Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI GOUT

ATRHITIS DENGAN NYERI KRONIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUREN


KABUPATEN MALANG

Penelitian studi kasus ini adalah studi untuk mengeksplorasi masalah Asuhan
Keperawatan Gerontik Yang Mengalami Nyeri Kronis Di Wilayah Kerja Puskesmas Turen
Kabupaten Malang, dengan menggunakan proses keperawatan yang meliputi pengkajian,
menetapkan diagnosis keperawatan, intervensi atau perencanaan keperawatan,
implementasi atau tindakan keperawatan dan evaluasi. Tindakan yang akan diklakukan
adalah melakukan pengkajian faktor pencetus, kualitaas, lokasi, keparahan dan durasi nyeri,
serta melakukan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah dan mengajarkan pada klien
dan keluarga terapi nonfarmakologi yaitu massase mengguanakan VCO (Virgin Coconut
Oil) dan Jahe dengan teknik efflarge (mengusap) dengan menggunakan teknik stimulasi
kulit dan otot (Massase) pada area tubuh yang dapat diberikan massase. Teknik ini menjadi
satu alternatif untuk mengalihkan agar lansia tidak terfokus pada nyeri yang dirasakan,
pemberian terapi bertujuan untuk meningkatkan hormon endorphin sehingga lansia
semakin rileks, memberikan rasa nyaman dan meringankan nyeri pada lansia, selain itu
terdapat kandungan dari jahe yang dapat memberikan efek panas sehingga menyebabkan
terjadinya vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan sirkulasi darah dan
menyebabkan penurunan nyeri dan menyingkirkan produk-produk inflamasi seperti
bradikinin, histamine dan prostaglandin yang menimbulkan nyeri.

Pada penelitian studi kasus ini akan dilakukan pada 2 responden lansia perempuan
dengan nyeri lebih dari 3 bulan serta tidak mengonsumsi obat pereda nyeri, dilakukan
selama 4 kali pertemuan dengan 2 kali intervensi , yang direncanakan pada bulan Januari
2020. Selama penelitian berlangsung, peneliti akan didampingi dan diawasi oleh tenaga
kesehatan puskesmas Turen dan keluarga klien maka akan meminimalisir kejadian yang
tidak diinginkan.
Asuhan Keperawatan Klien Thypoid Dengan Nyeri Akut Di Puskesmas Gondanglegi
Kabupaten Malang

Penelitian studi kasus ini adalah studi untuk mengeksplorasi masalah Asuhan
Keperawatan Nyeri Akut Pada Klien Dengan Penyakit Thypoid Di Ruang Rawat Inap
Puskesmas Gondanglegi Kabupaten Malang. Dengan menggunakan proses asuhan
keperawatan meliputi pengkajian, menetapkan diagnosa keperawatan, intervensi,
implementasi dan evaluasi. Tindakan yang akan dilakukan mengidentifikasi berkurangnya
nyeri pada penderita yang pada umumnya di daerah ulu hati dan perut setelah dilakukan
tindakan keperawatan kompres hangat pada pasien yang diharapkan setelah tindakan
kompres tersebut nyeri yang dirasakan pasien berkurang. Dan berkolaborasi dengan tim
medis untuk pemberian obat pereda nyeri untuk pasien.

Subjek dalam penelitian ini adalah 2 klien dengan asuhan keperawatan nyeri akut
pada klien thypoid pada di ruang rawat inap puskesma gondanglegi kabupaten malang.
Untuk menentukan Klien dan keluarga bersedia menjadi subjek penelitian mulai awal
hingga akhir. Partisipan dalam asuhan keperawatan nyeri akut pada klien thypoid pada di
ruang rawat inap puskesma gondanglegi kabupaten malang sebanyak 2 klien. Sesuai
dengan waktu penelitian yang sudah direncanakan, Masa penelitian adalah 2-3 hari (1
klien). Walaupun evaluasi yang diharapkan belum terpenuhi, masa penelitian sesuai waktu
yang telah direncanakan. Dengan memberikan informed consent yang menjelaskan
persetujuan mau menjadi responden untuk penelitian, menjelskan prosedur kegiatan, dan
peneliti menjelaskan akan menjamin kerahasiaan responden.
Hubungan Persepsi ODHA Terhadap Stigma Masyarakat Tentang HIV/AIDS Dengan Tingkat
Kecemasan ODHA di Kecamatan Turen

