Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN ASUHAN KEFARMASIAN

RSUD Asy-Syifa’
Sumbawa Barat
Ditetapkan oleh :
JUDUL Direktur,
TUMOR MAMAE

dr. Carlof
NIP. 19820124 201001 1 014
1. Pengertian (Definisi) Keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar
dan jaringan penunjang payudara (sesuaikan dengan
PPK)
2. Asesmen Kefarmasian 1.Mengumpulkan data dan informasi spesifik terkait
pengobatan pasien
 Riwayat pengobatan pasien, riwayat penyakit,
riwayat alergi obat
2. Menentukan problem farmakoterapi pasien
3. Menentukan kebutuhan farmakoterapi pasien
 Kebutuhan antibiotik,
4. Mendesain regimen pengobatan pasien
 Jenis dan durasi pemberian antibiotik, terapi
simptomatis diberikan sampai keluhan teratasi,
3. Identifikasi DRP (Drug 1. pemilihan antibiotik
Related Problem)
2. dosis dan lama pemberian obat antibiotik

3. efek samping obat; merusak jantung, syaraf, dan hati

4. interaksi obat : interaksi obat dengan obat atau obat


dengan makanan

5. kepatuhan pasien
dalam mengkonsumsi antibiotik sampai habis atau
sesuai intruksi dokter.

4. Intervensi 1. Rekomendasi pemilihan antibiotik, perubahan terapi


berdasarkan hasil lab, kondisi klinis
2. pemantauan terapi antibiotik
3. Monitoring efek samping obat
4. Memberikan rekomendasi alternatif terapi jika ada
interaksi obat
4. Monitoring dan Evaluasi Gejala Klinis dan hasil laboraturium.
Disesuaikan dengan yang AB

5. Edukasi dan Informasi kepatuhan pemakaian antibiotik untuk menghindari


terjadinya resistensi antibiotik

6. Penelaah Kritis Apoteker klinis


7. Indikator Tidak ada tanda-tanda infeksi.
8. Kepustakaan
Putra, SR. Buku Lengkap Kanker Payudara. Yogyakarta:
Laksana; 2015

Tim CancerHelps. Stop Kanker. Jakarta: AgroMedia


Pustaka; 2010
PANDUAN ASUHAN KEFARMASIAN

RSUD Asy-Syifa’
Sumbawa Barat
Ditetapkan oleh :
JUDUL Direktur,
Batu Vesiko Urinalis

dr. Carlof
NIP. 19820124 201001 1 014
1. Pengertian (Definisi) Terbentuknya batu yang disebabkan oleh pengendapan
substansi yang terdapat di dalam air kemih yang jumlahya
berlebihan atau factor lain yang mempengaruhi daya larut
substansi.
2. Asesmen Kefarmasian 1.Mengumpulkan data dan informasi spesifik terkait
pengobatan pasien
 Riwayat pengobatan pasien, riwayat penayakit, riwayat
alergi obat
2. Menentukan problem farmakoterapi pasien
 Pemeriksaan keluhan/gejala, pemeriksaan klinis
3. Menentukan kebutuhan farmakoterapi pasien
 Kebutuhan antibiotic, analgesic yang diberikan
4. Mendesain regimen pengobatan pasien
 Regimen dosis, aturan pakai, cara pemberian antibiotik,
terapi simptomatis diberikan sampai keluhan teratasi
3. Identifikasi DRP (Drug 1. pemilihan antibiotik,dan analgetik
Related Problem)
2. dosis dan lama pemberian obat antibiotik, analgesik

