Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PENGEROLAN LOGAM

Disusun Oleh:

Nama : Najiul Hak


NIM : 432186051518031

TEKNIK MESIN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI FATAHILLAH
CILEGON
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-
Nya, terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis bisa
menyelesaikan makalah dengan judul “Pengerolan Logam”. Tidak lupa shalawat
beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah
memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat
manusia di dunia ini.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Material


Pembentukan Logam di program studi Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi
Fatahillah Cilegon. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada Bapak Ir. Pipiet Arif Pitoyo selaku dosen mata kuliah Material
Pembentukan Logam dan kepada semua pihak yang sudah memberikan arahan
selama penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan
dalam penulisan makalah ini. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Cilegon, 16 Desember 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar.................................................................................................i

Daftar isi.........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1

1.1 Latar Belakang..............................................................................1


1.2 Ruang Lingkup Materi..................................................................1
1.3 Tujuan...........................................................................................1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................2

2.1 Pengertian Proses Rolling.............................................................2

2.2 Jenis-Jenis Proses Pengerolan.......................................................4

2.3 Proses Dasar Pengerolan...............................................................5

2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pengerolan................6

2.5 Tipe Susunan Roll...................................................................…..7

2.6 Konfigurasi Mesin Roll……………….........................................7

2.7 Variasi Pengerolan........................................................................9

BAB III PENUTUP......................................................................................10

3.1 Kesimpulan.................................................................................10

3.2 Saran...........................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering menggunakan ataupun


melihat hal-hal seperti mobil, jembatan, pipa, tabung gas, rel kereta api.
Semua itu merupakan benda-benda yang biasa kita temui di dalam kehidupan
kita. Semua benda tersebut dibentuk sesuai dengan kegunaannya masing-
masing. Untuk membentuk material menjadi produk sesuai dengan
kebutuhannya seperti contoh diatas, bisa dilakukan dengan beberapa proses.
Diantaranya bisa dilakukan dengan proses rolling. Proses rolling banyak
digunakan untuk membuat berbagai macam profil. Karena banyaknya
kegunaan dari proses rolling ini, untuk itulah di dalam makalah ini saya akan
mencoba menjelaskan tentang proses rolling.

1.2 Ruang Lingkup Materi

Di dalam makalah ini, saya akan mencoba memberikan rincian tentang apa
itu proses rolling, mulai dari pengertian tentang proses rolling, jenis-jenis
proses rolling beserta keuntungan dan kekurangannya, dan aplikasi dari
produk rolling tersebut.

1.3 Tujuan

 Mengetahui pengertian proses rolling.

 Mengetahui jenis-jenis proses rolling.

 Mengetahui keuntungan dan kekurangan proses rolling.

 Mengetahui contoh produk dan aplikasi dari proses rolling.

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Proses Rolling

Rolling atau pengerolan logam adalah sebuah proses untuk mengurangi


ketebalan atau luas penampang dari suatu logam atau benda kerja, dengan
melewatkan benda kerja pada sepasang roll yang berputar dengan arah yang
berlawanan.

Celah atau gap diantara dua roll yang berputar lebih kecil dari ketebalan
logam yang akan masuk. Benda kerja terjepit diantara dua roll, sehingga
muncul gaya gesek yang diperlukan untuk menggigit dan menarik benda kerja
agar dapat melewati roll. Benda kerja yang melewati roll berputar akan
mengalami tegangan tekan dan tegangan geser permukaan. Deformasi dari
proses ini akan menyebabkan benda kerja bertambah panjang, sedangkan luas
penampang atau ketebalannya akan berkurang.

Proses rolling ini banyak digunakan pada proses pengerjaan logam, karena
memberikan kemungkinan untuk memproduksi produk akhir yang berkualitas
tinggi dan mudah dikontrol.

Proses pengerolan ini biasanya merupakan proses pertama yang digunakan


untuk mengubah material menjadi produk kasar. Material yang tebal di roll
menjadi blooms, billets atau slab, atau bentuk-bentuk ini dapat dibuat
langsung dari continous casting. Produk seperti bloom, billet, dan slab ini
merupakan produk setengah jadi dan harus dibentuk lagi pada proses
selanjutnya.

