Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMPN 1 Palembang


Mata Pelajaran : IPS
Kelas/Semester : VIII / Genap
Materi Pokok : Kronologi, perubahan dan kesinambungan ruang dari masa penjajahan sampai
tumbuhnya semangat kebangsaan
Alokasi Waktu : 4 Jam Pelajaran @40 Menit

A. Kompetensi Inti
 KI1 dan KI2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya serta Menghargai dan
menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi
secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
 KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian
tampak mata.
 KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator
3.4 Menganalisis kronologi, perubahan dan  Mendeskripsikan proses kedatangan bangsa-bangsa eropa
kesinambungan ruang (geografis, politik, dan perlawanan bangsa indonesia.
ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari  Mendeskripsikan ciri-ciri masyarakat Indonesia pada
masa penjajahan sampai tumbuhnya semangat masa penjajahan
kebangsaan.  Mendeskripsikan bentuk perubahan dan kesinambungan
(geografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya)
masyarakat indonesia pada masa penjajahan.
 Menjelaskan proses munculnya organisasi pergerakan
dantumbuhnya semangat kebangsaan.
4.4 Menyajikan hasil analisis kronologi,  Menyajikan hasil analisis kronologi dari masa penjajahan
perubahan dan kesinambungan ruang sampai tumbuhnya semangat kebangsaan
(geografis, politik, ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) dari masa penjajahan sampai
tumbuhnya semangat kebangsaan.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
 Mendeskripsikan proses kedatangan bangsa-bangsa eropa dan perlawanan bangsa indonesia.
 Mendeskripsikan ciri-ciri masyarakat Indonesia pada masa penjajahan
 Mendeskripsikan bentuk perubahan dan kesinambungan (geografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial,
budaya) masyarakat indonesia pada masa penjajahan.
 Menjelaskan proses munculnya organisasi pergerakan dantumbuhnya semangat kebangsaan.
 Menyajikan hasil analisis kronologi dari masa penjajahan sampai tumbuhnya semangat kebangsaan

D. Materi Pembelajaran
 Kedatangan bangsa-bangsa Eropa dan perlawanan bangsa Indonesia.
 Perubahan dan kesinambungan (geografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) masyarakat
Indonesia pada masa penjajahan.
 Munculnya organisasi pergerakan dantumbuhnya semangat kebangsaan.
E. Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran

F. Media Pembelajaran
Media :
 Worksheet atau lembar kerja (siswa)
 Lembar penilaian
 LCD Proyektor

Alat/Bahan :
 Penggaris, spidol, papan tulis
 Laptop & infocus

G. Sumber Belajar
 Buku IPS Siswa Kelas VIII, Kemendikbud, Tahun 2017
 Buku refensi yang relevan,
 Lingkungan setempat

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)


Guru :
Orientasi
● Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
● Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
● Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
● Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta
didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
● Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
● Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
● Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam
kehidupan sehari-hari.
● Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan
baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
Tumbuhnya semangat kebangsaan

● Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung


● Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
● Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
● Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung
● Pembagian kelompok belajar
● Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran.
Kegiatan Inti ( 130 Menit )
Sintak Model
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation KEGIATAN LITERASI
(stimullasi/ Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada
pemberian topik materi Tumbuhnya semangat kebangsaan dengan cara :
rangsangan) → Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
→ Mengamati
● Lembar kerja materi Tumbuhnya semangat kebangsaan
● Pemberian contoh-contoh materi Tumbuhnya semangat kebangsaan untuk
dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb
→ Membaca.
Kegiatan literasi ini dilakukan di rumah dan di sekolah dengan membaca materi
dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan Tumbuhnya semangat kebangsaan
→ Menulis
Menulis resume dari hasil pengamatan dan bacaan terkait Tumbuhnya
semangat kebangsaan
→ Mendengar
Pemberian materi Tumbuhnya semangat kebangsaan oleh guru.
→ Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi
pelajaran mengenai materi :
Tumbuhnya semangat kebangsaan

