Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

INISIASI MENYUSUI DINI

Guna Memenuhi Tugas Praktek Klinik Maternitas


Dosen Pengampu : Ratifah, SST., M.Kes

Disusun Oleh:

Latifah Nurul Khasanah

P1337420218126

2C

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO

2020

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Bidang Studi : Maternitas


Topik : Inisiasi Menyusui Dini
Sub Topik : Cara Melakukan Inisiasi Menyusui Dini
Sasaran : Ibu Hamil
Hari/Tanggal : Kamis, 20 Februari 2020
Waktu : 20 menit
Tempat : Ruang Bersalin RSUD AJIBARANG

I. Identifiasi Masalah
ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan
anak. Berdasarkan penelitian, anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ
(Intelegensi Quosient) lebih rendah tujuh sampai delapan poin dibandingkan
dengan anak-anak yang diberi ASI. ASI juga berpengaruh pada kenaikan berat
badan yang baik setelah lahir dan menurunkan kemungkinan obesitas, karena
komposisi ASI sangat sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh bayi.
Pemberian ASI dalam satu jam pertama, bayi akan mendapatkan zat-zat gizi
yang penting dan mereka terlindung dari berbagai penyakit berbahaya pada masa
yang paling rentan dalam kehidupannya. Melihat begitu banyak manfaat yang
didapat dari pemberian ASI, maka pemberian ASI harus mendapat perhatian
yang besar.

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan selama 15 menit,
diharapkan sasaran dapat mengerti mengenai pentingnya Inisiasi Menyusui Dini.

2
III. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan selama 15 menit,
diharapkan sasaran akan dapat menjelaskan tentang :
1. Klien dapat menyebutkan pengertian IMD (A1)
2. Klien dapat menyebutkan 3 dari 5 tujuan IMD (A1)
3. Klien dapat menyebutkan 3 dari 7 manfaat IMD (A1)
4. Klien dapat menyebutkan 4 dari 8 syarat melakukan IMD (A1)
5. Klien dapat menyebutkan Tahapan IMD (A1)

IV. Materi
Terlampir

V. Media
1. Leaflet

VI. Metode
1. Penyuluhan
2. Tanya jawab

VII. Kegiatan Pembelajaran


No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 2 menit Pembukaan : Menjawab salam
1. Memberi salam mendengarkan dan
2. Perkenalan memperhatikan
3. Menjelaskan topik
penyuluhan
4. Menyebukan
materi/pokok bahasan
yang akan disampaikan

3
2. 10 menit Pelaksanaan : Menyimak dan
1. Menjelaskan materi memperhatikan
penyuluhan secara
berurutan dan teratur.
Materi :
a. Pengertian IMD
b. Tujuan IMD
c. Manfaat IMD
d. Syarat melakukan
IMD
e. Tahapan IMD
3. 4 menit Evaluasi : Menjawab pertnyaan
1. Mengevaluasi materi
yang telah disampaikan
dengan memberiakan
pertanyaan
2. Memberikan
reinforcement positif
4. 1 menit Penutup : Menjawab salam
1. Menyampaikan terima
kasih atas perhatian dan
waktu yang telah
diberikan kepada sasaran
2. Mengucapkan salam

4
VIII. LAMPIRAN MATERI
1. Pengertian
Inisiasi menyusui dini adalah proses membiarkan bayi menyusui sendiri
setelah kelahiran bayi. Bayi diletakkan di dada ibunya da bayi itu sendiri
dengan segala upayanya mencari putting untuk segera menyusui selama 1
jam (Yuliarti, 2010).
Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan kemampuan bayi mulai menyusu
sendiri segera setelah dia dilahirkan (Siswosuharjo, (…)).

