Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN SURVEI KONSUMSI PANGAN

(FOOD WEIGHING ANAK SEKOLAH)

Dosen Pengampu :

Miratul Haya, Skm., M. Gizi

Kusdalinah, Sst., M.Gizi

Disusun Oleh :

Mesi Anggela ( P05130217 028)

DIV GIZI TK II

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN BENGKULU

PROGRAM STUDI DIV GIZI

2018/2019
TINJAUAN PUSTAKA

Food weighing adalah salah satu metode penimbangan makanan. Pada metode
penimbangan makanan ini responden atau petugas menimbang dan mencatat seluruh makanan
yang dikonsumsi responden selama satu hari. Food weighing mempunyai ketelitian yang lebih
tinggi dibanding metode-metode lain karena banyaknya makanan yang dikonsumsi sehari-hari
diketahui dengan cara menimbang (Mey 2010).
Pada proses food weighing, semua makanan yang akan dikonsumsi pada waktu makan
pagi, siang, dan malam serta makanan selingan antara dua waktu makan ditimbang dalam
keadaan mentah (AP), juga ditimbang dan dicatat makanan segar yang siap santap serta
makanan pemberian. Setiap selesai makan ditimbang semua makanan yang tidak dimakan,
yang meliputi makanan sisa dalam piring, sisa makanan yang masih dapat dilakukan untuk
waktu makan selanjutnya, yang diberikan pada ternak dan yang diberikan pada orang lain.
Makanan yang dibawa ke luar rumah oleh anggota keluarga misalnya untuk bekal sekolah dan
yang dimakan oleh tamu juga ditimbang dan dicatat untuk menghitung konsumsi aktual
(Kusharto & Sa’diyah 2008).
Langkah-langkah pelaksanaan penimbangan makanan adalah petugas atau responden
menimbang dan mencatat bahan makanan yang dikonsumsi dalam satuan gram. Apabila
terdapat sisa makanan setelah makan maka perlu juga dilakukan penimbangan sisa makanan
tersebut untuk mengetahui jumlah sesungguhnya makanan yang dikonsumsi sehingga hasil
yang diperoleh lebih akurat. Selain itu ditimbang pula makanan yang diperoleh dari pemberian
makanan dan makanan yang diberikan kepada orang lain, serta perlu diperoleh informasi
mengenai makanan yang di konsumsi di luar rumah. Kemudian dari jumlah bahan makanan
yang dikonsumsi sehari dapat dianalisis menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan
(DKBM) atau Daftar Komposisi Gizi Jajanan (DKGJ). Selanjutnya hasil analisis zatgizi
dibandingkan dengan kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG) (Supariasa 2002).
Perbandingan antara konsumsi zat gizi dengan angka kecukupan gizi yang dianjurkan
disebut sebagai tingkat kecukupan zatgizi. Klasifikasi tingkat kecukupan menurut Depkes
(1996) dalamSupariasa (2002) adalah: deficit tingkat berat (<70%), deficit tingkat sedang (70-
79%), deficit tingkat ringan (80-89%), normal (90-119%), dan kelebihan (>120%). Penilaian
untuk mengetahui tingkat kecukupan zat gizi dilakukan dengan membandingkan antara
konsumsi zat gizi aktual (nyata) dengan kecukupan zat gizi yang dianjurkan. Hasil perhitungan
kemudian dinyatakan dalam persen.
Nama Responden : Firman

Umur Responden : 8 tahun

FOOD WEIGHING
WAKTU NAMA BAHAN BERAT BERAT BERAT
MAKAN MAKANAN MAKANAN SEBELUM SISA (gr) YANG DI
DI KONSUMSI
KONSUMSI (gr)
(gr)
07.00 Nasi Beras Putih 100 - 100
Telur ayam Telur ayam 55 - 55

10.00 Chitato Chitato 20 - 20


Jetz stick Jetz stick 12 12

12:00 Biscuit better Biscuit better 44 - 44

13.00 Nasi Beras Putih 75 - 75


Ayam kecap ayam 40 - 40
Bening bayam Bayam 55 - 55

16.00 Bakso bakar Bakso 53 3 50

19.00 Nasi Beras putih 38 - 75


Gulai Ikan Ikan tongkol 42 2 40
Bening bayam Bayam 55 - 55
NILAI GIZI
Nama Nama BB Analisis Zat Gizi
Makanan Bahan (gr) E P L KH Fk SM
Makana
n
Nasi Beras 100 130 2,4 0,2 0
Putih
Telur Telur 60 114,6 7,2 9,1 0,6 0,9 0,9 x 60 = 54
dadar ayam 54 x 9,0 :100
=4,86

