Anda di halaman 1dari 18

A.

Judul
Identifikasi Lemak

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaa


1. Praktikum dan pengamatan Uji Ketidakjenuhan, Uji Gliserol, dan Uji
Salkowski dilaksanakan pada:
Hari, tanggal : Kamis, 26 Oktober 2017
Pukul : 07.00 – 09.30 WIB
Tempat : Laboratorium Fisiologi FPMIPA A UPI
2. Praktikum dan pengamatan Uji Saponifikasi, dan Uji Asam Lemak Bebas
dilaksanakan pada:
Hari, tanggal : Kamis, 01 November 2017
Pukul : 07.00 – 09.30 WIB
Tempat : Laboratorium Fisiologi FPMIPA A UPI

C. Tujuan
1. Uji Ketidakjenuhan bertujuan untuk menguji adanya ikatan rangkap pada
lemak.
2. Uji Gliserol bertujuan untuk menguji adanya kandugan akrolein aldehid
pada lemak.
3. Uji Salkowski bertujuan untuk menguji adanya kandungan kolesterol.
4. Uji Saponifikasi bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan sabun
dengan mereaksikan lemak dan KOH.
5. Uji Asam Lemak Bebas bertujuan untuk mengetahui adanya asam lemak
bebas pada beberapa jenis lemak.

D. Landasan Teori
Lemak umumnya merupakan senyawa yang tidak larut dalam pelarut
polar misalnya air, tetapi larut dalam pelarut non polar, misalnya kloroform,
eter, alkohol, dan pelarut non polar lainnya. Lemak (Lipid) bukan merupakan
senyawa polimer. Senyawa yang tergolong lipida dicirikan dengan strukturnya
yang khas: memiliki kepala yang bersifat polar dan ekor hidrokarbon yang
bersifat non polar (Suhara, 2008).

Lemak merupakan bahan padat pada suhu ruang disebabkan kandungannya


yang tinggi akan asam lemak jenuh yang tidak memiliki ikatan rangkap,
sehingga mempunyai titik lebur yang lebih tinggi (Winarno, 1993).
Menurut Suhara (2008) asam lemak yang umum dijumpai bersifat tidak
larut di dalam air, di dalam NaOH dan KOH encer dapat mengubah asam
lemak menjadi sabun.
Reaksi penyabunan (saponifikasi) :
RCOOH + NaOH RCOONa + H20
Asam lemak sabun
Saponifikasi adalah reaksi yang terjadi ketika minyak atau lemak
dicampur dengan alkali yang menghasilkan sabun dan gliserol. Prinsip dalam
proses saponifikasi, yaitu lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan
gliserol dan sabun mentah. Proses pencampuran antara minyak dan alkali
kemudian akan membentuk suatu cairan yang mengental, yang disebut dengan
trace. Pada campuran tersebut kemudian ditambahkan garam NaCl. Garam
NaCl ditambahkan untuk memisahkan antara produk sabun dan gliserol
sehingga sabun akan tergumpalkan sebagai sabun padat yang memisah dari
gliserol (Gebelein, 2005).

E. Alat dan Bahan


1. Uji Ketidakjenuhan
Tabel E.1a Alat yang digunakaan saat praktikum
No. Alat Jumlah
1. Tabung reaksi 8 buah
2. Pipet tetes 3 buah
3. Label 8 lembar
4. Gelas ukur 1 buah
5. Rak tabung reaksi 1 buah
6. Spatula kecil 2 buah

Tabel E.1b Bahan yang digunakaan saat praktikum


No. Bahan Jumlah
1. Larutan Chloroform 16 ml
No. Bahan Jumlah
2. Larutan Bromin 40 tetes
3. Asam stearat Secukupnya
4. Kolesterol Secukupnya
5. Asam oleat Secukupnya
6. Gliserol Secukupnya
7. Mentega Secukupnya
8. Minyak Secukupnya
9. Margarin Secukupnya

2. Uji Gliserol
Tabel E.2a Alat yang digunakaan saat praktikum
No. Alat Jumlah
1. Tabung reaksi 8 buah
2. Pipet tetes 3 buah
3. Label 8 lembar
4. Rak tabung reaksi 1 buah
5. Spatula kecil 2 buah
6. Pembakar spirtus 1 buah

