Anda di halaman 1dari 6

RANGKUMAN MATERI RESIKO BUNUH DIRI

Disusun Guna Memenuhi Tugas Matakuliah Keperawatan Jiwa


Dosen Pengampu : Dr.Heni Dwi Windarwati, M.Kep,Sp.Kep.J (HDW)

Disusun Oleh :
Alvin Fitri Hendika (195070209111025)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
1. Definisi
Bunuh diri adalah suatu keadaan dimana individu mengalami resiko menyakiti diri
sendiri atau melakukan tindakan yang dapat mengancam nyawa. Perilaku destruktif
diri yang mencakup setiap bentuk aktivitas bunuh diri, niatnya adalah kematian dan
individu menyadari hal ini sebagai sesuatu yang diinginkan dan dengan sengaja
dilakukan oleh seseorang yang tahu akan akibatnya, yang dilakukan dalam waktu
singkat. Pada umumnya tindakan bunuh diri merupakan cara ekspresi orang yang
penuh stress. Jadi, bunuh diri adalah suatu tindakan maladaptive dengan cara
mencederai bahkan menghilangkan nyawa sendiri yang dilakukan secara sadar
untuk mengakhiri keputusasaannya.
2. Stressor pencetus secara umum
-kejadian memalukan
-masalah interpersonal
-dipermalukan didepan umum
-kehilangan pekerjaan
-ancaman penjara
-mengetahui cara-cara bunuh diri
Faktor resiko psikososial :
-putus asa
-jenis kelamin laki-laki
-ras
-lansia
-riwayat keluarga bunuh diri dan adiksi obat
-diagnostik : penyakit kronis, psikotis, penyalahgunaan zat
3. Faktor yang mempengaruhi bunuh diri
-faktor mood dan biokimia otak
-faktor riwayat gangguan mental
-faktor meniru,imitasi dan pembelajaran
-faktor isolasi sosial dan human relations
-faktor hilangnya perasaan aman dan ancaman kebutuhan dasar
-faktor religiusitas
4. Rentang respon

Respon adaptif respon maladaptif

Peningkatan pertumbuhan perilaku destruktif pencederaan bunuh diri


diri Peningkatan resiko diri tak langsung diri
5. Jenis bunuh diri
a. Anomik
Stress, tekanan ekonomi dan faktor lingkungan tidak bisa diprediksi
b. Altruistik
Kehormatan seseorang
c. Egoistik
Faktor dalam diri seseorang dalam merespon kegagalan bisa diprediksi
6. Tanda dan gejala
1. Mempunyai ide untuk bunuh diri.
2. Mengungkapkan keinginan untuk mati.
3. Mengungkapkan rasa bersalah dan keputusasaan.
4. Impulsif.
5. Menunjukkan perilaku yang mencurigakan (biasanya menjadi sangat patuh).
6. Verbal terselubung (berbicara tentang kematian, menanyakan tentang obat
dosis mematikan).
7. Status emosional (harapan, penolakan, cemas meningkat, panic, marah dan
mengasingkan diri).
7. Pengkajian
a. Identitas
b. Alasan Masuk
c. Faktor predisposisi
d. Pemeriksaan fisik
e. Psikososial
a) Genogram
b) Konsep diri
c) Hubungan sosial
d) spiritual
f. Status mental
8. Pohon Masalah

