Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

TEKNIK MENYUSUI YANG BAIK DAN BENAR

Guna Memenuhi Tugas Praktek Klinik Maternitas


Dosen Pengampu : Ratifah, SST., M.Kes

Disusun Oleh :

Latifah Nurul Khasanah


P1337420218126
2C

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Teknik Menyusui yang baik dan benar


Pokok Bahasan: Pendidikan Kesehatan pada Ibu Menyusui
Sasaran : Ibu Menyusui
Tempat : Ruang VK
Hari/Tanggal : Kamis, 20 Februari 2020
Waktu : 30 menit
Penyuluh : Latifah Nurul Khasanah
Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

A. Pendahuluan
Menyusui merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi ibu
sekaligus memberikan manfaat yang tidak terhingga pada anak (Yuliarti,
2009). Keberhasilan menyusui harus diawali dengan kepekaan terhadap waktu
yang tepat saat pemberian ASI. Kalau diperhatikan sebelum sampai menangis
bayi sudah bisa memberikan tanda-tanda kebutuhan akan ASI berupa gerakan-
gerakan memainkan mulut dan lidah atau tangan di mulut.
Kendala terhadap pemberian ASI telah teridentifikasi, hal ini
mencakup faktor-faktor seperti kurangnya informasi dari pihak perawat
kesehatan bayi, praktik-praktik rumah sakit yang merugikan seperti pemberian
air dan suplemen bayi tanpa kebutuhan medis, kurangnya perawatan tindak
lanjut pada periode pasca kelahiran dini, kurangnya dukungan dari masyarakat
luas (Maribeth Hasselquist, 2006).
Sehingga penulis menyusun makalah satuan acara penyuluhan
dengan tema Tekhnik Menyusui yang Baik dan benar, agar ibu menyusui
mampu menerapkan tekhnik menyusui yang baik dan benar pada bayi umur 0-
2 tahun.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta memahami tentang cara menyusui
yang baik dan benar
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan selama 30 menit diharapkan
peserta mampu:
a. Menjelaskan pengertian teknik menyusui yang benar
b. Menjelaskan posisi dan perlekatan menyusui yang benar
c. Menjelaskan persiapan memperlancar pengeluaran asi
d. Menjelaskan langkah-langkah menyusui yang benar
e. Menjelaskan cara pengamatan teknik menyusui yang benar
f. Menjelaskan lama dan frekuensi menyusui
C. Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian teknik menyusui yang benar
b. Posisi dan perlekatan menyusui yang benar
c. Persiapan memperlancar pengeluaran ASI
d. Langkah-langkah menyusui yang benar
e. Cara pengamatan teknik menyusui yang benar
f. Lama dan frekuensi menyusui
D. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
Pembukaan 5 menit Pembukaan acara oleh Mendengarkan dan
penyuluh: menjawab salam
1. Memberi salam
pembuka
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
dan menyebutkan
materi yang akan
diberikan
4. Kontrak waktu
Penyajian 15 menit 1. Menggali pengetahuan - Mendengarkan dan
peserta tentang teknik memberikan umpan
menyusui yang benar balik terhadap materi
2. Menjelaskan yang disampaikan.
pengertian teknik - Memperhatikan
menyusui yang benar dan dapat merieview
3. Menjelaskan posisi dan materi
perlekatan menyusui
yang benar
4. Menjelaskan persiapan
memperlancar
pengeluaran ASI
5. Menjelaskan langkah-
langkah menyusui
yang benar
6. Menjelaskan cara
pengamatan teknik
menyusui yang benar
7. Menjelaskan lama dan
frekuensi menyusui
Penutup 10 menit 1. Menyimpulkan hasil - Mengajukan
penyuluhan pertanyaan
2. Memberikan mengenai materi
kesempatan kepada yang kurang
peserta untuk bertanya dipahami.
3. Memberikan - Menjawab
pertanyaan kepada pertanyaan yang
peserta tentang materi diajukan.
dan memberikan - Feedback dari
reward bila dapat peserta dan
menjawab menjawab salam
4. Mengucapkan
terimakasih dan
memberikan salam
penutup
E. Media Penyuluhan
Leaflet
F. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
G. Materi
Terlampir
H. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
 Persiapan materi dan media penyuluhan
2. Evaluasi Proses
 Penyuluh dan peserta mampu menjalankan fungsi dan perannya
dengan baik.
 Peserta antusias dalam mendengarkan penyuluhan dengan kriteria :
tidak berbicara dengan peserta lainnya, menyimak penyaji dalam
menyampaikan materi, peserta aktif dalam diskusi dengan bertanya
dan menjawab pertanyaan yang diajukan penyaji.
3. Evaluasi Hasil
 Peserta mampu menjelaskan pengertian teknik menyusui yang benar
 Peserta mampu menjelaskan posisi perlekatan menyusui yang benar
 Peserta mampu menjelaskan persiapan memperlancar pengeluaran ASI
 Peserta mampu menjelaskan langkah-langkah menyusui yang benar
 Peserta mampu menjelaskan cara pengamatan teknik menyusui yang
baik dan benar
 Peserta mampu menjelaskan lama dan frekuensi menyusui
I. Daftar Pustaka
Dewi V.N.L, Sunarsih T. (2011). Asuhan kebidanan pada ibu nifas. Salemba
Medika: Jakarta
Prawiroharjo, Sarwono. (2008). Ilmu kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka
Sarwono Prawiroharjo
Simkin, Penny. (2008). Panduan Lengkap Kehamilan Melahirkan dan Bayi.
Jakarta : Arcan
Suraji, S. (2011). Panduan menyusui pas ibu. Bandung: Salemba Medika
Lampiran 1
Materi Penyuluhan
“Teknik Menyusui yang Baik dan Benar”

A. Pengertian Teknik Menyusui yang benar


Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi
dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Saminem,2009)
Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi
dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Suradi dan Hesti,
2010)
Teknik menyusui yang benar adalah kegiatan yang menyenangkan bagi
ibu sekaligus memberikan manfaat yang tidak terhingga pada anak dengan
cara yang benar (Yuliarti, 2010).
Tujuan menyusui yang benar adalah untuk merangsang produksi susu
dan memperkuat refleks menghisap bayi.
Jadi, Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI
kepada bayi dengan posisi ibu yang benar, sehingga memudahkan bayi untuk
menyusu.