untuk melatih rasa syukur, kesungguhan dan kedisiplinan, ketelitian, mencari


informasi.
Problem CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
statemen Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak
(pertanyaan/ mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan
identifikasi dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :
masalah) → Mengajukan pertanyaan tentang materi :
Tumbuhnya semangat kebangsaan

yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan
informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual
sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas,
rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran
kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Data KEGIATAN LITERASI
collection Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan
(pengumpulan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
data) → Mengamati obyek/kejadian
Mengamati dengan seksama materi Tumbuhnya semangat kebangsaan yang
sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi yang disajikan
dan mencoba menginterprestasikannya.
→ Membaca sumber lain selain buku teks
Secara disiplin melakukan kegiatan literasi dengan mencari dan membaca
berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan
pemahaman tentang materi Tumbuhnya semangat kebangsaan yang sedang
dipelajari.
→ Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari
kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan
dengan materi Tumbuhnya semangat kebangsaan yang sedang dipelajari.
→ Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Tumbuhnya semangat
kebangsaan yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.

COLLABORATION (KERJASAMA)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk:
→ Mendiskusikan
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku
paket mengenai materi Tumbuhnya semangat kebangsaan
→ Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi Tumbuhnya semangat kebangsaan
yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
→ Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan materi
dengan rasa percaya diri Tumbuhnya semangat kebangsaan sesuai dengan
pemahamannya.
→ Saling tukar informasi tentang materi :
Tumbuhnya semangat kebangsaan

dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh
sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok
kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi
melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.
Data COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL THINKING
processing (BERPIKIR KRITIK)
(pengolahan Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan
Data) dengan cara :
→ Berdiskusi tentang data dari Materi :
Tumbuhnya semangat kebangsaan

→ Mengolah informasi dari materi Tumbuhnya semangat kebangsaan yang sudah


dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari
kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
→ Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Tumbuhnya
semangat kebangsaan
Verification CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
(pembuktian) Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil
pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
→ Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang
bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang
berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur,
teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi
:
Tumbuhnya semangat kebangsaan

antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas
jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
Generalization COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
(menarik kesimpulan) Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
→ Menyampaikan hasil diskusi tentang materi Tumbuhnya semangat kebangsaan
berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media
lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan
berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan.
→ Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi :
Tumbuhnya semangat kebangsaan

→ Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentanag materi


Tumbuhnya semangat kebangsaan dan ditanggapi oleh kelompok yang
mempresentasikan.
→ Bertanya atas presentasi tentang materi Tumbuhnya semangat kebangsaan
yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.

CREATIVITY (KREATIVITAS)
→ Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :
Tumbuhnya semangat kebangsaan

→ Menjawab pertanyaan tentang materi Tumbuhnya semangat kebangsaan yang


terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah
disediakan.
→ Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa
pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi Tumbuhnya semangat
kebangsaan yang akan selesai dipelajari
→ Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Tumbuhnya semangat kebangsaan
yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang
telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap
materi pelajaran.
Catatan : Selama pembelajaran Tumbuhnya semangat kebangsaan berlangsung, guru mengamati
sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri,
berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik :
● Membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Tumbuhnya semangat kebangsaan yang
baru dilakukan.
● Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Tumbuhnya semangat kebangsaan
yang baru diselesaikan.
● Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai
pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
● Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran
Tumbuhnya semangat kebangsaan
● Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar
diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas
● Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Tumbuhnya semangat kebangsaan kepada
kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian (terlampir)
a. Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait
dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut
contoh instrumen penilaian sikap
Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor Kode
No Nama Siswa
BS JJ TJ DS Skor Sikap Nilai
1 … 75 75 50 75 275 68,75 C
2 … ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin

Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

- Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik
diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat
objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan
kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan
merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih
dahulu. Berikut Contoh format penilaian :
Jumlah Skor Kode
No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
Selama diskusi, saya ikut serta
1
mengusulkan ide/gagasan.
Ketika kami berdiskusi, setiap
2 anggota mendapatkan kesempatan
untuk berbicara.
Saya ikut serta dalam membuat
3
kesimpulan hasil diskusi kelompok.
4 ...
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya


Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya
dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria
penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya
:

Nama yang diamati : ...