World Health Organization (WHO) dan United Nations Proramme on HIV/AIDS


(UNAIDS), dua organisasi dunia member peringatan bahaya kepada 3 negara di Asia yang saat
ini disebut-sebut berada pada titik infeksi HIV. Kini diseluruh dunia diperkirakan lebih dari 41
juta orang yang mengidap HIV/AIDS. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi
ODHA terhadap stigma masyarakat tentang HIV/AIDS dengan tingkat kecemasan ODHA di
Kecamatan Turen. Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu
persepsi ODHA menggunakan kuisioner yang mengacu pada teori Phluf serta pada tingkat
kecemasan menggunakan kuisioner yaitu Halmington Rating Scale. Populasi pada penelitian
ini yaitu 50 orang responden. Sampel dalam penelitian adalah 22 orang yang teridentifikasi
sebagai ODHA yang berada atau terkumpul dalam yayasan cahaya kasih peduli waraga peduli
AIDS kec. Turen dan yang telah memenuhi kriteria. Teknik sempling menggunakan purposif
sampling dimana peneliti mengambil seluruh jumlah responden yang ada di kumunitas sesuai
dengan kebutuhan pengambilan sampel 22 orang. Kriteria inklusi pada penelitian ini terdiri atas:
ODHA yang bersedia menjadi responden, ODHA yang mengikuti semua kegiatan dalam
penelitian. Kriteria eksklusi pada penelitian ini terdiri atas: ODHA yang tidak hadir dalam
penelitian.

Informed consent akan di berikan oleh peneliti setelah responden diberi penjelasan
mengenai jalanya penelitian. Responden diperkenalkan jika diarasa masih terdapat hal yang
kurang jelaskan, peneliti membagikan lembar persetujun menjadi responden kepada responden
untuk ditandatangni atau diberikan nama responden jika responden bersedia berpatisipasi dalam
peneliti. Responden akan mendapatkan kue atau snack serta uang transportasi sebagai bentuk
rasa terimakasih atas partisipasi responden dalam kelancaran penelitian ini. Dan untuk tempat
penelitian, peneliti akan memberikan kue serta informasi tentang penelitian.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN KETIDAKEFEKTIFAN
MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH
PUSKESMAS TUREN KAB.MALANG

Hipertensi merupakan gangguan system peredaran darah yang menyebabkan kenaikan


tekanan darah diatas nilai normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg. Hipertensi sering disebut
sebagai silent killer,karena sering kali penderita hipertensi bertahun-tahun tanpa merasakan
sesuatu gangguan atau gejala. Tanpa didasari penderita mengalami komplikasi pada organ-
organ vital seperti jantung, otak ataupun ginjal. Gejala-gejala akibat hipertensi seperti pusing,
gangguan penglihatan, dan sakit kepala, sering kali terjadi pada saat hipertensi sudah lanjut
disaat tekanan darah sudah mencapai angka tertentu yang bermakna (Triyanto, 2014).
Penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan sebesar 15 juta tetapi hanya 4% yang
hipertensi terkendali. Hipertensi terkendali adalah mereka yang menderita hipertensi dan
mereka tahu sedang berobat untuk itu. Sebaliknya, sebesar 50% penderita tidak menyadari diri
sebagai penderita hipertensi, sehingga mereka cenderung untuk menderita hipertensi yang lebih
berat. (Kemenkes RI, 2018). Menurut Friedman (2010) keluarga mempunyai peran sebagai
fasilitator yaitu keluarga mempunyai peran utama dalam pemeliharaan kesehatan anggota
keluarga. Oleh karena itu, diharapkan keluarga selalu menyiapkan diri dan memfasilitasi
penderita hipertensi dengan memberikan pengetahuan yang sesuai. Sebagai tenaga kesehatan
dalam menangani kasus seperti ini memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat
penyembuhan hipertensi. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah memberikan edukasi
kepada keluarga mengenai hipertensi tersebut.
Subyek dalam studi kasus ini adalah 2 keluarga dengan masalah keperawatan yang sama
yaitu ketidalefektifan manajemen kesehatan keluarga pada pasien hipertensi hasil akhir asuhan
keperawatan pada pasien dan keluarga yaitu keluarga mengetahui dan faham tentang
pentingnya peran keluarga pada anggota keluarga yang sakit khususnya pasien hipertensi
seperti mengingatkan minum obat, mengontrol pola makan, aktivitas dan lain-lain
Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Persepsi Sensori (Halusinasi
Pendengaran) Di Desa Bantur