B. Posisi dan perlekatan menyusui


Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara menyusui yang
tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring.

Gambar 1. Posisi menyusui sambil berdiri yang benar


Gambar 2. Posisi menyusui sambil duduk yang benar

Gambar 3. Posisi menyusui sambil rebahan yang benar

Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu
pasca operasi sesar. Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan posisi kaki
diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola
bila disusui bersamaan, dipayudara kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar
(penuh), bayi ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan
kepala bayi, dengan posisi ini bayi tidak tersedak (Vivian Nanny Lia Dewi,
Tri Sunarsih, 2011)

Gambar 4. Posisi menyusui balita pada kondisi normal

Gambar 5. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di ruang perawatan

Gambar 6. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di rumah


Gambar 7. Posisi menyusui bayi bila ASI penuh

Gambar 8. Posisi menyusui bayi kembar secara bersamaan


C. Persiapan memperlancar pengeluaran ASI
Persiapan mempelancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :
1. Membersihkan putting susu dengan air atau minyak , sehingga epital yang
lepas tidak menumpuk.
2. Putting susu di tarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk
memudahkan isapan bayi.
3. Bila putting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu.

D. Langkah –langkah menyusui yang benar


1. Cuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun.
2. Peras sedikit ASI dan oleskan disekitar puting .
3. Duduk dan berbaring sesuai posisi yang nyaman untuk ibu. jangan hanya
leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi harus lurus dan hadapkan
bayi kedada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan putting susu,
biarkan bibir bayi menyentuh putting susu ibu dan tunggu sampai terbuka
lebar .
4. Segera dekatkan bayi kepayudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah
bayi terletak dibawah puting susu. Cara meletakan mulut bayi dengan
benar yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar
dan bibir bayi membuka lebar.
5. Bayi disusui secara bergantian dari payudara sebelah kiri lalu kesebelah
kanan sampai bayi merasa kenyang.
6. Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi dibersihkan
dengan lap bersih yang telah direndam dengan air hangat.
7. Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang
terhisap bisa keluar.
8. Bila kedua payudara masih ada sisa ASI tahan puting susu dengan kain
supaya ASI berhenti keluar.

Gambar 9. Cara meletakan bayi

Gambar 10. Cara memegang payudara

Gambar 11. Cara merangsang mulut bayi


Gambar 12. Perlekatan benar

Gambar 13. Perlekatan salah

E. Cara Pengamatan Tekhik Menyusui yang benar


Menyusui dengan tekhnik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting
susu menjadi lecet dan asi tidak keluar secara optimal sehingga
mempengaruhi produksi ASI selanjut nya atau bayi enggan menyusu.
Apabila bayi telah menyusui dengan benar, maka akan memperlihatkan
tanda-tanda sebagai berikut:
1. Bayi tampak tenang.
2. Badan bayi menempel pada perut ibu.
3. Mulut bayi terbuka lebar.
4. Dagu bayi menemel pada payudar ibu.
5. Sebagian aerola masuk ke dalam mulut bayi, aerola bawah lebih banyak
yang masuk.
6. Hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu.
7. Mulut bayi mencakup sebanyak mungkin aerola ( tidak hanya putting
saja),lingkar aerola atas terlihat lebih banyak bila dibandingkan dengan
lingkar aerola bawah.
8. Lidah bayi menopang putting dan aerola bagian bawah .
9. Bibir bawah bayi melengkung keluar.
10. Bayi tampak menghisap kuat dengan irama perlahan.
11. Puting susu tidak terasa nyeri.
12. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
13. Kepala bayi agak menengadah.
14. Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang disertai
dengan berhenti sesaat.

F. Lama dan Frekuensi Menyusui


Sebaiknya tindakan menyusui bayi dilakukan disetiap bayi membutuhkan
karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus menyusui
bayinya bila bayi menangis bukan karena penyebab lain (BAK,
kepanasan/kedinginan, atau sekedar ingin didekap) atau ibu sudah merasa
perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara
sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2
jam. Pada awalnya, bayi tidak memiliki pola yang teratur dalam menyusui
dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu kemudian.
Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik karena isapan bayi
sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Dengan
menyusui tanpa jadwal dan sesuai kebutuhan bayi, akan mencegah timbulnya
masalah menyusui. Ibu yang bekerja dianjurkan agar lebih sering menyusui
pada malam hari. Bila sering disusukan pada malam hari akan memicu
produksi ASI.
Untuk menjaga keseimbangan ukuran kedua payudara, maka sebaiknya
setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara. Pesankan kepada ibu agar
berusaha menyusui sampai payudara terasa kosong, agar produksi ASI
menjadi lebih baik. Setiap kali menyusui, dimulai dengan payudara yang
terakhir disusukan. Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan
kutang (bra) yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak terlalu ketat.
(Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih, 2011).