Anda di halaman 1dari 4

2.

1 Ikan Zebra (Danio rerio) sebagai Model Uji Toksisitas


2.1.1 Taksonomi Ikan Zebra (Danio rerio)

Menurut Detrich (2009), Klasifikasi ikan zebra sebagai berikut :


Kingdon : Animalia
Phylum: Chordata
Class : Actinopterygi
Ordo : Cypriniformes
Family : Cyprinidae
Subfamily : Danioninae
Genus : Danio rerio

Gambar : Ikan Zebra Dewasa (Danio rerio) (Science Education Database, 2014)
Keterangan gambar : Tampak terlihat bahwa ikan tersebut memiliki ciri khas berupa garis
vertikal hitam pada badannya dengan ukuran kurang dari 10 cm

2.1.2 Morfologi Ikan Zebra (Danio rerio)


Ikan zebra (Danio rerio) memiliki panjang kurang dari 40 mm yang diukur dari
ujung mulut ke pangkal sirip ekor). Bentuk tubuhnya fusiform dan pipih lateral, dengan
ujung mulut berbentuk oblik mengarah ke atas. Rahang bawah lebih menonjol
dibandingkan dengan rahang atas (Spence, et al,2008). Ciri khas dari ikan zebra ini yaitu
memiliki garis-garis berwarna biru-hitam yang terlihat pada bagian insang sampai
ekornya. Garis biru-hitam terdiri dari 2 pigmen sel yaitu melanophores dan iridophores.
Sedangkan garis silver-kuning mengandung pigmen sel xantophores dan iridophores.
Pigmentasi ini normal terjadi pada 24 jam post fertilisasi (Reed dan Jennigs, 2011).
Perbedaan ikan jantan dan betina dapat dilihat dari bentuk perutnya. Perut ikan
betina terlihat lebih besar karena adanya telur yang berkembang di ovarium. Pada ikan
zebra jantan terlihat lebih ramping, warnanya lebih gelap, dan terdapat warna kuning
dibagian sirip anal.
Tahapan pertumbuhan ikan zebra (Danio rerio) sebagai berikut (Reed dan Jennigs, 2011)
Waktu Pertumbuhan
0 – 72 jam post fertilisasi Embrio
72 jam – 13 hari post fertilisasi Early larvae
14 hari – 29 hari post fertilisasi Mid larvae
30 hari – 3 atau 4 bulan Juvenile
Sistem reproduksi matang Dewasa

2.1.3 Anatomi dan Fisiologi


a. Insang Ikan Zebra
Insang merupakan organ pernafasan pada ikan, namun pada ikan zebra organ ini
memiliki fungsi juga sebagai proses homeostasis, osmoregulasi, eksresi zat sisa dan
oksigenasi (Rombough, 2002). Insang ikan adalah organ yang pertama yang terpapar
oleh air yang terkontaminasi dengan bahan kimia dan dapat menembus sel epitel yang
dimiliki ikan (Ansari, 2014). Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida
(oksigenasi) pada ikan zebra, air yang mengandung oksigen masuk melalui mulut
ikan menuju ke insang bergerak dengan proses kontraksi dan ekspansi. Sedangkan
aliran darah dari jantung akan melewati lamela primer kemudian menuju ke lamela
sekunder. Pada saat inilah CO2 pada darah akan dilepaskan ke air dan akan
dikeluarkan melalui operkulum dan O2 akan berpindah ke darah. Darah yang telah
mengandung O2 akan dialirkan ke seluruh tubuh (Speare dan Ferguson, 2006).
Gambar : Histologi normal insang pada ikan zebra dewasa (Menke et al. 2011)
Keterangan : a. Insang; arteri lamela, b. Lamela primer, c. Lamela sekunder.

b. Otak Ikan Zebra


Otak ikan terbagi menjadi 3 yaitu prosencephalon (forebrain), mesencephalon
(midbrain), dan rhombencephalon (hindbrain). Prosencephalon terdiri dari
telencephalon dan diencephalon. Telencephalon merupakan tempat keluarnya nervus
I yaitu olfaktorius. Otak ikan dibagi menjadi 2 hemisfer yaitu ventral dan dorsal yang
homolog dengan pallium dan subpallium (Bradbury et al,2008). Telencephalon
berfungsi dalam pengaturan memori, perilaku reproduksi, dan kebiasaan makan
(Menke et al. 2011).
Diencephalon berfungsi sebagai pusat pengaturan homeostasis dan berpengaruh
pada sistem endokrin melalui kelenjar pituitari. Mesencephalon terdiri dari tektum
optik dan tegmentum ventral,yang merupakan jaras utama untuk memproses impuls
yang diterima dari saraf optik. Rhombencephalon terdiri dari metencephalon dan
myelencephalon. Metencephalon termasuk cerebellum dan pons. Cerebellum
dikaitkan dengan tonus otot dan kontrol motorik (Bradbury et al, 2008).
Gambar anatomi dari otak ikan (Bradbury et al, 2008)
Keterangan gambar : a.otak ikan utuh b. potongan sagital otak ikan

c. Sistem Motorik Ikan Zebra

2.1.4 Keunggulan Ikan Zebra sebagai Model Toksikologi


Ikan zebra memiliki sistem kardiovaskuler, syaraf dan sistem pencernaan yang mirip
dengan mamalia. Ikan zebra yang tergolong vertebrata ini memiliki berbagai macam organ
dan tipe sel yang serupa dengan mamalia. Proses organogenesis terjadi relatif cepat yaitu
organ-organ utama telah terbentuk setelah 5-6 hari pasca fertilisasi (dpf).Tingkat konservasi
yang tinggi antara genom ikan zebra dengan manusia (persamaannya sekitar 75%) (Hsu et al,
2007). Sensitifitasnya terhadap lingkungan menyebabkan ikan zebra digunakan sebagai
bioindikator adanya polutan dan pengujian bahan obat (uji toksisitas dan pengembangan obat
(Belyaeva,2009).

Daftar pustaka:
Belyaeva, N.F., Kashirtseva, V.N., Medvedeva, N.V., Khudoklinove, Y.Y., et al. 2009.
Zebrafish as A Model System for Biomedical Studies. Biomedical Biochemistry; Vol. 3.
No. 4. Pp. 343-350

Hsu, C.H., Wen, Z.H., Lin, C.S., Chakraborty, C. 2007. The Zebrafish Model : Use in
Studying Cellular Mechanisms for a Spectrum of Clinical Disease Entity. Curr
Neurovascular Res; Vol 4. Pp 111-120.

Bradbury, S.P., Richard, W.C.,Tala,R.H.,Stephanie,P.,John,C. 2008. Toxic Responses of


the Fish Nervous System. The Toxicology of Fishes. Selected Works.