongan Nitrogen
Golongan VIA : Golongan Oksigen
Golongan VIIA : Golongan Halogen
Golongan VIIIA : Golongan Gas Mulia (Chang Raymond,2004)

Sifat-sifat logam :
Berdasarkan sifat kelogamannya, secara unsur dibedakan menjadi 3 kategoi, yaitu unsur logam, unsur nonlogam,
unsur metaloid. Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron
(memiliki energi ionisasi kecil). Sedangkan unsur-unsur nonlogam cenderung merangkap elektron (memiliki energi
ionisasi yang besar). Dengan demikian, dapat dilihat kecenderungan sifat nonlogam dalam sistem periodik unsur yaitu:
* Dalam satu periode sifat logam dari kiri ke kanan semakin kecil.
* Dalam satu golongan sifat logam dari atas ke bawah semakin besar.

Logam-logam Alkali
Mempunyai beberapa sifat antara lain: semuanya lunak, boleh mengkilat dan mudah dipotong. Jika logam- logam
tersebut diudara terbuka maka pemuaiannya akan menjadi kusam karena logam-logam mudah bereaksi dengan air dan
oksigen dan biasanya disimpan dalam minyak tanah.

Logam-logam Alkali Tanah


Logam-logam alkali tanah kecuali Berilium berwarna putih, mudah dipotong dan tampak mengkilat jika dipotong,
serta cepat kusam diudara reaktivitasnya terhadap air berbeda-beda. Berilium dapat bereaksi dengan air dingin secara
lambat dan akan semakin cepat bila semakin panas. Logam-logam alkali tanah yang lain sangat cepat bereaksi dengan
air dingin menghasilkan gas-gas hidrogen dan hidroksid serta menghasilkan banyak panas. (Petruci Ralph, 1987)

Sifat-sifatPeriodik Unsur :
A. Jari-jari atom : didefinisikan sebagai jara dari inti atom terhadap kulit terluar tempat eletron valensi. "Dari atas
kebawah semakin besar, dari kiri ke kanan semakin kecil"
B. Energi Ionisasi (I): didefiniskan sebagai sumber energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan eletron valensi
dari suatu atom. "Dari atas kebawah semakin kecil, dari kiri ke kanan semakin besar."
C. Afinitas Elektron (A) : didefinisikan sebagai energi yang dilepaskan pada saaat atom dalam keadaan gas menerima
elektron pada kulit valensinya. "Dari atas kebaawah semakin kecil, dari kiri ke kanan semakin besar."
D. Keelektronegatifan : didefinisikan sebagai kemampuan atom untuk menangkap elektron. Semkain besar
kelektronegatifan, semakin mudah untuk menangkap elektron. "Dari atas kebawah semakin kecil, dari kirike kanan
semakin besar." (Sukardjo,1998)

GOLONGAN
Kelompok unsur-unsur dalam sistem periodik unsur modern yang tersusun dalam kolom vertikal kecuali golongan
Lantanida dan Aktinida yang disusun secara horizontal. Unsur-unsur yang satu golongan mempunyai sifat-sifat kimia
yang mirip namun sifat kimia maupun kimia unsur tersebut berubah secar periodik. Dalam tabel periodik unsur
modern terdapat 8 golongan unsur utama, 8 unsur logam transisi dalam dan 2 golongan transisi luar.

PERIODE
Kelompok unsur unsur dalam tabel periodik unsur modern yang tersusun dalam bris horizontal. Unsur-unsur dalam
satu periode memiliki keteraturan sifat fisik maupun kimia.

