Anda di halaman 1dari 16

TUGAS MAKALAH AUDIT MANAJEMEN

“AUDIT ATAS FUNGSI PENGADAAN”

Di susun oleh :
MEGA MARSELLA
C 301 17 277

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS TADULAKO

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT dimana telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“AUDIT ATAS FUNGSI PENGADAAN ” ini di susun untuk memenuhi tugas
mata kuliah Audit Manajemen.

Penyusunan dalam makalah ini kiranya masih jauh dari kata sempurna.
penulis menyadari bahwa makalah ini masih mempunyai kekurangan. penulis
mengharapkan kritik dan sarannya dari semua pihak yang bersifat membangun
demi kesempurnaan_makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Akhir kata saya mengucapkan banyak terima kasih dan memohon maaf
atas segala kekurangan dari makalah ini.

Palu, 16 Februari 2020

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 2


DAFTAR ISI ........................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 4
1.1 LATAR BELAKANG ................................................................................... 4
1.2 RUMUSAN MASALAH .............................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 5
2.1 Tujuan dan Manfaat Audit ............................................................................ 5
2.2 Ruang Lingkup Audit .................................................................................... 5
2.3 langkah-langkah audit ................................................................................... 5
2.4 Proses Pengadaan Barang/Jasa ...................................................................... 6
2.5 Kecurangan dalam Pengadaan ....................................................................... 7
2.6 Audit Atas Organisasi Pengadaan ................................................................. 8
2.7 Audit Atas Proses Pengadaan ........................................................................ 9
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 11
3.1 KESIMPULAN ........................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 12

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Tiga tahapan penting dalam proses pengadaan meliputi perencanaan


pengadaan, pelaksanaan, dan tahap penanganan atas barang/jasa yang diterima.
Pada tahap proses pengadaan, pengendalian berfungsi untuk memastikan bahwa
proses pengadaan barang/jasa tersebut telah berjalan dengan transparan, tidak
diskriminatif, adil dan akuntabel. Sementara pada tahap penerimaan barang,
pengendalian memastikan bahwa barang/jasa yang diterima telah sesuai dengan
pesanan, baik spesifikasi, kuantitas, maupun kualitasnya. Audit atas fungsi
pengadaan melakukan penilaian atas organisasi yang menjalankan fungsi
pengadaan, pedoman yang digunakan dalam menjalankan aktivitasnya,
perencanaan, proses pengadaan, dan penanganan terhadap barang/jasa pada saat
diterima.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Jelaskan tujuan dan manfaat audit!


2. Bagaimana ryang lingkup audit?
3. Apa saja langkah-langkah audit?
4. Bagaimana proses pengadaan barang/jasa?
5. Mengapa ada kecurangan dalam pengadaan?
6. Jelaskan audit atas organisasi pengadaan!
7. Jelakskan audit atas proses pengadaan!

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Tujuan dan Manfaat Audit

Tujuan dari audit atas fungsi pengadaan ini dapat meliputi :


1. Untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi misi organisasi
2. Menilai ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas pengadaan
3. Mendorong pengembangan dan pemeliharaan manajemen informasi
pengadaan yang dapat diandalkan
4. Memastikan bahwa aktivitas pengadaan telah sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku.
Jika temuan menyangkut terjadinya penyimpangan, hasil audit ini dapat
menjadi dasar dalam menentukan tindakan terhadap pihak yang seharusnya
bertanggung jawab atas terjadinya permasalahan tersebut. Namun jika temuan
audit menyangkut prestasi, hasil audit ini dapat menjadi dasar dalam memberikan
penghargaan kepada berbagai pihak yang memiliki prestasi lebih tersebut.

2.2 Ruang Lingkup Audit

Secara terperinci ruang lingkup audit fungsi pengadaan meliputi :


1. Organisasi pengadaan
2. Proses pengadaan yang terdiri atas :
a. Perencanaan pengadaan
b. Pelaksanaan pengadaan
c. Pemabayaran dan pelaporan
2.3 langkah-langkah audit

Secara umum, proses audit pengadaan barang/jasa meliputi beberapa


langkah yang meliputi hal – hal berikut :
1. Perencanaan audit, yang menyangkut :
a. Penilaian resiko dan penentuan ruang lingkup audit
b. Penentuan jadwal audit
c. Penentuan kebutuhan sumber daya dalam melaksanakan audit
Dalam membuat rencana detai audit, ketua tim harus
mempertimbangkan beberapa hal termasuk :

5
a. Risiko, tingkat materialitas dan prioritas pada setiap waktu
audit
b. Area audit yang signifikan
2. Pengumpulan dan evaluasi temuan audit
3. Pelaporan
4. Tindak lanjut hasil audit

