Anda di halaman 1dari 4

RESUME SILATURAHMI DENGAN DOSEN

“Ibu Dr. Anggorowati, S. Kp., M. Kep., Sp. Mat”


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Agama
Dosen Pengampu: Muhammad Hasib Ardani, S. Kp., M. Kes

Disusun oleh:
HANNA ATHIFAHSARI 22020117110025
BINTA AFIFATUN NI'AM 22020117120001
ANNISA KHANNA DAROJA 22020117120005
NABILA NUR MAHARANI 22020117120008
ROCHMAH RIZQIYANTI 22020117120013
FAHRUN NINGSIH 22020117120016
ATIK HASNA IMANI 22020117120018
A17.2

DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2018
RESUME SILMI DENGAN DOSEN

Pada hari Rabu, 18 April 2018 kami melakukan silaturahmi dengan Bu Anggoro. Kenapa
kami memilih Bu Anggoro? Karena menurut kami, Bu Anggoro termasuk dosen yang kritis,
detail, keibuan dan tentunya religius. Lalu apa yang telah kita dapatkan dari silaturahmi ini?
Terdapat 2 poin penting yang kami dapatkan setelah silaturahmi dengan Bu Anggoro yaitu:

1. Manajemen Keuangan
Sebagai mahasiswa yang 90%nya merupakan anak rantau atau anak kos tentunya
uang menjadi suatu masalah yang utama. Namun beberapa kami Alhamdulillah tidak
mengalami permasalahan serius dalam keuangan. Bahkan dua diantara anggota
kelompok kami mendapatkan beasiswa bidikmisi. Suatu kemudahan dari Allah dan
mereka pun selalu merasa cukup terhadap rezeki yang telah diberikan. Rezeki itu
tidak akan pergi kemana, bahkan ketika uang salah satu teman kami hanya tersisa
Rp.20.000 namun kebutuhan yang harus dipenuhi meningkat drastis, qadarullah
sesaat setelah itu uang beasiswa teman kami cair. Subhanallah, rahmat Allah luar
biasa sekali kepada hamba-Nya. Bu anggoro pun mengatakan bahwa terdapat tiga
perkara yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfuz yakni rezeki, jodoh dan kematian.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jika merasa sulit pergilah untuk meminta pada
Allah karena Allah sangat senang kepada hamba-Nya yang selalu meminta.
Nabi bersabda: "Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya,
niscaya Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kefakiran
membayangi kedua matanya. Dan dunia? Tidaklah datang kepadanya melainkan apa
yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai
tujuan hidupnya, maka Allah akan mengumpulkan segala urusannya dan menjadikan
kekayaan memenuhi hatinya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina."
2. Bagaimana cara berbakti kepada kedua orang tua?
Untuk mahasiswa yang tidak merantau, salah satu cara berbakti kepada orang tua
yaitu membantu pekerjaan orang tua di rumah. Sekecil apapun bantuan dari kita pasti
bermakna dan akan meringankan beban orang tua, seperti mencuci piring, menyapu,
mengepel ataupun memasak. Bu Anggoro juga berkata bahwa, “Usahakan ketika
kamu pergi dari rumah, urusan di rumah (itu) sudah beres”
Bagi mahasiswa yang merantau, salah satu cara berbakti kepada orangtua yaitu
dengan prestasi yang didapatkan di kampus. Tidak hanya prestasi namun juga selalu
menghubungi atau berkomunikasi dengan kedua orangtua, menanyakan kabar dan
selalu meminta izin ketika ingin melakukan sesuatu. Perlu diingat bahwa ridha orang
tua itu ridha Allah SWT.

Dari Abu Abdurrahman bin Mas’ud r.a. ia berkata: “Saya bertanya kepada
Nabi Saw, “Amal apakah yang paling disukai oleh Allah Ta’ala?” Beliau menjawab :
“Salat pada waktunya.” Saya bertanya lagi : “Kemudian apa?” Beliau menjawab :
“Berbuat baik kepada kedua orang tua.” Saya bertanya lagi : “Kemudian apa?” Beliau
menjawab: “Berjihad (berjuang) di jalan Allah.” (H.R Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idiy r.a., ia berkata, “Tatkala kami
duduk di hadapan Rasulullah Saw., tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dari Bani
Salimah dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ada kebaikan yang dapat saya
lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tua setelah mereka meninggal dunia?”
Beliau menjawab, “Ya, yaitu menyalati, memohonkan ampun, melaksanakan janji
menghubungi keluarga yang tidak dapat dihubungi, kecuali dengan keduanya dan
memuliakan kenalan baik mereka.” (HR. Abu Dawud)
DOKUMENTASI

Dari kiri ke kanan: Fahrun Ningsih – Nabila Nur Maharani – Atik Hasna Imani – Bu Dr.
Anggorowati – Binta Afifatun Ni’am – Annisa Khanna Daroja – Hanna Athifahsari.

Yang memfoto: Rochmah Rizqiyanti