Pengamat : ...

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
1 Mau menerima pendapat teman.
Memberikan solusi terhadap
2
permasalahan.
Memaksakan pendapat sendiri
3
kepada anggota kelompok.
4 Marah saat diberi kritik.
5 ...

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk
pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)

- Penilaian Jurnal (Lihat lampiran)

b. Pengetahuan
- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)
- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan
Praktek Monolog atau Dialog
Penilaian Aspek Percakapan
Skala Jumlah Skor Kode
No Aspek yang Dinilai
25 50 75 100 Skor Sikap Nilai
1 Intonasi
2 Pelafalan
3 Kelancaran
4 Ekspresi
5 Penampilan
Skala Jumlah Skor Kode
No Aspek yang Dinilai
25 50 75 100 Skor Sikap Nilai
6 Gestur

- Penugasan (Lihat Lampiran)


Tugas Rumah
a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik
b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas
rumah dengan baik
c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan
penilaian.

c. Keterampilan
- Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan
berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian
Sangat Kurang Tidak
Baik
No Aspek yang Dinilai Baik Baik Baik
(75)
(100) (50) (25)
1 Kesesuaian respon dengan pertanyaan
2 Keserasian pemilihan kata
3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa
4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor)


100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor
ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi


No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik

- Penilaian Proyek (Lihat Lampiran)


- Penilaian Produk (Lihat Lampiran)
- Penilaian Portofolio
Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR, dll
Instrumen Penilain
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1
2
3
4

2. Instrumen Penilaian (terlampir)


a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan Kedua
c. Pertemuan Ketiga

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa
memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :
1) Jelaskan tentang Sistem Pembagian Kekuasaan Negara!
2) Jelaskan tentang Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan
Lembaga Pemerintah Non Kementerian!
3) Jelaskan tentang Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan pemerintahan!

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Nama Indikator yang Bentuk


Nilai Nilai Setelah
No Peserta Belum Tindakan Keterangan
Ulangan Remedial
Didik Dikuasai Remedial
1
2
3
4
5
6
dst

b. Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan
Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
1) Membaca buku-buku tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara yang relevan.
2) Mencari informasi secara online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik
penyelenggaraan pemerintahan Negara
3) Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
4) Mengamati langsung tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara yang ada di lingkungan sekitar.
Palembang, Januari 2018
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Hj. Devi Emilya, M.Pd. Triyono, S.Pd., M.Si.


NIP. 197112191997032003. NIP. 197303231998021001

Catatan Kepala Sekolah

...................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................
Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia

Faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya pergerakan nasional di


Indonesia? Dari mana saja faktor-faktor tersebut muncul? Ditinjau dari asal
pengaruhnya, pergerakan nasional dilatarbelakangi berbagai kejadian di
dalam negeri Indonesia dan berbagai kejadian di luar negeri. Berbagai
kejadian dari dalam negeri atau sering disebut faktor internal yang
melatarbelakangi pergerakan nasional, misalnya perluasan pendidikan,
kegagalan perjuangan di berbagai daerah, rasa senasib sepenanggungan,
dan perkembangan berbagai organisasi etnik kedaerahan.

Adapun berbagai hal dari luar Indonesia (factor eksternal) yang melatar
belakangi terjadinya pergerakan nasional, antara lain munculnya paham-
paham baru di dunia seperti pan-Islamisme, nasionalisme, sosialisme,
liberalisme, dan demokrasi. Beberapa peristiwa seperti kemenangan
Jepang atas Rusia dalam perang 1905 dan perkembangan berbagai
organisasi pergerakan nasional di berbagai negara juga menjadi faktor
eksternal pendorong pergerakan nasional di Indonesia. Uraian berikut akan
menjelaskan hal hal yang telah disebutkan di atas.

