Anda di halaman 1dari 6

EFEKTIFITAS LATIHAN SENAM YOGATERHADAP PROSES INVOLUSI

UTERUS IBU NIFAS DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN WILAYAH


KABUPATEN BOGOR

Rasumawati*) ; Marlynda Happy Nurmalita Sari1


Jurusan Kebidanan; Poltekkkes Kemenkes Jakarta I ;
1
Jurusan Kebidanan; Poltekkes Kemenkes Semarang

ABSTRAK
Proses perubahan masa nifas ini seharusnya berjalan normal namun kadang - kadang tidak sehingga dapat
menimbulkan komplikasi nifas salah satunya proses involusi yang tidak berjalan dengan baik. Senam
yoga akan memulihkan kembali kekuatan otot dasar panggul, mengencangkan otot-otot dinding perut
dan perineum, akan merangsang kontraksi rahim, sehingga kontraksi uterus akan semakin baik,
pengeluaran lokia akan lancar yang akan berpengaruh terhadap proses involusi rahim. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektifitas senam yoga terhadap involusi uterus. Design penelitian
menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre test-post test control design. Didapatkan hasil
involusi uterus paling cepat 6 hari dan paling lama 14 hari. Analisa bivariat dengan uji korelasi dan uji
T independen didapatkan umur ibu diperoleh nilai r = 0,277 dan nilai P value = 0,032, lama persalinan r
= 0,351 dan nilai P value = 0,006. Ibu yang melakukan senam yoga rata-rata involusi uterus 8,97 hari
sedangkan pada ibu yang tidak melakukan senam yoga rata-rata involusi uterus TFU 13,70 hari dengan
nilai P value 0,0005. Hasil akhir multivariat dilakukan uji regresi linier ganda hasil coefisien β 4,8 dengan
P value 0,0005 dan koefisien determinasi (R square) menunjukkan nilai 0,82 serta nilai beta 0,922.
Kesimpulannya bahwa ibu yang melakukan senam hamil involusi uterus rata-rata akan lebih cepat
sebesar 4,8 hari setelah dikontrol variabel umur dan lama persalinan, dan model regresi yang diperoleh
dapat menjelaskan 82,3% variasi involusi uterus sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain.
Variabel senam menunjukkan nilai beta 0,922 berarti variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap
involusi uterus adalah senam yoga.

Kata Kunci: Senam yoga, Involusi uterus; Masa Nifas

ABSTRACT

The postpartum recovery period should go normally but sometimes it does not, and it can cause
postpartum complications, one of which is the process of involution that does not go well. Yoga exercise
will restore the strength of the pelvic floor muscles, tighten the muscles of the abdominal wall and
perineum, and stimulate the contractions of the uterus, so that the contractions will get better, the removal
of lochia will be smooth, which will affect the process of uterine involution. This research aims to
determine the efficacy of yoga exercises on the involution of the uterus. Quasi-experimental design is
used in this research with the approach of the pre-post test control design. Univariate results from uterine
involution could be obtained at the latest 6 days and at the most 14 days. Bivariate analysis with
correlation test and independent T test has obtained the following results: mother's age, r value = 0.277
and P value = 0.032, labor duration r = 0.351 and P value = 0.006. The mothers who did the yoga exercise
had an average uterine involution of 8.97 days while those who did not do yoga exercise had the average
uterine involution of TFU 13.70 days with P value of 0.0005. The final results of multivariate was further
examined using multiple linear regression test resulting in β coefficient of 4.8 with P value of 0.0005 and
the coefficient of determination (R square) showing the value of 0.82 and beta value of 0.922.
Conclusion: The uterine involution of the mothers who did pregnancy exercise is faster on average by
4.8 days after the age and length of labor variables are controlled, and the regression model obtained can
explain 82.3% of the variation in uterine involution while the rest is explained by other variables. The
exercise variable indicates beta value of 0.922, which means that the variable that has the greatest
influence on uterine involution is yoga exercises.