PENENTUAN GOLONGAN DAN PERIODE BERDASARKAN KONFIGURASI ELEKTRON


Berdasarkan konfigurasi elektron, unsur-unsur utama (golongan A) dapat di definisikan sebagai unsur-unsur elektron
valensinya menempati subkulit s dan p. Jika konfigurasi dituliskan nsx npy, maka n menunjukkan periode kemudian
x dan y menunjukkan golongan.
Berdasarkan konfigurasi elektronnya, unsur-unsur transisi (golongan B) dapat didefinisikan sebagai unsur-unsur yang
elektron valensinya menempati subkulit s dan d(n-1). Jika konfigurasi elektron valensinya di tulis dengan nsx dan n-
1dy maka n menunjukkan periode dan x atau y menunjukkan golongan.
Berdasarkan konfigurasi elektron, unsur-unsur golongan lantanida dan aktinida didefinisikan sebagai unsur-unsur
yang valensinya menempati subkulit s dan f(n-2). (Surakiti, 1989)

Unsur logam IIA berisi : berelium, Magnesium, Calsium, Stronsium, Barium, Radium. Unsur tersebut bersifat logam
karena cenderung melepaskan elektron. Unsur ini disebut logam alkali tanah karena oksidanya bersifat basa (alkalis)
dan senyawanya banyak terdapat pada kerak bumi. (David E. Goldbero, 2007)

IV. ALAT DAN BAHAN

1. Alat
No Nama Alat Ukuran Jumlah
1 Bak Kaca - 1
2 Tabung Reaksi - 6
3 Penjepit Tabung - 1
4 Lampu Spiritus - 1
5 Pipet Ukur - 1
6 Erlenmeyer - 1
2. Bahan
No Nama Bahan Rumus Konsentrasi Warna Wujud Jumlah
Kimia
1 Natrium Na - Coklat Padat Sebesar kepala
korek api
2 Magnesium Mg - Abu-Abu Padat 2 cm
3 Tembaga CuSO4 0.1 M Biru Larutan 4 ml
Sulfat Muda
4 Perak Nitrat AgNO3 0.1 M Bening Larutan 6 ml
5 Besi Klorida FeCl3 0.1 M Kuning Larutan 4 ml
6 Raksa Klorida HgCl2 0.1 M Bening Larutan 4 ml
7 Timbal Nitrat Pb(NO3)2 0.1 M Bening Larutan 4 ml
8 Penolftalen PP - Bening Larutan 6 tetes

V. PROSEDUR KERJA
NO. PROSEDUR KERJA HASIL PENGAMATAN
A LOGAM ALKALI
1  Ambil sebuah bak kaca, kemudian isi Logam Na yang berada diatas sampan
air sebanyak 50 ml air kedalamnya. kertas membentuk gelembung.
 Buatlah sebuah sampan kertas dan Setelah bersinggungan dengan air, timbul
usahakan terapung di atas air dalam bak nyala api dan dalam sekejap logam Na
kaca. menghilang/ habis.
 Letakkan sepotong kecil logam Na
(tidak lebih dari sebesar kepala korek
api), diatas kertas sampan tersebut. Amati
yang terjadi setelah logam Na
bersinggungan dengan air.

2  Sediakan 6 buah tabung reaksi yang Air percobaan Na mulanya berwarna


bersih dan urutkan mulai nomor 1 s/d 6, bening.
kemudian pada masing-masing tabung
reaksi masukkan larutan yang dari bak Tabung 1 : setelah ditambahkan 3 tetes PP
kaca tadi sebanyak 5 ml. warnanya menjadi ungu.

 Pada tabung reaksi 1 teteskan 3 tetes Tabung 2 : setelah ditambahkan 2 ml


PP, kedalam tabung reaksi 2 masukkan 2 larutan CuSO4 warnanya menjadi warna
ml larutan CuSO4 0,1M. Kedalam tabung biru bening.
reaksi 3 masukkan 3 ml larutan AgNO3
0,1M. Kedalam tabung reaksi 4 Tabung 3 : setelah ditambahkan 3 ml
masukkan 2 ml larutan Pb(NO3)2 0,1 M. larutan AgNO3 menghasilkan warna putih
Ke dalam tabung reaksi 5 masukkan 2ml keruh.
larutan FeCl3 0,1 M. Ke dalam tabung
reaksi 6 masukkan 2 ml larutan HgCl2 0,1 Tabung 4 : setelah ditambahkan 2 ml
M. Pb(NO3)2 warnanya berubah menjadi
warna putih pekat.
 Catat dan perhatikan apa yang terjadi
pada masing-masing tabung reaksi. Tabung 5 : setelah ditambahkan 2 ml
larutam FeCl3 warnanya berubahn
menjadi warna kuning kehijauan.