2.4 Proses Pengadaan Barang/Jasa

Secara umum, proses pengadaan diawali dengan perencanaan,


pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi atas aktivitas pengadaan

 Perencanaan Pengadaan
Perencanaan pengadaan mencakup penentuan kebutuhan atas barang/jasa
(input) dalam operasional perusahaan, baik tingkat kulitas, kuantitas, dan
penentuan wakru kapan barang.jasa tersebut harus tersedia. Rencana pengadaan
yang baik hars mencerminkan hubungan yang optimal antara keinginan untuk
memenuhi kebutuhan dengan ketersediaan sumber daya yang dimiliki berkaitan
dengan mendapatkan barang/jasa sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan
dengan pengorbanan yang paling rendah (ekonomis).

 Pelaksanaan Pengadaan
Pengendalian yang ketat pada tahap ini dilakukan untuk memastikan
bahwa panitia pengadaan tidak salah dalam menentukan pemasok terpelih dan
harga atas barang/jasa yang dibutuhkan. Pemeilihan pemasok yang tepat tidak saja
didasarkan pada perolehan dengan harga yang paling murah, tetapi juga penilaian
atas kemampuan pemasok memenuhi spesifikasi barang/jasa yang dibutuhkan
tepat waktu dan suku cadangnya secara berkelanjutan.

 Pelaksanaan Kontrak Penyerahan Barang


Setelah proses pengadaan menghasilkan pemasok terpilih, panitia
pengadaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa barang/jasa yang
diterima telah sesuai dengan pesanan baik dalam kuantitas yang diterima, tingkat
kualitas, dan waktu penyerahannya. Titik rawan pada tahap ini dapat berupa
kolusi antara pemasok dan petugas penerima barang sehingga barang/jasa yang
tidak memenuhi spesifikasi tetap doterima dalam penyerahan barang/jasa tersebut.
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kolusi, berita acara harus disertai
dengan laporan dan bukti pemeriksaan/pengujian yang dilakukan oleh bagian
penerimaan barang pada saat serah terima barang terjadi.

 Pembayaran dan Pelaporan


Pembayaran baru bisa dilakukan jika serah terima atas arang/jasa tersebut telah
dinyatakan tidak mengandung masalah dan telah disahkann oleh pihak – pihak

6
berwenang. Setiap pembayaran harus didukung bukti tagihan dan dokumen
pendukung yang lengkap dan tagihan telah jatuh tempo. Pelaporan atas pengadaan
barang/jasa harus segera dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam
pedoman pengadaan. Panitia pengadaan harus menyajikan tentang kemampuan
panitia ini mendapatkan barang/jasa sesuai dengan spesifikasinya, masalah –
masalah yang dihadapi atau peluang penghematan yang belum bisa dilakukan
karena terbentur dengan peraturan yang digunakan dalam pengadaan tersebut.

2.5 Kecurangan dalam Pengadaan

Pengadaan melibatkan pembeli dan penjual, dimana masing – masing


pihak memiliki berbagai cara untuk melakukan korupsi pada setiap tahapan proses
pengadaan. Pihak pemasok berkepentingan dengan penjualan produknya dan
mengharapkan keuntungan dari penjualan tersebut. Untuk mencapai tujuan
tersebut, berbagai perilaku menyimpang berikut ini yang mungkin dilakukan.
1. Berkolusi dengan pihak oembeli dalam menentukan harga penawaran
2. Secara diskriminatif menigkatkan standar teknis, sehingga pemasok lain
sulit untuk memenuhinya
3. Mencampuri secara tidak beretika pekerjaan evaluator baik dalam proses
tender maupun dalam serah terima barang/jasa
4. Memberikan sogokan.

Beberapa penyimpangan lain yang mungkin terjadi dalam pengadaan berupa :


1. Pengadaan barang fiktif
2. Harga pengadaan barang di mark up
3. Pajak.PNBP sehubungan dengan pengadaan barang tidak dipungut
dan/atau tidak disetorkan
4. Kuantitas/hasil volume pengadaan dikurangi
5. Kualitas hasil pengadaan barang direndahkan
Keterlambatan penyelesaian pekerjaan pengadaan barang
6. Hasil pengadaan barang tidak bermanfaat
7. Pelanggaran ketentuan/peraturan pengadaan barang yang berindikasi
praktik KKN

7
Sistem pengadaan yang dibuat perusahaan harus transparan dan efisien
berdasarkan prinsip – prinsip pengadaan berikut ini :
1. Nilai uang
2. Kejujuran dan keadilan
3. Akuntabel dan transparan
4. Efisiensi
5. Kompetensi dan integritas.