Keywords: Yoga exercise ; Uterine involution ; Postpartum period

Rasumawati
Email : rasumawatinurdjaya@gmail.com
Pendahuluan lambat, tonus uteri lembek, tidak ada perasaan
Angka kematian ibu (AKI) merupakan mules pada ibu nifas akibatnya terjadinya
salah satu indikator untuk melihat derajat perdarahan. Salah satunya adalah perdarahan di
kesehatan perempuan. Salah satu target yang dalam rahim, hal ini sangat berbahaya bila darah
ditentukan dalam tujuan ke-5 pembangunan keluar dengan deras maka ibu kehilangan banyak
milenium yaitu meningkatkan kesehatan ibu darah sehingga dapat terjadi shock sampai terjadi
dimana target yang akan dicapai sampai tahun kematian. Kecepatan involusi uterus dipengaruhi
2015 adalah mengurangi sampai ¾ risiko oleh beberapa faktor, antara lain usia ibu, jumlah
kematian ibu. Penyebab kematian ibu di anak yang dilahirkan (paritas), menyusui
Indonesia meliputi penyebab obstetri langsung eksklusif, mobilisasi dini, senam nifas, dan
yaitu perdarahan (28%), preeklamsi/ eklamsi menyusui dini.
(24%), infeksi (11%), sedangkan penyebab tidak Mobilisasi dini sangat diperlukan ibu
langsung adalah trauma obstetri (5%) dan lain – nifas agar ibu merasa lebih sehat dan kuat, dapat
lain (11%).2 Diperkirakan 60% kematian ibu segera mungkin untuk merawat bayinya,
terjadi setelah kehamilan dan 50% kematian masa mencegah trombosis dan trombo emboli,
nifas terjadi dalam 24 jam pertama, dimana melancarkan sirkulasi darah, mencegah
penyebab utamanya adalah perdarahan pasca terjadinya infeksi masa nifas, kontraksi uterus
persalinan. akan baik sehingga fundus uteri menjadi keras
Masa nifas adalah masa sesudah maka resiko terjadinya perdarahan dapat
persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta dihindarkan. Untuk menurunkan angka
selaput yang diperlukan untuk memulihkan morbiditas pada masa post partum selain
kembali organ kandungan seperti sebelum hamil mobilisasi dini salah satu cara untuk
dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Pada masa mempercepat involusi uterus yaitu dengan
nifas akan mengalami perubahan baik fisik melakukan senam nifas yang bertujuan
maupun psikis. Perubahan fisik meliputi ligamen merangsang otot-otot rahim agar berfungsi secara
- ligamen bersifat lembut dan kendor, otot-otot optimal sehingga diharapkan tidak terjadi
tegang, uterus membesar, postur tubuh berubah perdarahan post partum dan mengembalikan
sebagai kompensasi terhadap perubahan berat rahim pada posisi semula.
badan pada masa hamil. Asuhan masa nifas Manfaat senam nifas adalah memulihkan
diperlukan karena merupakan masa kritis baik kembali kekuatan otot dasar panggul,
untuk ibu maupun bayi, apabila tidak ditangani mengencangkan otot-otot dinding perut dan
segera dengan efektif dapat membahayakan perineum, membentuk sikap tubuh yang baik dan
kesehatan atau kematian bagi ibu. mencegah terjadinya komplikasi. Komplikasi
Pada ibu nifas involusi uterus merupakan yang dapat dicegah sedini mungkin dengan
proses yang sangat penting sehingga memerlukan melaksanakan senam nifas adalah perdarahan
