Anda di halaman 1dari 3

MODUL PRAKTIKUM

PEMBELAHAN SEL DAN POLIPLOIDI


PADA AKAR BAWANG (Allium cepa L.)

Tujuan Praktikum
1. Mendeskripsikan fase-fase pembelahan mitosis pada akar bawang merah (Allium
cepa L.).
2. Mengetahui pengaruh perbedaan waktu pemotongan akar bawang merah (Allium
cepa L.) terhadap fase-fase pembelahan mitosis yang teramati.
3. Mendeskripsikan adanya perbedaan jumlah kromosom pada akar bawang merah
(Allium cepa L.) yang diberi perlakuan kolkhisin.
4. Menganalisis proses terjadinya perubahan jumlah kromosom pada akar bawang
merah (Allium cepa L.) yang diberi perlakuan kolkhisin.

Alat
Alat yang digunakan meliputi mikroskop cahaya, kaca benda, kaca penutup,
pipet tetes, pinset, silet berkarat, dan botol flakon.

Bahan
Obyek penelitian ini adalah ujung akar Allium cepa L. Bahan kimia yang
digunakan untuk praktikum pembelahan sel, yaitu FAA, alkohol 70%, HCl 1N, kertas
hisap dan acetocarmin. Bahan kimia yang digunakan untuk poliploidi, yaitu kolkhisin
0.05% dan 0.03%, alkohol 70%, HCl 1N, FAA, akuades, gelas ukur, kertas hisap, dan
acetocarmin.

Prosedur Kerja
A. Persiapan Media dan Penumbuhan Akar Bawang
1. Dua buah botol air mineral 1L dipotong bagian tengahnya secara vertikal (lebar
lubang kira-kira 5 cm)
2. Botol direbahkan sehingga bagian berlubang menghadap ke atas.
3. Air diisikan pada rongga botol kira-kira 4/5 bagian.
4. Tiga buah siung bawang merah yang telah tua dan tidak busuk dipilih
5. Bagian atas bawang merah ditusuk menggunakan lidi lalu diletakkan ke dalam
media tanam (pastikan 1/3 bagian bawang merah terendam air)
6. Merendam siung bawang merah selama 3 hari.

B. Pembelahan Sel pada Akar Bawang


1. Pada hari keempat, akar bawang merah yang telah tumbuh dipotong dengan
menggunakan silet (sepanjang 2 cm) pada pukul 21.00, 24.00, dan 03.00 WIB.
2. Potongan akar direndam dalam botol flakon yang telah berisi larutan FAA
(masing-masing waktu pemotongan)

1
3. Pelaksanaan maserasi
a) Potongan akar bawang yang telah direndam dalam larutan FAA diambil
menggunakan pinset dan meletakkannya di atas kaca benda.
b) Potongan akar bawang merah yang berada di atas kaca benda ditetesi
alkohol 70% sampai terendam selama 2 menit, lalu alkohol dihisap
menggunakan kertas hisap.
c) Cuplikan (potongan akar bawang) dimaserasi menggunakan larutan HCl 1N
selama 7 menit, lalu dihisap menggunakan kertas hisap sehingga akan
nampak bagian berwarna putih pada ujung akar
4. Pewarnaan cuplikan
a) Bagian warna putih pada ujung akar dipotong (2 mm) menggunakan silet
lalu diletakkan di kaca benda yang lain.
b) Cuplikan diberi acetocarmin lalu dicacah sampai halus menggunakan silet
berkarat.
5. Pembuatan preparat
Cuplikan ditutup dengan kaca penutup dan sedikit ditekan dengan kertas hisap.
6. Pengamatan fase-fase mitosis
a) Preparat diamati di bawah mikroskop cahaya pada perbesaran 40x10
b) Mengidentifikasi fase-fase mitosis pada 3 bidang pandang yang berbeda.
c) Menghitung jumlah sel yang mengalami fase pembelahan mitosis yang
teramati.

C. Poliploidi pada Akar Bawang


1. Pada hari pertama sampai ketiga, beberapa umbi bawang merah yang telah
tua dipilih kemudian ditumbuhkan dalam media tanam yang berisi air hingga
akarnya tumbuh.
2. Pada hari keempat, mengambil sebagian umbi bawang merah kemudian
direndam dalam kolkhisin 0,05% selama 24 jam pada suhu kamar. Sebagian
umbi yang lain tetap ditumbuhkan dalam medium yang berisi air.
3. Pada hari kelima, masing-masing perlakuan pada bawang merah (kontrol dan
perendaman dalam kolkhisin 0,05%) dicuci bersih. Akar bawang merah yang
telah tumbuh dipotong menggunakan silet pada bagian ujungnya, kira-kira
sepanjang 2-3 mm. Potongan-potongan tersebut selanjutnya dimasukkan ke
dalam botol flakon yang berisi larutan kolkhisin 0,03% selama 24 jam pada
suhu 4oC.
4. Pada hari keenam, larutan kolkhisin 0,03% pada masing-masing botol flakon
(kontrol dan perendaman dalam kolkhisin 0,05%) dihisap menggunakan pipet
penghisap dan dibuang ke dalam gelas ukur selanjutnya dicuci dengan
menggunakan akuades sebanyak tiga (3) kali. Berikutnya, potongan akar
direndam dalam botol flakon yang telah berisi larutan FAA.
5. Pelaksanaan maserasi
a) Potongan akar bawang yang telah direndam dalam larutan FAA diambil
menggunakan pinset dan meletakkannya di atas kaca benda.

2
b) Potongan akar bawang merah yang berada di atas kaca benda ditetesi
alkohol 70% sampai terendam selama 2 menit, lalu alkohol dihisap
menggunakan kertas hisap.
c) Cuplikan (potongan akar bawang) dimaserasi menggunakan larutan HCl 1N
selama 7 menit, lalu dihisap menggunakan kertas hisap sehingga akan
nampak bagian berwarna putih pada ujung akar
6. Pewarnaan cuplikan
a) Bagian warna putih pada ujung akar dipotong (2 mm) menggunakan silet
lalu diletakkan di kaca benda yang lain.
b) Cuplikan diberi acetocarmin lalu dicacah sampai halus menggunakan silet
berkarat.
7. Pembuatan preparat
Cuplikan ditutup dengan kaca penutup dan sedikit ditekan dengan kertas hisap.
8. Preparat diamati di bawah mikroskop
a) Preparat diamati di bawah mikroskop cahaya pada perbesaran 40x10
b) Mengidentifikasi dan membandingkan perbedaan akar bawang merah, baik
fenotip maupun kromosomnya, yang direndam dalam kolkhisin.