Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH MIKROBIOLOGI

“Sel Eukariotik Yang Mikroskopis”

Disusun Oleh :

KELOMPOK 5

1. GUNAWAN SYAPUTRA G701 18 041

2. NINDAH AMIR G701 18 126

3. RISTA ASTRIANI MS G701 18 168

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS TADULAKO

2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesainya makalah yang berjudul "sel eukariotik dan mikroskopis " ini tepat
pada waktunya. Makalah ini kami susun berdasarkan arahan dan bimbingan
dosen pembimbing mikrobiologi.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut
terlibat secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini bisa
terselesaikan sebagaimana mestinya.

Kami menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu,
saran dan kritik yang membangun dari dosen, rekan-rekan mahasiswa dan semua
pihak sangat kami butuhkan untuk penyempurnaan makalah ini. Terimakasih.

Palu, 18 Februari 2020

KELOMPOK 5

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………..2

DAFTAR ISI………………………………………………………………….3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG…………………..…………………………..…….4

1.2 RUMUSAN MASALAH…….....…………………………………………5

1.3 TUJUAN ……………….…………………………………...…………….5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sel Eukariyote ………………………………………………..…………….6

2.2 Anatomi Sel Hewan Dan Tumbuhan ………………………..…..…………7

2.3 Organel-Organel Pada Sel Eukariotik………………………...…………….8

2.4 Pengertian Fungi (Jamur) …………………………….…………………….15

2.5 Reproduksi Fungi ……………......…………..………………..……………16

2.6 Ciri-Ciri Umum Divisi Dalam Kingdom Fungi ……........………....………16

2.7 Pengelompokkan Fungi ………………………………...…..………………17

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN……….....…………………………………….…………...22

3.2 SARAN…………………………………………………………………….22

DAFTAR PUSTAKA………………...……………………………………….24

3
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Pengembangan ilmu pada zaman dewasa ini sudah sangat luas dan banyak
hal yang terungkap oleh tangan-tangn ilmuan modern. Sudah banyak yang
mengetahui klasifikasi makhluk hidup yang ada di alam semesta ini, bahkan
luar angkasa sedikit banyak sudah bisa dipelajari. Namun setiap ilmu yang
telah kita peroleh baik dari tingkat sekolah maupun kuliah harus tetap diingat
dan diterapkan serta diulas kembali demi memperkaya ilmu pengetahuan.
Diantara banyaknya ilmu pengetahuan salah satunya adalah tentang sel. Satuan
terkecil dari kehidupan adalah sel. Dan sel itu sendiri sangat bervariasi mulai
dari sel prokariotik dan eukariotik, dan masing-masing dari sel tersebut masih
terdapat beberapa macam sel, yakni sel eukariotik adalah penyusun dari sel
hewan, sel tumbuhan dan sel fungi. Tiap sel mempunyai organel yang berbeda-
beda. Sel eukariotik sendiri merupakan sel yang memiliki membrane inti yang
dapat memisahkan daerah inti dengan daerah lain diluar daerah inti. Selain itu
sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks dengan ukuran yang lebih
besar pula terhadap sel prokariotik.

Adanya banyak membran intraseluler yang menyekat sel menjadi sejumlah


organel yang terpisah merupakan sifat utama sel eukariot. Tiap organel
mempunyai fungsi khusus yang diperlukan untuk memelihara sel. Retikulum
endoplasma yang halus dan kasar adalah struktur membran yang bertindak
sebagai tempat-tempat biosintesis protein nonsitoplasma dan hormon tertentu.
Kompleks golgi terdiri atas susunan membran yang licin dan terlibat dalam
pengolahan protein sekresi. Lisosom adalah struktur yang terkait membran
yang mengandung berbagai enzim hidrolitik yang penting bagi perombakan
bahan kompleks, antara lain pemusnahan mikroorganisme yang masuk
kedalamnya.

4
I.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud sel Eukariotik?


2. Bagaimana anatomi sel hewan dan tumbuhan?
3. Apa saja organel-organel pada sel eukariotik?
4. Apa yang dimaksud dengan fungi?
5. Bagimana proses reproduksi fungi?
6. Bagaimana ciri-ciri divisi dalam kingdom fungi?
7. Bagimana pembagian pengelompokkan fungi?

