Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

MATA KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Disusun Oleh :

Kelompok 4

Sri Wahyuningsih 2018717039


Deka 20187170
AI Yolandari 20187170

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
TAHUN 2018
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan
hidayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “HIV/AIDS” yang
diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Dalam mempersiapkan, menyusun, dan menyelesaikan makalah ini, kami tidak


terlepas dari berbagai kesulitan dan hambatan yang dihadapi, baik dari penyusunan
kalimat maupun sistematikanya. Namun akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Oleh
karena itu kami berharap kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini. Kami juga
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami
mengharapkan berbagai masukkan yang bersifat membangun dari semua pihak, guna
kelengkapan dan kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam kelancaran dalam penyusunan makalah
ini. Sekian dan terima kasih.

Jakarta, November 2018

Penulis

KELOMPOK 4 1
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... 1
DAFTAR ISI ....................................................................................................... 2
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG ................................................................................. 3
1.2. TUJUAN ..................................................................................................... 4
1.3. MANFAAT ................................................................................................. 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1. DEFINISI ................................................................................................... 5
2.2. ETIOLOGI PENYEBAB HIV/AIDS .......................................................... 6
2.3. FAKTOR RESIKO HIV/AIDS ................................................................... 7
2.4. GAMBARAN EPIDEMIOLOGI HIV/AIDS ............................................. 8
2.4.1 Epidemiologi HIV/AIDS Di Dunia ................................................. 8
2.4.2 Epidemiologi HIV/AIDS Di Indonesia .......................................... 9
2.5. CARA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIV /AIDS ................ 12

BAB 3 PENUTUP
3.1. KESIMPULAN ........................................................................................... 14
3.2. SARAN ....................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 15

KELOMPOK 4 2
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem


kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh yang digunakan untuk
melawan segala penyakit yang datang. Virus ini khususnya menyerang sel T yang berada
dalam sel darah putih yang pada akhirnya menyebabkan deficiency T-helper atau limfosit
T4 yang memegang peranan penting pada imunitas seluler. Sel limfosit T yang berkurang
ditandai dengan berkurangnya jumlah CD4 kurang dari 200/cu mm, atau persentase CD4
di bawah 14%. Berkurangnya CD4 mengakibatkan seseorang mudah diserang beberapa
jenis penyakit (sindrom) yang kemungkinan tidak berpengaruh ketika kekebalan tubuh
orang tersebut sehat. Penyakit tersebut disebut dengan infeksi oportunistik. CD 4 adalah
sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia. HIV
berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung HIV
adalah darah, ASI dan lain-lain.

Seseorang akan lebih rentan terserang penyakit jika sistem kekebalan tubuhnya
rusak. Pada saat HIV menginfeksi tubuh yang kemudian menyebabkan sel limfosit T4
pada tubuh rusak akan menyebabkan tubuh mudah terkena penyakit terutama ketika
jumlah CD4 akan terus berkurang karena infeksi HIV. Kumpulan beberapa gejala yang
disebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV tadi disebut
dengan (AIDS).

Proporsi orang yang terinfeksi HIV yang terus bertambah dan dengan tidak
adanya obat yang dapat melawan virus ini menyebabkan banyak penderita HIV ini yang
kemudian menjadi AIDS dan pada akhirnya tidak banyak yang dapat bertahan terhadap
penyakit ini, kebanyakan berakhir dengan kematian.

KELOMPOK 4 3
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

1.2 TUJUAN
2. Untuk mengetahui Definisi HIV/AIDS
3. Untuk mengetahui Etiologi dan faktor risiko HIV/AIDS
4. Untuk mengetahui gambaran epidemiologi HIV/AIDS
5. Untuk mengetahui Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS

1.3 MANFAAT
1. Bagi Penulis
Diharapkan makalah ini dapat menambah ilmu mengenai HAIV/AIDS
2. Bagi Mahasiswa/i
Diharapkan makalah ini dapat menambah wawasan mengenai HIV/AIDS
3. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang
HIV/AIDS