Snack Chitato 15 80 2 6 11
Chitato
Jet stick Jet stick 12 60 1 4,5 14

Biscuit Biscuit 44 232 2 12 28


better better

Nasi Beras 100 130 2,4 0,2 0


Putih
Ayam Ayam 40 114 10,8 7,6 0 1,6 1,6 x 40 = 64
kecap 64 x 16,0 : 100
=10,24
Bening Bayam 55 20,4 2,0 0,1 4,0
bayam

Bakso bakso 50 185 11,8 14,9 0,1


Bakar
kecap 5 3 0,3 0 0,3

Nasi Beras 75 97,5 1,8 0,2 21,5


putih
Ikan Ikan 38 44,4 9,6 0,4 0 1,5 1,5 x 38 = 60
sambal Tongkol 60 x 23 : 100 =
13,8
Bening bayam 55 20,4 2,0 0,1 4,0
bayam

Total minyak 38,9 335,4 0 38,9 0


Jumlah 1556,7 55,3 94,2 84,3
FOTO MAKANAN
Waktu Gambar Keterangan
Makan
07.00 Berat Nasi = 100
gr

HABIS

Berat telur = 60
gr

HABIS

10.00 Berat jetz stick =


12 gr

HABIS

Berat Snack
Chitato = 15gr

HABIS
12.00 Berat biscuit
better = 44 gr

HABIS

13:00 Berat nasi = 75 gr

HABIS

Berat ayam = 40
gr

HABIS

Berat bayam = 55
gr

HABIS

15:00 Brat bakso +


tusuk = 53 gr
SISA 3 GR
19:00 Berat nasi = 75 gr

HABIS

Berat ikan +
tulang = 40 gr
Sisa 2 gr

Berat bayam =
150gr

HABIS

Interpretasi
Tingkat kecukupan Energi (TKE)
 Baik apabila memiliki presentase 100-105 % AKE
 Kurang apabila memiliki presentase <100 % AKE
 Derfisit Energi apabila memiliki presentase < 70% AKE
 Lebih apabila memiliki presentase >105 % AKE

Untuk zat gizi lain seperti Protein, Lemak, Karbohidrat, Vitamin dan Mineral dapat
mempergunakan cut off points sebagai berikut:
 Di atas 100 % AKG lebih
 80-100 % AKG baik
 Di bawah 80 % AKG kurang
KESIMPULAN
Untuk kesimpulan dari hasil analisis zat gizi foto makanan (food weighing) pada adik
fikri berumur 8 tahun, di dapat hasil perhitungan total energi 1556,7 kkal, protein 55,3 gram,
lemak 94,2 gram, dan karbohidrat 84,3 gram.

Dan hasil dari AKG 2013 untuk anak dengan kelompok umur 7-9 tahun, diperoleh
perhitungan energi 1850 kkal, protein 49 gram, lemak 72, karbohidrat 254 gram.

Perbandingan perhitungan energi responden dengan AKG 2013:

1.556,7
 Energi : x 100% = 84,14 % (KURANG)
1850
Asupan energi hanya 66,56 % dari asupan yang dianjurkan AKG, maka asupan tersebut
dinyatakan Defisit karena tidak melampaui persentase yang dianjurkan dalam AKG
yaitu 100-105 %

55,3
 Protein : x 100 % = 112,8 % (LEBIH)
49
Asupan protein didapat 130 % ,maka asupan tersebut dinyatakan Lebih karena
melampaui persentase yang dianjurkan dalam AKG yaitu 80-100 %

94,2
 Lemak : x 100 % = 130,83 % (LEBIH)
72
Asupan lemak hanya 146 % dari asupan AKG maka asupan tersebut dinyatakan. Lebih
karena tidak mencapai persentase yang dianjurkan dalam AKG yaitu
80-100 %

84,3
 Karbohidrat : : 254 x100% = 33,18 % (KURANG)
Asupan karbohidrat didapat 96,08% maka asupan tersebut dinyatakan kurang karena
tidak melampaui persentase yang dianjurkan dalam AKG yaitu 80-100 %