Tabel E. 2b Bahan yang digunakan saat praktikum


No. Bahan Jumlah
KHSO4 Setinggi 0,5 cm pada
1.
tabung reaksi
2. Asam stearat Secukupya
3. Kolesterol Secukupya
4. Asam oleat Secukupya
5. Gliserol Secukupya
6. Mentega Secukupya
7. Minyak Secukupya
8. Margarin Secukupya

3. Uji Salkowski
Tabel E. 3a Alat yang digunakan saat praktikum
No. Alat Jumlah
1. Tabung reaksi 8 buah
2. Pipet tetes 3 buah
3. Label 8 lembar
4. Rak tabung reaksi 1 buah
5. Spatula kecil 2 buah

Tabel E. 3b Bahan yang digunakan saat praktikum


No. Alat Jumlah
1. H2SO4 16 ml
2. Chloroform 16 ml
3. Asam stearat Secukupya
4. Kolesterol Secukupya
5. Asam oleat Secukupya
6. Gliserol Secukupya
No. Bahan Jumlah
7. Mentega Secukupnya
8. Minyak Secukupya
9. Margarin Secukupya

4. Uji Saponifikasi
Tabel E.4a Alat yang digunakan saat praktikum
No. Alat Jumlah
1. Tabung reaksi 4 buah
2. Pipet tetes 2 buah
3. Label 4 lembar
4. Rak tabung reaksi 1 buah
5. Spatula kecil 1 buah
6. Water bath 1 buah

Tabel E.4b Bahan yang digunakan saat praktikum


No. Bahan Jumlah
1. Asam stearat Secukupya
2. Akuades 10 ml
3. Asam stearat Secukupnya
4. KOH Alkoholik 2 ml

5. Uji Asam Lemak Bebas


Tabel E.5a Alat yang digunakan saat praktikum
No. Alat Jumlah
1. Tabung reaksi 6 buah
2. Pipet tetes 3 buah
3. Label 6 lembar
4. Rak tabung reaksi 1 buah
5. Gelas ukur 2 buah

Tabel E.5b Bahan yang digunakan saat praktikum


No. Bahan Jumlah
1. Asam stearat Secukupya
2. Kolesterol Secukupya
3. Asam oleat Secukupya
4. Gliserol Secukupya
5. Mentega Secukupya
6. Minyak Secukupya
7. Margarin Secukupya
8. Phenolptalein 10 tetes setiap tabung
reaksi
9. Larutan eter 16 ml
F. Langkah Kerja
1. Uji Ketidakjenuhan

Gambar F.1 Langkah kerja uji ketidakjenuhan


2. Uji Gliserol

Gambar F.2 Langkah kerja uji gliserol


3. Uji Salkowski

Gambar F.3 Langkah kerja uji salkowski


4. Uji Saponifikasi

Gambar F.4 Langkah uji saponifikasi


5. Uji Asam Lemak Bebas

Gambar F.5 Langkah kerja uji asam lemak bebas


G. Hasil Pengamatan
1. Uji Ketidakjenuhan
Tabel G.1 Hasil pengamatan uji ketidakjenuhan
No Lemak Sebelum diberikan Bromin Setelah diberikan Hasil Pengamatan
Bromin
1. Larutan Jenuh
Strearat

Gambar G.1
Setelah diberikan
Bromin
2. Larutan Tidak Jenuh
Kolesterol

Gambar D.1.1 Sebelum Gambar G.2


diberikan Bromin Setelah diberikan
Bromin
3. Asam Tidak Jenuh
Oleat

Gambar G.3
Setelah diberikan
Bromin
4. Gliserol Jenuh

Gambar G.4
Setelah diberikan
Bromin
5. Mentega Tidak Jenuh

Gambar G.5Setelah
diberikan Bromin
6. Minyak Tidak Jenuh

Gambar G.6
Setelah diberikan
Bromin
No Lemak Sebelum diberikan Bromin Setelah diberikan Hasil Pengamatan
Bromin
7. Margarin Tidak Jenuh

Gambar G.7
Setelah diberikan
Bromin

2. Uji Gliserol
Tabel G.2 Hasil uji gliserol
Reaksi Gambar Hasil Pengamatan
Keterangan
No. Lemak (Akrolein Sebelum Reaksi Sesudah Reaksi
(Aroma)
aldehid )

Asam Karet
1. -
stearat terbakar

Gambar G.1a. Asam Gambar G.1b. Asam


stearat stearat
(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4,
2017) 2017)

Alumunium
2. Kolesterol -
terbakar

Gambar G.2a Gambar G.2b.