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian sel Eukariotik.


2. Untuk mengetahui anatomi sel hewan dan tumbuhan.
3. Untuk mengetahui organel-organel pada sel eukariotik.
4. Untuk mengetahui pengertian fungi.
5. Untuk mengetahui proses reproduksi fungi.
6. Untuk mengetahui ciri-ciri divisi dalam kingdom fungi.
7. Untuk mengetahui pembagian kelompok fungi.

5
BAB II

PEMBAHASAN

II.1 SEL EUKARIYOTE

Sel yang merupakan penyusun dari mahluk hidup khususnya pada


hewan, tumbuhan dan fungi adalah sel eukariotik. Eukariotik adalah
organisme dengan sel kompleks, didalamnya terdapat bahan-bahan genetika
yang kemudian disusun menjadi nuclei yang terikat oleh membrane.
Eukariotik sendiri berasal dari bahasa yunani, eu dan karyon yang memiliki
arti sebenarnya dan inti (sel yang memiliki membrane inti sejati ), sehingga
Sel ini memiliki membrane plasma yang dapat memisahkan antara daerah inti
sel dengan daerah lainya. struktur tubuhnya terbentuk secara kompleks dan
lebih besar dari pada sel prokariotik. Secara umum ukuran pada sel eukariotik
berdiameter 10-100 µ. Selain itu, sel eukariotik juga bisa hidup dalam
keadaan lingkungan yang basa dan melakukan pembelahan sel secara
aseksual maupun reproduksi seksual melalui proses fusi sel. Sel eukariotik
yang terdapat pada hewan dan tumbuhan berbeda khususnya pada organel-
organel didalam sel , seperti sentrosom, lisosom dan sentriol flagella( namun
ada pada beberapa jenis sperma tumbuhan) adalah organel yang dimiliki sel
hewan namun tidak ada dalam sel tumbuhan. Selain itu, ada beberapa
organel lainya yang dimiliki oleh sel tumbuhan namun tidak dimiliki oleh sel
hewan yakni kloroplas, dinding sel dan vakuola. Berikut adalah gambaran
dari sel hewan dan sel tumbuhan :

6
II.2 ANATOMI SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

Struktur sel pada sel prokariotik dan sel eukariokit berbeda, pada sel
eukariotik sendiri yakni sel hewan, sel tumbuhan dan sel fungi juga memiliki
perbedaan. Berikut adalah anatomi dari sel tumbuhan dan sel hewan :

SEL HEWAN

SEL TUMBUHAN

7
II.3 ORGANEL-ORGANEL PADA SEL EUKARIOTIK

1. Nukleus

Nukleus ( Terdapat pada sel hewan maupun tumbuhan serta


fungsinya yang sama) Nukleus merupakan organel yang berperan penting
dalam pengontrolan seluruh aktivitas yang terjadi didalam sel, sehingga
sering disebut sebagai pusat kendali atau otak. Didalam inti sel ini terdapat
materi genetic yang berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan yakni
DNA(asam deoksiribonukleat) dan Kromosom. DNA eukariota disimpan
dalam kumpulan kromosom yang tersimpan di dalam nukleus yang
terbungkus membran nucleus. nucleus ini terbentuk atas :

 Nukleolus merupakan daerah yang berwarna gelap yang berfungsi


dalam pembentukan protein dari RNA(asam ribonukleat) serta ikut
berperan dalam produksi ribosom
 Kromatin merupakan materi dalam nucleus yang tersusun atas protein
dan DNA yang akan tampak sebagai kromosom ketika sel mengalami
pembelahan.
 Membran nuklir adalah selubung berpori yang berguna sebagai tempat
masuknya zat dan pelindung dari inti itu sendiri serta menjadi ciri
khas dari sel hewan dan bersambung dengan RE
 Nukleoplasma merupakan cairan padat dari protein yang ada dalam
nucleus yang mengandung kromatin dan ketika memadat membentuk
kromosom sekaligus gen yang membawa informasi turun-temurun.