3. obat yang harus dihentikan sebelum tindakan aspirin,


antiplatelet, antikoagulan, NSAID, ACEI, ARB

4. efek samping obat; mual muntah ,diare pusing

5. interaksi obat

6. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi antibiotik


sampai habis atau sesuai instruksi dokter
4. Intervensi
1. Rekomendasi pemilihan antibiotikdan analgetik
2. Pemantauan terapi antibiotik dan analgetik
3. Monitoring efek samping obat
4.Memberikan rekomendasi alternatif terapi jika ada
interaksi obat
5. Monitoring dan Evaluasi Gejala klinis dan hasil laboraturium
Target terapi tercapai
Efek samping obat
6. Edukasi dan Informasi 1. kepatuhan pemakaian antibiotik untuk menghindari
terjadinya resistensi antibiotic
2. obat-obat yang harus dihentikan bila dilakukan tindakan
aspirin, antiplatelet, antikoagulan, NSAID, ACEI, ARB
7. Penelaah Kritis Apoteker klinik
8. Indikator
1. nyeri teratasi

9. Kepustakaan Sherwood, Lauralee. 2001. Human Physiology:From Cells


to System.
Penerbit buku Kedokteran EGC. Cetakan I. Jakarta.
PANDUAN ASUHAN KEFARMASIAN

RSUD Asy-Syifa’
Sumbawa Barat
Ditetapkan oleh :
JUDUL Direktur,
Close Fraktur Distal Radius Tipe Collose

dr. Carlof
NIP. 19820124 201001 1 014
Pengertian (Definisi) Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan
ditentukan sesuai jenis dan luasnya. (Brunner & Suddarth,
Buku Ajar Medikal Bedah, 2002, hal. 2357). Fraktur adalah
patah tulang biasanya disebabkan oleh trauma atau
tenaga fisik (Sylvia A., Patofisiologi, 1995). Fraktur
radius adalah fraktur yang terjadi pada tulang radius akibat
jatuh dan tangan menyangga dengan siku ekstensi.
(Brunner & Suddarth, Buku Ajar Medikal Bedah, 2002, hal.
2372).
Asesmen Kefarmasian 1.Mengumpulkan data dan informasi spesifik terkait
pengobatan pasien
 Riwayat pengobatan pasien, riwayat penayakit, riwayat
alergi obat
2. Menentukan problem farmakoterapi pasien
 Pemeriksaan keluhan/gejala, pemeriksaan foto x-ray
3. Menentukan kebutuhan farmakoterapi pasien
 Kebutuhan antibiotic, analgesic yang diberikan
4. Mendesain regimen pengobatan pasien
 Regimen dosis, aturan pakai, cara pemberian antibiotik,
terapi simptomatis diberikan sampai keluhan teratasi
Identifikasi DRP (Drug 1. pemilihan analgetik,
Related Problem)
2. dosis dan lama pemberian obat analgetik

4. efek samping obat; mual muntah ,diare pusing

5. interaksi obat
6. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi analgetik
sesuai instruksi dokter

Intervensi
1. Rekomendasi pemilihan analgetik
2. Pemantauan terapi analgetik
3. Monitoring efek samping obat
4.Memberikan rekomendasi alternatif terapi jika ada
interaksi obat
Monitoring dan Evaluasi Gejala klinis, hasil foto x-ray
Edukasi dan Informasi Kepatuhan pemakaian obat untuk mengatasi rasa nyeri
Penelaah Kritis Apoteker klinik
indikator Di sesuaikan dengan edukasi
Kepustakaan Brunn Bruner and Suddarth (2002). Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah. Edisi 8 volume 3, Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Price, Sylvia. A (1995). Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-
proses Penyakit. Edisi 4 buku 2. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Pengaruh Terapi Music
Terhadap Skala Nyeri pada Pasien Fraktur di Irina A
RSUP Prof. R.D.
Kandou Manado. e-Journal Keperawatan (eKp). Vol.3,
No.2: 1-6.
PANDUAN ASUHAN KEFARMASIAN

RSUD Asy-Syifa’
Sumbawa Barat
Ditetapkan oleh :
JUDUL Direktur,
Abses

dr. Carlof
NIP. 19820124 201001 1 014
Pengertian (Definisi) Abses adalah kumpulan nanah dalam suatu rongga yang
terjadi akibat adanya suatu proses infeksi bakteri piogenik
yang terdapat dibawah jaringan, organ, atau pada ruang-
ruang kosong.