2. Tujuan IMD
a. Kontak kulit dengan kulit membuat ibu dan bayi lebih tenang.
b. Saat IMD bayi menelan bakteri baik dari kulit ibu yang akan membentuk
koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlundungan diri.
c. Kontak kulit dengan kulit antara ibu dan bayi akan meningkatkan masih
sayang ibu dan bayi.
d. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan.
e. Mengurangi terjadinya anemia (Depkes RI, 2014)

3. Manfaat IMD
a. Ketika bayi diletakkan di dada ibunya, ia berada tepat di atas rahim ibu.
Hal itu membantu menekan plasenta dan mengecilkan rahim ibu.
Dengan begitu, perarahan ibu aka berhenti karena ada kontraksi rahim.
Melakukan IMD akan mengurangi angka perdarahan.
b. Rasa kasih sayang akan meningkat karena adanya kontak langsung
keduanya (kulit dengan kulit) (Yuliarti, 2010).
c. Menstimulasi hormone oksitoksin yang dapat membuat rahim kembali
ke ukuran semula. Merangsang hormone lain dapt meningkatkan
ambang nyeri, membuat perasaan rileks, bahagia, merangsang
pengeluaran ASI, serta lebih mencintai bayi.
d. Bagi bayi, IMD bisa meredakan ketegangan dan stress yang
kemungkinan terjadi selama proses kelahiran, memberi rasa nyaman,
dan aman.

5
e. IMD bisa menyelamatkan nyawa bayi. Faktanya, empat juta bayi
meninggal dalam usia 28 hari dalam satu tahun. Jika bayi segera disusui
dalam waktu satu jam pertama akan mengurangi angka risiko kematian
bayi.
f. Kehangatan dada bayi dapa menghangatkan bayi sehingga apabila bayi
diletakkan di dada ibunya segera setelah melahirkan dapat menurunkan
resiko hipoterma dan menurunkan angka kematian akibat kedinginan.
g. Kolostrum, cairan yang kaya akan antibody dan penting untuk
pertumbuhan usus dan ketahanan terhadap infeksi yang sangat
dibutuhkan bayi demi kelangsungan hidup (Siswosuharjo, (…), Roesli,
2008).
4. Syarat melakukan IMD
Tidak semua ibu dapat melakukan inisiasi menyusui dini. Bayi dan ibu yang
dapat melakukan inisiai menyusui dini harus memenuhi syarat/kriteria
sebagai berikut:
a. Lahir spontan, baik presentasi kepala maupun bokong.
b. Bila lahir dengan tindakan, maka inisiasi menyuui dini dilakukan setelah
bayi cukup sehat, refleks menghisap baik.
c. Bayi yang lahir dengan sectio cesarea dengan anestesia umum, inisiasi
menyusui dini dilakukkan segera setelah kondisi ibu dan bayi stabil.
d. Bayi tidak asfiksia setelah lima menit pertama (nilai apgar minimal 7).
e. Umur 37 minggu atau lebih.
f. Berat lahir 2000-2500 gram atau lebih.
g. Tidak terdapat tanda-tanda infeksi intrapartum.
h. Bayi dan ibu sehat (Wulan, 2011)
5. IMD setelah bedah Caesar
IMD tetap bisa dilakukan meskipun menjalani persalinan melalui proses
bedah Caesar. Memang tidak seperti pada persalinan normal IMD tidak bisa
diletakkan di atas perut ibu. Namun, ibu bisa diberikan anastesi spinal atau
epidural agar tetap dalam keadaan sadar. Kontak dapat dilakukan di ruangan
opera sesegera mungkin dengn cara bayi diletakkan di dada dan dilanjutkan
setelah berada di kamar perawatan. (Siswosuharjo, (…)).

6
6. Tahapan IMD
Langkah Inisiasi Menyusu Dini dalam Asuhan Bayi Baru Lahir

Langkah 1: Lahirkan, lakukan penilaian pada bayi, keringkan:


a. Saat bayi lahir, catat waktu kelahiran
b. Sambil meletakkan bayi di perut bawah ibu lakukan penilaian
apakah bayi perlu resusitasi atau tidak
c. Jika bayi stabil tidak memerlukan resusitasi, keringkan tubuh bayi
mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya dengan lembut tanpa
menghilangkan verniks. Verniks akan membantu menyamankan dan
menghangatkan bayi. Setelah dikeringkan, selimuti bayi dengan kain
kering untuk menunggu 2 menit sebelum tali pusat di klem.
d. Hindari mengeringkan punggung tangan bayi. Bau cairan amnion
pada tangan bayi membantu bayi mencari puting ibunya yang berbau
sama.
e. Periksa uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus
(hamil tunggal) kemudian suntikkan oksitosin 10 UI intra muskular
pada ibu.