2. Sistem endomembran

Sel eukariotik memiliki beragam struktur yang dibatasi membrane


yang sering disebut system endomembran. System endomembran
berfungsi membentuk membrane untuk membatasi sel dan membrane
plasma. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen, tiap komponen
menghubungkan dengan membrane plasma baik satu waktu maupun lain

8
waktu. Komponen endomembrane : Reticulum endoplasma, Badan golgi,
Lisosom, peroksisom

a) Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma ( Terdapat pada sel hewan maupun


tumbuhan serta fungsinya yang sama) Jejaring kantong dan tabung
bermembrane berbentuk jala adalah bentuk dari RE. Kantung ini
disebut cisternae, organel ini berasal dari kata reticulum “ jaringan’’dan
endoplasmic yang berarti ’’didalam sel’’,organel ini juga berperan aktif
dalam sintesis membrane dan proses sintesis sekaligus proses metabolic
lain. RE memiliki bagian yang halus atu agranuler (berperan untuk
mensintesis lipid, glikogen, kolesterol, dan gliserida, serta membantu
dalam detoksifikasi zat-zat berbahaya dalam sel) dan kasar atu granuler
(ditempeli oleh ribosom sehingga bertanggung jawab untuk memegang
protein terbentuk di ribosom).

b) Badan Golgi

Badan golgi ( Terdapat pada sel hewan maupun tumbuhan serta


fungsinya yang sama) Badan golgi atau aparatus golgi adalah organel
polimorfik yang membranya berbentuk kantong pipih yakni pembuluh,
gelembung kecil dan bentukan seperti mangkok. Organel ini aktif
dalam sintesis , modifikasi, pemilahan dan sekresi produk-produk sel.
Setiap sel hewan terdapat 10 hingga 20 badan golgi sedangkan pada sel
tumbuhan terdapat ratusan badan golgi. Pada sel tumbuhan badan golgi
sering disebut sebagai diktiosom, Lebih spesifikainya adalah berperan :

 Pembentukan vesikula ekskretorius (kantong pembungkus zat yang


akan di keluarkan dari sel)
 Pembentukan membrane plasma, dinding sel (pektin, hemiselulosa,
dan selulosa yang dibentuk dalam badan golgi), pembentukan akrosom
pada sperma, kuning telur pada sel telur dan lisosom.

9
 Tempat memodifikasi protein serta menyortir dan memaket
molekul-molekul untuk sekresi sel.

c) Lisosom

Lisososm (Terdapat pada sel hewan ) Lisosom adalah organel


pencerna berupa kantong sebagai tempat makromolekul dihidrolisis dan
tersusun atas enzim yang terpisah menjadi komponen yang dapat
digunakan pada tingkat sel. Masalah sampah dan partikel makanan bias
dicerna dalam lisosom dan diekskresikan melalui vakuola.

d) Peroksisom

Peroksisom (Terdapat pada sel hewan maupun tumbuhan serta


fungsinya yang sama) Organel seperti kantong-kantong yang memiliki
membrane tunggal adalah peroksisom. Organel ini berisi berbagai enzim
dan yang paling khas enzim katalase yang berfungsi mengkatalis
perombakan hydrogen peroksida menjadi air. Organel ini merupakan salah
satu organel yang berperan dalam berbagai fungsi metabolic yang
terspesialisasi serta perubahan lemak menjadi karbohidrat.

3. Ribosom
Ribosom ( Terdapat pada sel hewan maupun tumbuhan serta
fungsinya yang sama) Ribosom merupakan kompeks (titik-titik coklat
kecil) yang berguna dalam sintesis protein (transkripsi dan translasi).
Biasanya ribosom mengambang bebas dalam sitosol atau menempel pada
RE kasar maupun selaput nucleus.

Tempat di mana ribosom terletak adalah salah satu perbedaan


antara ribosom bebas dan terikat. Ribosom bebas terletak di dalam
sitoplasma sel. Mereka tidak melekat pada struktur apapun, tetapi mereka
mungkin mengelompokkan bersama-sama dengan ribosom lain untuk
membentuk polysomes. Dalam sitoplasma, ribosom adalah mengambang
bebas. Mereka bisa bergerak di sekitar sel.