2
Bentuk bahan dasar dan produk proses pengerolan ini dapat dibedakan
sebagai berikut :

 Bloom : mempunyai penampang melintang segiempat atau bujur sangkar


dengan ketebalan lebih besar dari 6 inchi dan lebarnya ≤ 2x tebal.
 Bilet : biasanya lebih kecil dari bloom, penampang lintangnya berupa
bujur sangkar atau lingkaran. Dibuat dengan beberapa kali forming seperti
rolling atau ekstrusi.
 Slab : segiempat utuh dengan lebar penampang ≥ 2x tebal. Slab dapat
diproses lebih lanjut menjadi plate, sheet, atau strip.

Berikut ini beberapa contoh produk dari proses pengerolan.

Gambar 1. Skema aliran produk proses rolling.

3
2.2 Jenis – Jenis Proses Pengerolan

a) Proses Pengerolan Panas (Hot Rolling)

Hot rolling merupakan operasi pengerolan yang dilakukan pada


temperature lebih tinggi dari temperature rekristalisasi. Biasanya bahan
kerja yang digunakan dalam proses pengerolan panas berupa potongan
besar logam dalam bentuk slab atau bloom untuk tahap berikutnya,
sehingga pada akhirnya diperoleh bentuk batang, plat, atau lembaran.

Pada proses pengerolan panas ini, deformasi tidak menyebabkan


terjadinya penguatan logam. Tegangan alir bahan akan semakin kecil
dengan semakin tingginya temperature operasi. Energi deformasi yang
dibutuhkan menjadi lebih kecil pada temperature yang lebih tinggi.
Dengan demikian, maka deformasi dapat dilakukan pada benda kerja yang
berukuran relative besar dengan total deformasi besar.

Keuntungan dari pengerolan panas adalah :

 Bebas dari tegangan sisa


 Sifat-sifatnya lebih homogen

Sedangkan beberapa kekurangan dari pengerolan panas ini yaitu :

 Dimensi kurang akurat


 Terjadi oksidasi pada permukaan rolan

b) Proses Pengerolan Dingin (Cold Rolling)

Cold rolling merupakan proses pengerolan yang dilakukan pada


temperature dibawah temperature rekristalisasi benda kerjanya. Pengerolan
dingin ini biasanya dilakukan setelah proses pengerolan panas . Proses
pengerolan dingin ini menghasilkan kualitas permukaan yang lebih baik,
dan kesalahan dimensional yang lebih kecil daripada hasil proses
pengerolan panas. Bahan baku untuk proses pengerolan dingin ini
biasanya adalah hasil dari proses pengerolan panas.

4
Proses pengerolan dingin ini akan menyebabkan terjadinya mekanisme
penguatan pada benda kerja yang diikuti dengan turunnya keuletan. Benda
kerja menjadi lebih kuat, lebih keras, dan lebih rapuh. Pada proses
pengerolan dingin ini, tegangan alir benda kerja menjadi semakin
meningkat.

Pada saat benda kerja mengalami pengerolan dingin, terjadi perubahan


yang mencolok pada struktur butir dan pergeseran atom-atom. Untuk
pengerolan dingin diperlukan tekanan yang lebih besar daripada
pengerolan panas, karena material akan mengalami deformasi plastis bila
tegangan melebihi batas elastis. Karena tidak mungkin terjadi rekristalisasi
selama pengerolan dingin, tidak terjadi pemulihan dari butir yang
mengalami perpecahan.

Keuntungan dari proses pengerolan dingin antara lain :

 Produknya lebih tipis daripada produk pengerolan panas


 Benda kerjanya menjadi lebih kuat dan lebih keras

Sedangkan beberapa kekurangan dari pengerolan dingin antara lain :

 Membutuhkan proses pengerjaan panas setelah pengerolan, untuk


menyeimbangkan lagi sifat mekanik produk

2.3 Proses Dasar Pengerolan

Logam yang telah dipanaskan dilewatkan diantara dua roll yang berputar
berlawanan arah, dengan celah antar rollnya kurang dari ketebalan material
yang akan dimasukan. Karena roll berputar dengan kecepatan
permukaanmelebihi kecepatan logam yang masuk, gesekan sepanjang kontak
antar muka bereaksi memajukan logam

Logam dijepit dan perpanjangan adalah kompensasi dari penurunan luas


penampang lintang. Jumlah deformasi yang bisa dicapai pada sekali
pengerolan tergantung pada kondisi friksi (gesek) di sepanjang permukaan.
Bila terlalu banyak yang diinginkan roll tida dapat memproses material dan
slip diatas permukaan. Apabila terlalu sedikit deformasi untuk sekali lewat

5
pengerolan, maka akan mengakibatkan biaya produksi yang dibutuhkan
menjadi lebih mahal.