KELOMPOK 4 4
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI
Menurut Jurnal WHO HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah retrovirus
yang menyerang sel-sel pada sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel darah putih
di dalam tubuh, yakni sel limfosit T, sel CD4 dan komponen utama pada sistem imunitas
tubuh, sehingga tubuh kehilangan imunitas dan kekebalan terhadap serangan yang masuk
sehingga tubuh menjadi lemah serta rentan terinfeksi. HIV menyebabkan defisiensi
imunitas tubuh manusia secara perlahan-lahan, dengan masa inkubasi yang cukup lama,
yaitu 5-15 tahun untuk muncul sepenuhnya. HIV merupakan agen pembawa penyakit
AIDS.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah merupakan penyakit
yang timbul akibat defisiensi imunitas tubuh. Ditandai dengan timbulnya serangkaian
infeksi dan serangan berbagai penyakit terhadap tubuh, tanpa adanya pertahan dan
kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh menurun drastis.

Tanda dan Gejala pengidap HIV(AIDS)

gejala AIDS beraneka ragam dan tergantung ada manifestasi khusus penyakit tersebut.
Sebagai contoh pasien AIDS dengan infeksi paru dapat mengalami demam dan
keluar keringat malam sementara pasien tumor kulit akan menderita lesi kulit gejala non
spesifik pada pasien AIDS mencakup rasa letih yang mencolok pembengkakan kelenjar
leher ketiak serta lipat paha penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya dan diare
yang berlarut larut.

Karena gejala-gejala yang belakangan ini dapat dijumpai pada banyak kondisi lainnya
maka hanya kalau kondisi ini sudah disingkirkan dan gejala tersebut tetap ada barulah

KELOMPOK 4 5
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

diagnisis AIDS di pertimbangkan khususnya pada orang-orang yang bukan termasuk


kelompok resiko tinggi. berikut Tanda dan gejala klinis penderita AIDS :

 berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan


 Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan.
 Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
 Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis.
 Dimensia/HIV ensefalopati.

2.2 ETIOLOGI PENYEBAB HIV/AIDS


Penyebab penyakit AIDS adalah sejenis virus yang tergolong Retrovirus yang
disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini pertama kali diisolasi oleh
Montagnier dan kawan-kawan di Prancis pada tahun 1983 dengan nama
Lymphadenopathy Associated Virus (LAV), sedangkan Gallo di Amerika Serikat pada
tahun 1984 mengisolasi (HIV) III. Kemudian atas kesepakatan internasional pada tahun
1986 nama virus dirubah menjadi HIV.
Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis Retrovirus RNA. Dalam
bentuknya yang asli merupakan partikel yang inert, tidak dapat berkembang atau melukai
sampai ia masuk ke sel target. Sel target virus ini terutama sel Lymfosit T, karena ia
mempunyai reseptor untuk virus HIV yang disebut CD-4. Didalam sel Lymfosit T, virus
dapat berkembang dan seperti retrovirus yang lain, dapat tetap hidup lama dalam sel
dengan keadaan inaktif. Walaupun demikian virus dalam tubuh pengidap HIV selalu
dianggap infectious yang setiap saat dapat aktif dan dapat ditularkan selama hidup
penderita tersebut. Secara mortologis HIV terdiri atas 2 bagian besar yaitu bagian inti
(core) dan bagian selubung (envelop). Bagian inti berbentuk silindris tersusun atas dua
untaian RNA (Ribonucleic Acid). Enzim reverce transcriptase dan beberapa jenis protein.
Bagian selubung terdiri atas lipid dan glikoprotein (gp 41 dan gp 120). Gp 120
berhubungan dengan reseptor Lymfosit (T4) yang rentan. Karena bagian luar virus
(lemak) tidak tahan panas, bahan kimia, maka HIV termasuk virus sensitif terhadap
pengaruh lingkungan seperti air mendidih, sinar matahari dan mudah dimatikan dengan
berbagai desinfektan seperti eter, aseton, alkohol, jodium hipoklorit dan sebagainya,
tetapi relatif resisten terhadap radiasi dan sinar utraviolet. Virus HIV hidup dalam darah,

KELOMPOK 4 6
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

saliva, semen, air mata dan mudah mati diluar tubuh. HIV dapat juga ditemukan dalam
sel monosit, makrotag dan sel glia jaringan otak.