10
Ribosom terikat terletak pada permukaan retikulum endoplasma.
Retikulum endoplasma yang mengandung ribosom digambarkan sebagai
retikulum endoplasma kasar karena permukaan bergelombang. Ribosom
terikat tidak bisa bergerak ke area lain dari sel. Mereka yang melekat pada
sisi sitosol dari retikulum endoplasma.

Jenis-jenis protein yang diproduksi oleh ribosom lain adalah salah


satu perbedaan antara ribosom bebas dan terikat. Ribosom bebas
menghasilkan protein yang digunakan oleh sel. Ini termasuk protein yang
digunakan untuk metabolisme makanan. Ribosom bebas menghasilkan
enzim yang terlibat dalam metabolisme glukosa.

Ribosom terikat memproduksi protein yang diangkut keluar dari


sel. Ini termasuk protein yang diperlukan untuk fungsi tertentu, seperti
enzim pencernaan. Ribosom terikat juga memproduksi hormon
polipeptida. Beberapa protein yang diproduksi oleh ribosom terikat
digunakan dalam membran sel dan pada permukaan luar sel. Reseptor
permukaan dan protein sel sinyal yang diproduksi oleh ribosom terikat.

4. Mitokondria

Mirokondria ( Terdapat pada sel hewan maupun tumbuhan serta


fungsinya yang sama) Tempat berlangsungnya respirasi sel sekaligus
menjadi penghasil sebagian besar ATP merupakan beberapa fungsi dari
mitokondria. Organel ini adalah organel yang independen yang memiliki
DNA, RNA dan ribosom yang merupakan replikasi dan duplikasi diri.
Organel ini disebut rumah mesin dari sel sekaligus menjadi organel paling
besar dalam sel. Membran mitokondria tersusun atas dua bagian ruang,
yakni :

 Ruang intermembran : ruangan diantara membrane luar dan


membrane dalam. Membrane terluar dari organel ini berstruktur halus
sedangkan pada bagian membrane dalam berupa lekukan yang sering

11
disebut kista. Semua molekul kecil bisa melewati membrane luar tapi
tidak bisa untuk protein dan molekul besar.
 Matriks mitokondria : merupakan ruangan yang berada dalam
membrane dalam mitokondria yang dijadikan tempat metabolisme
serta mengandung enzim untuk proses siklus kreb dan oksidasi
lemak. Selain enzim, di dalamnya terdapat butiran protein yang
disintesis sendiri dengan bantuan DNA, ribosom dan beberapa jenis
RNA.

5. Plasma Membran
Plasma membran (Terdapat pada sel hewan maupun tumbuhan serta
fungsinya yang sama). Membrane sel merupakan bagian paling luar dari
sel yang bersifat semipermeable dan selektifpermeable yakni mengatur
setiap zat yang akan keluar dan masuk kedalam sel. Membrane sel terdiri
atas fosfolipid (orange) dan protein (biru). Pada fosfolipid sendiri disusun
atas kepala hidrofilik (suka air) dan dua ekor hidrofobik(sukar air). Selain
itu protein juga dibagi atas dua macam yakni protein integral dan protein
porifer.
6. Sitoplasma
Matriks atau gel zat atau cairan yang mengisi ruang sel yang
bersifat koloid yakni tidak cair maupun padat dan tersusun atas air dan
protein material. Sitoplasma adalah lokasi utama dimana proses
kehidupan terjadi.
7. Flagella dan Silia

Flagella dan silia ( Terdapat pada sel hewan ) Merupakan organel


lokomosi yang biasanya terdapat pada sel hewan yang berfungsi sebagai
alat gerak pada sel. Organel ini disusun dari kumpulan mikrotubulus yang
menjulur keluar pada membrane plasma. Zat silia bergerak dalam
pernapasan dan pencernaan pada hewan multiseluler. Silia juga bekerja
pada Pendengaran dan sel-sel reproduksi untuk bergerak dan sensasi.
Pada sel tumbuhan tidak terdapat alat gerak seperti flagella atau silia.