perawatan yang khusus, bantuan dan pengawasan post partum. Saat melaksanakan senam nifas
demi pulihnya kesehatan seperti sebelum hamil. terjadi kontraksi otot - otot perut yang akan
Involusi merupakan suatu proses dimana uterus membantu proses involusi. Pada kenyataannya
kembali ke kondisi sebelum hamil dengan berat banyak ibu nifas yang tidak melakukan senam
sekitar 60 gram. Proses ini dimulai segera setelah nifas karena ada tiga alasan. Pertama, karena
plasenta lahir akibat kontraksi otot - otot polos tidak tahu bagaimana senam nifas. Kedua, karena
uterus. Pengukuran involusi dapat dilakukan terlalu bahagia dan yang dipikirkan hanya si
dengan mengukur tinggi fundus uteri, kontraksi kecil. Ketiga, karena alasan sakit. Senam nifas
uterus dan juga dengan pengeluaran lokia. sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 jam setelah
Involusi uterus melibatkan reorganisasi dan melahirkan, secara teratur setiap hari. Setelah 6
penanggalan desidua dan pengelupasan kulit jam persalinan normal atau 8 jam setelah operasi
pada situs plasenta sebagai tanda penurunan sesar, ibu sudah boleh melakukan mobilisasi dini,
ukuran dan berat, perubahan lokasi uterus, warna termasuk senam nifas. Melakukan senam nifas
dan jumlah lokia. Apabila fundus uteri berada di akan mempengaruhi kebutuhan otot terhadap
atas batas normal hal ini menandakan terjadi oksigen yang mana kebutuhan akan meningkat,
kegagalan involusi uterus untuk kembali pada berarti memerlukan aliran darah yang kuat seperti
keadaan tidak hamil yang menyebabkan sub otot rahim. Dengan dilakukan senam nifas akan
involusi. merangsang kontraksi rahim, sehingga kontraksi
Gejala dari sub involusi meliputi lokia uterus akan semakin baik, pengeluaran lokia akan
menetap/merah segar, penurunan fundus uteri
lancar yang akan berpengaruh terhadap proses menyamakan persepsi tentang cara pengukuran
involusi rahim. dan dilakukan evaluasi. Untuk mengurangi bias
Mandiri Praktik Bidan (MPB) di wilayah maka pada satu pasien proses involusi uterus dari
Kabupaten Bogor merupakan binaan puskesmas hari pertama sampai hari kedelapan dievaluasi
kabupaten Bogor dan IBI Kabupaten Bogor yang oleh numerator yang sama.
sudah memiliki kelas ibu hamil tetapi untuk ibu
nifas masih belum terlaksana dengan aktif. Hasil dan Pembahasan
Jumlah ibu-ibu yang melahirkan rata-rata per
bulan 30-60 ibu tetapi belum pernah diajarkan Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur
senam yoga untuk mempercepat involusi uterus. Ibu, Lamanya Persalinan (dalam menit) , Berat Bayi
Lahir dan Involusi Uterus/ TFU (dalam hari)
Asuhan nifas yang diberikan hanya yang standar
dari Kemenkes. Atas dasar tersebut peneliti Variabel Mean SD Min - Max 95% CI
tertarik untuk melakukan penelitian tentang Umur 23,47 4,71 16 – 38 22,25 – 24,68
perbedaan efektifitas senam nifas dan Lama Persalinan 43,37 31,07 20 – 180 35,34 – 51,39
Berat Bayi Lahir 3109,67 409,6 2000 – 3003,86 –
mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus 4000 3215,48
di Praktik Bidan Mandiri Wilayah Kabupaten Involusi Uterus 11,33 2,65 6 – 14 10,65 – 12,02
(TFU)
Bogor Jawa Barat, Tahun 2018.