2.6 Audit Atas Organisasi Pengadaan

Organisasi pengadaan memegang fungsi oerencanaan pemenuhan


kebutuhan barang/jasa, mengelola proses pengadaannya, menilai ketepatan
sesifikasi barang/jasa yang diterima sesuai dengan kebutuhan penggunanya,
mengotorisasi pembayarannya, dan mempertanggungjawabkan pengadaan
tersebut kepada organisasi diatasnya. Tingkatan jabatan yang harus bertanggung
jawab dalam pengelolaan dan pengendalian pengadaan barang/jasa pemerintah
antara lain sebagai berikut :
1. Pengguna anggrana (PA)
2. Kuasa pengguna anggaran (KPA)
3. Pejabat pembuat komitmen (PPK)
4. Unit layanan pengadaan (ULP)
5. Pejabat pengadaan
6. Panitia/pejabat penerima hasil pekerjaan
7. Aparat pengawas intern pemerintah (APIP)

Dalam menjalankan aktivitasnya, fungsi pengadaan harus dilengkapi


dengan panduan/pedoman pengadaan yang merupakan seperangkat peraturan,
kebijakan, kewenangan tugas dan tanggung jawab yang menjadi pedoman dalam
semua aktivitas pengadaan. Prinsip – prinsip pemisahan tugas harus tertuang jelas
dalam peraturan tersebut, dimana fungsi – fungsi pencatatan, fungsi penyimpanan,
dan fungsi operasional harus terpisah satu sama lain.
Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan terjadinya pengecekan silang
secara internal antarfungsi sebagai bentuk pencegahan terhadap kemungkinan
terjadinya penyimpangan. Audit atas organisasi pengadaan melakukan penilaian
ats efektivitas organisasi pengadaan dalam melakukan pengadaan barang/jasa
secara efisien. Pada audit ini, auditor menilai ketepatan :
1. Penempatan organisasi pengadaan dalam struktur organisasi perusahaan
2. Luas wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki fungsi pengadaan
dalam memenuhi kebutuhan barang/jasa secara efektif dan efisien.

8
2.7 Audit Atas Proses Pengadaan

Proses pengadaan dimulai dari perencanaan pengadaan, survei harga dan


pemasok, pemilihan pemasok/pelaksanaan tender, penandatanganan kontrak
dengan pemasok dan penanganan atas serah terima barang/jasa sesuai dengan
kontrak pengadaan. Pengadaan dapat dilakukan melalui penunjukan langsung,
ternder terbatas dan tender terbuka.
Audit Atas Perencanaan Pengadaan
Perencanaan pengadaan dimulai dari identifikasi kebutuhan setiap unit
pengguna atas barang/jasa. Perusahaan harus memiliki daftar kebutuhan
barang/jasa yang memuat tentang spesifikasi, kuantitas kebutuhan, standar
kualitass, dan waktu penggunaanya. Dengan daftar ini, perusahaan dapat terhindar
dari beberapa kondisi seperti:
(1) pembelian yang berlebihan,
(2) kelebihan/kekurangan stok,
(3) dana terikat pada barang-jasa yang belum dibutuhkan, serta
(4) pembelian barang/jasa yang tidak sesuai dengan standar kualitas.

Perusahaan juga harus memiliki daftar pemasok terpilih yang mampu


memenuhi kebutuhan barang jasanya dengan cara paling ekonomis. Perusahaan
harus melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui kebenaran
keberadaan pemasok sebelum dimasukkanke daftar pemasok terpilih untuk
menghindari perusahaan melakukan transaksi dengan pemasok yang salah atau
memiliki catatan kinerja yang tidak baik. Pemasok yang dipilih telah memahami
spesifikasi barang/jasa yang dibutuhkan perusahaan, frekuensi kebutuhan dan
waktu pengirimannya serta memiliki komitmen untuk menyediakan barang/jasa
kebutuhan perusahaan sesuai kontrak yang disepakati.

9
10
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Auditor harus menilai dengan cermat perencanaan pengadaan barang/jasa


perusahaan agar kebutuhan atas barang/jasa dapat terpenuhi sesuai prinsip-prinsip
tata kelola pengadaan barang/jasa yang baik. Kecurangan atau penyimpangan
yang mungkin terjadi pada perencanaan pengadaan dapat diketahui aditor dengan
menelusuri pedoman, rencana serta risalah rapat perencanaan pangadaan.
Audit atas perencanaan pengadaan melakukan penilaian terhadap
ketepatan rencana pengadaan dalam memenuhi kebutuhan barang/jasa unit-unit
pengguna di dalam perusahaan. Pada audit ini, auditor m enekankan penilaiannya
terhadap ketepatan hubungann antara rencana pembelian dengan rencana
penggunaan barang/jasa pada masing-masing unti pengguna.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://www.acamedia.edu/34697451/Audit_pengadaan_Edit.docx

12
13
14
15
16