2.3 FAKTOR RESIKO HIV/AIDS

Pada dasarnya, HIV dapat ditularkan melalui cairan tubuh, termasuk darah, air
mani, cairan vagina, dan air susu ibu yang terinfeksi HIV. Siapapun dari segala usia, ras,
maupun jenis kelamin bisa terinfeksi HIV, termasuk bayi yang lahir dari ibu yang
terinfeksi HIV.

Beberapa metode penularan HIV yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:

 Hubungan seks tampa pengaman (sek tampa kondom)


Penularan dengan melakukan hubungan seksual dapat terjadi dari pria ke wanita
atau sebaliknya, serta pada sesama jenis kelamin melalui hubungan seksual yang
berisiko. Penularan HIV dapat terjadi saat hubungan seks melalui vagina, anal,
maupun seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HIV. Salah satu cara terbaik
untuk mencegah penularan HIV adalah menggunakan kondom saat berhubungan
seks dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
 Penggunaan jarum suntik secara bersamaan
HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah
yang terinfeksi. Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik
bekas, membuat seseorang memiliki risiko sangat tinggi tertular penyakit,
termasuk HIV.
 Tindik atau tattoo yang tidak steril
Untuk menghindari penularan HIV ketika memiliki tindik tubuh dan tato:
Pergi ke studioyang memilikisurat ijin (tempat terdaftar) di mana jarum dan
peralatan lainnya disterilkan atau dibuang setelah digunakan. Ini juga melindungi
Anda dari virus lain seperti hepatitis B dan hepatitis C.
 Ibu dan Anak Selama masa kehamilan, persalinan atau menyusui
Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi
untuk menularkan HIV kepada bayinya. Penting untuk berkonsultasi dengan
dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV selama kehamilan,

KELOMPOK 4 7
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

guna menurunkan risiko penularan HIV pada bayi. Disarankan bahwa ibu dengan
HIV tidak menyusui. Berkonsultasi dengan dokter tentang cara-cara lain
menyusui bayi.
 Transfusi Darah
Dalam sebagian kasus, penularan HIV juga bisa disebabkan oleh transfusi darah.
Namun, kejadian ini semakin jarang terjadi karena kini diterapkan uji kelayakan
donor, termasuk donor darah, organ ataupun donor jaringan tubuh. Dengan
pengujian yang layak, penerima donor darah memiliki risiko yang rendah untuk
terinfeksi HIV.

2.4 GAMBARAN EPIDEMIOLOGI HIV/AIDS


2.4.1 Epidemiologi HIV/AIDS Di Dunia

UNAIDS dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25
juta jiwa sejak pertama kali diakui tahun 1981, membuat AIDS sebagai salah satu
epidemik paling menghancurkan pada sejarah. Meskipun baru saja, akses perawatan
antiretrovirus bertambah baik di banyak region di dunia, epidemik AIDS diklaim bahwa
diperkirakan 2,8 juta (antara 2,4 dan 3,3 juta) hidup di tahun 2005 dan lebih dari setengah
juta (570.000) merupakan anak-anak.Secara global, antara 33,4 dan 46 juta orang kini
hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2 juta orang terinfeksi dan antara
2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah
terbesar sejak tahun 1981.

Afrika Sub-Sahara tetap merupakan wilayah terburuk yang terinfeksi, dengan


perkiraan 21,6 sampai 27,4 juta jiwa kini hidup dengan HIV. Dua juta [1,5&-3,0 juta]
dari mereka adalah anak-anak yang usianya lebih rendah dari 15 tahun. Lebih dari 64%
dari semua orang yang hidup dengan HIV ada di Afrika Sub Sahara, lebih dari tiga per
empat (76%) dari semua wanita hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, terdapat 12.0 juta
[10.6-13.6 juta] anak yatim/piatu AIDS hidup di Afrika Sub Sahara. Asia Selatan dan
Asia Tenggara adalah terburuk kedua yang terinfeksi dengan besar 15%. 500.000 anak-
anak mati di region ini karena AIDS. Dua-tiga infeksi HIV/AIDS di Asia muncul di India,
dengan perkiraan 5.7 juta infeksi (perkiraan 3.4 - 9.4 juta) (0.9% dari populasi), melewati
perkiraan di Afrika Selatan yang sebesar 5.5 juta (4.9-6.1 juta) (11.9% dari populasi)

KELOMPOK 4 8
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

infeksi, membuat negara ini dengan jumlah terbesar infeksi HIV di dunia. Di 35 negara
di Afrika dengan perataan terbesar, harapan hidup normal sebesar 48.3 tahun - 6.5 tahun
sedikit dari pada akan menjadi tanpa penyakit.