12
8. Sentrosom

Sentrosom (Terdapat pada sel hewan ) Sentrosom merupakan


wilayah dalam sel sebagai tempat mikrotubulus sel bermula. organel ini
mengandung dua sentriol berbentuk bintang yang berfungsi memulai
pembelahan sel yakni dalam penarikan kromosom ke arah kutub baik
secara mitosis maupun meiosis. Sentriol juga berperan dalam mengatur
geometri sel dan orientasi, karakteristik ini menjadi sangat penting selama
perkembangan embrio organisme.

9. Mikrovili

Mikrovili (Terdapat pada sel hewan) : Penjuluran yang


meningkatkan luas permukaan sel. “Mikrovili” adalah bentuk pural;
“Microvillus” adalah bentuk tunggal. Mikrovili adalah bentuk seperti jari
yang berproyeksi di luar permukaan sel. Tidak semua sel memiliki
mikrovili. Fungsi mereka adalah untuk meningkatkan luas permukaan sel,
yang merupakan daerah di mana difusi material baik ke dalam, dan keluar
dari sel bisa dilakukan

10. Sitoskeleton

Sitoskeloton (Terdapat pada sel hewan ) Sitoskeleton ikut berperan


dalam pergerakan sel dan memperkuat bentuk sel. Komponen organel ini
tersusun atas protein serta mencakup : mikrofilamen, filament intermediet
dan mikrotubulus. sel-sel hewan yang mengandung sitoskeleton fleksibel
terdiri dari filamen aktin, antara filament tebal dan mikrotubulus berongga.

11. Vakuola

Vakuola (Terdapat pada sel tumbuhan ) Vokuola merupakan


tempar cadangan makanan, menyimpan pigmen dan menyimpan sisa
metabolisme. Vakuola pada sel tumbuhan sangat besar serta bersifat
menetap. Vakuola dibatasi oleh membrane yang disebut sebagai tonoplas.

13
Mekanisme pertahanan hidup tumbuhan bergantung bagaimana
kemempuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut didalamnya.

12. Plastida

Plastida (Terdapat pada sel tumbuhan ) Organel pada sitoplasma


memiliki ukuran dan bentuk yang berfariasi. Pad asel tumbuhan berbunga
biasnya berbentuk piringan kecil bikonfeks.beberapa macam organel ini
berdasarkan warna :

 eukoplast(tidak berwarna) : biasanya terdapat pada sel yang jarang


terkena oleh sinar matahari sepertidibagian paling dalam atau bewah
tanah. Organel berperan sebagai pusat sintesis dan penyimpanan
cadangan makanan seperti pat
 kloroplas( berklorofil) : pigmen hijau yang berasal dari berbagai
campuran zat pada tumbuhan. Perananya menangkap energy cahaya
yang digunakan sebagai fotosintesis.
 Kromoplas : pigmen selain hijau yang menimbulkan warna pada
bagian-bagian tumbuhan

13. Plasmodesmata

Plasmodesmata (Terdapat pada sel tumbuhan ) Noktah pada bagian


dinding sel yang tidak mengalami penebalan yang tersusun atas benang-
benang protoplasmic halus merupakan bentuk plasmodesmata.Organel ini
dapat menembus pori-pori kecil pada dinding sel prime sekaligus dengan
adanya lamella tengah yang berdekatan antar sel dapat menyambugkan
kedu sel tersebut. Plasmodesmata merupakan organel yang mempermudah
jalanya transportasi bahan-bahan dari satu sel ke sel lainya tanpa harus
melalui selput-selaput hidup.

14. Dinding sel

Dinding sel (Terdapat pada sel tumbuhan ) Dinding sel tersusun


atas selulosa dan derivat-derivatnya. Dinding sel tumbuhan memiliki

14
struktur yang kompleks karena mempunyai tiga bagian fundamental yang
dapat dibedakan yaitu lamella tengah, dinding sel primer dan dinding sel
sekunder, namun pada dinding sel sekunder tidak semua sel
mempunyainya, hanya terdapat pada tipe-tipe tertentu. Lapisan perekat
yang menyekat antara dinding primer sel satu dengan yang lain yang
bersebelahan adalah lamella, sedangkan dinding sel primer itu sendiri
adalah dinding sel sejti yang tebentuk pertama kali oleh sel baru. Dinding
sel primer ini tersusun atas selulosa dan hemiselulosa.