Kolesterol Kolesterol
(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4,
2017) 2017)

Asam
3. - Lembing
oleat

Gambar G. 3a. Asam Gambar G. 3b Lemak C


oleat
Reaksi Gambar Hasil Pengamatan
Keterangan
No. Lemak (Akrolein Sebelum Reaksi Sesudah Reaksi
(Aroma)
aldehid )
(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4,
2017) 2017)

4. Gliserol + Sawo

Gambar G. 4a. Gliserol Gambar G. 4b Gliserol


(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4,
2017) 2017)

5. Mentega - Ikan asin

Gambar G. 5a Mentega Gambar G.5b. Mentega


(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4,
2017 2017

6. Minyak - Sawo

Gambar G.6a. Minyak Gambar G. 6b Minyak


(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4,
2017 2017

Margarin
7. Margarin - yang
dibakar

Gambar G.7a Margarin Gambar G.7b Margarin


(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4,
2017 2017
3. Uji Salkowski
Tabel G.3 Hasil pengamatan uji salkowski
No Lemak Sebelum Hasil Pengamatan Indikator Keterangan
direaksikan
1. Larutan - bening
Strearat

Gambar G. 1a Asam Gambar G. 1bAsam


stearat stearat
(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4, 2017)
2017)

2 Larutan + Merah
Kolesterol kecoklatan

Gambar G. 2a Gambar G. 2b Kolestrol


Kolesterol (Dok. Kelompok 4, 2017)
(Dok. Kelompok 4,
2017)

3 Asam + Merah
Oleat kecoklatan

Gambar G. 3b Asam Gambar G. 3b Asam


Oleat Oleat
(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4, 2017)
2017)
Gliserol + bening
4
Gambar G. 4a Gambar G. 4b Gliserol
Gliserol (Dok. Kelompok 4, 2017)
(Dok. Kelompok 4,
2017)

5 Mentega + Merah
kecoklatan

Gambar G. 5a Gambar G.5b Mentega


Mentega (Dok. Kelompok 4, 2017)
(Dok. Kelompok 4,
2017
6 Minyak + Merah
kecoklatan

Gambar G. 6a Gambar G. 6b Minyak


Minyak (Dok. Kelompok 4, 2017)
(Dok. Kelompok 4,
2017
7 + Merah
kecoklatan

Gambar G. 7a Gambar G. 7b Margarin


Margarin (Dok. Kelompok 4, 2017)
(Dok. Kelompok 4,
2017
4. Uji Saponifikasi
Tabel G.4 Hasil pengamatan uji saponifikasi
No Larutan Sebelum Sabun + Larutan Indik Keteran
direaksikan lain ator gan
1. Larutan ++
Sabun +
Pb asetat
Terdapat
endapan
pekat dan
Gambar G. 4.1a Larutan Gambar G. 4.1b Larutan
menyebar
sabun + Pb asetat sabun + Pb asetat
(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4, 2017)
2017)
2. Larutan +++
Sabun +
CaCl2 Terdapat
endapan
dibagian
bawah
Gambar G.4.2a Larutan Gambar G.4.2b Larutan
sabun + CaCl2 sabun + CaCl2
(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4, 2017)
2017)
3. Larutan ++
sabun +
MgCl2 Terdapat
endapan
dan
terdapat
Gambar G.4.3a Larutan Gambar G.4.3b Larutan busa
sabun + MgCl2 sabun + MgCl2
(Dok. Kelompok 4, (Dok. Kelompok 4, 2017)
2017

5. Uji Asam Lemak Bebas


Tabel G.5 Hasil pengamatan uji asam lemak bebas
No. Larutan Sebelum diberi Sesudah diberi Keterangan Warna
Lemak Phelnolptalein Phenolptalein
1. Asam Bening
Stearat