Tabung 6 : setelah ditambahkan 2 ml


HgCl2 warnanya berubah menjadi warna
putih bening.
B LOGAM ALKALI TANAH
1 Ambil 2 cm pita Mg, kemudian celupkan Logam Mg yang dicelupkan kedalam air
ke dalam air dan tunggu selama 5 menit. membentuk gelembung yang melekat pada
Perhatikan yang terjadi. logam Mg.

2 Ambillah pita Mg tadi, jepit dengan Ketika dibakar Logam Mg menghasilkan


penjepit tabung, kemudian bakar dengan nyala api ungu dan abu yang dihasilkan
lampu spiritus dan hasil pembakaran warna putih.
(abu) ditampung dalam kertas, kemudian
dihaluskan.

3 Sediakan 1 erlenmeyer, isi dengan air Air abu logam Mg berwarna keruh dengan
sebanyak 30 ml dan selanjutnya endapan abu dibawahnya.
masukkan serbuk yang dihaluskan tadi
kedalamnya dan aduk sampai larut.

4  Sediakan 6 buah tabung reaksi bersih Tabung 1 : setelah ditambahkan 3 tetes


dan kering, kemudian isilah masing- larutan PP warnanya berubah menjadi
masing tabung rekasi dengan dengan warna ungu bening.
larutan erlenmeyer tadi sebanyak 5 ml.
Tabung 2 : setelah ditambahkan 2 ml
 Pada tabung reaksi 1 teteskan 3 tetes PP, larutan CuSO4 warnanya berubah menjadi
kedalam tabung reaksi 2 masukkan 2 ml warna biru langit .
larutan CuSO4 0,1M. Kedalam tabung
reaksi 3 masukkan 3 ml larutan AgNO3 Tabung 3 : setelah ditambahkan 3 ml
0,1M. Kedalam tabung reaksi 4 larutan AgNO3 warnanya berubah menjadi
masukkan 2 ml larutan Pb(NO3)2 0,1 M. warna putih keruh.
Ke dalam tabung reaksi 5 masukkan 2ml
larutan FeCl3 0,1 M. Ke dalam tabung Tabung 4 : setelah ditambahkan 2 ml
reaksi 6 masukkan 2 ml larutan HgCl2 0,1 larutan Pb(NO3)2 warnanya berubah
M. menjadi warna putih pekat.

 Catat dan perhatikan apa yang terjadi Tabung 5 : setelah ditambahkan 2 ml


pada masing-masing tabung reaksi. FeCl3 warnanya berubah menjadi warna
kuning bening.

Tabung 6 : ditambahkan 2 ml larutan


HgCl2 warnanya berubah menjadi warna
putih bening.