Metode Penelitian Umur ibu rata-rata 23,47 tahun dengan


Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen umur minimum 16 tahun dan umur
dengan ibu nifas yang dilatih senam yoga dan ibu maksimumnya 38 tahun. Apabila kita lihat dari
nifas yang tidak dilatih senam sebagai kontrol segi umur ibu masih terdapat usia kurang dari 20
control design. Dalam penelitian ini digunakan tahun dan lebih dari 35 tahun. Usia 20 – 30 tahun
dua kelompok yaitu kelompok perlakuan (A) dan merupakan usia yang sangat ideal untuk
kelompok kontrol (B). KeduRanya sama-sama terjadinya proses involusi yang baik. Hal ini
dilakukan ibu nifas kelompok perlakuan (A) disebabkan karena faktor elastisitas dari otot
yang diberikan intervensi. uterus mengingat ibu yang telah berusia 35 tahun
Populasi dalam penelitian ini adalah semua lebih elastisitas ototnya berkurang. Pada usia
ibu nifas dengan persalinan normal di Praktik kurang dari 20 tahun elastisitasnya belum
Mandiri Bidan (PMB) Wilayah Kabupaten maksimal karena organ reproduksi yang belum
Bogor, Jawa Barat. Sampel dalam penelitian ini matang. Lama persalinan rata-rata 43,37 menit,
adalah setiap subjek yang memenuhi kriteria hal ini masih normal karena menurut teori rata-
untuk menjadi anggota sampel seperti primipara, rata lama persalinan kala II pada multigravida
umur 20 – 35 tahun, kehamilan normal/aterm, 0,5-1 jam dan pada primigravida 1-2 jam. Namun
kadar hemoglobin (Hb) 10 – 12 gr%, tidak masih ada lama persalinan 180 menit sehingga
pantangan makanan dan tidak mengalami termasuk dalam kala II memanjang, hal ini akan
komplikasi nifas. Jumlah sampel yang digunakan berakibat kurang baik pada kondisi ibu dan
dalam penelitian ini sebanyak 36 orang. janinnya.Berat badan bayi lahir adalah 3109,07
Data dikumpulkan pada bulan Mei – gram. Akan tetapi masih ditemukan berat badan
september 2018. Personalia pengumpulan data bayi lahir rendah yaitu 2000 gram dimana
disini terdiri dari peneliti dan dibantu 3 oleh menurut teori berat badan bayi lahir normalnya
numerator yaitu bidan dengan pendidikan DIII 2500 – 4000 gram. Bayi tersebut perlu perhatian
Kebidanan. Analisis yang digunakan adalah dari tenaga kesehatan terutama keluarganya
regresi linier ganda. Validitas dan realibitas untuk menjaga kesehatan bayi dan dirinya
instrumen, sebelum dilakukan penelitian sebagai ibu. Tumbuh kembang bayi agar tetap
dilakukan pelatihan terlebih dahulu kepada ketiga dipantau agar tercapai dengan benar.
numerator tentang senam yoga dan diberikan CD
untuk menyamakan persepsi tentang prosedur
pelaksanaan dan pengukuran dalam penelitian.
Setelah dilakukan pelatihan dilakukan evaluasi
tentang cara pelaksanaan senam yoga kepada
numerator. Untuk mengukur tinggi fundus uteri
digunakan metlin dengan jenis bahan dan merk
yang sama yaitu merlin merk kupu produksi
Shanghai, China. Peneliti dan numerator
Tabel 2. Hubungan involusi uterus/ TFU terhadap senam yoga rata-rata involusi uterus/ TFU yaitu
umur ibu, berat bayi lahir dan lama persalinan 8,97 hari sedangkan pada ibu yang tidak
Variabel Nilai r Nilai P value
melakukan senam yoga rata-rata involusi uterus/
Umur -0,277 0,032 TFU 13,70 hari dengan nilai P value 0,0005
Berat bayi lahir 0,122 0,352 artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata
Lama persalinan -0,351 0,006
involusi uterus/ TFU antara ibu yang melakukan
Uji korelasi didapatkan hasil bahwa untuk
senam yoga dengan yang tidak melakukan senam
variabel umur diperoleh nilai r = 0,277 dan nilai
yoga.
P value = 0,032 artinyan semakin
bertambah umur ibu semakin lama proses Tabel 4. Hasil Analisis Multivat
involusi uterus/ TFU. Hal ini disebabkan karena
faktor elastisitas dari otot uterus mengingat ibu B R Square SE Β P value
yang telah berusia 35 tahun lebih elastisitas Constant 9,712 0,832 0,832 0,0005
Umur -0,49 0,034 -0,086 0,160
ototnya berkurang selain itu usia diatas 35 tahun Lama 0,008 0,006 0,093 0,165
sering terjadi komplikasi saat sebelum dan Senam 4,84 0,332 0,922 0,0005
setelah kelahiran dikarenakan elastisitas otot