Efek Bunuh Diri

Core Problem Resiko Bunuh Diri

Causa Gangguan harga diri: Harga Diri Rendah

Koping Keluarga & Individu tidak efektif


8. Diagnosa keperawatan

a. Risiko bunuh diri


b. HDR
c. Gangguan konsep diri
d. Koping individu tak efektif.
e. Koping keluarga tak efektif
9. Intervensi
TUK 1 Klien dapat membina hubungan saling percaya
TUK 2 Klien dapat melindungi diri perilaku bunuh diri
TUK 3: Klien dapat meningkatkan harga diri
TUK 4 Klien dapat mendemonstrasikan cara fisik untuk mencegah bunuh diri
TUK 5 Klien dapat mendemonstrasikan cara sosial untuk mencegah bunuh diri.
TUK 6 Klien mendemonstrasikan kepatuhan minum obat untuk mencegah bunuh diri
TUK 7 Klien dapat mengikuti tak stimulasi persepsi pencegahan bunuh diri.
TUK 8 Klien mendapatkan dukungan keluarga dalam melakukan cara pencegahan bunuh
diri.
10.Strategi Pelaksanaan
Sp 1 Pasien
a. Membina hubungan saling percaya kepada klien
b. Mengidentifikasi benda- benda yang dapat membahayakan pasien
c. Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien
d. Melakukan kontrak treatment
e. Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri
f. Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri
Sp 2 Pasien
a. Mengidentifikasi aspek positif pasien
b. Mendorong pasien untuk berfikir positif terhadap diri sendiri
c. Mendorong pasien untuk menghargai diri sebagai individu yang berharga
Sp 3 Pasien
a. Mengidentifikasi pola koping yang bisa diterapkan pasien
b. Menilai pola koping yang biasa dilakukan
c. Mengidentifikasi pola koping yang konstruktif
d. Mendorong pasien memilih pola koping yang kostruktif
e. Menganjurkan pasien menerapkan pola koping yang konstruktif dalam kegiatan harian
Sp 4 Pasien
a. Membuat rencana masa depan yang realistis bersama pasien
b. Mengidentifikasi cara mencapai rencana masa depan yang realistis
c. Memberi dorongan pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan yang
realistis
Sp 1 Keluarga
a. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
b. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala resiko bunuh diri, dan jenis perilaku bunuh diri
yang dialami pasien beserta proses terjadinya
c. Menjelaskan cara-cara merawat pasien resiko bunuh diri
Sp 2 Keluarga
a. Melatih keluarga mempraktikkan cara merawat pasien dengan resiko bunuh diri
b. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien resiko bunuh diri
Sp 3 Keluarga
a. Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat b.
Menjelakan follow up pasien
11. Evaluasi
1. Bagi klien yang memberikan ancaman atau melakukan percobaan bunuh diri ,
keberhasilan asuhan keperawatan ditandai dengan keadaan klien yang tetap selamat dan
aman
2. Bagi keluaga dengan angota keluarga yang memberikan ancaman atau melakukan
percobaan bunuh diri ditandai dengan kemampuan keluarga untuk melindungi anggota
keluarganya
3. Bagi klien yang memberikan isyarat bunuh diri keberhasilan asuhan keperawatan
ditandai dengan klien mampu mengungkapkanya perasaan
Daftar pustaka

Azizah, Lilik Ma’rifah dkk. (2016). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa Teori dan Aplikasi
Praktik Klinik. Yogyakarta: Indomedia Pustaka

Anna B.D.dkk.2011.Keperawatan Jiwa Komunitas: CMHN (Basic Course) Jakarta : EGC

Sari, Mutmainah.2018. Analisis Kejadian Depresi Dan Risiko Bunuh Diri Menggunakan Buddy
App Pada Remaja Di Wilayah Kota Makassar. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN
Alauddin Makassar

Stuart, G.W.2016.Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart Buku 1 Edisi
Indonesia Singapura: Elsevier

Yosep, H.Iyus.2016.Buku Ajar Keperawatan Jiwa.Bandung: Refika Aditama

Yusuf dkk.2015.Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika

Keliat, B.A. (2016).Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart.Diterbitkan di


Indonesia : Elsevier Singapore Pte Ltd

Iyus, Yosep. 2011. Keperawatan Jiwa, Edisi 4. Jakarta : RefikaAditama

Modul Keperawatan Jiwa FIK, UI (2015).Terapi Modulitas Keperawatan Jiwa.Jakarta:


Universitas Indonesia

Muhith, A (2015).Pendidikan Keperawatan Jiwa Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:Andi off Set