Gambar G.5.1a Asam Gambar G.5.1b Asam


stearat stearat
(Dok.Kelompok 4, 2017) (Dok.Kelompok 4, 2017)
No. Larutan Sebelum diberi Sesudah diberi Keterangan Warna
Lemak Phelnolptalein Phenolptalein
2. Kolesterol Pink

Gambar G.5.2a Gambar G.5.2b


Kolesterol Kolesterol
(Dok.Kelompok 4, 2017) (Dok.Kelompok 4, 2017)
3. Asam Bening
Oleat

Gambar G.5.3a Asam Gambar G.5.3b Asam


oleat oleat
(Dok.Kelompok 4, 2017) (Dok.Kelompok 4, 2017)
4. Gliserol Bening

Gambar G.5.4a Gliserol Gambar G.5.4b Gliserol


(Dok.Kelompok 4, 2017 (Dok.Kelompok 4, 2017)
5. Mentega Pink

Gambar G.5.5a Mentega Gambar G.5.5b Mentega


(Dok.Kelompok 4, 2017) (Dok.Kelompok 4, 2017)
6. Minyak Pink

Gambar G.5.6a Minyak Gambar G.5.6b Minyak


(Dok.Kelompok 4, 2017) (Dok.Kelompok 4, 2017)
No. Larutan Sebelum diberi Sesudah diberi Keterangan Warna
Lemak Phelnolptalein Phenolptalein
7. Margarin Pink

Gambar G.5.7a Margarin Gambar G.5.7b Margarin


(Dok.Kelompok 4, 2017) (Dok.Kelompok 4, 2017)

H. Pembahasan
1. Uji Ketidakjenuhan
Berdasrkan praktikum, larutan Chloroform dan lipid yang telah
diberi Bromin namun tidak berubah warna mengindikasikan jika pada
larutan tersebut terdapat ikatan rangkap dua yang berarti mengandung
Asam lemak tak jenuh, pada pengamatan yang telah dilakukan larutan
Stearat dan Gliserol berubah warna dari warna bening menjadi merah
setelah dicampur Bromin yang artinya pada larutan ini mengandung
Asam lemak jenuh dan tidak ada ikatan rangkap dua.
Sedangkan pada larutan Kolesterol, oleat, mentega, minyak dan
margarin larutan berwarna bening sebelum diberikan Bromin begitu
juga setelah diberikan Bromin warna larutan tidak menunjukan warna
merah, namun putih bening dan kekuningan yang artinya mengandung
Asam lemak jenuh dan ikatan rangkap dua.
2. Uji Gliserol
Berdasarkan praktikum, Aroma yang dihasilkan mirip seperti bau
sawo. Pada uji gliserol yang telah dilakukan, terindikasi bahwa hanya
Gliserol dan minyak yang memiliki bau seperti bau sawo tersebut. Prinsip
dari uji gliserol adalah adanya aroma akrolein aldehid. Pada Asam stearat
menghasilkan bau seperti karet terbakar, koleterol seperti bau alumunium
terbakar, Asam oleat seperti bau lembing, mentega seperti bau ikan asin,
dan margarin seperti bau margarin yang dibakar.
Reaksi gliserol:

CH2 CH2

CHOH + KHSO4 CH + 2 H2O

CH2OH CHO
Gliserol Akrolein
3. Uji Salkowski
Uji salkowski dilakukan untuk mengidentifikasi ada tidaknya
kolesterol pada larutan. Chroloform dan larutan H2SO4 dicampurkan dengan
volume yang sama ke dalam bahan lemak yang disiapkan. Larutan asam
sulfat pekat akan menguraikan ikatan ester pada lipid.
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan terhadap ketujuh larutan
yaitu Asam oleat, Asam stearat, Gliserol, Kolesterol, Margarin, Mentega,
Minyak. Diantaranya dua larutan Asam oleat dan Gliserol bereaksi negatif,
dimana tidak ditemukan warna merah kompleks pada larutan melaikan masih
tetap bening. Sedangkan larutan Asam stearat, Kolesterol, Margarin, Mentega
dan Minyak bereaksi positif dimana terdapat warna merah kecoklatan yang
menandakan bahwa di dalam larutan tersebut terdapat kolesterol.
4. Uji Saponifikasi
Asam Stearat merupakan lipid yang dapat membentuk sabun, proses
terjadinya pembentukan sabun ditandai dengan adanya buih ketika
dikocok. Berdasarkan pengamatan kelompok kami senyawa KOH bereaksi
positif dalam proses saponifikasi.
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, Larutan sabun
yang ditambahkan larutan Pb-asetat menghasilkan endapan pekat dan
menyebar. Larutan sabun yang ditambahkan CaCl2 menghasilkan endapan
pekat didasar tabung, Sedangkan larutan sabun yang ditambahkan MgCl
menghasilkan sedikit endapan dan busa hal ini dikarenakan larutan Mg
lebih mudah larut daripada senyawa lainnya.
Reaksi saponifikasi:

5. Uji Asam Lemak Bebas


Berdasarkan hasil praktikum, 3 dari 7 larutan lemak, yaitu Asam
stearat, Asam oleat, dan Gliserol termasuk ke dalam asam lemak bebas.
Dikarenakan ketika larutan diberi phenolptalein yang telah ditambahkan
alkali, warna pink yang diberikan phenolptalein hilang. Indikator asam
lemak bebas sendiri yaitu hilangnya warna pink sehingga memiliki asam
lemak bebas. Dengan termasuknya asam lemak bebas, larutan Asam
Osteat, Asam Oleat, dan Gliserol positif mengandung gliserol. Empat
larutan lainnya masih memiliki warna pink namun kadar kepekatan
warnanya berbeda.
I. Kesimpulan
1. Uji Ketidakjenuhan
Pada praktikum Uji Ketidakjenuhan ini dapat disimpulkan bahwa
larutan yang telah diberikan Bromin tidak terjadi perubahan warna artinya
larutan tersebut mengandung rangkap dua dan termasuk Asam lemak tak
jenuh. Sedangkan pada larutan yang berubah warna setelah diberikan
Bromin mengindikasikan larutan tersebut tidak mengandung ikatan
rangkap dan termasuk Asam lemak jenuh.
2. Uji Gliserol
Cara mengetahui keberadaan kandungan akrolein aldehid di dalam lipida
dapat dilakukan dengan cara pengujian gliserol. Larutan/padatan lipida
yang telah disiapkan kemudian ditambah dengan KHSO4 dan kemudian
dibakar dengan menggunakan pembakaran spirtus sampai mendidih
memiliki ciri khas bau seperti sawo. Jadi, larutan/padatan lipida yang
memiliki bau seperti bau sawo setelah dibakar kandungan lipida tersebut
memiliki kandungan akrolein aldehid.
3. Uji Salkowski
Berdasrkan hasil praktikum yang telah dilakukan terhadap ketujuh
larutan, dua larutan diantaranya yaitu asam oleat dan gliserol bereaksi negatif,
dimana tidak ditemukan warna merah kompleks pada larutan yang berarti
larutan tersebut tidak terdapat kolesterol. Sedangkan larutan asam stearat,
kolesterol, margarin, mentega dan minyak bereaksi positif dimana terdapat
warna merah kompleks pada larutan yang menandakan bahwa di dalam larutan
tersebut terdapat kolesterol.
4. Uji Saponifikasi
Berdasarkan hasil praktikum maka dapat disimpulkan bahwa larutan
yang terdapat endapan, termasuk kedalam larutan sabun. Dari data diatas
maka dapat disimpulkan bahwa larutan sabun ditambahkan Pb-asetat
positif mengandung sabun sedangkan senyawa lainnya kurang baik jika
dijadikan sabun.
5. Uji Asam Lemak Bebas
Berdasarkan hasil praktikum 7 larutan lemak, 3 darinya termasuk
ke dalam asam lemak bebas. Karena warna pink yang diberikan oleh
phenolptalein menghilang. Dengan begitu, 3 larutan ini positif
mengandung gliserol. Larutan tersebut adalah Asam Osteat, Asam Oleat,
dan Gliserol.
DAFTAR PUSTAKA
Gebelein. (2005). Chemistry and Our World. USA: Brown Publisher
Suhara. (2008). Dasar-dasar Biokimia. Bandung: PRISMA PRESS Prodaktama.
Winarno, F.G. (1993). Pangan Gizi Teknologi dan Konsumen. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.