rahimnya sudah menurun, menyebabkan Ibu yang melakukan senam hamil involusi
kontraksi uterus tidak maksimal. Pada ibu yang uterus rata-rata lebih cepat 4,8 hari setelah
usianya lebih tua proses involusi banyak dikontrol variabel umur dan lama persalinan
dipengaruhi oleh proses penuaan, dimana proses dengan nilai P value 0,0005. Koefisien
penuaan terjadi peningkatan jumlah lemak. determinasi (R square) menunjukkan nilai 0,823
Penurunan elastisitas otot dan penurunan artinya bahwa model regresi yang diperoleh dapat
penyerapan lemak, protein, serta karbohidrat. menjelaskan 82,3% variasi variabel TFU
Bila proses ini dihubungkan dengan penurunan (involusi uterus) sedangkan sisanya dijelaskan
protein pada proses penuaan, maka hal ini akan oleh variabel lain. Variabel senam menunjukkan
menghambat proses involusi uterus. Pada usia nilai beta (0,922) yang paling besar yang berarti
kurang dari 20 tahun elastisitasnya belum variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap
maksimal karena organ reproduksi yang belum involusi uterus (TFU) adalah senam yoga.
matang. Sehingga usia 20 – 30 tahun merupakan Penelitian ini sesuai dengan teori yang
usia yang sangat ideal untuk terjadinya proses menyatakan bahwa senam yoga dapat
involusi yang baik. mempercepat involusi uterus/ TFU. Dimana
Sedangkan lama persalinan diperoleh r = penurunan TFU ini bisa terjadi dengan baik bila
0,351 dan nilai P value = 0,006 artinya hubungan kontraksi dalam uterus baik dan terus menerus.
lama persalinan dengan involusi uterus/ TFU Kontraksi uterus dapat meningkat dengan adanya
menunjukkan / hubungan sedang dan berpola senam yoga pada ibu nifas. Dimana hal ini terjadi
negatif yaitu semakin lama persalinan ibu maka dari adanya peningkatan ion kalsium di ekstra sel
akan semakin lama proses involusi uterus/ TFU. yang berikatan dengan calmodulin, setelah
Hal ini dikarenakan kontraksi dan retraksi uterus calmodulin dan kalium ini berikatan maka akan
berlangsung lebih lama sehingga memberikan meningkatkan miosin kinase dan terjadi
pengaruh terhadap proses involusi. Pada ibu yang fosforilase pada kepala miosin yang berikatan
mengalami persalinan yang lebih lama ibu akan dengan aktin sehingga terjadilah tarikan otot
mudah merasa lelah sehingga dapat menunda secara berkala sehingga terjadi kontraksi uterus
mobilisasi dini, padahal mobilisasi dini dapat yang terus menerus.
mempercepat proses involusi uterus karena Dengan adanya kontraksi dan retraksi dari
kontraksi uterus yang baik. uterus yang terus menerus maka akan terjadi
penjepitan pembuluh darah sehingga
Tabel 3. Hubungan involusi uterus/ TFU terhadap terganggulah peredaran darah ke uterus.
ibu yang melakukan senam yoga dan tidak Sehingga menyebabkan jaringan otot kekurangan
melakukan senam yoga zat yang diperlukan sehingga ukuran jaringan
Kelompok Senam N Mean SD SE P value
otot uterus akan mengecil. Selain itu juga
Mean peredaran darah ke uterus yang kurang ini
Tidak senam yoga 30 13,70 0,596 0,109 0,0005 mengakibatkan uterus mengalami atropi dan
Senam yoga 30 8,97 1,52 0,277
ukuran akan kembali kebentuk semula.
Penurunan TFU ini terjadi secara gradual, artinya
Hasil analisis bivariat dengan uji T
tidak sekaligus tetapi setingkat demi setingkat.
independen didapatkan hasil ibu yang melakukan
TFU ini akan berkurang 1-2 cm setiap harinya Amy E. Beddoe I and Kathryn A. Lee. (2008).
dan pada hari ke-9 uterus tidak dapat teraba. Mind-body interventions during
pregnancy. JOGNN.
Kesimpulan dan Saran http://jognn.awhonn.org. diakses jumat 7
Pada ibu yang melakukan senam hamil februari 2014
involusi uterus rata-rata lebih cepat 4,8 hari Basford & Oliver, S. (2006). Teori dan praktik
setelah dikontrol variabel umur dan lama keperawatan pendekatan integral pada
persalinan dengan nilai P value 0,0005. Koefisien asuhan pasien. Jakarta: EGC
determinasi (R square) menunjukkan nilai 0,823 Bobak.I., Lowdermilk. D., Jensen, M.
artinya bahwa model regresi yang diperoleh dapat (2005).Buku aja keperawatan maternitas.
menjelaskan 82,3% variasi variabel TFU (4thed). Alih bahasa: Wijayarini, M.