15. Glioksisom

Glioksisom berada pada bagian tanaman seperti jaringan


penyimpanan lemak dari biji yang sedang berkecambah. Organel ini
tersusun atas enzim yang mampu mengubah lemak menjadi gula, pada
proses ini pula terbentuk energy yang diperlukan dalam perkecambahan.

II.4 PENGERTIAN FUNGI (JAMUR)

Fungi(jamur) adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau


banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang
tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk
hidup, Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri,ia tidak termasuk
dalam kindom protista,monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil,
jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari
organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan
bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya. Umumnya jamur hidup
secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai menjadi
bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh
bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis
mutualisme(yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan
untung).

15
II.5 REPRODUKSI FUNGI

Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan


membentuk tunas, dan secara seksual dengan membentuk spora askus.
Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel
membentukbenang seperti kapas, yang disebut benang hifa. Dalam
perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa
(fragmentasi), membentuk spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan
konidia. Secara seksual melalui pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina
sehingga terbentuk spora askus atau spora sidium.

Zoospora atau spora kembara adalah spoa yang dapat bergerak di


dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora
biasanya hidup di lingkungan yang lembab atau berair.

Endospora adalah spoa yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap
tinggal di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh.

Spora askus atau askospora adalah spora yang dihasilkan melalui


perkawinan jamur ascomycota. Askospora terdapat dalam askus, biasanya
berjumlah 8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan kelompok jamur
Basidimycota disebut basidispora. Basidispoa terdapat di dalam basidium,
dan biasanya berjumlah empat spora.

Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat


melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak
konidia. Jika telah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.

II.6 Ciri-Ciri Umum Divisi Dalam Kingdom Fungi

1. Tubuh uniseluler atau multiseluler,


2. Dinding sel mengandung kitin,
3. Fungi atau jamur termasuk organisme eukariotik yang tidak berkhlorofil,
bersifat heterotrofik.

16
4. Jamur multiseluler tersusun atas rangkaian sel-sel yang membentuk
benang dengan sekat ( septa ) atau tanpa sekat melintang, disebut hifa.
Hifa dapat berfungsi sebagai : penyerap makanan yang dilakukan oleh
miselium (kumpulan hifa).
5. Berdasarkan sumber makanannya Fungi ada yang bersifat parasitik dan
ada yang bersifat saprofitik.
6. Fungi yang hidup parasitik mendapat makanannya dari bahan organik
yang masih menjadi bagian dari inang yang hidup. Beberapa Fungi ini
menyebabkan penyakit pada tanaman, hewan dan manusia.
7. Beberapa fungi mampu bersimbiosis mutualisme dengan organisme lain
yaitu hidup bersama dengan organisme lain agar saling mendapatkan
keuntungan, misalnya akar dari kebanyakan tanaman mengembangkan
hubungan yang saling menguntungkan untuk membentuk mikoriza.
Mikoriza mampu meningkatkan kapasitas penyerapan nutrient dari akar
tanaman.
8. Dengan alat reproduksi, misalnya sporangium dan konidium Reproduksi
jamur uniseluler secara : aseksual membentuk tunas, atau membentuk
spora. Sedangkan seksual dengan membentuk spora askus / askuspora.
9. Reproduksi jamur multiseluler secara aseksual dengan cara fragmentasi
menghasilkan spora aseksual. Sedangkan reproduksi seksual dengan
peleburan inti jantan dan betina, akhirnya membentuk spora askus atau
spora basidium.

II.7 PENGELOMPOKKAN FUNGI

1. Divisi Zygomycota

Tubuh Zygomycota terdiri dari benng hifa yang bersekat


melintang, ada pula yang tidak bersekat melintang. Hifa bercabang-cabang
banyak dan dinding selnya mengandung kitin.

17
Contoh jamur ini adalah jamur yang tumbuh pada tempe, selain itu
ada juga yang hidup secara saprofit pada rotin, nasi, dan bahan makanan
lainnya. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit
busuk pada ular jalar.