2.4.2 Sejarah Dan Gambaran Epidemiologi Hiv/Aids Di Indonesia

Dari waktu ke waktu nama HIV/AIDS semakin terkenal. Terkenalnya nama itu
tidak disertai dengan pengetahuan yang benar tentang nama tersebut. HIV dan AIDS
sering disama artikan. Padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Virus HIV
(Human Imunodeficiency Virus) merupakan penyebab penyakit yang sangat mematikan
dan dikenal dengan nama AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan
penyakit infeksi yang menjadi masalah kesehatan global yang tiada habisnya dari tahun
ke-tahun dan tersebar hampir di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

HIV/AIDS merupakan penyakit yang memiliki sejarah hidup. Sejarah yang terus
berkesinambungan sehingga merupakan rentang peristiwa yang panjang dari zaman
dahulu hingga sekarang, dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Sejarah tentang
HIV/AIDS dimulai ketika tahun 1979 di Amerika Serikat ditemukan seorang gay muda
dengan Pneumocystis Carinii dan dua orang gay muda dengan Sarcoma Kaposi. Pada
tahun 1981 ditemukan seorang gay muda dengan kerusakan sistem kekebalan tubuh.

Di Amerika Utara dan Inggris, epidemik pertama terjadi pada kelompok laki-laki
homoseksual, selanjutnya pada saat ini epidemik terjadi juga pada pengguna obat dan
pada populasi heteroseksual.

Di Indonesia, HIV pertama kali dilaporkan di Bali pada bulan April 1987, terjadi
pada orang berkebangsaan Belanda. Sejak pertama kali ditemukan sampai dengan tahun
2011, kasus HIV/AIDS tersebar di 368 (73,9%) dari 498 kabupaten/kota di seluruh
provinsi di Indonesia. Secara signifikan kasus HIV/AIDS terus meningkat.

Kasus HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun terutama dari
tahun 2009 ke tahun 2010 terjadi peningkatan yang cukup tajam. Hal ini disebabkan
sudah semakin baiknya teknologi informasi sehingga pencatatan dan pelaporan kasus
HIV/AIDS yang terjadi di masyarakat sudah semakin baik, serta kerjasama yang baik

KELOMPOK 4 9
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

dari pemerintah dan masyarakat sehingga populasi komunitas yang berisiko dapat
dijangkau dan diketahui. Kemudian di tahun 2011 terjadi sedikit penurunan kasus
HIV/AIDS hal ini dapat disebabkan penderita yang sudah meninggal dunia dan efek dari
diperkenalkan dan dijalankannya program CUP (Condom Use 100 Percent)

Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit paling mematikan dalam sejarah.
Penyakit adalah bagian dari alam. Namun, kita harus melakukan yang terbaik untuk
mencegah penyebaran penyakit ini, dan untuk mendidik masyarakat tentang pencegahan
penyakit yang sudah ada di sekitar kita. Tidak lupa untuk senantiasa membudayakan
hidup sehat agar senantiasa terhindar dari penyakit.

KELOMPOK 4 10
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

KELOMPOK 4 11
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

2.5 CARA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIV /AIDS

A. Cara Pencegahan

Adapun cara pencegahan yang dapat dilakukan terhadap penyakit HIV/AIDS


yaitu :

1. Hindarkan hubungan seksual diluar nikah.


2. Pergunakan kondom bagi resiko tinggi apabila melakukanhubungan seksual.
3. Ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata mengandung virus,hendaknya
jangan hamil. Karena akan memindahkan virus AIDS pada janinnya.
4. Kelompok resiko tinggi di anjurkan untuk menjadi donor darah.
5. Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin
sterilisasinya.