(involusi uterus) sedangkan sisanya dijelaskan Jakarta: EGC.
oleh variabel lain. Variabel senam menunjukkan Briones et al.(1996). Sleepiness and Health:
nilai beta (0,922) yang paling besar yang berarti Relationship between sleepiness and
variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap general health status. Sleep, 19 (7), 583-
involusi uterus (TFU) adalah senam yoga. 588. Diakses tanggal 20 april 2014
Penelitian ini dapat digunakan sebagai Buysse, D. J., et al. (1989). The Pittsburgh Sleep
bahan untuk referensi pembelajaran pada asuhan Quality Index (PSQI): A new Instrument
nifas. Senam yoga dapat dijadikan alternatif for Psychiatric Practice and Research,
untuk memberikan rasa nyaman pada ibu nifas Pittsburgh: Elsevier Scientific Publishers
dan mempercepat involusi uterus. Penelitian ini Ireland Ltd. Diakses tanggal 20 april 2014
dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya Chayatin N, Mubarak. 2007. Buku Ajar
dengan pengaruh intervensi senam yoga terhadap kebutuhan Dasar Manusia: Teori,
variabel lain yang lebih spesifik dan bervariasi. Aplikasi Dan Praktik. Jakarta: EGC
Depkes RI. (2010) Strategi akselerasi pencapaian
targer MSGs
Daftar Pustaka 2012.http://www.target_mdgs.Pdf.
Diakses jumat 7 februari 2014.
Adriaansz. 2008.Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Eli Rusmita. 2011. Pengaruh Senam Hamil Yoga
JNPKKR/POGI Ambarwati dan Retna E. Selama Kehamilan.
2009 http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/202
.Asuhan Kebidanan Nifas Edisi 3.Yogjakarta: 80672-T%20Eli%20Rusmita.pdf.
Mitra Cendikia Offset Fefendi. 2008. Diakses pada Jumat, 07 februari 2014.
Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Ferry E Shannon, et,al. (2010). Maternal child
Masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku nursing care.(4thed). Mosby
Kedokteran EGC. Manuaba. 2008. Elsevier.Maryland heights, Missouri.
Buku Ajar Patologi Obstetri – Untuk Mahasiswa Heardman.1996. Senam Hamil. Jakarta: Arcan
Kebidanan. Jakarta: EGC. Mochtar. 2000. http://www.sleepfoundation.org/article/
Sinopsis Obstetri Fisiologi, Obstetri sleep-related-problems/excessive-
Patologi. Jakarta : EGC sleepiness-and-sleep. Diakses pada
Notoadmojdo, S. 2005.Metodologi Penelitian tanggal 20 april 2014
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Indiarti, MT. (2009). Paduan lengkap kehamilan,
Prawirohardjo, S. 2008. Ilmu Kebidanan persalinan dan perawatan bayi. (10thed).
Edisi 4.Jakarta :Bina P Yogyakarta: Diglossia media.
Achadi L. Endang. (2007). Gizi dan Kesehatan Kozier, et al. 2004. Foundamentals of nursing
Masyarakat. Departemen Gizi dan consepts process, and practice, New
Kesehatan Masyarakat Fakultas Jersey: Pearson Prentise Hall.
Kesehatan Masyarakat, Universitas Kozier. 2010. Buku Ajr Fundamental
Indonesia. Edisi I, Jakarta : PT. Raja Keperawatan: Konsep, Proses dan
Grafindo Persada. Hal 94. Praktik. Jakarta. EGC
American Sleep Disorders Association Leung. P.L., Hul, D.S, Leung. T.N., Yeun. P.M.,
Accreditation Committee. 1994. & Lau. T.K, (2005). Sleep disturbances
Standardsfor accreditation of sleep in chines pregnant women. BLOG : An
disorders centers. Rochester, Minnesota: Internasional Journal of Obstwtris and
American Sleep Disorders Association Gynoecology, 112 (11), 1568-1571.
Maas, J. B. (2002). Power Sleep: Kiat – kiat sehat
untuk mencapai kondisi dan prestasi
puncak. Bandung: Kaifa
Mandriwati. 2008. Asuhan Kebidanan Ibu Hamil.
Jakarta: EGC.
Martin G & Micheal G.Burkets Oral Medicine
Diagnosis & Treatment.10thed. New
Delhi:Elsevier, 2003:96-97 National
Sleep Foundation, 2008. Fatigue and
Excessive Sleepiness. Available
Musbikin. (2005). Panduan Ibu Hamil dan
Melahirkan.Cetakan I. Jakarta Mitra
pustaka.
Nerendran,S. (2009). Yoga improves pregnancy
outcomes source: journal of Alternative
and Complementary medicine 2005.
Diakses pada tanggal 20 april 2014.
Perry, et al. (2010). Maternal child nursing care.
( 4thed). Elsevier. Mosby
Potter & Perry. (2006). Fundamental
keperawatan; Konsep, proses, dan praktik, Edisi