Pada setiap tabung terjadi endapan yang


awalnya berasal dari endapan abu Mg yang
tidak larut seluruhnya kecuali pada tabung
1 ditambahkan larutan PP.
VI. HASIL PERCOBAAN / REAKSI-REAKSI / PEMBAHASAN
A. HASIL PERCOBAAN
NO PERCOBAAN HASIL PENGAMATAN
1 Logam Na dalam sampan Logam Na yang berada
diletakkan di atas diatas sampan membentuk
permukaan air. gelembung setelah
Larutan hasil rekasi Na bersentuhan dengan air dan
dalam air setelah ditambahi timbul nyala api dan dalam
dengan larutan PP, CuSO4, sekejap menghilang.
AgNO3, Pb(NO3)2, FeCl3, 1. Berubah warna menjadi
HgCl2. warna ungu bening.
2. Menghasilkan warna biru
bening.
3. Menghasilkan warna putih
keruh.
4. Menghasilkan warna putih
pekat.
5. Menghasilkan warna
kuning kehijauan.
6. Menghasilkan warna putih
bening.
2 Logam Mg dicelupkan Terbentuk gelembung-
dalam air. gelembung pada menit ke 3
Pita Mg dibakar. dan pada menit ke 5
Larutan hasil pembakaran gelembung-gelembung
Mg setelah ditambah menjadi banyak.
dengan larutan PP, CuSO4, Saat dibakar gelembung-
AgNO3, Pb(NO3)2, FeCl3, gelembung menyelimuti
HgCl2. pita Mg menghasilkan
warna nyala ungu.
1. Menghasilkan warna ungu
bening.
2. Menghasilkan warna biru
langit.
3. Menghasilkan warna putih
keruh.
4. Menghasilkan warna
kuning bening
5. Menghasilkan warna putih
bening.
6. Menghasilkan warna abu-
abu.
B. REAKSI-REAKSI
1. Logam Alkali (Na)
a. 2Na(s) + 2H2O(l) 2NaOH(aq) + H2(g)
b. NaOH(aq) + PP warna ungu bening
c. 2NaOH(aq) + CuSO4(aq) NaSO4(aq) + Cu(OH)2(aq)
d. NaOH(aq) + AgNO3(aq) NaNO3(aq) + AgOH(aq)
e. 2NaOH(aq) + Pb(NO3)2(aq) 2NaNO3(aq) + Pb(OH)3(aq)
f. 3NaOH(aq) + FeCl3(aq) 3NaCl(aq) + Fe(OH)3(aq)
g. NaOH(aq) + HgCl2(aq) NaCl(aq) + Hg(OH)2(aq)
2. Logam Alkali Tanah (Mg)
a. MgO(s) + H2O(l) Mg(OH)2(aq)
b. Mg(OH)2(aq) + PP warna ungu bening
c. Mg(OH)2(aq) + CuSO4(aq) MgSO4(aq) + Cu(OH)2(aq)
d. Mg(OH)2(aq) + 2AgNO3(aq) Mg(NO3)2(aq) + 2AgOH(aq)
e. Mg(OH)2(aq) + Pb(NO3)2(aq) Mg(NO3)2(aq) + 2Pb(OH)2(aq)
f. 3Mg(OH)(aq) + 2FeCl3(aq) 3MgCl2(aq) + 2Fe(OH)3(aq)
g. Mg(OH)(aq) + AgCl2(aq) MgCl2(aq) + Hg(OH)3(aq)