A. Perluasan Pendidikan

Pemerintah Hindia Belanda menerapkan kebijakan Politik Etis pada tahun


1901, yaitu dalam bidang irigasi/pengairan, emigrasi/transmigrasi, dan
edukasi/pendidikan. Tiga kebijakan tersebut sebenarnya bertujuan
memperbaiki kondisi masyarakat yang semakin terpuruk. Namun,
pelaksanaan kebijakan politik Etis tetap lebih berpihak kepada penjajah.
Dalam pelaksanaannya, banyak penyelewengan dalam Politik Etis, seperti:

1. Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda.


2. Emigrasi/transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar
Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah.
3. Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi
pegawai rendahan.

Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat.
Segi positif yang paling dirasakan bangsa Indonesia adalah pendidikan.
Semakin banyak orang Indonesia berpendidikan modern, yang kemudian
mempelopori gerakan pendidikan, sosial, dan politik. Pengaruh pendidikan
inilah yang melahirkan para tokoh pemimpin pergerakan nasional Indonesia.
Pendidikan adalah investasi peradaban. Melalui pendidikan akan
tertanamkan pengetahuan dan kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia.
Secara bertahap, mulai masuk abad XX, kesempatan memperoleh
pendidikan bagi rakyat Indonesia semakin besar. Hal ini dipengaruhi
kebijakan baru pemerintah Hindia Belanda melalui Politik Etis (Politik Balas
Budi).

Theodore van Deventer menuangkan kritiknya dalam sebuah majalah de


Gids berjudul Een Eereschuld atau Debt of Honour (Hutang Budi/ Hutang
Kehormatan) yang terbit pada tahun 1899. Van Deventer mengusulkan agar
Belanda melakukan balas budi untuk bangsa Indonesia. Balas budi yang
diusulkan adalah dengan melakukan educatie, emigratie, dan irrigatie
(edukasi/pendidikan, emigrasi/perpindahan penduduk, dan
irigasi/pengairan). Kebijakan Politik Etis memungkinkan berdirinya sekolah-
sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Mulai abad XX, perkembangan
pendidikan yang diselenggarakan swasta juga semakin banyak.
Perkembangan pendidikan bukan hanya diselenggarakan oleh pemerintah,
tetapi juga oleh berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Misionaris
(agama Katolik) dan Zending (agama Kristen Protestan) mendirikan
berbagai sekolah di pusat-pusat penyebaran agama Kristen. Di beberapa
kota berkembang pendidikan berdasarkan keagamaan, seperti
Muhammadiyah, Persatuan Islam, Nahdlatul Ulama, dan sebagainya.

Sekolah kebangsaan juga tumbuh, seperti Taman Siswa dan


sekolahsekolah yang didirikan organisasi pergerakan. Pendidikan sangat
besar peranannya dalam menumbuhkembangkan nasionalisme. Pendidikan
menyebabkan terjadinya transformasi ide dan pemikiran yang mendorong
semangat pembaharuan masyarakat. Pada masa sekarang, kalian harus
senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.

B. Kegagalan Perjuangan di Berbagai Daerah

Bangsa Indonesia menyadari berbagai penyebab kegagalan perjuangan


kemerdekaan pada masa lalu. Salah satu penyebab kegagalan perjuangan
tersebut adalah perlawanan yang bersifat kedaerahan. Kalian tentu ingat
beberapa perjuangan bangsa Indonesia di berbagai daerah. Bagaimana
seandainya para tokoh seperti Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro,
Pattimura, Sultan Hasanuddin, dan para tokoh lainnya mengusir penjajah?
Tentu Belanda akan mudah ditaklukkan. Memasuki abad XX, corak
perjuangan bangsa Indonesia berubah dari bersifat kedaerahan, menuju
perjuangan yang bersifat nasional. Bangsa Indonesia menemukan identitas
kebangsaan sebagai perekat perjuangan bersama. Paham kebangsaan
atau nasionalisme telah tumbuh dan menjelma menjadi sarana perjuangan
yang sangat kuat. Corak perjuangan nasional bangsa Indonesia ditandai
dengan momentum penting, yaitu diikrarkannya Sumpah Pemuda 28
Oktober 1928.