2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pengerolan

Seperti halnya dengan proses pengerjaan panas yang lain, control suhu
sangat mempengaruhi keberhasilan proses pengerolan. Idealnya, sebelum
dilakukan proses pengerolan, benda kerja dipanaskan hingga suhu panasnya
menjadi seragam. Karena temperature benda kerja sangat mempengaruhi hasil
dari proses pengerolan. Apabila temperature benda kerja tidak seragam, maka
deformasi yang terjadi berikutnya juga tidak seragam.

Contohnya apabila material telah dipanaskan dengan waktu yang tidak


memadai sehingga temperaturnya belum seragam, maka apabila dilakukan
proses pengerolan, bagian luar benda kerja yang panas akan mengalir terlebih
dahulu. Atau bila material telah mengalami pendinginan lebih karena proses
sebelumnya, permukaan yang lebih dingin akan lebih tahan terhadap
deformasi. Retak atau sobek pada permukaan yang lebih dingin mungkin
terjadi karena interior yang panas dan lemah mencoba mengalir.

Pemanufaktur biasanya memanfaatkan panas dari continuous cast


langsung untuk proses selanjutnya. Untuk operasi yang lebih kecil misalnya
ingot, slab atau bloom material dibawa ke suhu rolling yang diinginkan,
biasanya dalam tungku gas atau perendaman minyak yang dipanaskan. Untuk
baja karbon murni atau paduan rendah suhu perendaman sekitar 2200 oF (1200
o
C).

Untuk benda kerja dengan penampang yang lebih kecil, biasanya


digunakan kumparan induksi untuk memanaskan material yang akan di roll.
Proses pengerolan panas biasanya dihentikan bila suhu jatuh sekitar 100-200
o
F (50-100 oC) diatas temperatur rekristalisasi. Suhu finishing sebesar itu
menjamin prodk dengan ukuran butir bagus, seragam dan tidak ada
kemungkinan strain hardening

2.5 Tipe Susunan Roll

6
a) Tipe Jepit

Mesin roll tipe jepit mempunyai susunan roll yang menyerupai huruf
L, dimana pada mesin roll ini terdiri dari 3 buah roll yang panjang.

b) Tipe Piramid

Mesin roll tipe piramide mempunyai susunan roll membentuk pyramid


atau segitiga. Jumlah roll yang digunakan pada mesin roll tipe pyramid ini
berjumlah 3 buah.

c) Tipe Kombinasi Jepit dan Piramid

Mesin roll kombinasi jepit dan pyramid ini terdiri dari 4 buah roll. Dua
buah roll yang berada di tengah berfungsi menjepit plat dan sekaligus
mendorong plat ke arah roll penekan.

2.6 Konfigurasi Mesin Roll

a) Mesin roll dua tingkat (two-high roll mill)

Mesin roll ini mempunyai diameter sekitar 0,6-1,4 meter. Roll ini
dapat bekerja bolak-balik (reversing) ataupun searah (nonreversing). Roll
yang searah selalu berputar pada arah yang sama, dan benda kerja selalu
dimasukkan dari sisi yang sama. Roll yang bekerja bolak-balik, arah
putaran roll dapat dibalik sehingga benda kerja bisa dimasukkan dari sisi
yang lain.

Keuntungan mesin roll dua tingkat antara lain :

 Dapat mereduksi luas penampang dalam berbagai ukuran.


 Dapat diatur kemampuannya sesuai dengan ukuran batangan dan
laju reduksi.

Sedangkan beberapa kelemahan dari mesin roll dua tingkat antara lain :

 Ukuran panjang batangan terbatas.

7
 Pada setiap pembalikan siklus pembalikan gaya, kelembaman
harus diatasi.

b) Mesin roll tiga tingkat (three-high roll mill)

Keuntungan mesin roll dua tingkat antara lain :

 Tidak diperlukan pembalikan arah putaran roll, sehingga tidak ada


gaya kelembaman yang harus diatasi.
 Biaya lebih murah, dan mempunyai keluasan yang lebih tinggi dari
pada mesin roll bolak-balik.