Jamur Zygomycota berkembangbiak secara aseksual dengan spora.


Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung
membentuk spoangium. Sporangium yang masuk berwarna hitam.
Spoangium kemudian pecah dan spora tersebar, spora jatuh di tempat yang
sesuai akan tumbuh membentuk benang baru.

Reproduksi secara seksual dilakukan sebagai berikut :


dua hifa yakni hifa betina (hifa -) dan hifa jantan (hifa +) betemu,
kemudian inti jantan dan inti betina melebu, terbentuk zigot yang
berdinding tebal. Zigot menghasilkan kota spora yang disebut
zigosporangium dan sporanya disebut zygospora. Zygospora mengalamai
dormansi (istirahat) selama 1-3 bulan. Setelah itu zigospora akan
berkecambah membentuk hifa. Hifa jantan dan betina hanya istilah saja ,
dan disebut jantan, jika hifanya memberi isi sel, disebut betina kalau
menerima isi sel.

2. Divisi Ascomycoata

Ciri Khusus dari jamur Ascomycota adalah dapat menghasilkan


spora askus (askospora), yaitu spora hasil repoduksi seksual, berjumlah 8
spora yang tersimpan di dalam kotak spoa. Kotak spora ini menyerupai
kantong sehigngga disebut askus, untuk mengetahui bentuk dan stuktu
askus dibutuhkan pengamatan yang teliti.

a.Reproduksi secara sesksual

Reproduksi secara seksual dapat dijelaskansecara ingkas sebagai


berikut. Hifa yang bercabang-cabang ada yang berdifensiasi
membentuk alat reproduksi betina yang ukurannya menjadi lebh besar,
yang disebut askogonium. Di dekatnya , dari ujung hifa lain terbentuk

18
alat repoduksi jantan yang disebut anteridium berinti haploid(n
kromosom). Dari askogonium tumbuh saluran yang menghubungkan
antara askogonium dan anteridum. Saluran itu disebut trikogin. Melalui
saluran trikogin inilah inti sel dari anteidium pindah dan masuk ke
dalam askogonium. Selanjutnya, inti anteridium dan inti askogonium
berpasanga. Setelah terbentuk pasangan inti, dari askogonium tumbuh
beberapa hifa. Hifa ini disebut sebagai hifa askogonium . Nah inin yang
berpasangan itu masuk ke dalam askogonium ,kemudian membelah
secara mitosis, namun tetap saja berpasangan. Setelah memasuki inti
hifa askogonium teus tumbuh, membentuk sekat melintang, dan
bercabang-cabang banyak. Di ujung-ujung hifa askogonium ini terdapat
dua int. Ujung hifainilah yang kelak akan membentuk askus. Cabang-
cabang hifa itu dibungkus oleh miselium, bentuknya kompak,yang
mudah menjadi tubuh buah atau askokarp.

Dua inti di dalam askus yang berasal dari ujung hifa itu
membelah secara meiosis membentuk 8 buah spoa. Jadi, spoa tersebut
terbentuk di dalam askus, karena itulah disebut spora askus. Spora
askus dapat tersebar kemana-mana karena angin. Jika jatuh di tempat
yang sesuai spora askus akan tumbuh menjadi benag hifa baru.

b.Reproduksi Secara Aseksual

Selain reproduksi secara seksual, jamur ini juga melakukan


perkembangbiakkan secara aseksual melalui pembentukan tunas,
pembentukan konidia, fragmentas. Warna spora dan konidia bemacam-
macam. Ada yang hitam,coklat, bahkan kebiruan, dan juga ada yang
merah oranye.

Ukuran tubuh Ascomycota ada yang mikroskopis (satu sel), ada


yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata). Golongan jamur ini ada
yang hidup saprofit, parasit dan ada pula yang bersimbiosis.

3. Divisi Basidiomycota

19
Jamur Basidiomycota umumnya merupakan jamur makroskopik,
dapat dilihat dengan mata karena ukuannya yang besar. Pada musim
penghujan dapat kita temukan pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur
pohon, atau di tanah yang banyak mengandung bahan oganik, misalnya
jamur barat.