Langkah 2: Lakukan kontak kulit ibu dengan kulit bayi selama paling
sedikit satu jam:
a. Setelah tali pusat dipotong dan diikat, letakkan bayi tengkurap di
dada ibu. Luruskan bahu bayi sehingga bayi menempel di dada ibu.
Kepala bayi harus berada di antara payudara ibu tapi lebih rendah dari
puting.
b. Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala
bayi.
c. Lakukan kontak kulit bayi ke kulit ibu di dada ibu paling sedikit
satu jam. Mintalah ibu untuk memeluk dan membelai bayinya. Jika
perlu letakkan bantal di bawah kepala ibu untuk mempermudah kontak
visual antara ibu dan bayi. Hindari membersihkan payudara ibu .
d. Selama kontak kulit bayi ke kulit ibu tersebut, lakukan Manajemen
Aktif Kala 3 persalinan.

Langkah 3: Biarkan bayi mencari dan menemukan puting ibu dan mulai
menyusu:
a. Biarkan bayi mencari, menemukan puting dan mulai menyusu
b. Anjurkan ibu dan orang lainnya untuk tidak menginterupsi menyusu
misalnya memindahkan bayi dari satu payudara ke payudara lainnya.
Menyusu pertama biasanya berlangsung sekitar 10-15 menit. Bayi
cukup menyusu dari satu payudara. Sebagian besar bayi akan berhasil
menemukan puting ibu dalam waktu 30-60 menit tapi tetap biarkan

7
kontak kulit bayi dan ibu setidaknya 1 jam walaupun bayi sudah
menemukan puting kurang dari 1 jam.
c. Menunda semua asuhan bayi baru lahir normal lainnya hingga bayi
selesai menyusu setidaknya 1 jam atau lebih bila bayi baru menemukan
puting setelah 1 jam.
d. Bila bayi harus dipindah dari kamar bersalin sebelum 1 jam atau
sebelum bayi menyusu, usahakan ibu dan bayi dipindah bersama
dengan mempertahankan kontak kulit ibu dan bayi.
e. Jika bayi belum menemukan puting ibu - IMD dalam waktu 1 jam,
posisikan bayi lebih dekat dengan puting ibu dan biarkan kontak kulit
dengan kulit selama 30-60 menit berikutnya.
f. Jika bayi masih belum melakukan IMD dalam waktu 2 jam, pindahkan
ibu ke ruang pemulihan dengan bayi tetap di dada ibu. Lanjutkan
asuhan perawatan neonatal esensial lainnya (menimbang, pemberian
vitamin K1, salep mata) dan kemudian kembalikan bayi kepada ibu
untuk menyusu.
g. Kenakan pakaian pada bayi atau tetap diselimuti untuk menjaga
kehangatannya. Tetap tutupi kepala bayi dengan topi selama beberapa
hari pertama. Bila suatu saat kaki bayi terasa dingin saat disentuh, buka
pakaiannya kemudian telungkupkan kembali di dada ibu dan selimuti
keduanya sampai bayi hangat kembali.
h. Tempatkan ibu dan bayi di ruangan yang sama. Bayi harus selalu dalam
jangkauan ibu 24 jam dalam sehari sehingga bayi bisa menyusu
sesering keinginannya (Depkes RI, 2010).

8
IX. EVALUASI
a. Prosedur : Post Test
b. Jenis Tes : Pertanyaan lisan

1. Apa yang dimaksud dengan IMD ?


2. Sebutkan tujuan dilakukannya IMD ?
3. Sebutkan manfaat IMD ?
4. Sebutkan syarat dilakukannya IMD?
5. Sebutkan tahapan dilakukannya IMD ?

9
DAFTAR PUSTAKA

Siswosuharjo, Suwignnyo, dkk. (…). Panduan Super Lengkap Hamil Sehat.

Jakarta: Penebar Plus+

Yuliarti, Nurheti. 2010. Keajaiban ASI - Makanan Terbaik untuk Kesehatan,


Kecedasan, dan Kelincahan Si Kecil. Yogyakarta: C.V Andi Offset
Depkes RI. 2014. Situasi dan Analisis ASI Ekslusif.
Depkes RI. 2010. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial. Jakarta:

Kementrian Kesehatan RI
Wulant, Dwitya. 2011. Inisiasi Menyusui Dini dengan Kelancaran ASI.
[ONLINE]. Tersedia: www.blogspot.com. [Diakses 21 Mei 2015]

10