C. PEMBAHASAN
1. Unsur-unsur dalam satu golongan diletakkan berdasarkan kesamaan elektron valensinya, golongan alkali (golongan
IA) terdiri dari unsur H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr dengan valensi elektron terakhir dari unsur-unsur tersebut adalah 1.
1H = 1
3Li = 2, 1
11Na = 2, 8, 1
19K = 2, 8, 8, 1
37Rb = 2, 8, 18, 8, 1
55Cs = 2, 8, 18, 18, 8, 1
2. Unsur-unsur dalam satu periode diletakkan berdasarkan jumlah kulit yang ditempatinya. Logam Na (Natrium) dan
logam Mg (magnesium) terletak pada periode yang sama yaitu periode 3.
Na = 2, 8, 1 Mg = 2, 8, 2
KLM KLM
Dari kedua elektron diatas Na dan Mg sama-sama menempati kulit K, L, M maka logam Na dan Mg dinyatakan dalam
satu periode yaitu periode ke 3.
3. Terjadinya ledakan pada Natrium (Na) ketika bersentuhan dengan air disebabkan karena sifat logam Natrium sangat
reaktif terhadap air maupun udara (oksigen) itu penyebabnya kenapa natrium disimpan dalam minyak, karena dengan
adanya perlindungan oleh minyak, logam natrium tidak mudah bereaksi dengan air dan oksigen. Karena air dengan
udara tidak bisa menembus lapisan minyak. Pada percobaan yang dilakukan logam Na yang berada diatas perahu
mulanya membentuk gelembung setelah bersinggungan dengan air timbul nyala api dan dalam sekejap menghilang.
4. Logam natrium diletakkan kedalam sampan agar logam natrium tidak bersentuhan langsung dengan air sehingga
praktikan dapat mengamati terjadinya reaski. Kalau kita coba masukkan logam Na ke dalam air tanpa sampan akan
terjadi ledakan dan langsung mengenai praktikan, itulah sebabnya dibuat sampan untuk pembatas logam Na dengan
air.
5. Logam Mg dibakar berubah menjadi warna ungu terang dengan pemanasan Mg dapat bereaksi dengan oksigen
sehingga membentuk oksidanya 2Mg + O2 2MgO. Pada saat Mg dibakar maka akan sangat reaktif terhadap panas.
6. Mg didalam air memiliki reaksi yang cukup lama karena logam Mg yang didalam air tidak panas atau dingin akan
bereaksi sama. Saat dibakar Mg sangat reaktif terhadap panas sehingga menimbulkan warna nyala logam tersebut.
Dan Mg yang lebih cepat bereaksi adalah saat Mg dibakar.
7. Dari kedua golongan yaitu alkali dan alkali tanah yang paling reaktif terhadap air adalah alkali (golongan IA) itu
disebabkan karena golongan alkali lebih cenderung melepaskan elektron pada kulit terluarnya, hal ini juga dipengaruhi
oleh gaya tarik menarik antarelektron terluar akan terlepas dan bereaksi dengan anion sebagai reduksi. Perbedaan yang
dapat dari hail praktikum adalah kereaktifan terhadap air dan mudah larut dalam air.

VII. KESIMPULAN
1. Logam alkali lebih reaktif dibandingkan logam alkali tanah, sifat unsur golongan alkali adalah bereaksi lama didalam
air yang dingin ini merupakan sifat periodik yang kereaktifannya kecil daripada Na memiliki sifat basa yang kuat.
2. Perubahan-perubahan yang terjadi selama percobaan adalah terjadinya perubahan warna, terjadinya endapan, terjadi
ledakan, terjadi nyala api, terjadi gelembung-gelembung gas.
3. Sifat-sifat logam alkali:
- Semuanya lunak
- Boleh mengkilat
- Mudah dipotong
- Sangat reaktif
- Warna terang
- Jika diudara terbuka maka pemuaiannya akan menjadi kusam karena logam-logam mudah bereaksi dengan air dan
oksigen.
- Titik didih dan titik leleh berkurang dari atas ke bawah, berwujud padat pada suhu ruangan.
- Massa jenis lebih kecil daripada air.
Sifat-sifat logam alkali tanah :
- Berwarna putih (kecuali Berilium)
- Mudah dipotong
- Cepat kusam diudara
- Sangat cepat bereaksi dengan air
- Menghasilkan gas hidrogen dan hidroksid
- Memiliki sifat basa yang kuat
- Termasuk pereduksi lemah
- Kereaktifannya lebih kecil
- Mudah bereaksi dengan unsur logam.