C. Rasa Senasib Sepenanggungan

Perluasan kekuasaan Barat di Indonesia telah memengaruhi perubahan


politik, ekonomi, dan sosial bangsa Indonesia. Tekanan pemerintah Hindia
Belanda pada bangsa Indonesia telah memunculkan perasaan
kebersamaan rakyat Indonesia sebagai bangsa terjajah. Hal inilah yang
mendorong tekad bersama untuk menghimpun kebersamaan dalam
pergerakan kebangsaan Indonesia.

D. Perkembangan Organisasi Etnis, Kedaerahan, dan Keagamaan

Organisasi pergerakan nasional tidak muncul begitu saja. Awalnya,


organisasi yang berdiri di Indonesia adalah organisasi etnis, kedaerahan,
dan keagamaan. Berbagai organisasi tersebut sering melakukan pertemuan
hingga akhirnya muncul ide untuk mengikatkan diri dalam organisasi yang
bersifat nasional. Bagaimana prosesnya?

Organisasi etnis banyak didirikan para pelajar perantau di kota-kota besar.


Mereka membentuk perkumpulan berdasarkan latar belakang etnis.
Beberapa contohnya antara lain Serikat Pasundan serta Perkumpulan Kaum
Betawi yang dipelopori oleh M Husni Thamrin. Selain organisasi etnis,
muncul juga beberapa organisasi kedaerahan, seperti Trikoro Dharmo
(1915), Jong Java (1915), dan Jong Sumatranen Bond (1917). Berbagai
organisasi bernapaskan keagamaan pada awal abad XX sangat
memengaruhi perkembangan kebangsaan Indonesia. Beberapa organisasi
bernapas keagamaan yang muncul pada masa awal abad XX antara lain
Jong Islamiten Bond, Muda Kristen Jawi, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama,
PERSIS (Persatuan Umat Islam), dan Al-Jamiatul Washiyah. Jong
Islamieten Bond (JIB) didirikan tanggal 1 Januari 1925 di Jakarta dengan
ketua Raden Sam.

Selain sebagai pusat dakwah Islam, JIB juga mengorganisir kegiatan seni,
budaya, sosial, penerbitan. Muda Kristen Jawi dibentuk tahun 1920, yang
kemudian berubah namanya menjadi Perkumpulan Pemuda Kristen (PPK).
Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan tanggal 18 Nopember 1912 di
Yogyakarta. Muhammadiyah mempunyai tujuan mengembangkan dakwah
Islam, mengembalikan ajaran Islam sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah
(Hadits), membersihkan praktik keagamaan dari syirik dan bid’ah, serta
mengembangkan pendidikan agama dan umum secara modern.

Nahdlatul Ulama (NU) didirikan oleh para kiai pada tanggal 31 Januari 1926
di Jawa Timur dengan pimpinan pertama KH M. Hasyim Asy’ari. NU cepat
berkembang terutama di Jawa karena basis pesantren yang sangat banyak
di Jawa. Kaum wanita juga aktif berperan dalam berbagai organisasi baik
organisasi sosial maupun politik. Peran serta perempuan dalam
memperjuangkan kemerdekaan telah ada sejak dahulu. Beberapa tokoh
pejuang wanita zaman dulu adalah RA Kartini, Dewi Sartika, dan Maria
Walanda Maramis. RA Kartini adalah putri Bupati Jepara Jawa Tengah yang
memperjuangkan emansipasi (persamaan derajat) antara laki-laki dan
perempuan. Beliau mendirikan sekolah khusus untuk perempuan.