Asesmen Kefarmasian 1.Mengumpulkan data dan informasi spesifik terkait


pengobatan pasien
 Riwayat pengobatan pasien, riwayat penayakit, riwayat
alergi obat
2. Menentukan problem farmakoterapi pasien
 Pemeriksaan keluhan/gejala, pemeriksaan klinis,
3. Menentukan kebutuhan farmakoterapi pasien
 Kebutuhan antibiotic, analgesic yang diberikan
4. Mendesain regimen pengobatan pasien
 Regimen dosis, aturan pakai, cara pemberian antibiotik,
terapi simptomatis diberikan sampai keluhan teratasi
Identifikasi DRP (Drug 1. pemilihan antibiotik,dan analgetik
Related Problem)
2. dosis dan lama pemberian obat antibiotik, analgesik

4. efek samping obat;

5. interaksi obat

6. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi antibiotik


sampai habis atau sesuai instruksi dokter
Intervensi
1. Rekomendasi pemilihan antibiotik dan analgetik
2. Pemantauan terapi antibiotikdan analgetik
3. Monitoring efek samping obat
4.Memberikan rekomendasi alternatif terapi jika ada
interaksi obat
Monitoring dan Evaluasi Gejala klinis
Laboratorium, foto x-ray
Edukasi dan Informasi Kepatuhan pemakaian penggunaan antibiotik
Penelaah Kritis Apoteker klinik
Indicator Tidak ada tanda – tanda infeksi
Kepustakaan Abcess. Available at: URL:http://www.humpath.com
2004. Accessed May 12, 2007.
PANDUAN ASUHAN KEFARMASIAN

RSUD Asy-Syifa’
Sumbawa Barat
Ditetapkan oleh :
JUDUL Direktur,
Ileus Obstruksi

dr. Carlof
NIP. 19820124 201001 1 014
Pengertian (Definisi) Ileus adalah gangguan/hambatan pasase isi usus yang
merupakan tanda adanya obstruksi usus akut yang segera
membutuhkan pertolongan atau tindakan.

Asesmen Kefarmasian 1.Mengumpulkan data dan informasi spesifik terkait


pengobatan pasien
 Riwayat pengobatan pasien, riwayat penayakit, riwayat
alergi obat
2. Menentukan problem farmakoterapi pasien
 Pemeriksaan keluhan/gejala, pemeriksaan klinis
3. Menentukan kebutuhan farmakoterapi pasien
 Kebutuhan antibiotic, analgesic yang diberikan
4. Mendesain regimen pengobatan pasien
 Regimen dosis, aturan pakai, cara pemberian antibiotik,
terapi simptomatis diberikan sampai keluhan teratasi
Identifikasi DRP (Drug 1. pemilihan antibiotik,dan analgetik
Related Problem)
2. dosis dan lama pemberian obat antibiotik, analgesik

3. obat yang harus dihentikan sebelum tindakan aspirin,


antiplatelet, antikoagulan, NSAID, ACEI, ARB

4. efek samping obat; mual muntah ,diare pusing

5. interaksi obat

6. kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi antibiotic


Intervensi
1. Rekomendasi pemilihan antibiotikdan analgetik
2. Pemantauan terapi antibiotikdan analgetik
3. Monitoring efek samping obat
4.Memberikan rekomendasi alternatif terapi jika ada
interaksi obat
Monitoring dan Evaluasi Usg, CT.scan
Laboratorium
Target terapi tercapai
Edukasi dan Informasi 1. kepatuhan pemakaian antibiotik untuk menghindari
terjadinya resistensi antibiotic
2. obat-obat yang harus dihentikan bila dilakukan tindakan
aspirin, antiplatelet, antikoagulan, NSAID, ACEI, ARB
Penelaah Kritis Apoteker klinik
Indicator Tidak ada tanda tanda infeksi
Kepustakaan Faradilla, Nova 2009. Ileus Obstruksi
http://www.scribd.com/ileus_obstruktif.

Guyton A.C.,Hall J.E.2005a. Buku Ajar Fisiologi


Kedokteran, edisi ke-9. Jakarta: EGC