VIII. JAWABAN PERTANYAAN DAN TUGAS


1. Mengapa terjadi ledakan pada percobaan A (Logam Alkali). Jelaskan dan tuliskan persamaan reaksi tersebut.
Jawab :
Karena Na Bereaksi kuat dengan air, membebaskan gas hidrogen menghasilkan basa kuat. Na(s) bereaksi dengan air,
bereaksi secara tidak langsung pada kapal kertas. Na memiliki ionisasi yang cukup besar sehingga kereaktifannya
besar dna direaksikan dengan air.
2. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada masing-masing tabung percobaan. Jelaskan apa hasil reaksi utamanya.
Jawab :
Logam Alkali
- 2Na(s) + 2H2O(l) 2NaOH(aq) + H2(g)
Reaksi Utama : NaOH (terjadi ledakan)
- NaOH(aq) + PP warna ungu bening
Reaksi Utama : NaOH (Basa Kuat)
- 2NaOH(aq) + CuSO4(aq) Na2SO4(aq) + Cu(OH)2(aq)
Reaksi Utama : Na2So4 (biru)
- NaOH(aq) + AgNO3(aq) NaNO3(aq) + AgOH(aq)
Reaksi Utama : NaNO3 (putih keruh)
- 2NaOH(aq) + Pb(NO3)2(aq) 2NaNO3(aq) + Pb(OH)3(aq)
Reaksi Utama : NaNO3 (putih pekat)
- 3NaOH(aq) + FeCl3(aq) 3NaCl(aq) + Fe(OH)3(aq)
Reaksi Utama : NaCl ( kuning kehijauan)
- NaOH(aq) + HgCl2(aq) NaCl(aq) + Hg(OH)2(aq)
Reaksi Utama : NaCl (putih bening)
Logam Alkali Tanah (Mg)
- MgO(s) + H2O(l) Mg(OH)2(aq)
Reaksi Utama : Tidak bereaksi
- Mg(OH)2(aq) + PP warna ungu bening
Reaksi Utama : ungu
- Mg(OH)2(aq) + CuSO4(aq) MgSO4(aq) + Cu(OH)2(aq)
Reaksi Utama : MgSO4 (biru langit)
- Mg(OH)2(aq) + 2AgNO3(aq) Mg(NO3)2(aq) + 2AgOH(aq)
Reaksi Utama : Mg(NO3)2 (putih keruh)
- Mg(OH)2(aq) + Pb(NO3)2(aq) Mg(NO3)2(aq) + 2Pb(OH)2(aq)
Reaksi Utama : Mg(NO3)2 (putih pekat)
- 3Mg(OH)(aq) + 2FeCl3(aq) 3MgCl2(aq) + 2Fe(OH)3(aq)
Reaksi Utama : 3MgCl2 (kuning)
- Mg(OH)(aq) + AgCl2(aq) MgCl2(aq) + Hg(OH)3(aq)
Reaksi Utama : MgCl2 (putih)

3. Jelaskan paling sedikit 4 sifat-sifat logam alkali dan logam alkali tanah
Jawab :
Logam Alkali : mempunyai keelektronegatifan yang kecil, kelompok logam yang paling reaktif, bervalensi 1 elektron,
dapat larut dalam cairan amoniak.
Logam Alkali Tanah : kurang reaktif, mempunyai warna cerah kecuali Be dan Mg, bersifat kelektronegatifan,
memiliki 2 elektron valensi.

4. Buatlah kesimpulan dari seluruh percobaan yang telah dilakukan.


Jawab :
Logam alkali lebih reaktif dibandingkan logam alkali tanah.
Logam alkali sangan reaktif dengan air sehingga membebaskan hidrogen dan menghasilkan basa kuat. Jika bereaksi
dengan zat lain akan menghasilkan warna baru dan endapan.

IX. DAFTAR PUSTAKA


Chang, Raymond.(2004).Kimia Dasar.Erlangga : Jakarta.
David, Goldbero.(2007).Ikatan Kimia. Rineka Cipta : Yogyakarta.
Pettruci, Ralph.(1987).Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern.Erlangga : Jakarta.
Sukardjo.(1998).Kimia Untuk Universitas.Erlangga : Jakarta.
Surakiti.(1989).Kimia Dasar 1.ITB : Bandung