E. Berkembangnya Berbagai Paham Baru

Paham-paham baru seperti pan-Islamisme, nasoonalisme, liberalisme,


sosialisme, dan demokrasi menjadi salah satu pendorong pergerakan
nasional Indonesia. Pahampaham tersebut mengajarkan bagaimana
langkah-langkah memperbaiki kondisi kehidupan bangsa Indonesia.
Berbagai paham tersebut memengaruhi berbagai organisasi pergerakan
nasional Indonesia.
F. Berbagai Peristiwa dan Pengaruh dari Luar Negeri

Berbagai peristiwa di luar negeri yang turut menjadi pendorong pergerakan


kebangsaan Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905

Pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan Jepang melawan Rusia. Rusia


adalah bangsa Eropa, sedangkan Jepang adalah bangsa Asia. Tentara
Jepang berhasil mengalahkan Rusia, dan menjadi inspirasi negara-negara
lain bahwa orang Asia bisa mengalahkan bangsa Barat. Bangsa-bangsa
Asia pun semakin yakin mampu melawan penjajah.

2. Berkembangnya nasionalisme di berbagai negara

Pada abad XX, negara-negara terjajah di Asia dan Afrika menunjukkan


perjuangan pergerakan kebangsaan. Di India, wilayah jajahan Inggris,
muncul pergerakan dengan tokoh-tokohnya Mahatma Gandhi dan
Muhammad Ali Jinnah. Di Filipina, Jose Rizal memimpin perlawanan
terhadap penjajah Spanyol. Di Tiongkok, muncul dr. Sun Yat Sen, yang
terkenal dengan gerakan pembaharuannya.
Setiap organisasi memiliki bidang perjuangan yang khas, seperti bidang
ekonomi, politik, sosial, maupun keagamaan.
SOAL :

Tolong jelaskan mengenai Latar belakang munculnya nasionalisme di Indonesia.


JAWAB :

1. Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang
dan menyakitkan sejak masa Portugis.

2. Sejarah Masa Lampau yang Gemilang Adanya kenangan akan kejayaan masa lampau, seperti zaman
Sriwijaya dan Majapahit.

3. Pengaruh Perkembangan Pendidikan di Indonesia Perkembangan sistem pendidikan pada masa


Hindia Belanda menghasilkan beberapa kaum intelektual yang kemudian menjadi pemimpin pergerakan
nasional, berkat pendidikan yang tinggi para intelektual bangsa indonesia sadar, bahwa mereka sedang
dijajah dan dibodohi belanda.

4. Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia Perkembangan sistem pendidikan


pada masa Hindia Belanda telah menghasilkan kaum terpelajar.

5. Dominasi Ekonomi Kaum Cina di Indonesia Kaum pedagang khususnya keturunan Cina sering kali
membuat kesal para pedagang pribumi. salah satunya terjadi pada tahun 1901 ketika pedagang Cina
mendirikan perguruan sendiri yaitu Tionghoa Hwee Kwan

SOAL : Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya salah satu faktor kunci dari timbulnya semangat
nasionalisme merupakan hasil dari adanya organisasi-organisasi pergerakan nasional yang muncul pada
saat itu. Tolong sebutkan dan jelaskan contoh organisasi-organisasi pergerakan nasional tersebut.

JAWAB :

1. Budi Utomo Pada tanggal 20 Mei 1908 didirikan sebuah organisasi yang diberi nama
Budi Utomo oleh para mahasiswa fakultas kedokteran (STOVIA) di Jakarta, mereka
adalah Sutomo, Suraji, Gunawan Mangunkusumo. Jika ditinjau dari sejarah Budi Utomo,
organisasi Budi Utomo merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Oleh
kerena itu organisasi ini sejak awal sudah menetapkan bidang pendidikan sebagai pusat
perhatiannya.

2. Sarekat Islam Pada tahun 1909 didirikan sebuah organisasi oleh para pedagang muslim
yang diprakarsai oleh H. Samanhudi dan R.M Tirtoadisuryo. Organisasi ini memiliki
tujuan sebagai pelindung hak-hak pedagang muslim dari aksi monopoli pedagang China.
Namun organisasi ini kemudian berkembang ke arah politik ketika dijabat oleh Haji
Oemar Said Tjokroaminoto yang kemudian organisasi ini berganti nama menjadi sarekat
Islam.