Sedangkan kekurangan dari mesin roll tiga tingkat ini antara lain :

 Diperlukan adanya mekanisme elevasi.


 Terdapat sedikit kesulitan dalam mengatasi kecepatan roll.

c) Mesin roll empat tingkat (four-high roll mill)

Mesin ini menggunakan dua roll dengan diameter lebih kecil yang
langsung bersentuhan dengan benda kerja dan dua roll pendukung untuk
menahan roll yang berdiameter lebih kecil. Biasa digunakan untuk
lembaran yang lebih besar.

d) Mesin roll kluster (Cluster roll mill)

Mesin ini menggunakan empat roll pendukung dengan dua roll yang
berhubungan langsung dengan benda kerja, dimana diameternya lebih
kecil dibandingkan dengan mesin roll empat tingkat. Penggunaan mesin
roll cluster ini sama dengan mesin roll empat tingkat.

e) Mesin roll tandem (tandem roll mill)

Mesin ini menggunakan beberapa pasang roll, sehingga dapat


dioperasikan secara kontiniu sampai mencapai ketebalan produk yang
diinginkan.

8
2.7 Variasi Pengerolan

a) Shape Rolling

Shape rolling atau dikenal juga dengan profile rolling merupakan


proses pembentukan material dimana benda kerja dilewatkan pada roll
untuk mendapatkan bentuk profil tetap yang diinginkan. Produk dari shape
rolling bisa berupa profil I, profil H, profil T, profil U, rel kereta api.

b) Roll Forging

Roll forging merupakan sebuah proses dimana sebuah benda kerja


berupa lingkaran ataupun plat dikurangi ketebalannya sehingga
panjangnya bertambah.

c) Skew Rolling

Skew rolling adalah sebuah proses pembentukan logam yang


menggunakan dua buah roll yg berputar berlawanan yang di desain khusus
dan berputar terus menerus.

d) Thread rolling

Thread rolling merupakan salah satu proses yang digunakan untuk


pembuatan ulir.

e) Ring rolling

Pada proses pengerolan cincin, satu roll ditempatkan melalui lubang


dari cincin yang tebal dan roll kedua menekan dari luar. Sejalan dengan
penjepitan roll dan berputar, ketebalan dinding cincin direduksi dan
diameter ring bertambah besar. Roll yang dibentuk dapat dipakai untuk
memproduksi berbagai profil penampang yang berbeda. Hasilnya cincin
tanpa sambungan untuk roket, turbin, pesawat terbang, jalur perpipaan,
dan ketel tekanan.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

 Rolling atau pengerolan logam adalah sebuah proses untuk mengurangi


ketebalan atau luas penampang dari suatu logam atau benda kerja, dengan
melewatkan benda kerja pada sepasang roll yang berputar dengan arah
yang berlawanan.

 Proses rolling bisa dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Hot rolling dan Cold
rolling.

 Faktor yang mempengaruhi proses rolling adalah temperature benda kerja.


Untuk mendapatkan hasil pengrolan yang baik, benda kerja haruslah
mempunyai temperature yang seragam.

3.2 Saran

Dari uraian yg telah disampaikan, bisa kita lihat banyak sekali jenis dan
kegunaan dari proses pengerolan ini yang bisa kita temui di dalam kehidupan
kita. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau kita mempelajari lebih dalam
lagi tentang proses pengerolan ini, disamping menambah ilmu pengetahuan
kita, semoga juga akan bermanfaat di dalam kehidupan kita.

10
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/

http://blogriyani.blogspot.com/2012/07/rolling-mill-machine-a.html

https://www.academia.edu/23849510/Makalah_Rolling?auto=download

Dieter, E., George. 1988. Metalurgi Mekanik. Jakarta. Erlangga

Halmos, T., George. 2006. Roll Forming Handbook. New York. Taylor & Francis
Group

Affiz, Fuad. September 2012. Pengaruh Pengerolan Pra Pemanasan Dibawah


Temperatur Rekristalisasi dan Tingkat Deformasi Terhadap Kekerasan dan
Kekuatan Tarik Serta Struktur Mikro Baja Karbon Sedang Untuk Mata Pisau
Permanen Sawit. Jurnal e-Dinamis. Volume II, No. 2.

11

Anda mungkin juga menyukai