Peranan pemerintah sangat penting dalam pencegahan penularan penyakit


HIV/AIDS, usaha-usaha yang dapat dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan
HIV/AIDS yaitu, misalnya : Memberikan penyuluhan

Penyuluhan atau informasi kepada seluruh masyarakat tentang segala sesuatau


yang berkaitan dengan AIDS, yaitu melalui seminar-seminar terbuka, melalui
penyebaran brosur atau poster-poster yang berhubungandengan AIDS, ataupun melalui
iklan diberbagai media massa baik media cetak maupun media elektronik.penyuluhan
atau informasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, kepada
semua lapisan masyarakat agar seluruh masyarakat dapat mengetahui bahaya AIDS
sehingga berusaha menghindarkan diri dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan virus
AIDS.

B. Cara Penanganan

 Setelah dilakukan diagnosa HIV, pengobatan dilakukanuntuk memperlambat


tingkat replikasi virus. Berbagaimacam obat diresepkan untuk mencapai tujuan
ini dan berbagai macam kombinasi obat-obatan terus diteliti.Untuk menemukan
obat penyembuhannya.

KELOMPOK 4 12
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

 Pengobatan-pengobatan ini tentu saja memiliki efeksamping, namun demikian


ternyata mereka benar-benarmampu memperlambat laju perkembangan HIV
didalamtubuh.
 Pengobatan infeksi-infeksi appertunistik tergantung padazat-zat khusus yang
dapat menginfeksi pasien, obat anti biotic dengan dosis tinggi dan obat-
obatan anti virus seringkali diberikan secara rutin untuk mencegah infeksiagar
tidak menjalar dan menjadi semakin parah.

KELOMPOK 4 13
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
1. Definisi HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah retrovirus yang
menyerang sel-sel pada sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel darah
putih di dalam tubuh, yakni sel limfosit T, sel CD4 dan komponen utama pada
sistem imunitas tubuh, sehingga tubuh kehilangan imunitas dan kekebalan
terhadap serangan yang masuk sehingga tubuh menjadi lemah serta rentan
terinfeksi.
2. Definisi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah merupakan
penyakit yang timbul akibat defisiensi imunitas tubuh. Ditandai dengan
timbulnya serangkaian infeksi dan serangan berbagai penyakit terhadap tubuh,
tanpa adanya pertahan dan kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh
menurun drastis.
3. Etiologi Penyebab AIDS adalah sejenis virus yang tergolong Retrovirus yang
disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV)
4.

3.2. SARAN
Demikian makalah ini kami buat sebagai tugas dari mata kuliah Ilmu Kesehatan
Masyarakat, diharapkan makalah ini dapat pengetahuan bagi yang membacanya.
Hanya sebatas ini kemampuan yang dapat kami tuangkan dalam makalah ini,
kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat diharapkan demi
kesempurnaan penulisan makalah ini dikemudian hari. Semoga makalah ini dapat
berguna dan memberi manfaat bagi yang lain.

KELOMPOK 4 14
MAKALAH PENYAKIT HIV/AIDS

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/6373911/MAKALAH_IKM_HIV_AIDS
http://kumpulan-makalah-dan-artikel.blogspot.com/2012/09/Makalah-Tentang-HIV-Human-
Immunodeficiency-Virus.html

Estimasi Populasi Kunci HIV di Indonesia 2016, Kementerian Kesehatan Indonesia.

Laporan Perkembangan HIV-AIDS, Triwulan Tiga 2016, Direktorat Jenderal


Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, September 2016.

Survey Terpadu Biologis dan Perilaku pada Populasi Kunci 2015, Kementerian
Kesehatan Indonesia.

Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, Badan Pusat Statistik Indonesia 2012.

Depkes RI. 2006. Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit
di Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1993. Mikrobiologi


Kedokteran. Jakarta Barat: Binarupa Aksara.

Djuanda, adhi. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Balai Penerbit FKUI
Mandal,dkk. 2008. Penyakit Infeksi. Jakarta: Erlangga Medical Series

KELOMPOK 4 15