3. Indische Partij Pada tahun 1912 didirikanlah sebuah organisasi yang dipelopori oleh
Douwes Dekker yang bertujuan untuk menghapuskan kolonialisme serta eksploitasi
Belanda kepada bangsa Hindia Belanda yang disebut Indische Partij. Selanjutnya
Douwes mengajak Suwardi Suryaningrat dan Cipto mangunkusumo untuk memajukan
organisasi. Jika ditinjau dari sejarah Indische Partij, yang merupakan partai pertama yang
secara terang-terangan menuntut kemerdekaan Indonesia.

4. Muhammadiyah Pada tanggal 18 November 1912 didirikan sebuah organisasi yang


dipelopori oleh K.H Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Organisasi ini bertujuan untuk
memurnikan peribadatan ajaran agama Islam, gebrakan yang dilakukan organisasi ini
mendapat pengakuan dari pemerintahan dan sambutan dari rakyat melalui jalur
mendirikan sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan.

5. Perhimpunan Indonesia Pada tahun 1925 didirikan sebuah organisasi yang merupakan
perkembangan dari beberapa organisasi yang menyulut semangat mahasiswa, yang
kemudian organisasi ini semakin aktif dalam memberantas kolonialisme. Hal tersebut
terlihat dari keaktifannya dalam mengikuti Kongres Liga Demokrasi Perdamaian
Internasional di Paris pada tahun 1926, kemudian Perhimpunan Indonesia hadir dalam
Liga Anti Kolonial di Brussels

6. Partai Nasional Indonesia Pada tanggal 4 Juli 1927 didirikan sebuah organisasi yang
dipelopori oleh Ir. Soekarno dengan dibantu oleh mahasiswa yang melaksanakan studi di
Bandung, organisasi ini berdiri dengan tujuan untuk meraih kemerdekaan Indonesia, oleh
sebab itu organisasi ini termasuk organisasi yang radikal. Metode penyampaian dilakukan
melalui pertemuan akbar yang mengikutsertakan rakyat sehingga rakyat dapat belajar politik
secara langsung dari pemimpin.

SOAL :

Apa yang dimaksud dengan politi etis dan jelaskan isi dari politik etis!

JAWAB :
Politik etis adalah program peningkatan kesejahteraan rakyat di wilayah jajahan
Belanda. Dikenal dengan nama Trias Politica Van Denventer karena dibuat atas usulan
Van Denventer yang berisi 3 program, yaitu:
1) Irigrasi (pengairan)
2) Emigrasi (perpindahan penduduk)
3) Edukasi (pendidikan)

SOAL :

Apa yang dimaksud dengan perjuangan kooperatif dan nonkooperatif?

JAWAB :

Perjuangan kooperatif (moderat) adalah perjuangan bangsa Indonesia yang masih


mau bekerjasama dengan pihak Belanda, contohnya Budi Utomo, Sarekat Islam, dan
Indische Partij.
Perjuangan nonkooperatif (radikal) adalah perjuangan bangsa Indonesia yang tidak
mau bekerjasama dengan pihak Belanda, contohnya peperangan, PI, PKI, PNI.

SOAL :

Apa yang dimaksud dengan NASIONALISME

JAWAB :

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Pengertian Nasionalisme adalah paham atau
ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat nasional; kesadaran keanggotaan
dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai,
mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa
itu; semangat kebangsaan.

SOAL :

Tolong jelaskan mengenai Latar belakang munculnya nasionalisme di Indonesia.


SOAL :

Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya salah satu faktor kunci dari timbulnya semangat
nasionalisme merupakan hasil dari adanya organisasi-organisasi pergerakan nasional yang muncul pada
saat itu. Tolong sebutkan dan jelaskan contoh organisasi-organisasi pergerakan nasional tersebut.

SOAL :

Apa yang dimaksud dengan politi etis dan jelaskan isi dari politik etis!

SOAL :

Apa yang dimaksud dengan perjuangan kooperatif dan nonkooperatif?

SOAL :

Apa yang dimaksud dengan NASIONALISME