Bentuk tubuh buahnya kebanyakan mirip payung misalnya pada


jamur merang yang kalian amati. Basidiomycota ada yang dibudayakan
misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake, dan lainnya, jamur-
jamur tersebut merupakan makan yang bergizi tinggi.

Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu


(monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya berada pada substrat.
Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau
bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Bagian tubuh buah inilah
yang enak dimakan. Tubuh buah atau basidiokarp merupakan tempat
tumbuhnya basidium. Setiap basidium menghasilkan 4 spora basidum.
4. Divisi Deuteromycota

Telah dibahas sebelumnya bahwa jamu yang epoduksi seksualnya


menghasilkan askus digolongkankedalam Ascomycota dan yang
menghasilkan basidium digolobgkan kedalam Basidiomycota. Akan tetapi
belum semua jamu yang dijumpai di alam telah diketahui cara repoduksi
seksualnya. Kira-kira terdapat sekitar 1500 jenis jamur yang belum
diketahui cara reproduksi seksualnya. Akibat dari hal ini Tidak ada yang
bisa menggolongkan 1500 jamur tersebut. Jamur yang demikian untuk
sementara waktu digolongkan ke dalam Deuteromycota atau “jamur tak
tentu”. Jadi Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sejati atau bukan
takson. Jika kemudian menurut penelitian ada jenis dari jamu ini yang
diketahui proses reproduksi seksualnya,maka akan dimasukkan ke dalam
ascomycota atau Basidiomycota. Sebagai cotnoh adalah jamur oncom
yang mula-mula jamur ini berada di divisi deuteromycota dengan nama

20
Monilla Sithophila. Namun setelah diteliti ternyata jamur ini menghasilkan
askus sehingga dimasukkan ke dalam Ascomycota.

21
BAB III

PENUTUP

III.1 KESIMPULAN

1. Sel eukariotik merupakan sel penyusun dari jaringan hewan, jaringan


tumbuhan dan jaringan fungi. Setiap masing-masing sel berbeda baik
organelnya maupun struktur bentuknya, misalnya organel pada sel hewan
seperti sentrosom, lisosom dan sentriol flagella hanya terdapat pada sel
hewan dan tidak ditemukan organel tersebut pada sel tumbuhan. Dan
sebaliknya sel tumbuhan juga memiliki organel yang tidak dimiliki oleh
sel hewan yakni kloroplas, dinding sel dan vakuola.
2. Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup
eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu
menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memperbanyak diri
secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa
dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh
menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara
membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak
spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora.
Jamur juga berperan dalam kehidupan yaitu sebagai pengurai atau
dekompuser jasad yang sudah mati dan membebaskan zat zat kimia kea
lam selain itu jamur juga berperan dalam kehidupan manusia seperti
pembuatan temped an sebagainya

II.2 SARAN

Seperti makalah umumnya sudah pasti tidak lepas dari yang


namanya kritik dan kesalahan dalam pembuatan dan penulisanya. Ini
semua dikarenakan keterbatasan kemampuan penyusun dalam menyusun
makalah ini. Namun penyusun akan berjanji dan berusaha untuk belajar
dan merperbaiki kesalahan dalam pembuatan makalah. Oleh karena itu

22
penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar
dalam pembuatan makalah yang selanjutnya dapat lebih baik baik lagi.
Penyusun siap menerima kritik dan saran yang diberikan.

23
DAFTAR PUSTAKA

Campbell,Reece.2008. Biologi.Jakarta:Erlangga

Campbell, dkk. 2003. Biologi jilid 2. Jakarta: Erlangga

Mitchell,Reece.2003. Biologi.Jakarta:Erlangga

Odum, Eugene P. 1996. Dasar-dasar Ekologi; Edisi Ketiga.Yogyakarta. Gadjah

Mada University Press, Penerjemah Samingan, Tjahjon

Pelzar, Michael J., Jr.2005.Dasar-Dasar Mikrobiologi.UI Press.Jakarta

Pratiwi, S.T, 2008. Mikrobiologi farmasi. Erlangga: Jakarta.

Sasmitamihardja, Drajad, dkk. 1990. Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Bandung:

FMIPA ITB.

24