Penelitian studi kasus ini adalah untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada
klien dengan gangguan persepsi sensori (halusinasi pendengaran) di desa bantur. Dengan
menggunakan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, menetapkan diagnosa
keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Tindakan yang akan dilakukan terapi
okupasi, dapat membantu menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Pasien
disibukkan dengan aktivitas yang disenangi. Aktivitas waktu luang yang diberikan pada pasien
halusinasi pendengaran berupa membuat kerajinan tangan tujuannya untuk mengalihkan
perhatian pasien dari halusinasi yang dialami sehingga pasien tidak berfokus pada halusinasinya.
Pada penelitian studi kasus akan dilakukan pada 2 klien masing-masing dilaksanakan 3
kali kunjungan dalam 2 minggu. Pada klien 1 dan klien 2 direncanakan pada bulan Januari 2020.
(menyesuaikan keberadaan pasien). Selama penelitian, peneliti akan didampingi dan diawasi
oleh perawat pelaksana maka akan meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Dengan
memberikan informed consent yang menjelaskan persetujuan mau menjadi responden untuk
penelitian, menjelskan prosedur kegiatan, dan peneliti menjelaskan akan menjamain
merahasiaan responden.
Di negara Eropa, kasus henti jantung merupakan salah satu penyebab kematian dengan
angka kejadian sekitar 700.000 kasus setiap tahunnya (Shinta et al, 2017). Kejadian henti jantung
paling banyak terjadi di luar rumah sakit Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA). Salah satu
penyebab utama kematian dikalangan orang dewasa di Amerika Serikat adalah OHCA dengan
jumlah kejadian mencapai sekitar 300.000 setiap tahun dan sekitar 92% orang meninggal karena
OHCA (Hardisman, 2014). Pada atlit secara umum diperkirakan 1 : 300.000 orang meninggal
karena henti jantung. Untuk jenis olah raga, bola basket 1: 8.978 orang dan sepak bola 1 : 23.689
orang meninggal karena henti jantung (Wafsy & Hutter, 2016). secara keseluruhan kasus henti
jantung pada umur dari 15-24 tahun sebanyak 0.7 % atau sebanyak 165.644 jiwa.
Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pelatihan Resusitasi Jantung Paru (Rjp)
Terhadap Keterampilan Rjp Pada Henti Jantung Pemain Sepakbola Mbois Fc ditinjau
dari usia, pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi, informasi, dan pengalaman . Adapun
pengambilan data yakni ditentukan oleh peneliti sendiri dengan jumlah yang ditetapkan sesuai
kriteria. Waktu pengambilan data dilakukan dari bulan Januari.
Informed Consent akan diberikan oleh peneliti setelah responden diberi penjelasan
mengenai jalannya penelitian. Responden diperkenankan untuk bertanya jika, dirasa masih
terdapat hal yang kurang jelas. Setelah responden memahami apa yang sudah dijelaskan, peneliti
membagikan lembar persetujuan menjadi responden untuk ditandatangani jika responden
bersedia berpartisipasi dalam penelitian.
Responden akan mendapatkan konsumsi berupa snack dan air mineral dan kepada ketua
SSB MBOIS FC diberikan kenang-kenangan yaitu sebuah bola untuk latihan rutin bersama
sebagai bentuk rasa terima kasih kepada responden dan ketua SSB. Adapun untuk pelayanan
peneliti dibantu oleh beberapa tim untuk membantu proses pengambilan data dan pelayanan.
Peneliti berharap agar dapat meningkatkan keterampilan penanganan resusitasi jantung paru (RJP)
pada pemain sepakbola mbois fc. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis efektivitas
pelatihan dengan metode simulasi dalam meningkatkan keterampilan sampai ranah C3
(aplikasi)pada penanganan henti jantung pada pemain sepak bola SSB MBOIS FC.